Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Mengabulkan Keinginan


__ADS_3

Seusai mandi, Ravendra memanjakan Alexa dengan mengajak gadis itu jalan-jalan. Laki-laki itu menghilangkan jejak kejadian buruk yang baru saja menimpa gadis itu. Di malam bulan purnama, kedua orang itu berjalan menyusuri pantai. Tampak di sekitar tempat itu, banyak juga pasangan yang sedang memadu kasih atau sedang berjalan-jalan dengan kekasihnya.


"Honey..., bagaimana kalau besok pagi kita menikah? Aku khawatir jika kita membuat rencana terlalu jauh, akan ada yang mengacaukan acara kita." ucap Ravendra pelan. Tangan laki-laki itu menyisipkan rambut di telinga Alexa.


"Bagaimanapun dengan wali dari pihak Alexa.. kak. Jujur... Alexa masih terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Uncle Thomas..., apalagi laki-laki itu membawa bukti sebagai ayah kandung Alexa. Alexa tidak bisa bicara.., apakah harus sedih ataukah harus bahagia mengetahui hal ini." ucap Alexa sedih. Tiba-tiba kesedihan tampak menggantung di mata gadis itu.


Ravendra menarik Alexa lebih dekat kepadanya. Kedua telapak tangan laki-laki itu diletakkan di kanan kiri pipi Alexa. Ingin rasanya Ravendra mengambil alih kesedihan yang dirasakan oleh gadis itu.


"Apa yang kamu takutkan honey... Jika memang Uncle Thomas betul-betul ayah kandungmu, semua yang terjadi tidak sepenuhnya salah Uncle. Karena kemauan keluarga besar, akhirnya Uncle dan Tante Sarah harus terpisah." ucap Ravendra mencoba menenangkan Alexa.


"Tapi bagaimana Uncle bisa mendapatkan darah, atau rambut darimu honey..? Apakah sebelumnya kalian pernah berkomunikasi?" lanjut Ravendra. Laki-laki itu menatap ke wajah Alexa dengan cermat.


"Kami pernah menghadiri conference di negara Singapura bersama. Uncle menjadi salah satu presenter disitu, Adan Alexa meski perusahaan untuk menawarkan produk kami agar dapat diterima di pasar luar negeri. Uncle satu-satunya perusahaan yang mewakili Rumania, yang langsung pada saat itu juga membuat perjanjian kerjasamanya dengan perusahaan kami." Alexa menceritakan pertemuannya dengan Uncle Thomas.


"Aku yakin honey..., Uncle sudah mengincarmu. Bisa-bisa kepergianmu dan Tante ke Batam, terkait dengan munculnya kembali Uncle Thomas di depan Tante. Untuk menyembunyikan identitasmu, Tante membawamu pergi ke Batam." Ravendra membuat analisa.


Alexa terdiam, gadis itu kembali mengingat bagaimana perlakuan Thomas kepadanya. Dengan mudahnya laki-laki paruh baya itu menjamunya makan, memberikan pelayanan yang sangat istimewa kepadanya.


"Kenapa melamun honey.., apakah ada yang merisaukan mu?" melihat gadis itu terdiam, Ravendra kembali bertanya pada Alexa.

__ADS_1


"Bisa jadi apa yang kakak katakan benar adanya. Tapi sampai saat ini, Alexa belum dapat mencerna semuanya. I.m confused..." ucap Alexa lirih.


Ravendra meraih bahu gadis itu, kemudian memeluk Alexa dengan erat. Ingin rasanya Ravendra menggantikan mengambil beban yang ditanggung Alexa.


"Aku yang akan bicara dengan Uncle... Aku tanya sekali lagi...,. Will you marry me honey...?? kembali Ravendra bertanya pada kekasihnya itu.


"Kita akan menghadapi semua masalahmu bersama-sama. Setelah kita menikah di pulau ini, kita akan mengabarkan hal ini pada Tante. Kita juga akan mengatur janji untuk mempertemukan Tante dan Uncle. Kita bisa meminta penjelasan dari mereka berdua." lanjut Ravendra.


Sesaat Alexa terlihat seperti kebingungan, sekali lagi gadis itu melihat ke arah Ravendra. Tatapan laki-laki itu penuh harap padanya. Setelah diam beberapa saat, akhirnya Alexa menganggukkan kepala kepada laki-laki itu. Seperti menemukan durian runtuh, Ravendra langsung mengangkat Alexa dengan wajah gembira.


*******


"Wajah Nona sangat cantik sekali, kita hanya perlu menambahkan shading sedikit saja." melihat bentuk wajah Alexa, dua orang MUA memuji wajah Alexa.


Alexa diam, gadis itu hanya tersenyum menanggapi obrolan dua orang MUA. dengan cekatan, MUA merias wajah Alexa. Tidak lama kemudian, riasan itu selesai. Kedua orang itu tersenyum dan terlihat puas dengan hasil garapannya. Alexa sendiri juga terpukau melihat kecantikan yang sangat terpancar dari wajahnya.


"Nona.., sekarang saatnya nona untuk berganti baju.." desainer terkemuka sudah mengorbankan rancangan terbarunya untuk dikenakan oleh Alexa. Beberapa saat mengenakan baju, aura kecantikan Alexa semakin terpancar dengan baju pengantin warna peach yang dikenakannya.


Kedua MUA itu semakin terpukau, bahkan desainer yang turut hadir disitu, tidak percaya melihat hasil karyanya saat ini. Baju itu terlihat sangat hidup di badan Alexa. Setelah selesai mengenakan baju dan riasan, Alexa berdiri.

__ADS_1


"Nona... apakah boleh kami berdua berfoto dengan Nona??" tiba-tiba salah satu MUA bertanya pada Alexa.


Alexa menoleh melihat pada dua orang tersebut.


"Jangan salah sangka Nona..., kami merasa bangga bisa mendapatkan tugas merias wajah Nona. Dan hasil yang kita dapatkan melebihi ekspektasi kami. Jika dibolehkan kami berfoto, akan menjadi iklan bagi perusahaan kami." MUA menjelaskan tujuannya minta foto bersama.


"Okay No problem.." jawab Alexa singkat. tidak mau membuang waktu, MUA segera meminta bantuan pada petugas hotel untuk mengambil beberapa foto mereka bertiga. Setelah kedua MUA selesai berfoto, giliran desainer juga ingin berfoto dengan hasil karyanya saat dikenakan Alexa.


Tidak lama kemudian, pintu dibuka dari luar. Terlihat Johan mengawal Ravendra memasuki kamar tersebut. Tanpa berkedip, kedua laki-laki itu ikut terpukau menatap wajah gadis itu. Perlahan Ravendra berjalan mendekati Alexa, kemudian memeluk gadis itu dan memberikan kecupan di kening gadis itu. Melihat perilaku intim itu, orang-orang segera menyingkir. Hanya Johan yang masih tetap bertahan berdiri disitu.


"Tuan Muda..., Nona ... mungkin kita harus segera menuju ke tempat berlangsungnya acara. Penghulu dan beberapa tamu privilege sudah hadir disitu." setelah beberapa saat, Johan memberanikan diri untuk mengajak kedua orang itu ke tempat acara.


Alexa memerah pipinya, kemudian berusaha menjauh dari Ravendra. Tetapi sedikitpun laki-laki itu tidak memberi kesempatan kepadanya. Tanpa bicara, Ravendra merangkul tubuh gadis itu kemudian membawanya keluar dari dalam kamar. Johan membuka jalan, dan memimpin kedua orang itu menuju ke tempat diadakannya acara.


Baru saja memasuki ball room, pandangan Alexa tidak percaya melihat orang yang dirindukannya sudah berdandan cantik duduk di dalam ballroom. Gadis itu menatap ke laki-laki yang berdiri di sampingnya. Tetapi Ravendra tidak mengatakan apa-apa, laki-laki itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Terima kasih kak..., sebelum aku meminta, kak Ravend sudah mengabulkan keinginanku." ucap Alexa sambil tercekat. Laki-laki itu tidak menjawab, tangannya menggandeng Alexa dan membawanya ke tempat perempuan yang menatapnya dengan berkaca-kaca.


Melihat Alexa dan Ravendra datang kepadanya, perempuan itu berdiri menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


*******


__ADS_2