
Sesampainya di rumah, Alexa terkejut melihat ada empat troly bag sudah berada di ruang tamu. Gadis itu langsung mencari Nyonya Sarah, dan terlihat di dalam kamar mamanya sedang menatap foto-foto masa lalu. Alexa langsung menghampiri Nyonya Sarah, dan perempuan itu terkejut melihat kedatangan tiba-tiba putrinya.
"Lexa.., kamu sudah pulang nak?? Dari tadi mama menunggu kepulanganmu. Segeralah mandi, baju ganti sudah mama siapkan di atas ranjangmu. Cepat lakukan.., kita harus segera meninggalkan rumah ini!" dengan tergesa, Nyonya Sarah meminta Alexa untuik cepat mempersiapkan dirinya.
"Ada apa ini ma...? Kita mau kemana..?" tanya Alexa dengan penuh tanda tanya.
"Jangan banyak tanya, sebentar lagi sudah ada yang akan menjemput kita. Cepat bersiaplah.., kita harus cepat meninggalkan tempat ini." Nyonya Sarah langsung menarik tangan Alexa dan membawanya untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Tapi mam..., Alexa masuk kerja. Tidak bisa, jika Alexa langsung tidak masuk kerja tanpa mengajukan surat cuti atau ijin masuk kerja terlebih dahulu. Perusahaan tempat Alexa bekerja itu bukan perusahaan sembarangan mam.., banyak orang ingin masuk disana. Peraturan kerja di Andromega sangatlah rumit." Alexa mengajukan protes, tetapi Nyonya Sarah tidak mendengarkannya. Tidak mau berdebat, Alexa menuruti keinginan Nyonya Sarah.
Beberapa saat kemudian, Alexa sudah keluar dari dalam kamar dan berdandan cantik. Di teras rumah, sudah ada dua orang laki-laki yang menunggu mereka.
"Nyonya Sarah..., apakah semua tas sudah lengkap, jika sudah akan kami masukkan ke dalam mobil sekarang juga?" laki-laki itu bertanya pada Nyonya Sarah.
"Segera masukkan, putriku juga sudah siap. Aku akan segera menyusul kalian menuju mobil, aku akan mematikan dulu peralatan elektronik di rumah ini." Nyonya Sarah segera mencabut steker peralatan elektronik di dalam rumah. Alexa hanya melihat sikap dan kelakuannya mamanya tanpa berbicara sedikitpun. Gadis ini sudah mengenali bagaimana tabiat dan karakter mamanya. Jika sudah memiliki pendirian, meskipun dari luar perempuan paruh baya ini terlihat hangat dan ramah, tetapi akan menjadi seorang pribadi yang keras.
Di pinggir jalan, terparkir sebuah mobil mewah yang menunggu kedatangan mereka. Alexa mengerutkan dahi melihat mobil tersebut. Mobil itu hanya ada beberapa di dunia ini, Alexa berpikir bagaimana mamanya dapat memiliki akses untuk menaiki mobil tersebut.
__ADS_1
"Silakan masuk Nyonya.., Nona.." dengan sopan, kedua laki-laki yang tadi membawa tas mereka, mempersilakan Alexa dan Nyonya Sarah memasuki mobil mewah tersebut.
"Blam.." laki-laki itu segera menutup pintu setelah memastikan kedua perempuan itu duduk di dalam mobil. Tidak berapa lama, mobil segera berjalan meninggalkan tempat tinggal mereka. Alexa menatap keluar mobil tanpa bicara.
"Nyonya.., apakah kita langsung menuju airport..? Atau Nyonya Sarah memilki rencana yang lain" tiba-tiba laki-laki yang berada di belakang kemudi bertanya pada Nyonya Sarah.
"Langsung airport.., aku masih belum memikirkan rencana yang lain. Antar aku segera ke bandara, dan pastikan private jet sudah berada disana dan siap untuk berangkat." ucap Nyonya Sarah tegas. Pandangan perempuan itu lurus ke depan.
"Mam..., apakah mama punya masalah?" tanya Alexa perlahan. Nyonya Sarah menoleh dan melihat putrinya sambil tersenyum masam.
"Kita bisa menghadapi masalah itu bersama-sama mam... Tidak perlu untuk menjadi pelarian seperti ini. Mobil mewah ini..., private jet..?? Siapa yang mendanai ini semua mam.., dan dari mana mama memiliki akses kedekatan dengan orang tersebut?" Alexa memberondong Nyonya Elsa dengan banyak pertanyaan. Selama hidupnya, Alexa baru merasakan fasilitas mewah ini. Meskipun terkadang Alexa juga berpikir, mamanya hanya di rumah tidak bekerja. Tetapi dari mana dia bisa menghidupi dan memberikan pendidikan tinggi untuknya selama ini.
**********
Di private jet
Sepanjang perjalanan sampai mereka masuk ke dalam private jet, Alexa hanya diam sambil memendam pertanyaan yang banyak. Baru kali ini, gadis itu merasakan mamanya mengajak pergi dengan menggunakan pesawat, dan kali ini bukan pesawat penerbangan komersil melainkan private jet. Apalagi setibanya mereka di airport sampai memasuki pesawat, banyak orang yang memberikan penghormatan pada mereka. Alexa sampai berpikir, identitas apa yang dimiliki oleh Nyonya Sarah.
__ADS_1
"Nyonya..., apakah kita langsung menuju kota Batam, atau masih ada tempat yang ingin dilakukan transit disana?" seorang pramugari mendatangi Nyonya Sarah dan Alexa di dalam pesawat.
"DIrect..., aku ingin segera sampai di mansion. Kita berkejaran dengan waktu Clara.., aku harus mempertahankan semua milikku." ucap Nyonya Elsa tegas.
"Baik Nyonya..., silakan nikmati jamuan makan malamnya. Saya akan segera menyampaikan pada pilot dan co pilot." setelah membungkukkan badan, pramugari itu segera meninggalkan mereka berdua.
"Alexa.., isi perutmu terlebih dahulu. Perjalanan menuju airport di Batam memerlukan waktu sekitar dua jam, setelah makan istirahatlah, Sesampai di mansion, mama akan menjelaskan semua padamu. beri waktu untuk mama kali ini." melihat putrinya yang sejak tadi hanya terdiam membisu, Nyonya Sarah memecah kesunyian.
"Syukurlah jika mama ingat jika kali ini, mama membawa Alexa bukan membawa barang. Jadi masih mengingatkan Lexa untuk makan." tanpa menatap wajah Nyonya Sarah, Alexa langsung menuangkan hot coffee yang sudah disiapkan oleh pramugari dalam thermos kecil ke dalam cangkir. Perlahan gadis itu menyesap minuman tersebut, dan rasa hangat yang mengalir di tenggorokan dan aroma kopi membuat pikirannya sedikit tenang.
Nyonya Sarah melihat putrinya sambil tersenyum kecut. Perempuan ini memang menutup rapat identitas Alexa sebelumnya, dan bahkan sejak Alexa kecil mereka selalu nomaden. Trauma masa lalunya membuat perempuan paruh baya yang terlihat lemah itu harus berpikir keras, mengamankan semua yang sudah dia punya dan miliki. Untungnya Alexa dilahirkan dengan tingkat kecerdasan yang sangat luar biasa, sehingga gadis itu dengan mudah melakukan penyesuaian dan tidak pernah tertinggal oleh materi pelajaran. SMP dan SMA ditempuh Alexa dengan program akselerasi, dan sarjana hanya ditempuh oleh gadis itu selama 3,5 bulan saja.
Untuk mengobati kerinduan Alexa dengan sosok laki-laki yang dipanggil papa, Nyonya Sarah selalu memberi kesibukan pada gadis itu. Sehingga begitu sampai di rumah, perempuan muda itu sudah merasa lelah dan tertidur. Kemandirian untuk mengurus dirinya sendiri juga sudah ditanamkan oleh perempuan paruh baya itu. Karena suatu saat, perempuan itu yakin jika Alexa akan bertemu dengan masa lalu orang tuanya.
"Lexa.., aku harap kamu mengerti dan bisa menerima perlakuan mama terhadapmu. Panjang ceritanya, dan tadi mama sudah berjanji jika akan menceritakan kepadamu, sekelumit cerita setelah kita sampai di Batam." ucap Nyonya Sarah pelan.
Alexa tidak menjawab, gadis itu mengambil satu potong sandwich tuna dan mengisi perutnya dengan makanan itu. Tanpa bicara, Alexa makan sendiri tanpa menawarkan pada Nyonya Sarah.
__ADS_1
************