
Alexa dan Nyonya Sarah yang masih berada di dalam mobil berdua, merasa panik ketika mereka menyadari jika pengawal dan Thomas sudah meninggalkan mereka. Kedua perempuan itu bersiap, dan mencari senjata api yang biasanya sudah banyak disiapkan di dalam mobil tersebut. Belum sampai mereka menemukan senjata untuk pegangan mereka, tiba-tiba pintu mobil di samping Alexa dibuka dari arah luar. Ketika Alexa menolehkan kepala, tidak diduga tubuh Alexa sudah ditarik keluar dan dibawa terbang ke atas pohon. Melihat apa yang terjadi di depannya, Nyonya Sarah panik dan berteriak memanggil putrinya.
"Lexa.., Lexa... lepaskan putriku. Jangan bawa dia..." dengan nada tinggi, Nyonya Sarah berteriak sambil berlari keluar dari dalam mobil.
Mendengar teriakan Nyonya Sarah memanggil Alexa, para pengawal baru tersadarkan jika mereka sudah meninggalkan kedua perempuan itu tanpa pengawalan apapun. Thomas terkejut dan menghentikan aktivitasnya, melihat istrinya berteriak laki-laki itu. Ketika Thomas secara reflek membalikkan badan dan akan menyelamatkan Sarah, tiba-tiba sebuah pukulan bersarang di tengkuknya.
"Aaaakkhh... bastard..." Thomas berteriak keras, sekilas matanya berkunang-kunang dan sedikit kehilangan kesadaran,
Para pengawal segera menarik dan menahan tubuh Thomas, dan sebagian berlari menuju ke arah mobil untuk mendatangi Nyonya Sarah. Setelah mereka sampai di dekat mobil, mereka baru menyadari jika nona muda mereka Alexa sudah tidak ada di dalam mobil. Seketika mereka menjadi panik dan cemas, terbayang bagaimana kemarahan tuan muda Ravendra jika mengetahui istrinya tidak ada di tempat tersebut,
"Nyonya Sarah.. ada dimana nona muda.. kenapa tidak ada di dalam mobil?" salah satu pengawal memberanikan diri untuk bertanya. Nyonya Sarah dengan air mata yang mengalir, hanya menunjuk ke arah manusia vampire membawa lari putrinya Alexa. Namun.., mereka sudah tidak dapat menemukan siapapun. Hanya bayangan daun-daun hijau di atas pohon.
Mereka saling berpandangan dengan pucat, dan beberapa pengawal membawa Thomas ke arah mobil. Anehnya, manusia vampire yang semula banyak menyerang mereka disitu, tiba-tiba sudah menghilang dari tempat tersebut,
"Bagaimana kita akan mencari keberadaan nona muda..?" para pengawal menjadi panik. Nyonya Sarah masih memijit bahu suaminya, kemudian memberikan air minum pada Thomas.
__ADS_1
"Mam.., kembalilah dulu ke kastil dengan para pengawal. Papa akan mengejar keberadaan manusia vampire itu, karena mereka membawa putri kita. Dengarkan aku, jangan membantah untuk kali ini. Jika kamu tetap berada disini, maka fokusku akan terpecah, antara mencari putri kita Alexa ataukah harus memastikan keamananmu. Yakinlah.. dengan mereka sudah menangkap Alexa, manusia vampire sudah tidak akan mengganggumu keluar dari dalam hutan ini." Thomas mengajak istrinya berbicara. Tampak ketidak sukaan di wajah perempuan paruh baya itu, tetapi mengingat kondisi putrinya berada dalam tawanan manusia vampire, Nyonya Sarah tidak dapat berkomentar apapun.
"Baiklah.., hati-hati pa.. jaga dirimu. Bawa kembali Alexa putriku, mama tidak bisa berpisah dengan putri mama." dengan air mata menggenang di kelopak matanya, Nyonya Sarah memilih untuk kembali ke kastil. Perempuan itu tidak mau jika keberadaannya di hutan itu, hanya akan memecah fokus dan konsentrasinya untuk menyelamatkan putrinya.
"Antar kembali Nyonya Sarah ke kastil.. Tinggalkan aku disini, bawa semua mobil.. aku akan pulang dengan sendirinya." Thomas segera memberikan perintah pada para pengawal untuk segera meninggalkan hutan. Tanpa menunggu jawaban dari orang-orang tersebut, Thomas segera melompat ke dahan pohon meninggalkan mereka.
Dengan air mata berlinang, tanpa bicara Nyonya Sarah mengajak semua pengawal yang berada disitu, untuk segera keluar dari dalam hutan.
*********
Alexa yang terdiam mengikuti arah para manusia vampire membawanya, saat ini mereka sudah berada di roof top sebuah kastil tua. Tanpa bicara apapun, dan tidak berusaha untuk melepaskan dirinya, gadis itu mencoba mengikuti alur yang akan diberikan oleh para manusia vampire. Gadis itu meyakini, ada sesuatu yang masih belum terpecahkan sehingga para manusia vampire itu membawanya kesini.
"Masuklah ke dalam, turuti tangga. Masih bisa berjalan sendiri kan?" laki-laki yang sejak tadi membawa tubuh Alexa, memerintah Alexa untuk berjalan sendiri turun dari roof top melewati tangga yang ada di atas. Tanpa menjawab, ALexa menuruti permintaan laki-laki tersebut. Perlahan gadis itu menuruni tangga dengan berpegangan pada pinggiran tangga.
Bangunan kuno yang terlihat menyeramkan, karena banyak lumut yang menempel di dinding tetapi tidak dibersihkan. Tetapi karena di belakang gadis itu ada beberapa manusia vampire yang mengikuti di belakang, Alexa tidak memiliki rasa takut. Hanya saja gadis itu berjalan sambil memendam rasa penasaran dalam hatinya, ada maksud dan tujuan apa manusia vampire itu membawanya kesini. Jika niat mereka untuk membunuhnya, seharusnya mereka bisa membunuhnya saat mereka menuju ke kastil ini. Tetapi mereka tidak memperlakukan kasar kepadanya, hanya ketika menarik tubuhnya dari dalam mobil.
__ADS_1
Sesampainya di bawah tangga, Alexa melihat ada sekitar empat orang melihat kepadanya dengan tatapan mata bermusuhan. Alexa mencoba menenangkan perasaannya, dan meyakinkan diri jika dia tidak membuat kesalahan pada manusia vampire itu. Melihat ada tempat duduk kosong, Alexa menoleh ke belakang dan bertanya pada manusia vampire yang membawanya.
"Apakah saya dibolehkan untuk duduk, saya sedikit merasa capai soalnya..?" tanpa takut, dengan tenang Alexa meminta ijin untuk duduk di kursi tersebut.
Laki-laki itu menatap mata Alexa dengan tatapan heran, karena sedikitpun dia tidak melihat ada ketakutan di diri perempuan muda itu. Tidak mau berbasa-basi, laki-laki itu menganggukkan kepala. Merasa jika orang yang membawanya sudah menyetujui, dengan tersenyum dan menganggukkan kepala pada empat orang yang sedang menatapnya, Alexa duduk di atas kursi.
"Humph.. ada nyali juga kamu ternyata. Melihat pembawaanmu, sepertinya ada garis manusia vampire dalam tubuhmu, ceritakan dari mana asalmu." tiba-tiba laki-laki yang berdiri di depannya, bertanya dengan tatapan sinis.
"Tidak ada yang penting dan sepertinya tidak perlu untuk diceritakan tentang keluargaku. Aku dilahirkan oleh mamaku, dan besar berpindah-pindah antar kota bahkan antar negara, Siapa papaku, aku tidak mengenalnya sejak aku dilahirkan.." dengan santai, ALexa menanggapi pertanyaan laki-laki itu.
"Jangan coba-coba untuk berbohong kepada kami. Dalam bau amis darahmu.., kami bisa mencium jika ada titisan vampire di dalam darahmu. Ceritakan dengan jujur.., atau kami akan memperlakukanmu dengan buruk?" mendengar jawaban Alexa, laki-laki itu langsung marah.
"Terserah anda mau percaya atau tidak dengan ceritaku. Tetapi apa yang aku katakan, merupakan sesuatu yang benar. Jika anda tertarik untuk mengulik asal usulku yang sebenarnya, tanyakan saja pada mama yang sudah melahirkanku." Alexa menanggapi kemarahan laki-laki itu dengan tetap mengendalikan dirinya.
***********
__ADS_1