CUT

CUT
Mantra...


__ADS_3

“Yang mau ketemu calon istri!” ledek Reni  yang duduk tepat di sampingnya.


Keluarga Wicaksono sedang berada dalam pesawat menuju Aceh. Mereka tidak mengajak kerabat lain mengingat jarak tempuh yang lumayan jauh.


“Kakak baca mantra apa sampai Mama dan Papa menuruti keinginan Kakak?” bisik Riko.


Ehmmm…


Reni meraup wajah saudara kembanya dengan telapak tangan saking kesalnya. Sebenarnya, Reni juga penasaran kenapa mamanya yang dulu sempat menolak Cut kini mau menerima Cut yang sudah janda sekaligus cacat. Bukan tanpa sebab Ibu Yetti menerima permintaan sang putra. Rendra berhasil mengancam orang tuanya jika mereka tidak mau melamar Cut maka dia akan merusak diri dengan bermain wanita, mabuk-mabukkan dan narkoba. Tentu saja kedua orang tuanya kaget. Mereka tidak menyangka jika putra sulungnya akan mengancam seperti itu.


Setelah berdiskusi dengan, sepasang suami istri tersebut akhirnya menyetujui permintaan sang anak. Dan di sinilah mereka saat ini. Dalam satu pesawat menuju Aceh. Pengajuan Cuti Rendra termasuk paling cepat mendapat persetujuan karena Rendra melakukan sedikit pendekatan pada atasannya yang sudah ia kenal lama.


“Tolong bantu duda putuh harapan ini supaya dapat menikahi jodohnya sesegera mungkin. Apa komandan tidak kasihan melihat saya kekurangan belaian? Jampi-jampi saya bertahan tidak lama, Dan. Kalau itu hilang, orang tua saya tidak akan merestui lagi dan dia akan benci melihat saya.”


Komandan itu tergelak, dia memang mengenal Rendra sudah lama dan mereka cukup dekat. Dengan bantuan komandan tersebut, pengajuan cuti Rendra disetujui dengan alasan darurat mengingat jarak yang cukup jauh.

__ADS_1


Rendra mempersiapkan semua dengan cermat termasuk orang yang menjemput mereka begitu tiba mendarat di Aceh. Petinggi KODIM yang dulu menemaninya melamar Cut dating bersama istri. Sebelumnya, Rendra sudah menghubungi mereka terlebih dahulu. Selain minta bantuan tentu saja dia juga menanyakan kondisi Aceh apakah aman untuknya.


Setelah menempuh perjalanan dengan mobil selama hampir satu jam. Mereka tiba di rumah sang petinggi KODIM tersebut. Ternyata rumah dinas di sampingnya kosong dan diberikan untuk Rendra pergunakan sementara waktu selama di sini. Tentu saja, dia tidak akan lama karena mereka sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan petinggi KODIM untuk membantu acara pernikahanya nanti.


Di rumah Mak Cek Siti semua keluarga besar sudah berkumpul baik dari kampung atau para tetangga yang membantu acara masak memasak. Nanti malam akan diadakan takziah lalu esok hari langsung akad nikah. Semua sudah diurus jauh-jauh hari setelah Rendra menghubungi Mak Cek Siti mengabarkan hari keberangkatannya ke sana.


Ada pemandangan yang tidak biasa malam itu. Keluarga dari mantan suaminya turut menghadiri acara takziah yang berlangsung di rumah Mak Cek Siti. Tidak ada lagi perseteruan antara dua keluarga karena keputusan Cut mampu mendamaikan kedua adik-abang tersebut. Terkadang kita harus merelakan sesuatu untuk menyatukan sesuatu.


Rendra bersama keluarganya serta didampingi petinggi KODIM dan beberapa anggota akan turut hadir sekaligus mereka ingin berkenalan sebelum acara akad nikah esok. Para tetangga serta kerabat yang hadir sontak menatap kagum pada para tamu yang hadir. Tentu saja, penampilan yang paling mencolok itu adalah sang calon mempelai pria yang terlihat sangat gagah dengan kemeja batik lengan panjang dan celana kain. Sementara itu, penampilan Riko seakan tidak mau kalah dengan kakaknya. Tentu saja mata para gadis terpaut padanya. Riko yang menggunakan kemeja batik sama seperti kakaknya. Bisa dikatakan, para pria dari keluarga tamu yang datang semua menggunakan batik termasuk petinggi KODIM dan beberapa anggotanya. Sementara Reni juga tidak kalah cantik dengan pakaian kebaya brokat ditambah rok batik panjang. Reni tampil anggun dengan kain segi empat yang menutup kepalanya. Penampilan Reni dan ibunya adalah hasil campur tangan istri petinggi KODIM.


Setelah melewati acara lamaran, para tamu dijamu makan malam bersama para kerabat untuk saling mengakrabkan diri. Ada rasa lain saat Mak Cek Siti mengenalkan abangnya sekaligus mantan mertua Cut yang akan menjadi menantu mereka.


“Mantan mertua berjabat tangan dengan calon mertua,” bisik Reni pada Riko.


Hal yang sama juga terjadi pada Farris dan Intan juga pada Kak Julie dan Bang Adi. Jika Faris dan Intan menanggapinya dengan terkikik kecil. Lain halnya dengan Kak Julie dan Bang Adi yang terlihat biasa saja karena tanpa sepengetahuan Kak Julie, Bang Adi sedang mencuri-curi pandang gadis berkebaya merah itu. Kulitnya yang putih tentu saja sangat kontras dengan warna kebaya yang ia gunakan. Reni memang sangat cantik dan untuk pertama kalinya, Bang Adi menaruh perhatian pada seorang gadis.

__ADS_1


Sementara Riko jutsru terkesima dengan gadis yang sedang memangku seorang bayi laki-laki. Riko tahu siapa gadis manis tersebut setelah acara perkenalan keluarga. Diam-diam, ia juga melakukan hal yang sama seperti Bang Adi dan tanpa sadar ia keduanya bertatapan saat sama-sama menghindar.


Riko memergoki Bang Adi sedang menatap adiknya sementara Bang Adi memergoki Riko sedang mencuri-curi pandang pada Intan. Keduanya salah tingkah yang berujung saling tersenyum canggung dengan sedikit anggukan kepala dari keduanya.


Cut keluar didampingi Mak Cek Siti lalu diarahkan menuju tempat calon mertuanya. Cara berjalan Cut yang pincang tentu saja tidak luput dari pantauan Ibu Yetti sang calon ibu mertua. Tidak ada yang bisa mengartikan arti tatapannya ketika Cut mencium tangannya lalu bergantian mencium tangan calon ayah mertuanya.


Reni dan Riko berjabat tangan biasa dengan Cut seraya tersenyum dan mengangguk kecil. Sepertinya kedua saudara kembar itu cukup menyukai Cut dari pertama mereka bertemu. Saat hendak berjabat tangan dengan Rendra, Cut hanya menyalaminya sekilas dan langsung menarik tangannya karena malu. Sementara Rendra hanya tersenyum gemas dengan sikap calon istrinya itu.


“Kamu membuatku ingin memakanmu saat ini juga, Sayang.” Tentu saja Rendra hanya bisa mengatakannya dalam hati.


Seluruh keluarga beserta tamu dan beberapa undangan menikmati makan malam dengan bahagia setelah semua acara selesai.


Cut kembali ke kamar setelah rombongan Rendra pulang. Berhubung besok adalah acara akad, jadi mereka segera menyudahi acara silaturrahmi malam itu lebih awal. Keluarga Mak Cek Siti juga langsung beristirahat setelah membereskan semua sisa-sisa acara. Beruntung karena di kampung tersebut rasa saling membantu masih kentara hingga keluarga Mak Cek Siti tidak kerepotan dalam memberaskan seperti piring kotor dan lain sebagainya. Para tetangga sudah berbebenah hingga semua piring-piring kotor sudah bersih kembali.


“Kau cantik malam ini dan aku suka."

__ADS_1


***


__ADS_2