CUT

CUT
Ini Pilihanku, Nenek!!!


__ADS_3

Iskandar menatap lekat pemandangan


di depan matanya saat ini. Dia sudah sejauh ini berusaha untuk menaikkan


derajatnya di kemudiaan hari. Sebuah tepukan dipundaknya menyadarkan Iskandar


bahwa ini adalah nyata bukan mimpi. Ke empatnya tersenyum memandang ke depan


seolah masa depan mereka sudah terlampau dekat untuk digapai.


“Bisakah kali ini kita


menyelesaikannya dengan cepat?” tanya Iskandar.


“Insya Allah.” Ucap ke tiga


sahabatnya serentak.


Semangat yang Iskandar tumbuhkan


dalam dirinya ikut tertular pada ke tiga sahabatnya. Mereka bahkan kompak


mengikuti Iskandar ke Kairo dan mengejar pelajaran dengan baik saat di Yaman


hanya dengan alasan tidak ingin berpisah.


Hari berlalu begitu cepat untuk


mereka yang sedang giat-giatnya belajar supaya lulus dengan cepat. Sedangkan di


belahan bumi yang lain, seorang remaja SMA justru tengah menjadi pusat


perhatian semua murid karena berkelahi dengan kakak kelas. Siswa kelas satu SMK


itu adalah Anugrah yang terlibat perkelahian dengan kakak kelasnya lantaran membantu


seorang siswi.


Rendra yang sedang berada di kantor


langsung menghubungi sang istri lalu keduanya bergegas menuju sekolah Anugrah


setelah dihubungi pihak sekolah.


Arash yang merupakan kakak kelas


tiga bersama kedua temannya berdiri di lapangan sebagai hukuman. Sementara


orang tua mereka sudah berkumpul di ruang kepala sekolah.


“Karena semua sudah hadir, saya akan


menjelaskan apa yang sudah terjadi. Arash bersama kedua temannya yaitu Dimas


dan Gery melakukan bullying pada siswi kelas satu dan kebetulan siswi tersebut


satu kelas dengan Anugrah. Melihat, bagaimana mereka membuli Tiara hingga siswi


tersebut menangis membuat Anugrah kesal dan menegur mereka. Arash dan kedua


temannya tidak terima hingga mereka melawan Anugrah dan terjadilah aksi saling pukul.


Bapak dan Ibu sekalian, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya jika pihak


sekolah tidak mentolerir sedikitpun kekerasan di sekolah ini. Karena ini sudah


termasuk level yang parah maka saya akan memberikan skorsing selama satu minggu


untuk mereka. Tolong nasehati mereka di rumah nantinya.”


Para orang tua tidak ada yang


membantah. Sekolah ini terkenal dengan pimpinannya yang sangat tegas dan tidak


pilih kasih. Kedisiplinan di sekolah ini juga selalu menjadi yang terbaik


hingga tidak heran jika SMK pilihan Cut selalu menjadi yang teratas dalam


segala hal. Kejadian bullying ini sendiri baru mencuat karena ada perlawanan


dari siswa. Selama ini tidak ada yang berani melawan Arash cs hingga Anugrah


menjadi dalah satu siswa di sana.


Rendra tidak mengetahui jika anaknya


akan seberani itu karena yang dia tahu Anugrah tidak memiliki kemampuan bela


diri. Tapi yang terlihat saat ini adalah sebaliknya. Kondisi Arash cs lebih


mengenaskan dari Anugrah yang hanya lebam di dekat bibir dan pipinya. Setelah


pertemuan keluarga tersebut, para pelaku dipersilakan pulang bersama orang tua


masing-masing. Arash menatap tajam Anugrah yang berjalan santai menuju mobil


ayahnya.


“Dia belagu karena Bokapnya tentara,


Rash.” Ucap Gery.


“Kita balas dia di luar!” sahut


Arash penuh dendam.


“Loe gak takut? Bokap dia militer.”


Arash tidak menanggapi lagi, dia


memilih pergi meninggalkan kedua temannya.


“Dari mana kamu belajar karate?”


tanya Rendra saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.


“Papa bukannya tanya kabar anak


malah itu yang ditanya.” Sela Cut.


“Tidak perlu ditanya lagi, Ma. Dia


baik lihat saja penampilannya.”


“Dek, kamu ada sakit dimana? Mungkin


luarnya tidak sakit tapi siapa tahu dalam tubuhmu ada yang sakit atau perih

__ADS_1


biar kita ke dokter.”


“Tidak perlu, Ma. Aku baik-baik


aja.” Jawab Anugrah.


“Nah, dengarkan? Dia itu sehat


walafiat. Lalu, dimana kamu belajar karate?” tanya Rendra kembali.


“Sama teman SMP, Pa. Ayahnya punya


sanggar sekaligus pelatih.”


“Dan kamu tidak bilang sama kami?”


cecar Rendra.


“Maaf, Pa. Bukannya tidak mau bilang


tapi karena Papa juga menyuruh aku belajar karate jadi aku rasa gak masalah


kalau belajar sama ayahnya temanku.”


“Kamu sudah besar tapi setidaknya


beritahu kami apa yang kamu lakukan. Belum tentu juga kami akan melarang,


paham?”


“Paham, Pa.”


Tanpa mereka ketahui, Anugrah sering


bertukar pesan dengan sang kakak yang berada jauh di Mesir. Anugrah belajar


karate juga karena usulan sang kakak.


“Kamu harus belajar ilmu bela diri


untuk menjaga diri kamu sendiri juga untuk menjaga Mama!”


Hanya sebait pesan yang dikirim oleh


Iskandar langsung membuat sang adik bertekad untuk berlatih. Alhasil, tiga


tahun waktu SMPnya ia habiskan belajar karate secara diam-diam. Berita


perkelahian Anugrah sampai juga ke telinga sang nenek. Dalam usianya yang tidak


lagi muda, sang nenek masih kuat untuk bepergian seperti saat ini. Menjelang


sore hari, beliau sudah sampai ke rumah Rendra untuk melihat kondisi sang cucu.


“Kamu laporkan saja sama polisi biar


mereka yang menyelesaikan. Sekolah apa yang dipilihakan istrimu untuk anaknya.


Bagaimana kalau mereka mengeroyoknya di sana? Siapa yang akan membantunya?


Lebih baik kamu keluarkan saja Anugrah dari sana biar dia sekolah di sekolah


yang lebih baik siswa-siswanya.” Cut hanya mendengarkan ocehan sang ibu mertua


yang sudah mendarah daging untuknya.


“Aku suka sekolah di situ, Nek. Aku


“Nak, Nenek tidak mau kamu celaka.


Kalau mereka menyerang kamu lagi nanti bagaimana? Siapa yang tanggung jawab?


Apa Mamamu mau tanggung jawab? Lihat saja berita sekarang ini, berapa banyak


anak-anak SMA yang terlibat tawuran hanya gara-gara masalah kecil? Nenek takut


kamu diapa-apain lagi nanti di sana. Kamu juga, Cut. Apa kamu tega membiarkan


anakmu dipukuli teman-temannya. Pokoknya kamu harus memindahkan Anugrah dari


sana!”


“Nek, ini pilihan aku kenapa Nenek


nyalahin Mama? Aku gak mau pindah, titik!” Anugrah beranjak dari duduknya


menuju kamar lalu membanti pintu dengan keras.


“Lihat! Itu hasil didikan kamu.


Iskandar berkelahi dari SD dan sekarang Anugrah juga mengikutinya berkelahi


saat SMA. Itulah akibatnya kalau kamu tidak mau mendengar nasehat orang tua. Nasehat


yang saya berikan hanya menjadi angin lalu untuk kamu. Inilah hasilnya kalau


kamu mendidik anak tanpa mau mendengar pendapat orang lain.”


“Ma, jangan menyalahkan Cut terus.


Rendra juga memiliki andil dalam mendidik Anugrah selama ini. Bukan Cut saja


yang mendidiknya tapi Rendra juga. Dan kalau ada yang salah berarti kami berdua


yang salah dalam mendidiknya. Jangan salahkan Cut lagi!”


“Dan mengenai sekolah, bukan Cut


saja yang mau tapi Rendra juga karena dengan keahlian yang didapat di SMK nanti


akan menjadi nilai lebih untuk Anugrah mendaftar di militer.”


Ibu Yetti terdiam lalu menatap sinis


pada sang mantu yang sedari tadi tidak bersuara. Begitulah Cut dalam menghadapi


ibu mertuanya. Ia memilih untuk diam dari pada berdebat dan menimbulkan masalah


yang akan membuat hubungan diantara mereka semakin renggang. Berbanding


terbalik saat ia bertemu dengan Risma. Cut akan membusungkan dadanya saat menghadapi


wanita penuh drama tersebut.


Sementara di dalam kamarnya, Anugrah


justru tengah berbalas pesan dengan Tiara. Siswi sekelasnya yang sudah ia

__ADS_1


selamatkan.


“Makasih ya untuk tadi. Harusnya


kamu tidak belain aku. Sekarang kamu justru kena masalah gara-gara aku.”


“Santai saja.” Balas Anugrah


singkat.


“Gimana lukamu, apa sudah diobati?”


“Sudah.”


“Ya sudah kalau begitu. Sekali lagi


aku ucapakan maaf dan terima kasih. Selamat istirahat semoga cepat sembuh.”


“Oke!”


Tiara memandang foto profil Anugrah


yang menampilkan dia sedang berpose bersama ibunya sambil merangkul mesra


dengan senyum merekah dari keduanya.


“Ibumu pasti sangat sayang padamu.”


Sementara Anugrah masih berbalas


pesan dengan sang kakak.


“Nenek datang marahin Mama.”


“Kamu diam saja tidak belain Mama?”


balas Iskandar.


“Tenang, Papa dah pasang badan kali


ini.”


“Tumben?”


“Udah lepas dari jeratan tante


girang.” Iskandar tersenyum kecil membaca pesan dari sang adik.


“Ciee….yang udah mesra.” Ledek Reski


melihat Iskandar yang sedang tersenyum sambil berbalas pesan.


"Anugrah ya?” tanya Ari.


“Siapa lagi. Sejak kapan Iskandar


yang terkenal pendiam dekat sama cewe? Padahal yang lirik banyak.” Sela Dwi.


“Fokusss….biar cepat lanjut S2!”


“Whattttt??? Ke tiga sahabat till


jannah serempak terkejut.


“Kenapa? Kalian tidak mau lanjut?”


tanya Iskandar santai.


“Kamu serius?” tanya Reski.


Mereka belum pernah membahas ini


sebelumnya makanya mereka sangat terkejut mengetahui rencana Iskandar.


“Kita sudah sejauh ini kalau hanya


S1 untuk apa jauh-jauh ke sini? Kalau bisa S2 kenapa harus S1?” ke tiga


temannya melongo mendengar perkataan Iskandar. Ke tiganya sudah menyusun banyak


rencana untuk melakukan banyak hal setelah lulus S1.


“Kamu gak rindu Indonesia, Is?”


tanya Ari.


“Aku tidak memaksa kalian tapi


inilah tujuanku selanjutnya. Aku mengatakan pada kalian dari sekarang supaya


jika kalian memiliki niat yang sama denganku. Kalian bisa fokus untuk selesai


lebih cepat tanpa bermain-main dengan waktu.”


Prok…prok…


“Andai ada pemilihan student of


the year, aku yakin kamulah pemenangnya.” Ucap Dwi.


Perbincangan berakhir setelah suara


alarm dari ponsel Iskandar berbunyi. “Waktunya cari duit, ayo!” ke empatnya


keluar dari rumah kontrakan lalu berjalan menuju pasar. Untuk menambah uang


saku, mereka berjualan bakso di mesir dan bakso mereka selalu habis dibeli oleh


mahasiswa asal Indonesia hingga negeri jiran Malaysia.


Apa saja mereka kerjakan selama menjadi mahasiswa di Mesir.


Bahkan menjadi relawan saat musim haji. Banyak hal yang mereka dapatkan bahkan


di tahun pertama berada di sana, ke empatnya sudah menyandang status ‘Haji’.


Selain mieso, mereka juga menjual


tempe berbekal ilmu yang didapat saat mondo dulu. Tempe mereka bahkan banyak


dibeli oleh orang-orang Mesir yang ketagihan dengan makanan khas Indonesia


tersebut.


“Dek, ada yang nyari kamu di luar.”


***

__ADS_1


Maaf, hari ini telat Up. ini aku Up lewat Web mudah2an tulisannya gak bergeser. App Word lagi bermasalah di hp jadi gak bisa Up lewat aplikasi. sorry banget kalo tulisannya bergeser gak beraturan karena paste biasa gak bisa pake paste spesial.


Happy Reading...


__ADS_2