CUT

CUT
Peuraboen...


__ADS_3

Liter dibantu brimob masih melakukan penyisiran sampai menjelang subuh. Khalid masuk dalam daftar hitam orang paling dicari seantero Aceh. ia terkenal sebagai pembuat taktik untuk mengecoh para aparat keamanan.


 


Di sebuah rumah sederhana yang terletak di belakang tempat pemakaman umum, seorang wanita masih terlelap dalam ketenangan. Mulut, tangan dan kakinya diikat dengan kain. Sementara sang pria terus memandangnya dengan penuh cinta. Khalid berbaring di samping Cut yang masih terlelap dalam tidurnya.


 


Memandang wanita yang selama ini ia impikan sambil sesekali mengusap lembut pipi halus nan bersih itu. “Kamu masih cantik seperti dulu. Jika Ilham masih hidup, ia pasti bahagia kalau kita akhirnya bisa bersama.”


 


“Abang sangat mencintai dan menyayangi kamu, Cut. Demi bisa berjumpa dengan kamu, Abang rela menempuh jarak dan bahaya hanya untuk kamu. Tidak bisakah kamu membalas perasaan Abang? Saat mengetahui tentara itu kembali ke Jawa, saya sangat bahagia karena satu rintangan saya telah hilang. Tapi, saat mengetahui kalau kamu sudah bertunangan dengan pria lain di sini. Abang sangat marah hingga Abang menyingkirkannya seperti saat Abang menembakkan bazoka ke truk si tentara itu.”


 


“Rasa cemburu Abang kali ini ternyata salah tempat. Abang baru mengetahui jika pria itu adalah sepupumu. Abang sungguh tidak tahu jika dia itu sepupu kamu. Maafkan Abang ya? Saat itu, Abang berjanji pada diri Abang sendiri untuk mencari tahu lebih dulu sebelum bertindak. Makanya setelah mengetahui ada pria lain yang menyukaimu, Abang tidak langsung menghukumnya. Setelah Abang mencari tahu baru Abang hukum dia. Tapi sayang, tembakannya melesat sehingga dia masih hidup sampai sekarang.”


 


“Abang terus merasa bersalah karena kesalahan Abang, kamu jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit jiwa. Abang janji untuk segera membawa kamu dari sini. Kita akan hidup bahagia tanpa ada yang mengganggu. Kita akan membangun rumah tangga yang selama ini Abang impikan. Rumah tangga yang selama ini menjadi impian dari Ilham.”


 


“Apa kamu tahu, jika Ilham sangat menginginkan kita untuk menikah. Dia selalu bercerita tentang kamu pada Abang. Dia sangat bahagia memiliki kamu sebagai adiknya. Kamu selalu menjadi adik kesayangannya. Ilham sangat ingin melihat kita menikah, hidup bahagia dengan anak-anak yang lucu seperti Teuku.”


 


Matahari mulai meninggi, sementara penyisiran masih tetap berlanjut. Pelan-pelan Cut mulai membuka matanya. Sebuah senyum penuh kehangatan menyambut Cut yang baru terbangun dari tidur yang cukup lama.


 


“Sepertinya kamu tidurmu enak sekali.”


 


Cut mulai memberontak karena mulut, tangan serta kakinya terikat kuat. Dengan isyarat mata, Cut meminta untuk dilepaskan. Namun, sadar dengan risiko yang mungkin akan dihadapi. Khalid memilih untuk meninggalkan Cut dengan kondisi terikat seperti sedia kala.


 


“Maaf, Cut. Abang tidak bermaksud menyakitimu. Abang hanya ingin melihat kamu bahagia bersama Abang.” ucap Khalid sesaat sebelum menghilang dibalik pintu.


 

__ADS_1


Cut masih berusaha berontak namun, tenaganya tidak sebesar kekuatannya. Sehingga ia kelelahan lalu kembali merebahkan diri sambil berurai air mata.


 


Peristiwa di masa lalu kembali melintas di pikirannya. Dalam ruangan itu ia menangis tanpa suara. Sama seperti dulu saat berada dalam gua. Ia menjerit tanpa suara memanggil-manggil nama Abu dan Umi.


 


Sementara itu, Abu dan Umi juga dibuat panik serta gelisah memikirkan nasib sang putri yang kembali mengalami hal mengerikan. Pihak rumah sakit langsung mengirim salah satu karyawannya saat pagi sudah mulai terang.


 


Abu dan Mae yang sedang melayani pelanggan terkejut ketika didatangi oleh salah satu karyawan rumah sakit ditemani seorang perawat yang bertugas saat malam kejadian.


 


“Saya minta maaf, Pak. Ini semua salah saya.”


 


“Yang sudah terjadi biar terjadi, yang terpentin saat ini adalah mencari keberadaan Cut sehingga ia bisa kembali kepada kami.” Ucap Abu.


 


Para tentara dan brimob masih melakukan penyisiran hingga baju mereka sudah dipenuhi keringat yang bercucuran di wajah serta badan mereka. “Sepertinya tidak ada hasil. Kita lanjutkan besok saja.”


 


 


Cut terus memberontak walau tidak dihiraukan oleh Khalid. “Cut, tunggulah sebentar lagi. Setelah para tentara itu pergi, kita juga akan pergi. Pergi ke tempat yang jauh, tempat di mana tidak ada kontak senjata atau pembunuhan seperti di sini.”


 


Cut masih meminta untuk dilepaskan, “Kalau Abang lepaskan ikatan di mulut kamu, apa kamu akan berteriak?” Cut menatap Khalid dengan tatapan tajam seperti ingin memakannya hidup-hidup. Sorot mata penuh kebencian terpancar jelas di matanya.


 


“Seberapa pun kamu membenci Abang, Abang akan tetap mencintai dan menyayangi kamu. Setelah ini, Abang yakin kau akan mencintai Abang sepenuh hati. Apalagi setelah kita resmi menjadi suami istri. Tunggulah sebentar lagi ya?”


 


Abu dan Umi memutuskan untuk menutup toko di saat pelanggan lagi banyak-banyaknya. Mae menyiapkan Rendra karena Abu dan Umi akan pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter. Mae dan Rendra kecil juga ikut menemani mereka.

__ADS_1


 


Umi gelisah begitu juga dengan Abu. Di sepanjang jalan menuju rumah sakit, Abu dan Umi terus berdoa semoga sang putri dapat ditemukan secepatnya. Anjing pelacak mengendus-endus dinding sebuah rumah di dekat kuburan. Reaksi berlebihan yang ditujukan oleh anjing tersebut memberi isyarat ada sesuatu yang tidak beres dari rumah itu. Rumah yang berdinding semi permanen itu akhirnya di kepung oleh tentara beserta pasukan brimob.


 


Setelah semua pasukan siap, salah satu dari mereka memberikan aba-aba untuk menerobos masuk ke dalam rumah yang tampak sepi.


 


Bruakkkk....


 


Dor...dor...dor...


 


Rumah itu kosong. Hanya ada sepasang baju perawat serta baju terakhir yang Cut gunakan semalam.


 


“Sial...” ucap Rendra yang baru tiba ke lokasi.


 


“Lagi-lagi dia berhasil mempermainkan kita.”


 


Mereka semua keluar dari rumah tersebut dengan amarah membuncah. Khalid memang terkenal piawai dalam membuat strategi perang ataupun lempar batu lalu lari. Dia cukup lihai dalam mengelabui aparat TNI.


 


Kebebasannya saat ini merupakan salah satu bukti nyata bagaimana hebatnya dia dalam aksi penyamaran sehingga para tentara dan intel sekalipun tidak ada yang mengenalnya. Bagi sebagian orang-orang berumur atau sepuh. Keahlian Khalid selalu dikaitkan dengan kemampuan lain di luar akal sehat manusia. Kemampuan Khalid sering dipautkan dengan ilmu-ilmu peninggalan nenek moyang dulu saat menghadapi penjajah.


 


Hal ini terbukti saat Khalid dengan santainya duduk di warung kopi padahal di sana banyak tentara dan polisi. Bagi sebagian orang yang mengenalnya, mereka meyakini jika Khalid memiliki ilmu yang dalam bahasa Aceh biasa disebut peuraboen atau memudarkan. Atau bisa juga diartikan tidak terlihat.


 


 

__ADS_1


***


LIKE...KOMEN...LIKE...KOMEN...


__ADS_2