CUT

CUT
Akhir Kita...


__ADS_3

Anugrah dan Wulan duduk menghadap kedua orang tua Anugrah dengan perasaan gugup. Setelah tadi pagi mengejutkan orang tuanya saat sarapan karena tiba-tiba Anugrah membuka kamar tamu lalu menggandeng tangan seorang wanita yang tentunya sangat mereka kenal. Akhirnya, di sinilah mereka sekarang. Layaknya sedang menghadapi sidang, Anugrah dan Wulan duduk di depan Rendra dan Cut untuk menjelaskan maksud keduanya bergandengan tangan seperti tadi.


“Ma, Pa, aku mau menikah lagi dengan Wulan.” Anugrah memulai pembicaraan.


“Lalu?” tanya Rendra dengan mimik wajah tidak bersahabat.


“Kami mau minta restu.”


“Kalian yakin ingin menikah lagi? Kalian akan menghadap kembali dan belum ada sejarahnya prajurit yang sudah bercerai kembali menikah lagi dengan mantan istrinya dan megikuti segala prosesnya dari awal. Apakah kalian sanggup menghadapi cerceaan mereka nanti?”


“Sanggup, Pa.” ucap Anugrag mantap.


“Aku ingin melaksanakan pernikahan dengan benar kali ini.” Lanjutnya.


“Baiklah kalau itu keinginan kalian.” Namun Anugrah malah menatap sang ibu yang tidak berbicara sedikitpun dari tadi.


“Ma,” panggilnya pada sang ibu.


“Alhamdulillah akhirnya doa Mama terkabul.” Hanya itu yang mampu Cut ucapkan. Selama ini ia terus berdoa semoga dapat menunaikan janjinya pada almarhum ibu dari Wulan dan kini doanya telah terkabul.


“Tapi sebelum itu, Wulan harus tahu jika ada konsekuensi yang akan terjadi dengan pernikahannya denganmu. Dia seorang penyanyi dan kamu seorang tentara. Tentu tugas sebagai seorang istri harus diutamakan dan pastinya akan berdampak dengan karirnya. Apa kamu sanggup kehilangan pekerjaanmu lalu kembali menjadi ibu persit?” tanya Rendra menatap mata Wulan.


Wulan menatap Anugrah sekilas, “Tidak apa-apa kalau kamu tidak bisa meninggalkan karirmu, aku akan coba bicara dengan pihak kantor.”


“Aku bisa, Mas. Aku ingin menjadi istrimu saja!” jawaban yang membuat Rendra terkejut. Wulan sudah memiliki karir yang bagus dan Rendra tahu itu. Bahkan harta kekayaan Wulan saat ini jauh melebih gaji Anugrah yang hanya seorang prajurit jika tidak ditambah dari hasil aset pribadi milik putranya itu.


Benar kata Rendra jika pengajuan pernikahan mereka yang kedua kalinya ini membuat telinga Anugrah dan Wulan tebal dan merah karena cibiran, ejekan hingga gurauan para senior.


“Yakin mau kembali dengan Mbak Wulan? Honor dia manggung jauh banget dari gaji kita.”


“Siap, Komandan.”


“Cinta telah tumbuh rupanya. Kalau tahu begini kenapa dulu bercerai? Lebih baik dulu ajukan cuti pernikahan saja jadi saat mau kembali seperti ini tidak capek-capek mengurus pengajuan lagi.”


“Saya mau menggelar resepsi seperti prajurit yang lain, Komandan.” Komandan itu terkekeh lalu menandatangani surat-surat yang Anugrah bawakan.


“Karena kalian sudah menikah sebelumnya jadi tidak perlu cek ke dokter kan?”


“Tidak, Komandan.” Anugrah menjawab dengan mantap. Walaupun saat keduanya menikah dulu mereka tidak sempat melakukan hubungan suami istri tapi Anugrah percaya jika Wulan mampu menjaga dirinya termasuk kehormatannya. Apalagi Anugrah selalu mewanti-wanti Danu untuk menempeli Wulan 24 jam.

__ADS_1


Di saat Anugrah dan Wulan tengah mempersiapkan pernikahan mereka dengan meriah tiba-tiba jagad maya dibuat gempar dengan berita dan video-video yang menampilkan cuplikan adegan lamaran keduanya hingga tersebarlah berita jika keduanya sudah pernah menikah dan sekarang kembali menikah untuk kedua kalinya. Bahkan foto-foto saat Wulan masih duduk di kursi roda ikut mencuat ke publik.


“Apa ini benar? Jadi cinta lama belum kelar ini? Pantas saja Wulan selalu menghindar saat dijodohkan dengan vokalis band terkenal itu. Ternyata dia masih cinta sama mantan suaminya. Ah, mereka seperti Song couple bedanya ini sama penyanyi bukan sama dokter.”


“Cinta lama belum kelar ini. Suaminya Wulan ternyata tampan banget ya. Ternyata selera Wulan Mas-mas berbaju loreng. Siap Kapten!”


“Para penggemar Wulan pada patah hati semua saat tahu Wulan akan menikah lagi sama mantan suaminya. Jadi bingung, kalau memang cinta kenapa dulu bercerai? Apa karena dulu Wulan sakit? Lalu saat Wulan sembuh dan terkenal, mantan suaminya ngajak balikan? Dasar laki-laki!”


“Bukan begitu ceritanya, Mbak. Mereka bercerai justru saat Wulan sudah sembuh. Berarti bukan mantan suaminya memandang fisik tapi mungkin ada alasan lain. Jangan menuduh dulu, Mbak. Jangan sampai masuk penjara gara-gara kata-kata yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.”


Berbagai pujian dan cibiran bahkan rasa penasaran warga net tidak menghentikan niat keduanya untuk menggelar pernikahan mewah seperti selayaknya. Bahkan, beberapa para pencari berita sudah menunggu di luar gedung. Sayangnya, Anugrah dan Wulan menutup acara respsi mereka dari para wartawan. Mereka ingin menikmati pernikahan ini dengan khidmat tanpa sorot kamera awak media tapi Danu selaku manajer Wulan sudah mengatakan akan mengadakan konfrensi pers setelah akad nikah mereka.


Sebuah ruangan sudah disiapkan untuk para wartawan dengan sebuah layar yang langsung menampilkan prosesi upacara akad hingga pedang pora dilanjutkan dengan resepsi. Senyum kebahagian terpancar jelas di wajah kedua mempelai. Cut dan Rendra sampai menitikkan air mata saat melihat kebahagiaan putra dan menantunya.


“Pa, rasanya segala beban di hati sudah hilang setelah melihat Anugrah bahagia.” Ucap Cut pada suaminya.


“Sekarang nikmati saja masa tua kita bedua, Ma. Bukankah ini yang kita mau?” Rendra mencium kening sang istri sedikit lama.


“Tetap sehat, Pa. Mama masih ingin berjalan berdua dengan Papa.”


“Insya Allah, Ma.”


Dari bangku mempelai, Anugrah melihat semua rekan, teman SMA dan mantannya juga ikut hadir. Seperti kejadian di pesta Tiara, semua teman SMAnya naik ke atas panggung lalu mereka berfoto bersama termasuk Tiara dan Doni. Anugrah memeluk Doni lama meluapkan semua rasa yang pernah ada dalam hatinya.


“Maaf karena membuatmu menunggu lama. Terima kasih dan maaf karena membuatmu hidup dalam rasa bersalah selama ini.” Ucap Anugrah.


“Sekarang kita harus bahagia, A. Aku menantikan kabar bahagia selajutnya darimu.” Ucap Doni lalu menyalami tangan Wulan bergantian dengan Tiara dan anak mereka.


Danu datang menggandeng seorang wanita cantik yang juga berkerudung. “Siapa dia, Nu?” bukannya selamat tapi Danu justru diintrogasi di atas pelaminan.


“Calon istriku. Memangnya kamu saja yang mau enak? Aku juga dan setelah ini aku mau pensiun mengurus istrimu. Aku mau mengurus istriku sendiri.” Gerutu Danu lalu memeluk Anugrah dan menyalami Wulan.


Di belakang mereka ada sang Kakak yang sedang membantu istrinya berjalan, “Selamat, akhirnya kalian kembali.” Ucap Aisyah memeluk Wulan. Wanita hamil itu semakin cantik saja saat mengandung membuat Iskandar semakin sigap menjaganya.


“Terima kasih, Kakak.” Ucap Wulan mengurai pelukannya.


“Selamat ya!”


“Terima kasih, Kak.” Balas Anugrah melepas pelukan mereka.

__ADS_1


Setelah berfoto lalu meninggalkan pelaminan, Teuku datang menggandeng Anggia. “Dari Tom and Jerry berubah jadi Masha and The Bear.” Ucap Anugrah sebelum memeluk sepupunya.


“Selamat, Kak.” Ucap Anggia lalu langsung dibantah oleh sang suami.


“Biarpun umurmu lebih muda dari Wulan tapi suamimu lebih tua dari Anugrah jadi Wulan yang harus memanggilmu ‘Kak’.” Teuku menjelaskan.


“Tapi aku tidak mau dipanggil ‘kak’ aku kan masih muda belum kakak-kakak.” Protes Anggia.


“Lihat kan? Mereka itu Masha and The Bear.” Bisik Anugrah di telinga Wulan seraya tersenyum.


Wulan sebagai penyanyi ikut menyumbang lagu untuk sang suami di acara tersebut. Mereka juga berdansa bersama dengan sangat romantis hingga kecupan manis Anugrah daratkan di bibir sang istri.


Seperti janji, setelah acara selesai. Anugrah dan Wulan menghadiri acara konfrensi pers yang sudah disiapkan di lantai bawah. Mereka menjawab berbagai pertanyaan para wartawan tanpa ada yang disembunyikan termasuk alasan mereka berpisah lalu menikah lagi.


Menjelang magrib, mereka baru kembali ke kamar setelah menyelesaikan acara konfrensi pers di lantai bawah. Sebuah kamar sudah Anugrah siapkan untuk menikmati malam-malam indahnya bersama sang istri.


“Capek banget Sayang!” ucap Anugrah lalu memeluk istrinya dari belakang setelah menutup pintu.


“Sama! Aku ingin mandi dulu. Badanku lengket semua.”


“Sama!” kerlingan mata sang suami membuat Wulan hanya bisa tersenyum malu.


“Aku sudah pernah memandikanmu jadi tidak perlu malu begitu.” Anugrah dengan santainya membuka pakaian milik sang istri lalu memberikan kecupan-kecupan kecil di wajah sang istri.


Di saat sepasang pengantin baru menikmati malam pertama indahnya sebagai suami istri yang sesungguhnya, di kamar yang lain sepasang pengantin usang justru sedang melihat foto-foto masa lalu mereka. Hanya itu kenangan masa lalu yang masih tertinggal.


“Terima kasih Bang, sudah mau menungguku dan menepati janjimu.” Ucap Cut.


“Terima kasih juga Dek. Kamu mau melewati suka duka dengan Abang.” Balas Rendra.


Keduanya berpelukan mencurahkan segala rasa yang ada dalam hati satu sama lain. Sejatinya pernikahan adalah jalan di mana suka duka berjalan beriringan sebagai ujian untuk saling menguatkan hingga waktu yang akan menentukan sejauh mana pernikahan itu berjalan.


THE END


***


TERIMA KASIH YANG SUDAH SETIA SAMA CUT DAN RENDRA SAMPAI SEJAUH INI. JANGAN LUPA FOLLOW AKUN NOVELTOON AKU UNTUK MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN TENTANG KARYA BARU YANG AKAN RILIS SELANJUTNYA. MASUK JUGA KE GRUP AUTHOR YA!!!


TERIMA KASIH BANYAK2 BUAT KALIAN...

__ADS_1


jangan lupa mampir ke DENDAM SI PETUGAS PAJAK dan BUKAN SALAHKU DICINTAI SUAMIMU...


Sekali lagi terima kasih....sampai jumpa di karya selanjutnya....


__ADS_2