
"Sebenarnya, selama mengikuti undangan tender, mulai perusahaan ini diberdiri, tidak pernah ada seorang anak magang yang melakukan presentase nona Hana, kau perlu tahu itu." Ucap Moranno, setelah menonton cuplikan orasi Edrine keponakannya itu.
"Saya tahu tuan..... Saya sudah membaca profil perusahaan kita, juga sejarah berdirinya hingga maju seperti sekarang ini. Selalu orang pilihan yang diikut sertakan dalam setiap tender, karena arsitek adalah bagian terpenting dalam perusahaan kita, jantung dari perusahaan ini, dan ujung tombak perusahaan ini, yang bergerak dibidang jasa properti." Ucap Hanaria lugas.
"Nona Edrine memang masih berstatus sebagai anak magang, tapi saya dapat melihat ia sudah memiliki kemampuan membuat design diengan sangat bagus dan rapi, kita perlu memberi apresiasi padanya sebagai bentuk dukungan kemajuannya tuan."
"Mohon ijinkan nona Edrine menunjukan kemampuan dan karyanya pada pertemuan undangan tender ini nanti tuan. Saya yakin, nona Edrine tidak akan mengecewakan perusahaan kita." Ucap Hanaria, tetap dengan sikap hormatnya.
"Apakah kau melakukan semuanya ini karena ada kaitannya dengan surat pengunduran diri yang telah engkau ajukan nona Hana? Sehingga kau mengajari nona Edrine mati - matian. Atau kau juga sudah mengetahui identitas nona Edrine yang sebenarnya?" Tanya Moranno menatap Hanaria yang sedikit menunduk menatap meja.
Hanaria terdiam sejenak, ia memikirkan apa yang pantas ia sampaikan dihadapan Moranno, pemilik perusahaan yang selalu memberi apresiasi pada setiap pekerjaannya mulai awal ia berkerja di perusahaan itu Walau saat itu dirinya belum mempunyai kemampuan yang bisa dibanggakan seperti saat ini.
"Maafkan saya tuan. Saya memang sudah tahu siapa nona Edrine. Tapi bukan karena itu saya bersikeras memintanya diijinkan melakukan presentase pada tender yang akan dilaksanakan dihotel Mega Surya. Saya hanya berusaha membantu nona Edrine untuk menjadi seorang arsitek seperti cita - citanya."
"Dan mengenai surat pengunduran diri saya itu, saya sungguh - sungguh meminta maaf tuan. Saya terpaksa melakukannya, karena ada urusan pribadi yang memang harus saya selesaikan." Ucap Hanaria hati - hati.
"Apakah itu ada kaitanya dengan permasalahan dirimu dan Willy putraku? Saya bisa memerintahkan asisten Rudi untuk membuat para awak media itu menghentikan dan menghapus semua pemberitaan yang sudah mereka sebarkan itu. Itu tidak sulit bagi saya. Dan saya akan meminta mereka membersihkan namamu nona Hana." Ungkap Moranno pada pegawainya itu.
"Selain itu, kami juga sudah tahu tentang prestasimu, kau diangkat bukan karena gosip murahan seperti yang dikatakan caption dari video itu. Tapi karena prestasimu nona Hana." Imbuh Moranno lagi.
"Tuan Moranno benar nona Hana. Saya pribadi sangat keberatan akan surat pengunduran diri yang telah kau ajukan itu."
__ADS_1
"Hampir 70 persen design yang menang tender dalam tahun ini, semua itu adalah hasil kerjamu nona Hana, sisanya adalah diriku dan pegawai arsitek lainnya."
"Bila kau resign, siapa yang akan menggantikanmu untuk membenahi beberapa design yang harus kita ubah bila terjadi permintaan tambahan dari para konsumen itu."
"Selama ini, aku sering mengandalkanmu nona Hana. Lagi pula sangat disayangkan bila kau meninggalkan pekerjaanmu sebagai seorang arsitek, bukankah itu adalah cita - citamu. Aku mengingatnya saat pertama kali kau datang kemari untuk melamar pekerjaan dan diinterview, mengatakan bahwa bekerja sebagai seorang arsitek adalah cita - citamu."
"Dan sekarang, cita - citamu sudah tercapai, dan kau meninggalkannya begitu saja." Tuan Doffy menatap Hanaria, ia berharap wakilnya itu mengurungkan niatnya untuk resign.
Hanaria mendengarkan semua perkataan dua pria paruh baya yang banyak berperan dalam kemajuannya bekerja selama ini, merekalah yang banyak ambil andil sehingga ia menjadi seperti sekarang ini.
"Maafkan saya tuan Moranno, saya rasa itu tidak perlu dilakukan. Saya percaya tuan mampu melakukan apa yang telah tuan katakan. Tapi jejak digital itu tidak akan bisa hilang, sekalipun kita sudah menghapusnya, itu akan tetap ada dalam ingatan semua orang yang telah menerima beritanya."
"Lagi pula ini bukan semata karena tuan muda Willy. Seperti kata tuan Doffy, menjadi seorang arsitek adalah cita - cita saya, dan bila saya bisa melakukan pekerjaan saya dengan baik, itu karena saya mencintai pekerjaan saya dan memang menguasai bidang saya."
"Nyonya Mingguana Alhandra Liem??" Tanya Moranno memastikan, dan menatap Hanaria.
"Benar tuan. Tuan mengenal nyonya Mingguana juga?" Hanaria balik bertanya.
"Iya, Nyonya Mingguana salah satu pengusaha yang bergerak dibidang tambang. Saya mendengar beliau baru saja membeli perusahaan otomotif yang hampir bangkrut." Imbuh Moranno.
"Saya ada urusan pribadi dengan keluarga nyonya Mingguana tuan. Dan sebagai syarat penyelesaian urusan kami, saya harus berkerja dengannya selama satu tahun." Jelas Hanaria.
__ADS_1
"Apakah itu ada kaitannya dengan adikmu? Maaf nona Hana, ini karena putra saya Billy sempat memberitahu sedikit, saat nona Hana berfikir putra saya Billy adalah Willy, tentang kesalah fahaman sapu tangan yang pernah kalian perdebatkan dulu." Tanya Moranno menduga.
"Iya, saya ingat tuan, saat itu saya bertemu tuan Billy dicafe saat mencari adik saya Firlita. Dan ini memang ada kaitannya dengan adik saya Firlita." Sahut Hanaria singkat, ia berusaha untuk tidak membuka aib adik angkatnya itu.
Moranno mengangguk - anggukan kepalanya. Ia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi, tidak mau melewati batas. Walau ia sebagai seorang pimpinan, tapi dirinya tetap memberikan ruang pada privasi Hanaria sebagai pegawainya.
"Begini saja nona Hana, untuk presentase di hotel Mega Surya nanti, saya tetap memintamu untuk melakukannya. Biarkan nona Edrine ikut, dan melihatmya lebih dulu sebagai pengalaman pertamannya. Jadwal tender berikutnya, nona Edrine boleh melakukan presentase."
" Dan saya harap kau berpikir ulang mengenai surat pengunduran dirimu itu, perusahaan ini, masih sangat membutuhkanmu nona Hanaria."
"Asisten Rudi, tolong catat itu. Setelah ini apa jadwalku?" Ucap Moranno pada asisten setianya itu.
"Setelah makan siang, tuan akan ada pertemuan rapat dengan dewan direksi. Sekretaris Morin sudah menyiapkan semuanya tuan." Sahut asisten Rudi.
" Baiklah...... Saya rasa pertemuan kita cukup sampai disini. Terima kasih." Ucap Moranno mengakhiri pertemuannya dengan Hanaria dan tuan Doffy.
Hanaria dan tuan Doffy ikut berdiri seraya membungkuk hormat, saat Moranno dan asisten Rudi meninggalkan tempat pertemuan itu.
"Nona Hana, saya hanya mengulang saja perkataan dari tuan Moranno. Tolong dipikir ulang mengenai rencana pengunduran diri anda. Perusahaan ini masih sangat membutuhkan anda nona Hana." Ucap tuan Doffy, sambil berjalan beriringan dengan Hanaria keluar ruangan.
Hanaria hanya bisa terdiam. Dirinya tidak bisa menjawab apapun. Ia tidak mungkin mengingkari perjanjian kesepakatan antara dirinya dan nyonya Mingguana dikantor polisi yang telah mereka lakukan beberapa minggu lalu.
__ADS_1
...***...