
"Sebaiknya nyonya Miasa Laura duduk manis saja disana, karena orang kepercayaan Nyonya, Manager Antonio, selama ini tidak bisa mencapai target selama tiga tahun berturut-turut, kemungkinan bisa lebih dari itu bila kita membuka data penjualan ditahun-tahun sebelumnya lagi," kata nyonya Mingguana menatap datar wanita anggota dewan direksi itu.
"Lagi pula kesempatan berbicara telah saya berikan pada Anda, namun Anda-pun tidak bisa memberikan ide apapun bukan?" imbuh nyonya Mingguana membuat sang wanita yang usianya sudah senja itu menelan salivanya sambil mengumpat didalam hatinya.
"Baiklah, saya juga penasaran, secakap apa mantan pegawai Agatsa Properti Group ini, karena yang saya dengar semua pegawai di bawah naungan AGATSA GROUP adalah orang-orang pilihan," ucap nyonya Miasa Laura dengan senyum meremehkan.
"Nona Hanaria, ini kesempatanmu untuk berbicara," kata nyonya Mingguana kembali melirik pada Hanaria yang duduk disebelahnya. Hanaria memperbaiki letak posisi duduknya sambil mengambil nafas dalam-dalam sebelum mulai berbicara.
"Selamat siang Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya yang terhormat," Hanaria menatap sejenak peserta rapat dalam ruangan itu, hanya ingin melihat ekspresi para manusia kaya itu. Benar saja dugaannya, hanya sekali sapuan pandangan, ia dapat melihat ekspresi sinis dan meremehkan dari wajah para pemegang saham, para dewan direksi dan beberapa manager yang hadir menatap kearahnya.
Hanaria sudah terbiasa dan berpengalaman melihat ekspresi yang berbeda-beda dari ribuan pegawai selama ia berkerja di Agatsa Properti Group yang besar dan ternama itu, namun di Perusahaan yang bergerak di Otomotif ini ia dapat melihat pandangan merendahkan lebih mendominasi pada setiap wajah yang menatap kearahnya.
"Mohon perhatikan layar monitor yang ada dihadapan Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya. Apakah semua nama sudah masuk dalam daftar yang telah saya cantumkan disana, mungkin saja ada nama yang terlewatkan, mohon dilaporkan, nanti saya akan menambahkannya kedalam daftar yang telah saya tulis," ujar Hanaria.
Dengan wajah acuh para petinggi itu menatap layar monitor dihadapan mereka, namun sepersekian detik kemudian tangan mereka segera bergerak memegang kursornya masing-masing dan mulai sibuk menaikan dan menurunkan tampilan data yang telah tersaji dihadapan mereka untuk mencari namanya masing-masing.
"Bagaimana? Apakah ada nama-nama Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya yang terhormat yang tidak tercantum disana, bila ada, saya mohon bisa mengatakannya pada saya supaya saya bisa menambahkannya dalam daftar yang ada dilayar monitor kita masing-masing," ulang Hanaria.
__ADS_1
Tidak ada sahutan, hanya sedikit senyuman yang terkembang diwajah-wajah sombong itu saat melihat nama mereka masing-masing terpampang dengan daftar kekayaannya juga kendaraan mahal yang mereka miliki.
"Kali ini saya memberi apresiasi pada kecepatan kerja Anda nona HANARIA, dalam waktu satu minggu saja Anda mampu mengumpulkan data dan daftar kekayaan semua para pemegang saham, anggota dewan direksi, dan para manager Perusahaan Mega Otomotif begitu lengkap dan sangat terperinci Nona, dan semua data itu benar dan terpercaya," celetuk Nyonya Maigna Orine menatap kearah Hanaria, salah satu pemegang saham di Mega Otomotif.
"Saya jadi penasaran, apa yang akan Nona perlihatkan setelah ini pada kami semua," sahut wanita itu lagi. Walau rambut hitamnya yang sudah bercampur rata dengan rambut putihnya, namun wajah wanita tua itu masih memperlihatkan keenerjikannya.
"Terima kasih Nyonya, atas sanjungan Anda yang terlalu cepat pada saya," ucap Hanaria diselingi senyumnya.
"Baiklah, bila semua nama Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya sudah tercantum dan tidak ada yang tertinggal, saya akan melanjutkannya lagi," kata Hanaria, ia kembali menyapu pandangannya sekilas pada seluruh peserta rapat.
"Semua Petinggi-Petinggi Perusahaan Mega Otomotif ini memiliki daftar kekayaan yang luar biasa bila kita lihat pada daftar inventarisasi kekayaan masing-masing. Kendaraan yang ditunggangi juga bernilai rata-rata diatas satu Milyar," ungkap Hanaria sambil menampilkan kembali data-data kekayaan Para Petinggi itu pada layar monitor, ia sengaja memperlihatkan rasa kagumnya.
Sementara semua para petinggi itu tersenyum bangga mendengar pujian Hanaria pada mereka. Tentu saja pegawai baru itu kagum, bukankah dirinya hanya pegawai biasa saja, yang isi rekeningnya paling berkisar nol koma nol nol sekian persen dari apa yang mereka miliki, batin salah satu petinggi itu tersenyum merendahkan.
"Tapi kenapa? Tidak ada seorang-pun dari Para Petinggi yang kaya raya ini, juga Para Manager yang ada menggunakan mobil atau sepeda motor product dari Perusahaan Mega Otomotif," ungkap Hanaria memperlihatkan daftar kendaraan para petinggi itu di layar monitor untuk dilihat semua peserta rapat.
"Mungkinkah product yang dihasilkan Mega Otomotif adalah product gagal? Sehingga Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya takut menggunakannya?" tekan Hanaria dengan pertanyaannya.
__ADS_1
"Atau mungkin desainnya yang kurang cocok dengan style Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya?" kata Hanaria masih dengan nada menekan.
"Hanya para cleaning Service, para marketing freelance, dan marketing executive saja yang menggunakan sepeda motor product Mega Otomotif, hanya mereka saja yang menghargai product dari Perusahaan ini, sedangkan Para Petingginya menggunakan merek Perusahaan lain," pungkas Hanaria.
"Apakah product Mega Otomotif diperuntukan hanya kalangan menengah kebawah saja Manager Antonio?" tanya Hanaria pada atasannya itu, yang duduk di deretan kursi para manager.
Manager Antonio berfikir sejenak, ia merasa malas dan tidak level menjawab pertanyaan Hanaria yang notabene-nya hanya seorang bawahannya saja, namun ketika matanya bertabrakan dengan tatapan dingin milik nyonya Mingguana ia terpaksa harus memberi jawab dengan nada acuh.
"Tidak, buktinya kita menjual pada beberapa pengusaha dan pada beberapa pejabat yang ada dikota ini," sahut manager marketing itu seraya menunjukan beberapa nama coustomer yang ia maksud dilayar monitor.
"Lalu kenapa tidak ada seorang-pun dari daftar nama Para Petinggi Mega Otomotif hingga Managernya yang menunggangi mobil atau sepeda motor product perusahaan ini? Dan itu termasuk Anda Manager Antonio, Manager Marketing di Perusahaan ini." Manager Antonio spontan terdiam, perkataan menohok Hanaria langsung membungkam mulutnya.
"Apakah tidak ada kepercayaan atau tidak percaya diri saat menggunakan product Perusahaan sendiri?" Ungkapan Hanaria membuat senyum sombong yang menghiasi wajah Para Petinggi itu seketika menghilang.
"Benarkah demikian? Tidak adakah kepercayaan dan percaya diri pada product yang dikeluarkan Mega Otomotif?" ulang Hanaria.
"Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya memiliki saham di Perusahaan ini, berharap setiap tahunnya mendapat laba, berharap product-nya diterima oleh masyarakat, tapi tidak ada seorang-pun dari Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya menggunakan product Mega Otomotif sebagai bentuk dukungan supaya product Mega Otomotif benar-benar dapat diterima oleh masyarakat.
__ADS_1