
Asisten David termangu, begitu selesai menerima perintah dari Hanaria lewat telepon.
"Sepertinya nona Hanaria tidak tahu apa alasannya ibu Maria sampai di asingkan dan tinggal di yayasan panti sosial lansia itu," gumam asisten David bermonolog seorang diri.
Asisten David tetaplah asisten David, sekalipun ia mengetahui banyak hal tentang sang majikan lamanya, dirinya tidak akan membongkar apapun itu pada sang majikan baru, kecuali bila sang majikan telah mengetahuinya.
Apapun perintah sang majikan, akan tetap dilakukannya dengan penuh tanggung jawab. Ia membuka lemari kerjanya, mengambil satu berkas yang sudah hampir 20 tahun yang lalu terakhir ia pegang.
Untuk sesaat ia membuka lembaran demi lembaran berkas itu dan membacanya dengan teliti, hanya untuk memastikan memang benda itu yang ia perlukan untuk mengeluarkan ibu Maria dari yayasan panti sosial lansia sesuai permintaan Hanaria.
Setelah dirasa yakin, asisten David lalu menekan nomor telepon yayasan yang tertera disana menggunakan telepon kantor yang ada diatas meja kerjanya.
📞"Hallo, Yayasan Panti Sosial Lansia disini. Ada yang bisa kami bantu?" terdengar sambutan seorang wanita dari seberang sambungan telepon.
📞"Hallo, saya David asisten nyonya Mingguana, dan sekarang menjadi asisten nona Hanaria. Bisa saya bertemu dengan ibu Misaela hari ini?" ungkapnya.
📞"Mohon tinggalkan nomor telepon Tuan David, saya akan memeriksa jadwal ibu Misaela, nanti saya akan hubungi kembali," ucap wanita itu sopan.
__ADS_1
📞"Baiklah..." Asisten David lalu menyebutkan nomor telepon kantornya, agar dirinya bisa dihubungi kembali pihak yayasan.
...***...
Asisten David mengatur napasnya, ia berusaha terlihat tenang namun aura kegugupannya benar-benar tidak bisa disembunyikan.
Bagaimana tidak, ia tidak pernah bermimpi bila kedatangannya kerumah sakit sore itu dimana Hanaria masih dalam perawatan, akan bertemu para keluarga konglomerat sang Nona majikannya, yang selamaa ini hanya bisa ia lihat dari kejauhan atau dari media. Tidak membayangkan akan bisa bertatapan muka dan bisa berdiri dihadapan mereka.
Untuk berbalik badan, itu sungguh tidak mungkin ia lakukan dan tentu terkesan tidak sopan karena kedatangan dirinya sudah tertangkap oleh semua pasang mata itu.
Akhirnya, asisten David tetap melangkah maju. Kedatangannya langsung disambut dua pria tegap, pengawal yang memang ditugaskan sebagai pengamanan disekitar ruang rawat inap Hanaria.
"Biarkan dia lewat dengan aman. Dia asisten pribadi menantuku," titah Moranno pada dua pengawalnya itu.
Kedua pengawal itu tidak jadi melakukan pemeriksaan, mereka bergegas undur diri sambil membungkuk hormat pada asisten David yang nampak kaku begitu melihat semua pasang mata itu memandang kearahnya.
"Aku harap, sebaiknya kau menunda dulu laporan yang ingin kau sampaikan itu pada cucu mantuku," ujar nyonya Agatsa, nenek Willy setelah asisten David selesai memberi salam hormat pada keluarga besar mereka yang tengah berkumpul dilobby ruang rawat inap Hanaria.
__ADS_1
Asisten David menelan salivanya, ia tidak heran bila wanita tua itu tahu tujuan dirinya datang kesana.
"Aku lebih rela kehilangan perusahaan-perusahaan itu dari pada dua cicit kembarku itu tidak punya kesempatan menyusui ASI ibunya," imbuhnya lagi dengan nada datarnya.
"Baik Nyonya, saya mengerti," sahut asisten David kembali membungkuk hormat.
"Tinggalkan saja semua barang-barangmu itu disini, dan aku bisa menjaminnya tetap aman," Harry suami dokter Margareth, bibi Willy, menunjuk meja didepannya.
Tanpa berfikir panjang, asisten David segera meletakan ponsel, tablet, dan tas laptopnya diatas meja yang ditunjuk oleh Harry pengusaha asal Singapura itu.
"Kalau yang itu, dibawa saja, bukankah kau ingin memberikannya pada Nona-mu?" ucap Harry lagi, ketika dilihatnya asisten David turut meninggalkan sebuket bunga anggrek segar dan hamper yang dibawanya.
"Iya Tuan," asisten David kembali meraih sebuket bunga dan hamper yang baru saja ia letakan diatas meja, tepat dihadapan para konglomerat itu.
"Masuklah saja," ucap Harry lagi mempersilahkan, mengulas senyum ramahnya.
"Terima kasih Tuan," asisten David kembali membungkuk hormat pada semua keluarga besar Hanaria yang ada disana sebelum masuk menemui Hanaria yang ada didalam sana.
__ADS_1
Bersambung...👉