
"Hana, hari ini kau bersiaplah. Kita akan melihat lokasi pembangunan mansion dan villa tuan Moranno. Jangan lupa bawa berkas - berkasnya. Juga nanti sekalian kita akan melihat beberapa proyek yang sedang berjalan. Tuan Moranno dan tuan muda Willy juga akan kelokasi." Ucap tuan Doffy saat Hanaria datang keruangannya.
"Aku menunggumu diparkiran." Tambah tuan Doffy, ia berdiri dan membawa tasnya keluar ruangan.
"Baik tuan......" Hanaria bergegas kembali kemejanya, ia mengambil beberapa berkas dari dalam lemari besi disamping meja kerjanya. Ia membolak - balikan lembaran - lembaran itu untuk memastikan supaya tidak salah membawanya.
Beberapa berkas yang sudah ia periksa langsung dimasukan kedalam tas ranselnya, tidak lupa laptop pribadinya juga ia masukan kedalam ranselnya.
"Hana, kau mau kemana?" Tanya Linda yang baru saja tiba dikantor, ia sedang berdiri didekat mesin absen wajah. Laras, dan Norsa yang ikut mengantri di mesin absen itu turut menoleh kearah Hana yang sudah didepan pintu untuk keluar ruangan.
"Ke lokasi proyek bersama tuan Doffy. Tuan muda Willy juga ikut." Ucap Hanaria sengaja memancing ketiga sahabatnya itu sambil mengangkat kedua alis bermaksud menggoda.
Seperti dugaaan Hanaria , ketiga sahabatnya memang terpancing.
"Hanaaaa......!!?? ikut.....!!??" Teriak ketiganya dengan wajah memelas.
"Ijin sama tuan Doffy sana kalau berani." Ucap Hanaria sambil terkekeh dan berlalu pergi.
""Awass ya Hanaaa..... kalau kau berani menggoda incaran kami.....!! Teriak ketiga gadis itu berisik dari belakang Hanaria. Hanaria hanya tersenyum geli sambil menutup lift yang akan membawanya turun kelantai dasar.
Diparkiran tuan Doffy sudah menunggu disamping mobilnya. Saat melihat Hana ia langsung melambaikan tangannya.
"Kau satu mobil saja denganku Hana." Ucap tuan Doffy saat Hana sudah didekatnya.
"Baik tuan..... "
"ini kunci kontaknya." Tuan Doffy melemparkan kunci mobilnya kearah Hanaria dan segera disambut olehnya dengan cekatan supaya tidak terjatuh kelantai.
"Maksud tuan Doffy..... Saya yang menyetir??" Tanya Yurina mengernyitkan keningnya setelah berhasil menangkap kunci kontak yang dilemparkan begitu saja oleh atasannya itu.
__ADS_1
"Iya......" Sahut tuan Doffy seraya masuk kemobil dan duduk disamping kemudi.
Hanaria masih berdiri ditempatnya, baru kali ini ia akan satu mobil dengan atasannya itu, dan langsung dijadikan sopirnya.
"Kau sedang menunggu siapa lagi Hana? Ayo......! Tuan Moranno dan tuan muda Willy sudah lebih dulu berangkat." Panggil tuan Doffy dari dalam mobilnya.
"I.... Iya tuan....." Hanaria tersadar dari lamunannya, ia bergegas menuju pintu mobil samping bagian depan. Setelah duduk di belakang kemudi, Hanaria mulai memundurkan mobil tuan Doffy dengan perlahan untuk keluar dari deretan parkiran. Setelahnya mobil yang dikemudikan Hanaria merayap perlahan menuju pintu pos jaga security didepan pagar perkantoran Agatsa Properti Group.
Hanaria menurunkan kaca mobilnya saat akan melintas didepan pos jaga security itu sambil memelankan kendaraan yang ia kemudikan. Ia melemparkan senyumannya sebagai sapaan. Security langsung menekan tombol untuk mengangkat portal. Setelah membunyikan klakson mobil tuan Doffy, Hanaria segere melintas, dan masih memelankan kecepatannya hingga posisi mobil itu memasuki lalu lintas jalan raya. Perlahan, Hanaria menaikan gas untuk menambah kecepatan.
Lalu lintas yang terbilang padat membuat Hanaria harus berulangkali mengurangi atau menambah kecepatan mobil tuan Doffy yang ia kemudikan.
Beberapa menit kemudian, mobil itu sudah keluar dari area perkotaan menuju jalan pinggiran kota yang sedikit lengang.
"Tarikan mobilnya masih enak tuan, mobil baru ya.....?" Ucap Hanaria berbasa - basi.
Tuan Doffy melirik sekilas pada Hanaria yang sedang menyetir dan pokus pada jalan didepannya.
"Aku sengaja memintamu untuk menyetir......" Lanjut tuan Doffy kembali melirik Hanaria disampingnya sekilas. Sementara Hanaria yang mendengar ucapan atasannya itu tetap pokus pada jalan didepannya.
"Aku dengar, kau tidak hanya handal dalam hal design bangunan gedung, tapi juga handal dalam menyetir." Ucap tuan Doffy masih tersenyum tipis.
"Maksud tuan Doffy?" Tanya Hanaria tidak mengerti.
"Beberapa hari sebelum tuan muda diangkat menjadi CEO baru kita, katanya kau sempat balapan dengannya dijalan raya diakhir pekan." Jawab tuan Doffy.
Wajah Hanaria tampak terkejut, bagaimana atasannya itu bisa mengetahuinya, para sahabatnya saja tidak mengetahuinya.
"Bagaimana anda bisa tahu tuan?" Tanya Hanaria menoleh sekilas tuan Doffy yang duduk disebelah ya sambil melihat kearah dirinya.
__ADS_1
"Tuan Moranno yang mengatakannya." Sahut tuan Doffy, ia lalu kembali menatap kearah depan, memperhatikan jalan pinggiran kota yang sepi dan berkelok - kelok tajam.
"Tuan Moranno??" Hanaria memastikan pendengarannya supaya tidak salah mendengar.
"Iya, tuan Moranno...." Tuan Doffy mengulang jawabannya.
Hanaria terdiam sejenak, ia memikirkan apa yang diucapkan tuan Doffy atasannya itu. Apa mungkin tuan Moranno yang super sibuk itu sempat membicarakan seorang pegawai bawahan seperti dirinya. Tidak mungkin ! Bisa saja itu terjadi, tapi bukan karena dirinya yang jadi pusat perbincangan, tapi karena anaknya yang sedikit terlihat bandel itu, pikirnya. Hanaria tersenyum sendiri saat memikirkan hal itu
"Kenapa kau tersenyum - senyum sendiri begitu Hana?" Tanya tuan Doffy yang tak sengaja melihat bawahannya itu tersenyum seorang diri sambil menyetir.
"Ah, tidak ada apa - apa tuan." Sahut Hanaria yang merasa malu bila harus mengatakan apa yang sedang ia pikirkan. Bisa - bisa sang atasannya itu nanti akan salah mengerti.
Tuan Doffy menganggukkan kepalanya, ia tidak mau bertanya lebih jauh, walaupun ia tahu pasti ada sesuatu yang membuat Hanaria tersenyum sendiri, karena Hanaria adalah orang yang waras pikirnya. Saat mengatakan hal itu didalam hatinya ia pun tersenyum - senyum sendiri.
"Kenapa tuan tersenyum sendiri seperti itu?" Tanya Hanaria heran, yang tidak sengaja menoleh dan melihat atasannya sedang tersenyum sendiri.
"Tidak ada apa - apa Hana. Yang pasti, sekarang kita berdua sama - sama dalam keadaan waras." Ucapnya masih tersenyum seorang diri. Hanaria yang mendengarnya bertambah heran, ia mengernyitkan keningnya memikirkan apa yang dikatakan sang atasan.
"Waras??" Hanaria bergumam seorang diri, namun masih bisa terdengar oleh tuan Doffy karena didalam mobil itu Hanaria tidak membunyikan tape recorder.
"Iya waras..... aku waras, dan kau juga waras kan Hana? Walau kita sama - sama tersenyum sendiri, dan mengatakan tidak apa - apa saat ditanya..... tapi pasti ada yang kita pikirkan hingga membuat kita tersenyum. Benarkan?" Jelas tuan Doffy sambil tertawa kecil.
"Iya benar tuan Doffy, saya pikir apaan tadi..... tuan ada - ada saja....." Hanaria ikut tertawa kecil, namun ia masih tetap pokus pada jalan didepannya.
"Kurangi kecepatanmu Hana..... Ya, berhenti disini.... Kita sudah sampai." Ucap tuan Doffy memberi aba - aba.
Hanaria menepikan mobil yang ia kemudikan kebahu jalan dan menghentikannya disana, didaerah perbukitan yang masih banyak ditumbuhi semak.
"Itu mobil tuan Moranno dan tuan muda Willy juga sudah tiba." Ucap tuan Doffy sambil keluar dari mobilnya bersama Hanaria.
__ADS_1
...•••...
♡♡♡ Terima kasih buat kakak pembaca yang telah berkenan meninggalkan like dan comennya. Author berusaha lebih semangat lagi up nya...😁😁🙏♡♡♡