HANARIA Wanita Sejuta Rasaku

HANARIA Wanita Sejuta Rasaku
Episode 89 Ayo Makan Ikan....!


__ADS_3

Pesanan Hanaria akhirnya tiba. Tuan Mondie Gafarlie memperhatikan menu makan siang Hanaria yang hanya terdiri dari sup ikan Salmon dan sayur hijau rebusan saja.


"Sepertinya nona Hana adalah salah satu dari orang yang mengikuti ajakan dari ibu Menteri 'Ayo makan ikan.....!'." Seloroh tuan Mondie Gafarlie sambil terkekeh.


"Ikan itu enak, ikan itu menyehatkan, ikan itu mencerdaskan, dan ikan itu murah.......!" Ucap Hanaria menyambung ucapan tuan Mondie sambil ikut tertawa kecil.


"Pantas saja anda cerdas nona Hanaria, ternyata ini rahasianya, suka makan ikan. Itu sebabnya saya tidak percaya pemberitaan ditelevisi itu, bila nona naik jabatan karena dekat dengan tuan Willy." Puji tuan Mondie Gafarlie lebih lanjut.


Willy yang mendengarkan ucapan tuan Mondie Gafarlie langsung tersedak, membuat makanan dalam mulutnya terhambur keluar. Untung saja tidak masuk kemakanan lainnya.


"Ini tuan......" Sekretaris Morin dengan cekatan mengambil gelas minuman dan memberikannnya pada Willy. Wajahnya nampak sangat khawatir pada sang majikan.


Hanaria terdiam, ia tertegun sesaat, baginya, ucapan tuan Mondie Gafarlie sedikit menghiburnya, ternyata tidak semua orang akan berpandangan negative tentang dirinya setelah melihat berita yang tidak jelas sumbernya itu. Dirinya juga merasa heran, akhir - akhir ini tuannya itu sering tersedak, sekalipun sedang tidak makan apa - apa, seperti beberapa hari yang lalu.


"Maafkan saya tuan Willy, saya tidak bermaksud membuat anda tersedak dengan ucapan saya barusan." Kata tuan Mondie Gafarlie merasa tidak enak, sesaat setelah Willy berhasil meredakan batuk - batuknya.


"Tidak apa - apa tuan, bukan salah tuan, dan bukan karena perkataan tuan Mondie. Tiba - tiba saja tenggorokan saya terasa gatal." Ucap Willy sambil mengusap tenggorokannya. Ia melirik dengan ekor matanya pada Hanaria yang duduk disamping kirinya, pegawainya itu sama sekali tidak perduli padanya, asik sendiri dengan makan siangnya, tidak seperti sekretaris Morin yang terus mengurus dan membantu membersihkan beberapa noda yang sempat menempel diwajah dan kerah bajunya.


"Terima kasih sekretaris Morin..... Lanjutkan saja makanmu......" Ucap Willy kemudian. Wajah sekretaris Morin langsung bersemu merah. Harapannya akhirnya terwujud, mendengar ucapan tersebut dari mulut sang majikannya.


"Baik tuan..... ini memang tugas saya......" Ucapnya sambil tersipu. Willy tidak memperhaikan perubaham yang terjadi pada wajah sekretarisnya itu, ia melanjutkan makan siangnya yang tinggal sedikit.

__ADS_1


"Saya tidak menyangka, tuan Mondie yang super sibuk juga mengetahui berita itu?" Ucap Hanaria, yang lebih dahulu menyelesaikan makan siangnya.


"Sebenarnya saya tidak terlalu perduli pada berita - berita viral yang sedamg beredar sekarang didalam masyarakat kita, tapi saat asisten Ruwind memperlihatkan berita itu diponselnya pada saya, saya cukup terkejut, kenapa ada skandal semacam itu, dan ini bukan main - main, melibatkan seorang CEO Agatsa Properti Group, tuan muda Willy dan anda nona Hanaria, orang yang sangat saya kenal." Tutur tuan Mondie Gafarlie menatap wajah Hanaria, kemudian ia beralih menatap Willy yang baru saja menyelesaikan makan siangnya.


" Maafkan saya tuan muda, bukan maksud saya mau mencampuri, dan bertindak tidak sopan, atau masuk kedalam privasi anda, tapi ada yang mengganjal dihati saya, bagaimana bisa.....ada orang yang membuat video itu didalam kantor anda sendiri tuan. Yang saya tahu, kantor anda begitu ketat, saya saja bila datang ke perusahaan anda, harus diperiksa para security itu dengan sangat teliti. Tidakkah anda curiga ada orang dalam yang melakukan ini?" Ucap tuan Mondie Gafarlie menduga.


Willy kembali berfikir sejenak, ia kembali teringat akan ucapan ibunya semalam, yang mengisyaratkan dirinya untuk mencari tahu siapa dalang dari semuanya itu.


Hanaria yang turut mendengarkan perkataan tuan Mondie Gafarlie ikut berfikir sejenak. Ia teringat akan video yang hanya berdurasi 6 detik itu, disana terlihat dirnya setengah tidak sadarkan diri saat dibopong oleh Willy. Dirinya tersentak saat otaknya membawa dirinya menunjuk pada satu nama dari posisi mana video itu direkam. Hanaria berusaha tetap bersikap tenang walau hatinya saat itu ingin sekalj melakukan suatu tindakan.


"Perkataan anda membuat saya mengingat akan ucapan ibu saya semalam tuan Mondie, saya akan coba mencari tahu tentang kemungkinan itu......" Ucap Willy sambil menganggukan kepalanya pelan.


"Bagaimana kalau kita langsung membahas apa yang menjadi tujuan dari pertemuan kita siang ini tuan Mondie." Imbuh Willy, sengaja mengalihkan pembicaraan mereka.


Asisten Ruwind segera mengambil berkas yang sudah ia persiapkan sejak tadi, dan membukanya diatas meja. Ia mulai menjelaskan proyek baru majikannya itu secara detail. Willy, Hanaria, sekretaris Morin, dan tuan Mondie Gafarlie menyimak setiap ulasan yang disampakannya.


"Pertemaan kita hari belum bisa fix, nanti kita akan jadwalkan ulang untuk mengadakan pertemuan selanjutnya tuan Mondie, setelah kami mempelajarinya ulang." Ucap Willy setelah mendengar pemaparan dari asisten Ruwind yang memakan waktu 90 menit itu.


"Saya setuju tuan Willy. Kira - kira kapan kita bisa bertemu lagi, saya harap tidak terlalu lama, karena saya ingin proyek ini bisa segera berjalan. " Sahut tuan Mondie meminta penegasan waktu.


"Nona Hana, berapa waktu yang kau butuhkan untuk mempelajari berkas dari tuan Mondie ini?" Tanya Willy pada Hanaria yang duduk tenang disebelahnya.

__ADS_1


"Beri saya waktu satu minggu tuan muda, karena ada beberapa design proyek yang masih harus segera saya selesaikan beberapa hari ini." Sahut Hanaria memberi jawaban.


"Sekretaris Morin, lihat jadwalku setelah satu minggu kedepan, kapan ada yang kosong.....?" Willy beralih pada sekretaris pribadinya, yang langsung membuka tabletnya, melihat jadwal sang majikan.


"Dua minggu kedepan tuan, dihari rabu dan kamis, setelah diadakannya acara serah terima proyek perumahan ' BUKIT BIRU' milik tuan Mondie." Jelas sekretaris Morin.


"Bagaimana tuan Mondie? Apakah di hari Rabu dan Kamis itu anda punya waktu untuk kita bertemu?" Tanya Willy pada tuan Mondie Gafarlie.


"Tuan Mondie bisa dihari Kamis, karena hari Rabu sudah ada jadwal ditempat lain tuan Willy......" Sahut asisten Ruwind yang melihat jadwal majikannya itu dibuku agendanya.


"Baiklah..... kita sepakat bertemu dihari Kamis tuan Mondie." Ucap Willy lagi, sambil tersenyum pada tuan Mondie.


"Setuju......" Sahut tuan Mondie Gafarlie singkat sambil membalas senyuman Willy.


"Kami mohon pamit dulu tuan, karena nona Hanaria setelah ini ada keperluan disuatu tempat." Ucap Willy, ia melirik sekilas Hanaria. Lalu berdiri dari duduknya diikuti dua pegawai perempuannya itu.


"Baiklah tuan Willy..... saya mengerti...... " Sahut tuan Mondie ikut berdiri, sambil mendekati CEO muda itu.


"Terlepas dari berita yang tidak enak didengar itu, sebenarnya anda sangat cocok dengan nona Hanaria." Goda tuan Mondie Gafarlie sambil terkekeh, berbisik ditelinga Willy. Bukan tanpa sebab dirinya mengatakan hal itu, pada tuan muda didekatnya itu.


Wajah Willy langsung berubah, membuat tuan Mondie semakin terkekeh. Baginya, asam garam kehidupan sudah terlalu banyak ia kecap hingga membuat dirinya memiliki penyakit tekanan darah tinggi.😁

__ADS_1


...***...


__ADS_2