
Pintu raksasa otomatis terbuka lebar dihadapan Hanaria, saat dirrinya akan melintas melewatinya.
Semua pasang mata menatap pada satu titik yang sama, dimana Hanaria tengah menapaki kakinya dengan irama langkah yang teratur, bersahaja, kepala tegak dan tatapan lurus kedepan, memasuki ruangan megah, dimana meeting penting akan digelar.
Hanya terdengar suara langkah sepatu Hanaria dan asisten David saja yang saling bersahut-sahutan hingga berhenti dikursi kebesaran milik sang pemilik perusahaan.
Pandangan mata Para Pemegang Saham, Para Dewan Direksi, dan Para Manager yang hadir menatap sumbang, saat melihat Hanaria duduk disana dengan gaya elegannya, namun belum ada seorangpun yang bersedia membuka suaranya hingga sejauh itu.
Hanaria mengedarkan pandangannya pada barisan meja Para Pemegang saham, yang sedang menatapnya penuh tanya, begitu pula pada barisan meja Para Dewan Direksi, dan juga barisan meja Para Manager yang mengenalnya sebagai seorang pegawai marketing biasa, dan pengikut setia nyonya Mingguana yang berkhianat pada majikannya sendiri.
Seperti yang telah ia minta, asisten David telah memberi urutan meja yang jelas sehingga Hanaria lebih mudah mengingat setiap nama mereka sesuai urutannya, dan ini salah satu daftar wajib yang telah ia pelajari selama dua minggu belakangan.
Hanaria juga telah menyewa beberapa detektif swasta dimana ayah Shasie berkerja, untuk menyelidiki semua petinggi-petinggi diperusahaan milik nyonya Mingguana secara rahasia.
Hanaria menaikan satu tangannya ke udara, memberi isyarat pada asisten David untuk memulai meeting pagi itu.
Semua hadirin menatap pada asisten David yang berdiri diatas podium dan menyampaikan salam pembuka, dan membacakan aturan rapat pagi itu beserta agendanya. Setelah itu, dari sambungan laptopnya, asisten David lalu menampilkan wajah Hanaria pada layar raksasa dibelakang podium ia berdiri.
"Perkenalkan! Pemilik Mega Otomotif yang baru, nona HANARIA!!" suara asisten David terdengar menggema memenuhi ruang megah perhelatan meeting pagi itu.
"**Mustahil!!"
"OMONG KOSONG!!"
"Tidak bisa!!"
"PENGHIANAT!!"
__ADS_1
"Curang**!!"
Demikianlah keriuhan yang terjadi, pasca pengumuman pemilik baru perusahaan Mega Otomotif. Masing-masing berlomba berteriak didepan pengeras suara yang di sediakan diatas mejanya, mengeluarkan hujatannya sesuai apa yang terlintas didalam kepalanya.
Hanaria tetap terlihat tenang dan menyaksikan semuanya itu dengan tatapan datarnya. Ia sudah menduganya, reaksi seperti itu memang akan terjadi, sehingga tidak membuatnya merasa kaget apalagi panik.
Asisten David mengangkat tangannya ke udara memberi isyarat pada petugas sound system untuk me-nonaktif-kan pengeras suara para Pemegang Saham, Dewan Direksi, dan Para manager itu supaya kebisingan itu segera berakhir.
Setelah dirasa tenang asisten David kembali melanjutkan perkenalan yang masih separuh jalan. "Diakui atau tidak, nona Hanaria adalah pemilik sah Mega Otomotif dimana tuan-tuan dan nyonya-nyonya bernaung," sambung asisten David.
Salah seorang peserta rapat dibarisan dewan direksi berteriak tidak jelas dari mejanya. Dan hal itu tidak luput dari perhatian Hanaria dan juga asisten David.
"Untuk tuan-tuan dan nyonya-nyonya, sesuai dengan aturan rapat yang telah saya bacakan diatas, mohon kiranya berdiri, dan pihak petugas sound system akan mengaktifkan kembali pengeras suara dimeja tuan-tuan dan nyonya-nyonya," ucap asisten David dari atas podium.
Pria yang dimaksud langsung berdiri ditempatnya. "Menjadi seorang pemilik perusahaan besar yang menaungi segenap ribuan para pegawainya, seperti Mega Otomotif ini, tidak hanya cukup dengan sekedar pengumuman dan kata-kata belaka saja, tapi juga bukti-bukti akta yang autentik" ucapnya menggebu-gebu.
"Bisa saja adanya dugaan tindakan pengambil-alihan kekuasaan secara sepihak atau semacamnya. Bukankah kita semua tahu, nyonya Mingguana dan putranya sekarang sedang menjadi penghuni lapas karena bermasalah dengan nona Hanaria, yang dahulunya adalah pegawai bawahan beliau," ungkapnya sambil menatap Hanaria dengan pandangan meremehkan.
Penuturan pria itu kembali disambut riuh oleh para peserta rapat yang sebagian besar membenarkan ucapannya, namun ada beberapa Pemegang Saham dan Dewan Direksi juga beberapa manager hanya terdiam tanpa bereaksi, itu karena mereka mengetahui latar belakang Hanaria sebagai anggota keluarga Agatsa yang keberadaannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Tuan Rudolf Bong, silahkan perhatikan pada layar dibelakang saya. Saya akan memperlihatkan pada Anda dan semua peserta rapat hari ini, akta autentik yang Anda minta," ucap asisten David sambil menampilkan satu persatu poto, dimana Hanaria dan nyonya Mingguana duduk berdampingan dan membubuhkan tanda tangan mereka disaksikan oleh notaris.
Setelah satu persatu poto-poto pendukung itu ditampilkan, ditampilkan pula surat pengalihan perusahaan dengan mencetak nama Hanaria secara jelas disana. Setelah melihat semuanya itu, tidak ada yang bisa berkomentar apapun lagi, yang tertinggal hanya penyesalan karena berani menghujat sang Pemilik didepan matanya.
"Nona Hanaria, silahkan Anda menyampaikan inti dari pertemuan hari ini," ucap asisten David pada Hanaria yang semenjak tadi hanya menyimak dan memperhatikan dalam diamnya.
Kembali Hanaria mengedarkan pandangannya, menatap semua petinggi-petinggi perusahaan itu yang juga tengah menatapnya dengan berbagai ekspresi.
__ADS_1
"Saya harap, setelah pertemuan hari ini, tidak ada lagi para petinggi yang tidak tertib seperti hari ini. Berlakulah sebagai seorang yang terhormat bila ingin dihargai. Saya tidak akan segan-segan mengeluarkan orang yang demikian secara tidak hormat dari ruang pertemuan, bila tidak bisa bersikap tertib," tegas Hanaria, membuat yang mendengarnya sedikit tersentak, tidak percaya bila Hanaria ternyata juga memiliki nyali menghadapi mereka.
"Seluruh Divisi diperusahaan ini, persiapkanlah diri masing-masing dan data-data mulai detik ini, karena besok pagi akan dimulai audit secara masal. Saya tidak akan mentolerir satu kesalahanpun dari pegawainya yang tidak berkerja sesuai aturan perusahan yang telah ditetapkan,"
"Dan bila ditemukan penyalah-gunaan wewenang dan sebagainya, silahkan yang bersangkutan membuat surat pengunduran diri secara resmi. Dan ini berlaku bukan saja untuk semua Divisi dan jajarannya, tapi berlaku juga untuk Para Pemegang saham, dan Para Dewan Direksi." ucap Hanaria lantang.
Nampak seseorang memberanikan diri mengangkat tangan seraya berdiri disamping tempat duduknya, sebagai isyarat memohon ijin untuk berbicara.
"Silahkan tuan Antonio!" ucap Hanaria kembali menggema.
"Waktu yang diberikan terlalu singkat Nona, bagaimana kami bisa mempersiapkan semuanya. Bagaimana kalau satu minggu lagi," ucap manager marketing itu berusaha meminta perpanjangan waktu.
"Bila tuan Antonio dan semua pegawai marketing lainnya sudah berkerja maksimal setiap harinya, tentu tidak sulit menyiapkan data yang diperlukan oleh team audit yang akan diterjunkan nanti," sela Hanaria yang tahu kinerja mantan atasannya itu selama lima bulan menjadi bawahannya.
"Dan tujuan saya ada diposisi sekarang ini adalah untuk membenahi beberapa kekacauan yang ada di beberapa Divisi yang prestasi kerjanya tidak maksimal. Dan bila menunggu satu minggu lagi, perusahaan ini akan semakin terpuruk," tegas Hanaria lagi.
"Dan yang terakhir, diwajibkan pada seluruh Para Pemegang Saham, Para Dewan Direksi, Para Manager dan seluruh pegawai Mega Otomotif wajib menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat product Mega Otomotif saat berangkat maupun pulang berkerja, dan saat dinas luar. Setelah akhir bulan ini, sudah tidak ada lagi para petinggi maupun para pegawai yang menggunakan merek lain."
"Dan saya sudah memberi contoh dihari pertama saya datang ke perusahaan ini, saya sudah menggunakan product limited edition dari Mega Otomotif,"
"Dan untuk Anda nyonya Maigna Orine, pesanan Anda sudah bisa diambil di workshop, dan tiga bulan yang lalu, saya sudah test drive mobil pesanan Anda," ucap Hanaria menatap seorang wanita paruh baya dideretan meja para pemegang saham sambil mengulas senyum tipisnya.
"Terima kasih Nona Hanaria," sahut wanita yang disebut namanya seraya membalas senyuman Hanaria padanya. "Saya akan melihatnya setelah ini." ucapnya lagi.
Kalimat terakhir Hanaria dan wanita paruh baya itu menjadi penutup pertemuan mereka pagi itu. Setelah Hanaria keluar dari ruang pertemuan kembali riuh terdengar sungut-sungut dan protes didalam ruangan itu, tentu saja mereka yang tidak siap di audit dan mereka yang tidak mau memiliki product keluaran Mega Otomotif.
Bersambung...👉
__ADS_1