
"Selamat pagi tuan Moranno, tuan muda Willy, dan asisten Rudi....." Sapa tuan Doffy sambil membungkuk hormat diikuti Hanaria yang berada dibelakangnya.
"Selamat pagi juga tuan Doffy..... Hanaria....." Sahut Moranno saat dirinya, asisten Rudi dan Willy baru turun dari mobil mereka masing - masing.
"Cepat juga anda tiba disini tuan Doffy....." Ucap Moranno sambil melirik arloji ditangannya yang menunjukan baru pukul 8 pagi.
"Iya tuan, karena yang mengemudikan mobil saya adalah arsitek handal saya yang juga handal dalam hal mengemudi." Puji tuan Doffy sambil tersenyum melirik ke arah Hanaria yang sudah berdiri disebelahnya. Hanaria hanya mampu menyunggingkan senyumnya mendengar perkataan itu, ia sedikit merasa malu pada Moranno, pemilik perusahaan tempat ia berkerja itu.
"Ternyata ucapan anda tempo hari benar tuan....." Tambah tuan Doffy masih tersenyum.
Moranno turut tersenyum mendengar ucapan tuan Doffy padanya.
"Yang penting berhati - hatilah dalam mengemudi, karena bisa sangat berbahaya, baik bagi kita sebagai pengemudi maupun orang lain. Ya Hana.... Willy......?" Ucap Moranno mengingatkan keduanya sambil menatap Hanaria yang berdiri disebelah tuan Doffy dan Willy yang ada disampingnya.
"Iya tuan......" Sahut Hanaria, sambil membungkuk hormat, tuannya itu pasti mengingat tentang balapan antara dirinya dan Willy, pikirnya.
"Iya Dad....." Ucap Willy datar, tanpa ekspresu.
"Ayo kita langsung ke perbukitan itu, Pimpronya sudah ada disana." Ajak Moranno. Asisten Rudi, tuan Doffy, Willy dan Hanaria mengikuti Moranno dari belakang menelusuri jalan setapak menaiki perbukitan.
"Selamat pagi tuan Moranno, tuan muda Willy, asisten Rudi, tuan Doffy dan nona Hanaria....." Pimpro Sumantri yang bertubuh tambun beserta beberapa orang yang bersamanya membungkuk hormat.
"Selamat pagi juga, tuan - tuan....." Sahut Moranno menatap mereka semua dengan senyum ramahnya.
"Tuan Moranno, perkenalkan ini tuan Berrie Naguwasa, perusahaan kontraktornyalah yang telah memenangkan tander dan akan melaksanakan pembangunan proyek Manssion dan villa anda tuan." Ucap Pimpro Sumantri.
"Semoga kerjasama ini bisa berjalan baik." Moranno menjabat tangan tuan Berrie Naguwasa sambil memberikan senyuman ramahnya.
"Iya tuan, saya juga berharap demikian...." Sahut tuan Barrie Naguwasa, dan membalas senyuman Moranno.
__ADS_1
"Tuan Berrie Naguwasa, ini nona Hanaria yang mendesign manssion dan villa yang akan anda bangun nantinya. Nona Hanaria akan sering datang untuk melihat perkembangan pembangunan yang akàn anda lakukan, apakah sesuai dengan yang diinginkan tuan Moranno pemilik proyek ini atau tidak." Jelas Pimpro Sumantri.
Tuan Berrie Naguwasa dan Hanaria sama - sama saling membungkuk hormat.
"Baiklah, sekarang waktunya kita akan mulai acara perletakan batu pertamanya." Ucap Pimpro Sumantri.
Acara Perletakan batu pertama yang dipimpin Pemimpin Proyek tuan Sumantri,, berjalan khidmat. Dihadiri oleh semua pihak, baik Moranno sebagai pemilik proyek, tuan Berrie Naguwasa dari perusahaan yang bertanggung jawab dalam membangun manssion ,villa dan bangunan - bangunan pendukung lainnya, tuan Doffy yang bertindak sebagai konsultan perencana dari perusahaan Agatsa Properti Group.
Setelah acara perletakan batu pertama selesai, Hanaria diminta memberikan penjelasan beberapa hal yang harus dikerjakan pada tahap awal pembangunan proyek besar itu. Manssion yang menjadi ikon dari proyek itu menjadi pembahasan utama dari penjelasan Hanaria pada semua pihak yang hadir. Gambar design yang Hanaria tunjukan melalu layar laptop pribadinya membuat tuan Berrie terkesan, ia berpikir, semoga saja para pekerjanya mampu membuat sesuai design yang telah ia lihat itu.
"Saya sudah membawa soft coppynya tuan Baŕrie Naguwasa. Tuan boleh melihat dan mempelajarinya kembali bersama para pegawai tuan yang akan mengerjakannya nanti." Hanaria memberikan satu berkas gambar kerja dari dalam ranselnya pada tuan Barrie Naguwasa.
"Baik nona Hanaria." Ucap tuan Barrie Naguwasa sambil menerima berkas yang diberikan Hanaria padanya.
"Untuk perbukitan ini, kontur - kontur yang sudah ada, seperti lembah perbukitan tidak perlu diubah tuan, biarkan seperti apa adanya, seauai bentuk alamnya. Hanya lokasi pembangunan manssionnya saja yang perlu dipotong tanahnya hingga sampai menemukan tanah dasarnya. Lalu timbun dengan tanah pilihan." Tambah Hanaria, sambil memperlihatkan kondisi tanah yang juga sudah dimuat didalam berkas Perjanjian Kerja.
"Baik, kami mengerti nona Hana....." Ucap kepala pelaksana, yang awal memperhatikan apa yang disampaikan Hanaria dalam penjelasannya. Ia menjadi kepercayaan tuan Barrie Naguwasa.
"Baik tuan....." Tuan Barrie Nagusawa beserta kepala pelaksana lapangannya, Pimpro Sumantri, dan para pekerja yang ada ditempat itu membungkuk hormat saat Moranno, Wiily, asisten Rudi, tuan Doffy dan Hanaria meninggalkan tempat itu.
Hanaria memeperhatikan sejenak lokasi proyek itu, ternyata berada pada poros jalan menuju dusunnya.
"Hana...... lokasi disebelah tuan Moranno ini, saya membelinya beberapa tahun yang lalu.... saya juga berencana ingin membangun sebuah villa untuk hadiah perkawinan emas kami yang tinggal 3 tahun lagi. Nanti kau bisa membuat design nya untukku, tanpa manssion,.karena rupiahku tidak sebanyak yang dimiliki tuan Moranno." Ucap tuan Doffy terkekeh, sambil menunjukan satu lokasi yang berada disebelah lokasi majikannya itu saat mereka melewatinya.
Hanaria ikut terkekeh, sambil melihat kearah lokasi yang ditunjukan tuan Doffy padanya.
Ponsel Hanaria tiba - tiba berbunyi, saat mereka sudah mendekati mobil tuan Doffy.
"Hallo, kami dari kantor kepolisian. Apakah ini dengan nona Hanaria?" Terdengar suara seorang pria dari seberang sambungan telepon.
__ADS_1
"Iya, dengan saya sendiri pak. Ada apa ya pak? Tanya Hanaria sambil terus berjalan dibelakang tuan Doffy.
"Diminta nona Hana untuk segera hadir dikantor polisi, berkaitan dengan pelaporan anda kemarin. Karena pihak korban dan terlapor sudah kami periksa."
"Bolehkah ditunda besok hari pak?"
"Maafkan kami nona Hana, pihak terlapor sudah ada disini dan kami akan memepertemukan anda sebagai pelapor dengan pihak terlapor."
"Pukul berapa pak?"
"Pukul 11 siang ini nona."
Hanaria melihat arloji ditangannya sudah menunjukan pukul 10.20 pagi.
"Saya sedang berkerja, dan sekarang berada dipinggiran kota, dengan jarak tempuh hampir 2 jam perjalanan, bolehkah saya meminta waktu hingga pukul satu siang ini pak?" Pinta Hanaria.
"Baiklah nona, kami memakluminya. Kami akan menunggu nona datang."
"Terima kasih pak....." Hanaria menutup teleponnya dan mendekati tuan Doffy.
"Ada apa Hana? Siapa yang menelponmu?" Tanya tuan Doffy.
"Dari kantor polisi tuan." Tuan Doffy menghentikan langkahnya menatap wajah Hanaria penuh selidik.
"Ada masalah apa??" Tanya tuam Doffy masih menatap bawahannya itu.
"Saya membuat laporan polisi atas penganiayaan adik perempuan saya oleh seorang pria kemarin. Dan hari ini saya diminta hadir dikantor polisi berkaitan dengan pelaporan saya itu pada pukul satu siang ini juga. Apakah boleh saya meminta izin untuk hal ini tuan?" Hanaria memperhatikan wajah atasannya itu dengan penuh harap.
...•••...
__ADS_1
♡♡♡ Terima kasih buat kakak pembaca yang telah berkenan meninggalkan like dan comennya. Author berusaha lebih semangat lagi up nya...😁😁🙏♡♡♡