
Hanaria tidak bisa memejamkan matanya barang sejenak. Peristiwa yang ia saksikan beberapa jam yang lalu dicafe itu selalu terbayang diingatannya.
Dirinya merasa sangat geram saat mengingat perlakuan kasar laki - laki yang telah menyeret dan mendorong Firlita dengan paksa didepan matanya.
Hanaria tiba - tiba teringat sesuatu, ia segera bangkit dari berbaringnya sambil menyandarkan punggungnya pada lemari pasien. Hanaria langsung memeriksa ponselnya, seingatnya ia tidak sengaja merekam kejadian yang berdurasi beberapa detik itu saat ingin menelpon Firlita dengan tujuan menanyakan keberadaannya.
"Ini dia......" Gumam Hanaria, saat melihat video rekaman kejadian terakhir yang sempat ia ambil tanpa sengaja.
Hanaria segera berdiri dari posisi duduknya. Ia melihat Firlita yang terlihat gelisah dalam tidurnya. Tentu saja karena beberapa luka yang ada ditubuhnya.
Tangan Hanaria beberapa kali menjepret Firlita dari beberapa posisi dan mengambil beberapa gambar yang ia anggap perlu.
Waktu menunjukan jam 4 pagi, Hanaria bergegas meraih kunci mobilnya, ia menutup kembali gorden yang menjadi penyekat pembatas antara pasien satu dengan pasien lainnya.
"Selamat malam suster......" Sapa Hanaria saat berada di ruang petugas jaga.
"Selamat malam juga nona, ada yang bisa kami bantu?" Salah satu suster jaga datang menghampiri Hanaria yang berdiri didepan jendela kaca transparan.
"Nama saya Hanaria suster. Saya yang membawa pasien yang bernama Firlita, yang sedang berada dirawat inap ruang Melati nomor 12 kelas 3. Menurut keterangan dokter jaga tadi, besok siang ada dokter kandungan yang akan memeriksakan kandungannya. Lakukan saja tindakan apa yang memang diperlukan untuk pasien. Mengenai administrasi, nanti tagihannya masukan ke atas nama saya saja suster, ini photo coppy KTP saya. Kemungkinan saya baru bisa kembali kerumah sakit ini sore harinya setelah pulang berkerja." Jelas Hanaria.
"Baik nona Hanaria, saya mengerti." Sahut suster jaga dengan senyum ramahnya, ia lalu mengambil photo coppy KTP yang telah diserahkan Hanaria pada dirinya.
"Terima kasih suster, saya pamit dulu."
"Sama - sama nona Hanaria."
Hanaria segera melangkah meninggalkan ruang jaga menuju area parkir.
...•••...
"Selamat pagi tuan Doffy....." Sapa Hanaria saat memasuki ruang atasannya itu.
"Selamat pagi juga Hana, syukurlah..... kebetulan kau sudah kembali Hana, saya senang sekali melihatmu ada disini..... Bagaimana kabar ibumu, apakah sudah sehat?" Tanya tuan Doffy dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Ibu saya sudah sehat tuan." Sahut Hanaria membalas senyum ramah atasannya itu.
"Syukurlah kalau begitu. Hari ini saya akan meninjau beberapa proyek lagi bersama tuan Moranno dan tuan muda Willy, tapi kau tidak perlu ikut bersama kami ke lokasi proyek. Ada pekerjaan yang harus kau selesaikan Hana." Tuan Doffy membuka laci mejanya, lalu mengeluarkan satu berkas dari sana.
"Apa ini tuan?" Tanya Hanaria saat tuan Doffy menyodorkan berkas dihadapannya.
Tuan Doffy lalu membuka berkas itu lembar demi lembar dan mulai menjelaskan pada Hanaria.
"Tuan Moranno ingin mendirikan lagi satu mansion diatas lahan 19.000 meter persegi. Disini juga akan bangunan villa utamannya, lalu ada bangunan villa kecilnya juga. Kau biasa mempelajari kontur tanahnya. semuanya sudah lengkap ada didalam berkas ini, termasuk hasil drone-nya." Jelas tuan Doffy sambil menutup berkas itu kembali dan menyerahkannya pada Hanaria.
"Baru kali ini ada mansion dan villa dibangun dalam satu area lahan yang sama tuan....." Hanaria sempat merasa aneh atas permintaan pemilik Agatsa Group itu.
"Mungkin tuan Moranno punya alasannya sendiri Hana." Sahut tuan Doffy yang tidak terlalu ambil pusing atas permintaan sang majikan.
"Kapan deadline nya tuan?"
"Satu bulan lagi, karena tuan Moranno ingin segera membangunnya."
"Baiklah, saya usahakan untuk mengerjakannya sesuai waktu yang diminta." Ucap Hanaria menyanggupi.
"Hana.....kau sudah kembali?!" Linda memeluk Hana senang saat melihat sahabatnya itu keluar dari ruang tuan Doffy.
Hanaria sampai terengah - engah. "Linda, longgarkan pelukanmu. Napasku sesak....." Pintanya.
"Maafkan aku Hana..... aku sangat bersemangat melihatmu hari ini, rasanya lama sekali aku tidak melihatmu." Ucap Linda terkekeh sambil melepaskan pelukannya.
"Oh iya..... bagaimana kabar ibumu Hana apa beliau sudah membaik?" Tanya Linda lagi.
"Iya, ibu sudah membaik, kalau tidak bagaimana aku bisa pulang kemari." Gantian Hanaria terkekeh.
"Sudah ah, kita kerja dulu....." Ajak Hanaria, keduanya lalu berbalik hendak menuju meja kerja masing - masing.
Brugghhh.....
__ADS_1
Linda hampir terpental jatuh kebelakang. Untung saja ia berpegangan kuat sambil memeluk erat seseorang yang baru saja ia tabrak.
Sementara orang yang ia tabrak hanya berdiri mematung tanpa bereaksi.
Dari aroma parfum yang ia cium, Linda semakin mengeratkan pelukannya saat mengetahui siapa yang sedang ia peluk.
Hanaria mendelikan matanya melihat Linda yang seperti putus urat malunya.
"Linda....." Panggil Hanaria setengah berbisik. Sambil melirik sekilas pria yang sedang didekap Linda dengan erat.
Linda pura - pura tidak mendengar, bahkan ia semakin mengeratkan pelukannya dan terlihat sangat menikmati, membuat Hanaria gregetan melihat tingkah Linda.
"Linda..... apa yang kau lakukan..... lepaskan tuan muda Willy, kau tidak sopan.....!" Tegur tuan Doffy pada bawahannya yang baru saja keluar dari ruangannya.
Dengan wajah gugup dan terlihat gelagapan, Linda serta merta melepas tubuh Willy yang sedang dipeluknya dengan sengaja.
"Maafkan saya tuan Doffy....." Wajah Linda seperti pencuri mangga yang tertangkap basah.
"Bukan pada saya Linda, minta maafnya pada tuan muda Willy."Ucap tuan Doffy pada Linda dan menunjuk kearah Willy dengan tatapan matanya.
"Maafkan saya tuan muda Willy, saya tidak sengaja memeluk tuan. Saya hampir terjatuh, jadi saya berpegangan kuat." Ucap Linda berbohong sambil menatap wajah tampan didepannya dengan tatapan penuh damba.
Willy tidak menjawab, dirinya hanya memperlihatkan wajah datarnya sambil merapikan kemejanya yang terlihat kusut setelah dipeluk erat oleh Linda.
Sementara Hanaria yang melihat hal itu bertambah tidak menyukai CEO baru mereka yang sangat sombong pada pemandangannya.
"Linda, apakah kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu? Besok klien kita akan mengambil designnya, jadi sore ini design itu sudah harus ada dimeja kerja saya, kau mengerti?" Ucap tuan Doffy lagi mengingatkan sang bawahan.
"Iya tuan, saya mengerti....." Jawab Linda, ia tidak berani menatap wajah atasannya itu. Linda membungkuk hormat, dan sebelum pergi meninggalkan tempat itu, ia kembali mencuri pandang melihat sang CEO baru yang kini jadi idola para kaum hawa yang masih lajang dikantor itu. Sementara Willy yang dilihat tampak acuh.
"Tuan muda, anda tidak perlu repot - repot kemari. Seharusnya saya yang akan keruangan tuan muda." Ucap tuan Doffy setelah Hanaria dan Linda sudah meninggalkan mereka berdua. Ia merasa tidak nyaman saat anggota pemilik perusahaan itu datang untuk menjemputnya sebelum kelokasi proyek.
"Tidak apa - apa tuan Doffy. Kebetulan saya kemari ingin menambahkan beberapa hal yang perlu ditambahkan pada design mansion dan villa yang akan dibangun daddy dalam waktu dekat.
__ADS_1
...•••...
♡♡♡ Terima kasih buat kakak pembaca yang telah berkenan meninggalkan like dan comennya. Author berusaha lebih semangat lagi up nya...😁😁🙏♡♡♡