
"Nona Hanaria, kebijakan Anda yang mengharuskan seluruh pegawai memiliki kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan kita, Mega Otomotif telah menuai protes banyak pihak, mulai dari Office Boy sampai para petinggi perusahaan," ucap asisten David memberi laporan.
"Dan hari ini, setelah makan siang, para petinggi perusahaan ini akan mengadakan rapat luar biasa dikantor Direksi," tambah asisten David lagi.
"Rapat luar biasa?" Hanaria menatap wajah asisten David. Bagaimana hal sepenting itu dirinya tidak dimintai persetujuan, batinnya.
"Berikan surat undangannya padaku?" Hanaria mengulurkan tangannya, meminta surat undangan rapat luar biasa yang baru disampaikan oleh asisten David padanya.
"Sayangnya Nona tidak diundang dalam rapat luar biasa itu. Ini rapat tertutup yang dilakukan oleh mereka Nona," ucap asisten David lagi memberitahu.
"Heuh! Lucu sekali!" Hanaria tersenyum sinis, informasi yang telah disampaikan oleh asisten David sangat menyinggung persaannya. Ya, sangat! Dan sangat! Bagaimana tidak, para petinggi itu melakukan apa yang ingin mereka lakukan sesuka hatinya di perusahaan yang telah menjadi miliknya, tanpa menganggap keberadaannya sebagai pemilik yang sah.
"Baiklah, kau boleh pergi asisten David. Lanjutkan pekerjaanmu. Setelah jam makan siang, persiapkan dirimu. Kita akan datang ke rapat luar biasa itu tanpa diundang sekalipun. Aku ingin tahu, apa yang mereka bicarakan." ucapnya lagi dengan pandangan tanpa ekspresi.
"Baik Nona," setelah melaporkan semuanya itu, asisten David membungkuk hormat, lalu meninggalkan Hanaria seorang diri diruangannya.
__ADS_1
"Rupanya mereka ingin bermain-main denganku. Aku juga ingin tahu, sampai sejauh mana mereka melawanku," gumam Hanaria didalam hati, ia memutar-mutar ballpoint ditangannya sambil menyandarkan punggung pada sandaran kursi dibelakangnya.
Setelah beberapa detik kemudian, ia menegakkan punggungnya, kembali melanjutkan pekerjaannya, memeriksa hasil audit yang telah dikirm oleh asisten David ke e-mailnya.
...***...
"Mohon maaf Nona, Anda tidak diperkenankan masuk," larang seorang security jaga dengan tegas, menghadang didepan pintu masuk saat Hanaria dan asisten David sudah sampai disana, didepan gedung rapat dewan direksi yang akan melakukan rapat luar biasa.
"Sebutkan namanya secara jelas dan lengkap, orang yang tidak mengijinkan pemilik perusahaan masuk kedalam gedung rapat miliknya sendiri?" tanya Hanaria menatap datar sang security yang tidak berani memandangnya.
Hanaria menatap dingin kearah sang security yang berdiri didepan pintu, semburat kekecewaan muncul didadanya melihat sikap yang ditunjukan sang securitu itu padanya, ternyata seorang security pun tidak menganggap keberadaannya.
"Saya hargai kepatuhanmu pada orang yang menugaskan pekerjaan ini padamu pak security. Tapi sayangnya, kau tidak patuh pada pemiliknya, yang berkuasa menerima dan memecatmu dari perusahaan ini," ucap Hanaria datar.
"M-maafkan saya Nona. Saya hanya menjalankan perintah."ucap security itu terdengar gugup dan berusaha membela diri, keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya.
__ADS_1
"Tapi disini, kau berhadapan dengan orang yang lebih berkuasa dari orang yang memberi perintah padamu. Seharusnya kau tahu itu, dan lebih patuh padaku," ungkap Hanaria lagi.
"Asisten David," panggil Hanaria, namun tatapannya masih mengarah pada sang security yang tetap menunduk, sama sekali tidak berani mendongakkan wajahnya menatap pada Hanaria.
"Iya, saya Nona," sahut asisten David sigap, ia masih berdiri dibelakang Hanaria dan memperhatikan semuanya.
"Pastikan security ini mendapat gaji terakhirnya hari ini. Dan mulai detik ini, dia tidak diperkenankan melakukan kegiatan apapun diperusahaan ini " tegas Hanaria.
"Baik Nona, sesuai perintah Anda," sahut asisten David sambil membungkuk hormat.
"Pak security, kembali ke pos jaga, dan ganti semua atribut yang kau kenakan itu disana. Tunggulah disana sampai kepala HRD memanggilmu," ucap asisten David pada security itu.
Sang security yang mendengarnya, hanya bisa pasrah. Menyesali tindakannya sudah tidak ada gunanya lagi. Ia lalu berlalu pergi, meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang tidak tergambarkan.
Bersambung...👉
__ADS_1