HANARIA Wanita Sejuta Rasaku

HANARIA Wanita Sejuta Rasaku
Episode 54 Visual Hanaria, Billy, dan Willy


__ADS_3

"Suster Nana..... apakah suster melihat barang - barang saya yang diletakan disini tadi??" Tanya Hanaria pada sustet Nana yang sedang membereskan ruang rawat inapnya yang telah dirinya tempati selama 6 hari ini.


"Tuan muda sudah membawa barang - barang nona lebih dulu kemobilnya. Tuan muda mengatakan kalau dirinya menunggu nona diparkiran." Jelas suster Nana.


"Tuan muda Willy maksud suster Nana??" Tanya Hanaria lebih memastikan.


"Iya nona....."


"Kenapa tuan muda membawa barang - barangk saya? Saya tidak memintanya?" Ucap Hanaria terheran - heran sambil memegang keningnya, kepala Hanaria tiba - tiba terasa pening dengan ulah atasannya itu.


"Maafkan saya nona Hana, saya tidak tahu, saya hanya diperintahkan tuan muda untuk menyampaikan pesan itu saja." Ucap suster Nana menunduk hormat.


"Baiklah..... terima kasih banyak suster Nana....." Hanaria segera bergegas. Suster Nana sempat memperhatikan Hanaria berlari - lari kecil menyusuri lorong rumah sakit.


"Beruntung sekali nona itu, tuan muda dan keluarganya begitu perhatian padanya." Gumamnya lalu melanjutkan pekerjaannya membereskan beberapa pekerjaan yang belum selesai.


Hanaria memegang dadanya yang sedikit terasa sakit karena berlari - lari dilorong - lorong rumah sakit hingga tiba diparkiran. Hanaria melihat kesana - kemari, mencari keberadaan mobil sport merah milik tuannya itu.


"Waduh..... jangan - jangan tuan Willy sudah pergi, bagaimana ini?" Gerutu Hanaria masih menoleh kesana - kemari tapi tidak menemukan mobil yang ia cari.


"Pak security......!! Tunggu pak.....!!" Panggil Hanaria, saat seorang petugas keamanan melintas didepannya.


"Apakah bapak ada melihat mobil sport merah milik tuan muda Willly tadi disini??" Tanya Hanaria masih dengan napas sedikit memburu, sisa - sisa lelahnya setelah berlari dilorong - lorong rumah sakit.


Security itu memperhatikan penampilan Hanaria dari atas kebawah dan kembali keatas lagi. Hanaria yang melihat sikap security itu merasa tidak nyaman dibuatnya.


"Pak security, apa maksud anda memperhatikan saya seperti itu??" Tanya Hanaria tidak suka.


"Maafkan saya nona..... saya baru melihat anda disini. Dan untuk apa nona menanyakan keberadaan mobil tuan muda?" Tanya security itu dengan wajah sangarnya.


Hanaria memutar bola matanya, suasana panas terik seperti ini membuat dirinya ingin menghajar security yang seolah mencurigai dirinya.


"Nama saya Hanaria, pasien dirumah sakit ini selama enam hari, dan hari ini saya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Mozes yang merawat saya. Dan saya mencari tuan Willy karena barang - barang saya dibawa olehnya." Tegas Hanaria dengan nada kesal.


Security bertubuh kekar dan berwajah sangar itu terlihat menyunggingkan senyum ejekan diujung bibirnya.

__ADS_1


"Hmm...... Mungkin yang anda maksud adalah tuan Willy yang lain nona, bukan tuan muda Willy yang merupakan salah satu anggota keluarga pemilik rumah sakit ini. Tidak mungkin tuan muda membawa barang - barang anda. Beliau bisa menyuruh siapa saja pegawainya." Ucap security itu dengan senyum yang masih terlihat mengejek.


"Terserah pak security saja mau berpendapat apapun. Yang jelas saat ini, saya mau segera pulang dan sampai dirumah karena ada orang tua saya datang dari kampung." Hanaria mulai tidak sabar berhadapan dengan security yang terlihat sekali menganggap dirinya rendah dan remeh.


"Nah..... apa lagi seperti keluarga yang datang dari kampung.... Jelas anda salah orang nona.... Sangat tidak masuk akal, bila tuan muda mau membawa barang anda nona." Ucap security lagi membuat Hana bertambah muak mendengarnya.


Hanaria langsung bergegas pergi meninggalkan security itu tanpa permisi, ia menerobos lahan parkir dibawah sinar matahari siang yang begitu terik sambil melihat kesana - kemari, untuk menemukan mobil milik Willy.


"Nona.... nona.... anda mau kemana??!!" Teriak security itu sambil mengejar saat melihat Hanaria menuju lahan parkir khusus. Hanaria tidak menggubris teriakan security itu. Dalam.pikiriannya hanya ada bagaimana cara dirinya bisa mengambil barang - barangnya yang sudah dibawa Willy.


"Akhirnya......." Hanaria merasa gembira saat dari kejauhan melihat mobil sport merah sedang terparkir diparkiran khusus. Sejenak ia memperhatikan sekelilingnya, lahan parkir itu memang terlihat berbeda dari lahan parkir yang lain, dan hanya terparkir mobil sport merah milik Willy dan satu mobil mewah milik Moranno yang sangat dikenal oleh Hanaria lewat plat nomornya.


Hanaria dengan cepat menghampiri mobil Willy, ia menggedor - gedor pintu mobil merah menyala itu dengan tidak sabar. Sementara keringatnya begitu banyak bercucuran membasahi wajahnya.


"Nona..... nona......!!! Apa yang anda lakukan....!!! Anda bisa merusak mobil tuan muda.....!!!" Teriak security yang ternyata mengikutinya dari belakang. Hanaria masih tidak perduli, rasa kesalnya membuat dirinya terus menggedor pintu mobil Willy semakin keras.


"Stop nona....!!! Orang seperti anda tidak akan mampu mengganti mobil tuan muda bila sampai lecet....!!!" Bentak security itu sambil menarik tangan Hanaria dengan kasar membuat Hanaria terjatuh dilantai parkir karena kurang keseimbangan.


"Apa yang terjadi disini pak security......?? Hanaria dan security langsung menoleh kearah datangnya suara. Entah dari mana datangnya, Moranno dan Willy sudah berdiri dibelakang keduanya.


Security langsung membungkuk hormat. "Maafkan saya tuan Moranno dan tuan muda Willy. Wanita ini mau merusak mobil tuan muda Willy, jadi saya berusaha melarangnya, tapi dia tidak mau mendengarkan peringatan saya tuan." Jelas security itu.


"Apakah anda tidak apa - apa nona Hana?" Tanya Moranno melihat kearah Hanaria yang sudah berdiri dibantu Willy.


"Saya..... baik - baik saja tuan....." Sahut Hanaria sambil membungkuk hormat pada Moranno.


"Apakah ada yang terluka??" Tanya Moranno lagi.


"Tidak ada tuan......" Sahut Hanaria masih membungkuk hormat. Moranno lalu mengalihkan pandangannya pada sang security yang tertunduk menatap lantai lahan parkir.


"Siapa namamu??" Tanya Moranno menatap datar pada security itu.


"Andra tuan......" Sahut security itu masih menunduk tidak berani memandang kearah Moranno.


"Sudah berapa lama kau berkerja disini pak Andra?" Tanya Moranno dengan sikap tenang.

__ADS_1


"Dua bulan tuan....." Sahut pak Andra.


"Saya suka cara kerja anda pak Andra, anda bersikap tegas untuk menjaga keamanan dimana anda berkerja. Dan saya tetap berharap anda bisa bersikap lebih menghargai dan tidak berkata kasar pada setiap pengunjung yang keluar masuk rumah sakit ini tanpa membedakan siapapun yang datang, karena rumah sakit ini memang untuk melayani semua lapisan masyarakat. Nona Hana, dia baru sembuh dari sakitnya, dan hari ini baru diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya." Jelas Moranno.


"Iya tuan, saya mohon maaf..... saya tidak tahu sebelumnya......nona Hana memang ada memberitahu saya kalau dirinya adalah salah satu pasien, saya pikir nona Hana berbohong." Ucap security itu pada Moranno, dirinya merasa bersalah dengan wajah masih menunduk segan.


"Nona Hana..... maafkan saya sudah bertindak kasar pada anda....." Ucap security itu melihat sekilas pada Hanaria, lalu segera menunduk lagi.


"Anda boleh pergi sekarang pak Andra....." Ucap Moranno.


"Baik tuan..... terima kasih....." Setelah membungkuk hormat, security itu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


"Anda baik - baik saja nona Hana....?" Tanya Moranno lagi pada Hanaria yang berdiri tidak jauh darinya.


"Iya tuan..... saya..... baik - baik saja." Sahut Hanaria gugup. Hanaria begitu sungkan, karena selain baik dan berkarisma, tuannya itu sangat dihormati karena merupakan pemilik perusahaan dimana dirinya berkerja.


"Kenapa nona Hana sampai terjatuh seperti tadi?" Moranno yang sebenarnya melihat semua kejadian itu pura - pura tidak mengerti.


"Saat saya kembali dari bagian administrasi..... saya melihat barang - barang saya sudah tidak ada diruang rawat inap tuan.... menurut suster Nana, tuan Willy yang membawanya. Jadi saya keparkiran disebelah sana. Namun karena tidak melihat mobil tuan muda Willy saya bertanya pada pak security yang tadi, kebetulan dirinya melintas didepan saya. Karena tidak diberi jawaban, saya mencari sendiri mobil tuan muda. Security tadi mengejar saya, kebetulan dirinya melihat saya menggedor - gedor pintu mobil tuan muda dengan kasar, maka terjadilah hal seperti yang tuan lihat tadi. Maafkan saya tuan..... saya bersalah..... " Ucap Hanaria sambil menunduk tanpa berani menatap wajah Moranno. Sementara Willy menahan senyum melihat Hanaria yang bersikap begitu hormat pada ayahnya, berbeda sekali saat sedang berhadapan dengan dirinya.


"Apakah kau tidak tahu kalau Willy tidak ada didalam mobilnya?" Moranno menatap Hanaria yang menunduk dihadapannya.


"Tidak tuan......karena kacanya gelap saya pikir tuan muda Willy ada didalam mobilnya."


"Lalu untuk apa kau mencarinya?" Tanya Moranno lagi membuat Hanaria semakin gugup untuk menjawabnya.


"Untuk mengambil barang - barang saya yang dibawa oleh tuan muda Willy tuan......"



HANARIA



BILLY MORANNO AGATSA

__ADS_1



WILLY MORANNO AGATSA


__ADS_2