HANARIA Wanita Sejuta Rasaku

HANARIA Wanita Sejuta Rasaku
Episode 65 Bertemu Pemilik Salon


__ADS_3

Hanaria membelokan mobilnya memasuki halaman salon kecantikan sesuai petunjuk yang dikatakan Firlita padanya. Hanaria memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang telah disediakan.


"Apakah kau yakin turun dari mobil ini dengan wajah seperti itu Firlita??" Hanaria menatap wajah Firlita yang sembab akibat menangis.


Firlita tidak menjawab, ia mengambil tissue dan mengusap wajahnya yang nampak lusuh dan kusut. Dengan cepat dikeluarkannya alat make-up nya dari dalam tas kerjanya. Ia membersihkan wajahnya dan memasang pelembap dan foundationnya.


Berbekal pengalaman dirinya sebagai seorang SPG, dengan mudahnya Firlita memoleskan wajahnya dengan pilihan - pilihan warna make-up natural sesuai kulitnya untuk menghilangkan kesan sembab diwajahnya menjadi kesan bersinar dan ceria.


Hanaria berdecak kagum melihat kepiawaian Firlita dalam memoles wajahnya sendiri hingga tidak terlihat bahwa dirinya baru saja habis menangis..Kurang dari tiga menit, Firlita sudah siap dengan wajah cantiknya.


"Luar biasa......"Puji Hanaria sambil melepaskan sabuk pengamannya lalu turun dari mobil.


Keduanya berjalan bersama menuju pintu salon yang dijaga oleh seorang petugas security.


"Selamat pagi nona, ada yang bisa dibantu?" Sapa sang security sopan.


"Perkenalkan, nama saya Firlita, saya karyawan baru di salon ini pak, nyonya Mexan menyuruh saya datang pagi ini untuk menemuinya." Sahut Firlita.


"Kalau begitu, silahkan masuk nona Firlita, anda sudah ditunggu. Disudut kanan sana, itu ruangan kerja beliau." Jelas sang security menunjuk kesalah satu pintu ruangan yang tertutup rapat.


"Terima kasih......" Firlita dan Hanaria mengulas senyumnya pada sang security, kemudian keduanya melangkah masuk menuju ruangan yang telah ditunjuk kan sebelumnya.


Security memperhatikan sejenak kedua wanita yang baru saja melewati dirinya didepan pintu. Pandangan matanya pokus pada tubuh Hanaria yang tinggi semampai. "Jangkung sekali wanita itu" Gumamnya seraya melihat dirinya sendiri yang hanya sebatas bahu Hanaria.


Firlita mengetuk pintu perlahan. Beberapa detik kemudian barulah terdengar suara dari dalam ruangan. "Masuklah.....!"


Firlita menatap sekilas kearah Hanaria yang berdiri disebelahnya, setelah mendapatkan anggukan dari kakak angkatnya itu, Firlita lalu meraih kenop pintu dan mendorongnya dengan perlahan.

__ADS_1


"Selamat pagi nyonya Mexan....." Sapa Firlita begitu pintu berhasil dibukanya.


"Selamat pagi juga Firlita..... masuklah.....!" Wanita yang sudah tidak muda lagi itu menghentikan kegiatan dimeja kerjanya sambil melemparkan senyumannya pada Firlita dan Hanaria yang masih berdiri didepan pintu.


Firlita dan Hanaria segera masuk dan duduk disofa tamu yang telah dipersilahkan oleh nyonya Mexan.


Nyonya Mexan beranjak dari kursi kerjanya dan ikut duduk bersama kedua tamunya, lebih tepatnya lagi adalah satu tamunya saja, karena Firlita sudah menjadi karyawannya dihari itu.


"Nyonya Mexan, perkenalkan..... ini kakak saya, namanya kak Hanaria....." Ucap Firlita memperkenalkan kakak angkatnya itu.


Hanaria mengulurkan tangannya dan disambut dengan ramah oleh nyonya Mexan. "Senang bertemu dengan anda nona Hanaria, apakah anda seorang model?" Tanya nyonya Mexan sambil memperhatikan tubuh Hanaria yang telihat lebih tinggi walau sedang duduk.


"Bukan nyonya.... saya hanya seorang pegawai biasa di salah satu perusahaan yang ada dikota ini juga." Sahut Hanaria sambil tersenyum tipis.


"Oh begitu...... berkerja di perusahaan mana nona?" Tanya nyonya Mexan lagi hanya berbasa - basi.


"Mmm..... itu perusahaan besar dan terkenal dikota ini. Anda pasti seorang yang luar biasa nona. Setahu saya.... hanya orang - orang berprestasi dan berdedikasi tinggi saja yang bisa diterima di perusahaan itu." Ujar nyonya Mexan. Hanaria hanya merespon perkataan majikan baru Firlita itu dengan senyumannya.


"Saya mengenal pemilik perusahaan Agatsa properti Group itu, mereka adalah salah satu pelanggan setia kami di salon ini. Nyonya Agatsa sering kemari bersama menantunya, yaitu nyonya Yurina, juga putrinya yang seorang dokter, yang sekarang tinggal di Singapura ikut suaminya." Ujarnya lagi.


"Anda sepertinya sangat dekat dengan keluarga Agatsa nyonya Mexan." Ucap Hanaria saat mendengar wanita itu menyebutkan nama - nama anggota dari keluarga Agatsa itu dengan baik.


"Ya.... hanya sebatas hubungan pemilik salon dan pelanggan saja nona...... Oya, maafkan saya..... mengajak anda mengobrol kesana - kemari. Kedatangan anda, mengantarkan adik nona dihari pertama ia berkerja, mungkin saja ada sesuatu yang ingin anda sampaikan nona Hana...." Ujar Nyonya Mexan menebak.


"Iya nyonya.....anda benar. Firlita adalah adik saya. Saya hanya ingin memastikan, adik saya Firlita berkerja ditempat yang aman. Karena saat ini dia sedang mengandung." Ucap Hanaria.


"Saya tahu itu nona Hana, Firlita sudah menceritakannya. Bagi saya, seorang wanita hamil tidak masalah berkerja disalon saya ini, yang penting dia punya kemampuan untuk menjadi seorang perias, dan saya lihat Firlita memiliki kemampuan itu. Nantinya, saya juga akan memberi pembelajaran tambahan berupa pelatihan - pelatihan supaya kemampuannya semakin terasah nona Hana." Jelas nyonya Mexan.

__ADS_1


"Apakah nyonya Mexan juga tahu kalau adik saya belum bersuami?" Nyonya Mexan nampak sedikit terkejut, namun dirinya berusaha untuk menyembunyikan rasa keterkejutannya itu. Firlita yang duduk disamping Hanaria hanya bisa menundukkan kepalanya mendengar perbincangan antara Hanaria dengan bos barunya itu.


"Tidak......" Sahut nyonya Mexan singkat.


"Maafkan saya nyonya Mexan, saya sebenarnya tidak mau mengungkapkan ini, karena ini privasi adik saya. Tapi saya harus mengatakannya karena dia berkerja ditempat nyonya. Bila sesuatu sampai terjadi yang ada kaitannya dengan kehamilan adik saya ini, anda tidak merasa terkejut. Dan harapan saya, nyonya sebagai pemilik tempat adik saya berkerja ini, bisa melindungi keselamatan adik saya, baik dari pekerjaan, sampai kepada orang - orang yang berniat jahat padanya. Saya mohon nyonya....." Ucap Hanaria tanpa berusaha menyembunyikan apapun dari pemilik salon kecantikan itu.


Nyonya Mexan mengangguk - anggukkan kepalanya pelan tanda mengerti atas segala yang disampaikan Hanaria padanya.


"Saya sangat berterima kasih pada anda nona Hana, karena anda telah menyampaikan semuanya secara terus terang. Walau anda tidak mengatakannya secara lebih terperinci, saya bisa menyimpulkan bahwa Firlita adalah korban dari seorang laki - laki yang tidak bertanggung jawab. Selama Firlita ada disalon ini, saya akan berusaha melindungi keselamatannya nona." Hanaria langsung mendesah lega mendengar pernyataan nyonya Mexan. Sebelumnya, dirinya sempat was - was bila apa yang ia sampaikan bahkan akan membuat Firlita kehilangan pekerjaan barunya ini.


"Syukurlah nyonya Mexan..... Saya sangat lega dan merasa senang sekali...... anda sangat baik..... walau sudah mendengar hal yang demikian dari kami." Ucap Hanaria sambil tersenyum lega.


"Saya hanya berusaha bersikap berempati saja pada apa yang tengah dihadapi Firlita. Dirinya pasti membutuhkan dukungan dari orang - orang terdekatnya. Siapa mereka? Tentu saja orang itu seperti anda nona Hana, kakaknya..... dan orang seperti saya juga, orang ditempat ia berkerja." Ucap wanita paruh baya itu bijak.


"Saya sungguh berterima kasih banyak pada anda nyonya Mexan......." Hanaria terlihat begitu bahagia, ia merasa tidak terlalu khawatir lagi, karena masih ada orang yang perduli pada keadaan Firlita selain dirinya, terlebih lagi orang itu adalah pimpinan ditempat Firlita berkerja.


"Nyonya Mexan.... saya sepertinya harus segera pamit untuk pergi berkerja. Maafkan saya, karena sudah mengganggu waktu anda." Ucap Hanaria sambil melirik arloji yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Sama sekali tidak nona Hana....."Sahut nyonya Mexan tersenyum ramah.


"Firlita, kau bersyukur..... memiliki pimpinan seperti nyonga Mexan......"Ucap Hanaria pada Firlita sambil memandang kearah nyonya Mexan. Nyonya Mexan hanya tersenyum memandang Hanaria.


"Kakak berangkat dulu. Berkerjalah dengan baik disini, nanti sore kakak akan menjemputmu pulang." Hanaria lalu berdiri. Ia membungkuk hormat pada nyonya Mexan.


"Sekali lagi..... Terima kasih nyonya...... saya permisi....." Ujar Hanaria.


"Hati - hati kak....." Ucap Firlita ikut berdiri.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2