
Rosalie membuka pintu kamar dengan hati-hati, matanya tidak sengaja saling bersitatap dengan mata elang milik suaminya yang tengah duduk bersandar di headboard tempat tidur memperhatikan dirinya, ia mengalihkan pandangannya, membawa seteko air minum dan meletakannya diatas nakas.
"Belum tidur Pah?" Rosalie naik ketempat tidur lalu menyandarkan kepalanya dipundak suaminya.
"Belum," Hartawan mengusap lembut rambut wangi isterinya. "Suara teriakan siapa tadi? Kencang sekali," tanya Hartawan, masih mengusap lembut rambut isterinya.
"Suara Rosalia, Pah" sahut Rosalie, ia tetap menjawab walau sebenarnya ia tahu tanpa ia mengatakannya, suaminya pasti mengenali suara putri kesayangannya itu.
"Kenapa anak itu teriak seperti itu? Mengganggu seisi rumah saja," ucapnya.
"Rosalia kesal karena Billy yang sudah datang sesuai janji mereka malah diusir sama Papah." Rosalie bergerak, menegakkan tubuhnya yang semula bersandar pada bahu suaminya, kini ia berpindah dan menyandarkan punggungnya pada headboard tempat tidur dibelakangnya.
Hartawan ikut bergerak dan mengubah posisinya menghadap kearah isterinya. "Apa Mamah cerita jujur ke Rosa?" telisiknya.
"Iya," sahut Rosalie singkat menatap mata kelam suami tercintanya itu.
Hartawan mendesah, ia lalu menyandarkan kembali punggungnya pada headboard dibelakangnya.
Rosalia meraih tangan Hartawan, lalu mencium punggung tangan suaminya itu dengan lembut, "Mamah bisa memahami Papah begitu protektif menjaga Rosalia selama ini, termasuk saat putri kita itu kuliah diluar negeri bersama Willy. Menyingkirkan semua laki-laki yang berusaha mendekati Rosalia karena kita tidak kenal baik keluarganya."
"Tapi Billy? Kita mengenal baik pribadinya, juga kedua orang tuanya, bahkan semua keluarga besarnya. Bahkan Sejak mereka balita, Rosalia sudah berteman baik dengan Billy dan Willy."
"Lalu apa yang membuat Papah seperti tidak menyukai Billy? Dia pemuda yang baik Pah," ucapnya masih menggenggam tangan suaminya dan menaruhnya diatas pangkuannya.
"Anak itu bahaya," ucap Hartawan datar, ia membiarkan isterinya terus menggengam tangannya.
__ADS_1
"Bahaya? Maksud Papa?" Rosalie sedikit memajukan tubuhnya untuk memandang wajah suaminya.
"Sewaktu anak itu masih kecil, masih TK nol besar Mah, dia sudah berani mencium bibir Rosalia. Dan bukan hanya sekali saja aku memergokinya melakukan itu. Itu sebabnya aku tidak suka kalau dia dekat-dekat dengan Rosalia berdua saja bila tidak ada Willy. Kecil-kecil anak itu sudah bisa mesum," ucap Hartawan, mengingat apa yang pernah dilakukan Billy kecil pada putri kecilnya.
Dokter Rosalie ingin tertawa mendengar akhir kalimat suaminya, tapi ia sadar ini adalah pembahasan yang serius.
Ketika itu, ia memang beberapa kali melihat suaminya menarik Billy kecil yang tengah memeluk Rosalia kecilnya, tapi waktu itu hanya memeluk tidak sampai mencium.
"Pah, Mamah rasa itu hal yang biasa saja, namanya juga anak kecil. Apalagi itu dilakukan Billy kecil sebagai wujud salam perpisahan mereka pulang dari sekolah kerumah masing-masing." ucap Rosalie, bukan maksud membela, hanya berusaha mengungkapkan hal yang biasa dilakukan oleh anak-anak, supaya suaminya itu tidak menanggapinya serius.
"Mah," Hartawan menolehkan kepalanya kearah isterinya yang duduk disebelahnya.
"Mamah pasti ingat ilmu parenting tentang se*s yang harus diketahui oleh anak-anak "kan? Ada beberapa bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, teman, atau siapapun, selain anak itu sendiri dan orang tuanya, Itu bertujuan untuk melindungi anak dari perlakuan tidak senonoh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab, Mah," terang Hartawan memberi alasan atas apa yang ia lakukan.
"Iya, Mamah tahu itu, dan Mamah setuju," ucap Rosalie memahami pemikiran suaminya, Dirinya dan suaminya itu memang acap kali memberi pembelajaran itu pada Rosalia kecil mereka, walau disekolah anak-anak memang sudah diajarkan oleh guru-gurunya.
π π
Sedikit Catatan untuk orang tua, supaya dapat mengajarkan pada anak-anaknya mulai usia dini.
Bagian tubuh yang tidak dapat disentuh orang lain, yaituΒ :
__ADS_1
Mulut
Dada sampai perut,
Alat kelamin, dan
Bokong.
Bagian-bagian tubuh ini hanya dapat disentuh oleh diri sendiri, orang tua (sebaiknya mama), dan dokter (jika sakit saja).
__ADS_1
π π