
"Dokter.sudah waktunya pulang, semuanya sudah beres," seorang suster perawat yang sedari tadi menunggu didepan ruang operasi melongokan kepalanya kedalam ruangan. Merasa bingung apa yang dilakukan dokternya itu didalam sana.
"Pulanglah! Tidak perlu menungguku Suster, tugasmu sudah selesai," sahut Rosalia dari dalam.
Suster itu terlihat bingung, tidak mungkin dia meninggalkan Rosalia sendiri disana, karena dirinya yang di amanatkan untuk mengunci ruang operasi, petugasnya sudah pulang lebih dulu karena ada keperluan keluarga.
"Suster, kenapa Anda masih ada disini? Bukankah jadwal operasinya sudah selesai 40 menit yang lalu?" terdengar suara bariton dari belakang.
Suster itu menoleh, ia buru-buru membungkuk hormat, saat menyadari siapa yang datang. "Selamat malam dokter Faraz. Dokter benar, tapi didalam masih ada dokter Rosalia." ucapnya pada kepala rumah sakit itu.
Pria paruh baya itu menatap sebentar kearah pintu yang terbuka lalu kembali beralih lagi pada suster yang berdiri didekatnya itu.
"Baiklah, saya akan memeriksa apa yang dilakukan dokter Rosalia didalam." pria itu melangkah masuk, sementara suster itu tetap menunggu diluar saja.
"Selamat malam dokter Rosalia."
Rosalia gegas berbalik, ia mengubah raut kagetnya dengan senyuman saat melihat pria seusia ayahnya ada disana. "Selamat malam juga Dok. Tidak biasanya Dokter masih ada di rumah sakit selarut ini." ucap Rosalia seadanya, padahal dirinya telah mengetahui dan acap kali melihat kepala rumah sakitnya itu sering melakukannya.
__ADS_1
"Saya hanya berkeliling, melihat suasana rumah sakit ini," sahut pria itu tersenyum tipis. "Lalu, apa yang dokter Rosa lakukan disini, bukankah kegiatan operasinya sudah lama usai?" tanya pria itu sambil melihat ruang operasi yang nampak rapi dan bersih.
"Saya hanya merapikan sedikit beberapa barang yang berantakan Dok," sahut Rosalia.
"Dokter Rosa tidak perlu melakukan itu, bukankah ada petugas yang akan mengerjakan hal itu. Tugas dokter Rosa hanya menangani pasien. Jangan sampai karena kelelahan, pekerjaan utama dokter nantinya akan terhambat." tegurnya lembut.
"Saya hanya ingin menghabiskan waktu saja Dok. Saya tidak ingin diam, saya ingin terus berkerja, saya ingin terus menyibukkan diri, saya ingin terus--"
Rosalia kemudian terdiam, seketika ia tersadar telah berbicara begitu panjang bagai kereta api.
"Saya--, baik-baik saja Dok," Rosalia buru-buru menunjukan senyumnya, menyimpan segala hal yang ia rasa untuk dirinya sendiri.
"Dokter benar, saya harus tetap sehat supaya bisa menangani pasien, jadi saya harus pulang sekarang. Besok pagi saya akan kembali lagi kemari?" Rosalia membungkuk hormat lalu tanpa bicara lagi segera bergegas.
Dokter Faraz menatap kepergian Rosalia yang berlalu dari hadapannya, sedikit banyak ia cukup tahu tentang Rosalia yang sudah berkerja selama tiga tahun di rumah sakit yang ia pimpin.
...🍓🍓🍓...
__ADS_1
"Rosalia sudah pulang?" Hartawan menyerahkan jas kerjanya pada isterinya.
"Belum Pah, katanya ada jadwal operasi malam ini. Harusnya jam segini sudah pulang," sambil melihat ke jam dinding kamar yang menunjukan pukul 12 malam.
"Mamah sudah telepon?" tanya Hartawan khawatir.
"Sudah, tapi tidak diangkat. Telpon kerumah sakit katanya masih di ruang operasi." sahut Rosalie.
"Papah jemput Rosalia sekarang. Tolong ambilkan jaket," Hartawan meraih kumci mobilnya yang ia letakan dimeja rias isterinya lalu mengenakan jaket yang baru diambil Rosalie dari lemari pakaian.
Drum! Drum! Drum!
Rosalie dan Hartawan saling berpandangan sesaat. "Itu suara mobil Rosalia," ia segera berlari menuju tirai gorden, dan menyekanya. Benar saja, dibawah sana, Rosalia sedang memasukan mobilnya ke dalam garasi.
Keduanya bernafas lega melihat Rosalia sudah kembali pulang walau dimalam yang sudah larut.
Bersambung...👉
__ADS_1