HANARIA Wanita Sejuta Rasaku

HANARIA Wanita Sejuta Rasaku
277. Surga dan Neraka Pernikahan


__ADS_3

Billy mengangkat kedua tangan Rosalia yang ia genggam, dengan lembut dikecupnya lembut punggung tangan perempuan itu tanpa ada penolakan dari sang empunya.


"Siapa yang memberimu ijin mencium tangan putriku?!"


Billy dan Rosalia sama-sama tersentak, keduanya buru-buru melepaskaan tautan tangan mereka dengan wajah memucat ketika Hartawan tiba-tiba saja muncul didepan pintu yang tidak ditutup oleh suster.


"Pa-pah."


"Pak Hartawan."


Gumam keduanya bersamaan.


"Berani-beraninya kalian melakukan itu disini," ucap Hartawan datar dengan langkah ringannya mendekati keduanya.


"Push Up 100 kali dengan satu tangan dan satu jari!!" sentak Hartawan dengan jarinya menunjuk ubin pada Billy.


Tanpa menunggu perintah untuk kedua kalinya, Billy patuh dan melakukan apa yang dititahkan padanya.


"Pah! Papah tidak bisa sekehendak hati melakukan itu pada Billy!" protes Rosalia sedikit menyaringkan suaranya. Sementara Billy sudah mulai menghitung mundur dari angka 100 dengan suara lantang.


"Biarkan dia menjalani hukumannya. Seorang bawahan memang wajib melakukan perintah atasannya," datar Hartawan tanpa memandang putrinya. Ia hanya memperhatikan Billy yang terus melakukan gerakan naik turun disertai suara lantangnya.

__ADS_1


"Itu berlaku bila diarea kerja Papah dan Billy. Tapi ini rumah sakit, tempat ku berkerja. Jadi hentikan hukumanmu Pah," pinta Rosalia berargumen pada ayahnya.


"Baiklah, perintahkan Billy untuk stop kalau kau bisa. Papah mau tahu suara siapa yang didengarnya," tantang Hartawan pada putrinya.


"Billy berhentilah, disini rumah sakit, bukan area kerjamu dan Papah," ucap Rosalia tidak tega melihat pujaan hatinya diperlakukan ayahnya begitu keras.


Billy seakan tidak mendengar, laki-laki itu terus saja berhitung dengan tubuhnya yang naik turun berirama, melakukan apa yang diperintahkan Hartawan padanya, walau Rosalia memohon didekat telinganya.


"Apa kata Papah," Hartawan tersenyum menang.


"Ayo, kita pergi. Papah kemari untuk mengajakmu makan siang," ucap Hartawan lagi melihat kearah putrinya.


"Ayo Rose, makan siang dulu sama Papah. Atau kau mau Papah menambah 100 push up lagi buat Billy?" ancam Hartawan sedikit memaksa


"Iya, iya, iya! Kita pergi," Rosalia cepat mengiyakan ucapan ayahnya, ia tidak mau ayahnya menambah hukuman Billy karena dirinya, apalagi pemuda itu begitu patuh bagai kerbau yang dicucuk lub*ng hidungnya.


Rosalia meraih tasnya disisi meja kerjanya dengan wajah ditekuk, dan buru-buru meninggalkan Billy yang masih terus menjalankan hukumannya dengan gigih tanpa mengeluh.


"Sus, antarkan berkas pasien yang ada diatas meja saya kebagian admisitrasi. Dan berikan ini pada teman saya yang didalam setelah ia menyelesaikan tugasnya," ucap Rosalia mengeluarkan sekotak cokelat dari dalam tasnya sebagai camilannya pada suster petugas yang ada didepan ruangannya.


"Baik Dok," sahut suter itu menerima kotak cokelat dan meletakannya diatas meja.

__ADS_1


Rosalia kembali menoleh sekilas pada Billy yang belum selesai dengan hukumannya dalam ruang kerjanya. Jujur, ia kasihan pada pemuda itu. Dengan buru-buru menyusul ayahnya yang sudah memberi isyarat dengan sorot matanya.


"Kenapa Papah begitu kejam pada Billy?" Rosalia baru bersuara, setelah dirinya berada didalam mobil bersama ayahnya. Ia mengenal ayahnya sebagai seorang yang baik, tapi kenapa sikapnya sekarang berubah garang.


"Papah punya banyak pertimbangan Rosa. Dan sebaiknya kau selalu patuh pada ketentuan Papah, karena ini semua Papah lakukan karena menyayangimu," Hartawan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Billy itu baik Pah, dan Papah pasti tahu itu," lirih Rosalia.


"Rosa, segala sesuatu perlu diuji, termasuk Billy, pemuda itu butuh melewati beberapa fase bila dia benar-benar mau menikahimu."


Rosalia menoleh kearah ayahnya yang sedang menyetir, mungkinkah ayahnya itu mendengarkan pernyataan Billy padanya tadi, batinya.


"Untuk masuk perguruan tinggi, semua calon mahasiswa bukankah perlu mengikuti ujian? Apakah dirinya nanti layak atau tidak menjadi mahasiswa diperguruan tinggi itu."


"Dan untuk mendapatkan emas yang murni perlu dilebur dalam dapur perapian, dan itu tidak mudah Rosa." ucap Hartawan masih dalam perumpamaannya.


"Kau adalah kesayangan Papah dan Mamah Rosa. Kami akan melakukan apapun supaya kau bahagia. Dan kami harap laki-laki yang menjadi pasangan hidupmu juga begitu," Hartawan membelokan kemudinya memasuki area restoran disisi kiri jalan.


"Perlu kau tahu Rosa, kau akan menemukan dan menikmati indahnya surga dunia dalam pernikahan saat menemukan pasangan yang tepat. Dan kau akan menemukan nerakanya dunia saat kau salah memilih pasanganmu," Hartawan mematikan mesin mobilnya lalu mengajak Rosalia keluar bersamanya menuju Restoran yang selalu ramai dengan pengunjungnya itu.


Bersambung...👉

__ADS_1


__ADS_2