HANARIA Wanita Sejuta Rasaku

HANARIA Wanita Sejuta Rasaku
286. Berita


__ADS_3

Rosalie memperhatikan putrinya yang terlihat bahagia berada ditengah-tengah keluarga Agatsa. Raut kekesalan sama sekali tidak nampak lagi diwajah cantiknya apalagi kemarahan seperti yang diperdengarkan saat ditelepon siang tadi.


Putrinya itupun terlihat sangat lahap makannya. Suara canda tawanya bersama Willy lebih mendominasi dibandingkan suara yang lainnya diruang makan malam itu.


Dari dulu hingga kini, putrinya itu memang terlihat akrab dengan seluruh penghuni rumah itu, tidak terkecuali dengan nyonya Agatsa, wanita tua yang selalu kaku pada siapapun, bahkan ia menganggap putri sambungnya itu adalah cucunya sendiri.


Mungkin perasaan nyaman itulah yang membuat putrinya itu akhirnya jatuh hati pada Billy, yang memang memiliki perangai yang baik.


"Rosa Sayang, kita pulang sekarang yuk, sudah larut malam," ajak Rosalie lembut pada putrinya itu, setelah mereka kembali menyambung obrolan di ruang keluarga.


"Tapi Mah--, Rosa kepengen nginap disini saja malam ini sama Oma, boleh yah?" ucap Rosalia penuh harap menatap ibunya, begitu pula dengan yang lainnya.


Rosalie nampak bingung, ia merasa dilema. Bila mengabulkan permintaan Rosalia, suaminya itu pasti akan marah, karena dirinya diutus ke rumah keluarga Agatsa untuk membawa pulang putri mereka.


Bila tidak mengijinkan Rosalia menginap, Rosalie juga kasihan pada putrinya itu, mungkin ia ingin menenangkan dirinya pasca kepergian Billy untuk menunaikan tugas negaranya diperbatasan.

__ADS_1


"Maafkan saya mengganggu nyonya Besar, tuan Hartawan datang berkunjung," bibi Nani datang dengan tergopoh-gopoh sembari membungkuk hormat.


Semua yang ada disana saling berpandangan, termasuk Rosalie dan Rosalia, keduanya heran kenapa Hartawan sampai menyusul mereka


"Persilahkan langsung masuk saja Bi," ucap nyonya Agatsa datar begitu mendengar nama ayah kandung dari Rosalia itu disebut.


"Baik Nyonya Besar," bibi Nani bergegas. Tidak berselang lama, kepala asisten rumah tangga itu kembali dengan Hartawan bersamanya.


"Selamat malam nyonya Besar," Hartawan membungkuk hormat setelah menatap sejenak pada nyonya Agatsa dan semua yang ada diruangan itu.


"Mari silahkan duduk," ucapnya lagi mempersilahkan.


Mendengar perkataan nyonya Agatsa barusan, Hartawan tahu nyonya besar rumah itu sedang menyindirnya, begitu pula dengan Rosalie dan Rosalia, keduanya merasa was-was sembari menahan nafas hingga beberapa detik, khawatir Hartawan akan membalas ucapan sang tuan rumah.


Hanaria menggenggam erat tangan Willy diatas pangkuannya, perasaannya juga khawatir, sama seperti dua dokter kandungan yang memiliki hubungan ibu dan anak itu.

__ADS_1


"Tenang saja, tidak perlu risau, Oma memang begitu, tapi yakinlah papah Hartawan tidak bakalan balas berkomentar," bisik Willy pada isterinya itu.


"Senang bisa bertemu Anda malam ini Nyonya besar, semoga Anda selalu sehat," ucap Hartawan dengan senyumnya.


"Terima kasih, saya harap tuan Hartawan juga senantiasa sehat dan selalu lancar dan berhasil dalam segala pekerjaan," balas nyonya Agatsa turut mendoakan.


"Mohon maaf Nyonya besar, karena malam sudah cukup larut, saya mohon ijin untuk mengajak kedua wanita berharga saya ini pulang," tanpa basa-basi Hartawan kembali bersuara sambil melirik arloji ditangannya.


"Oh sayang sekali kalau begitu, saya terlambat. Tadinya saya ingin meminta ijin pada Anda untuk mengajak Rosalia menginap disini bersama Saya sebelum Billy menikah," sesal nyonya Agatsa.


"B-Billy akan menikah? Dengan siapa Oma? Kapan?" Tanpa sadar beberapa pertanyaan memberondong begitu saja dari bi*ir Rosalia, wajahnya mulai diliputi kabut, sementara tangannya mencengkram kuat lengan nyonya Agatsa yang duduk disebelahnya.


"Tinggal menunggu Billy pulang dari tugasnya di perbatasan Rosa, dan kau akan tahu siapa gadis pilihannya saat Billy bersanding dengannya dipelaminan," ucap nyonyaa Agatsa setenang mungkin.


"Mungkinkah gadis yang sempat nyonya Yurina perbincangkan dengan Nyonya besar di acara minum teh tadi?" duga Rosalie yang khawatir melihat perubahan sikap Rosalia setelah mendengar berita pernikahan Billy.

__ADS_1


Bersambung...👉


__ADS_2