Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Flashback Hafiz (2)


__ADS_3

"Yola ...." Terdengar nada putus asa di suara Ilham.


Yola tampak menarik napas panjang untuk mengatur napas, agar isak tangisnya mereda.


"Cukup sampai di sini Abang. Mulai sekarang Yola tak akan lagi punya hubungan dengan abang. Yola akan meminta papa memutuskan hubungan pernikahan ini. Dan lagi seperti Sonia bilang kita tak terikat pernikahan resmi secara negara. Ini tidak akan sulit memutuskannya. Hanya berpisah saja, cukup kan? Ke depannya semoga aku tak akan pernah bertemu dan berhubungan dengan abang lagi. Semoga Abang dan Sonia bahagia."


Mendengar kata- kata ucapan perpisahan Yola untuk Ilham spontan membuat Hafiz berbalik agar Yola tak melihat dirinya saat keluar dari kamar pengantin itu.


"Yola!! Yola!" panggil Ilham berusaha untuk mengejar istri pertamanya itu tapi Sonia menahannya.


"Ilham! Sudahlah tu. Tak payah kejar budak tu. Sekejap lagi acara akan dimulai," bujuk Sonia.


Dan seterusnya Hafiz tak lagi mendengar suara perdebatan Ilham dan Sonia, karena kini dia telah mengikuti Yola yang berjalan linglung sambil menangis. Betapa Hafiz sangat ingin menenangkan hati sahabatnya itu. Namun dia urung saat melihat Abimanyu dan Ratih yang segera menyusul putrinya itu.


"Mamaaaa .... bawa Yola dari sini, Ma! Yola nggak kuat ... Yola mau pulaaaang, huuuuu huuu" ratapnya di pelukan sang Mama.


"I- iya, sayang. Kita pulang!"


Hafiz juga masih sempat melihat kemarahan di mata Abimanyu dan masih belum puas melampiaskan kekesalannya. Tapi Ratih keburu menarik Abimanyu dari sana dan memilih untuk menenangkan putri mereka dulu.


"Ayo, Pah! Udah!"


Dan Hafiz hanya bisa menatap kepergian mereka dalam kepedihan.


Selepas kepergian Yola dan orang tuanya, Hafiz lama terpekur mengasingkan diri di salah satu sudut hotel ini. Betapa kasihannya dia melihat Yola saat ini. Hafiz bahkan tak punya muka lagi untuk menemui wanita itu. Bagaimana pun abangnya adalah penyebab luka di hati gadis itu.


Tak tahan lagi dengan semua itu, Hafiz tiba- tiba bangkit dan berdiri. Dia ingin menemui Ilham dan berbicara langsung dengan sang abang, apa alasan lelaki itu menikah lagi dan mencampakkan Yolanda. Dia benar- benar tak terima dengan pernikahan Ilham. Hati dan kehidupan Yola akan hancur pada akhirnya.


"Abang, kite mesti bicara," kata Hafiz dengan wajah yang kaku di tengah keramaian para undangan.


"Nanti sahaja Hafiz," tolak Ilham dengan wajah yang tak kalah kusut. Dia bagaikan patung pajangan di pesta pernikahannya sendiri.

__ADS_1


"Sekarang!" desak Hafiz.


"Tak boleh. Kau tak tengok ke, ada banyak tamu undangan kat sini. Kau Hafiz, kan? Kau nikmati sahaja ape- ape yang dipersembahkan kat sini. Kau dah makan ke ... Kakak akan suruh seseorang untuk hantarkan kau ..."


Sonia mencoba mengambil hati Hafiz.


"Kau siape? Aku tak kenal pun dengan kau. Tak payah merasa kita ni dekat. Abang, kalau kau tak nak bicara baik- baik dengan aku, aku nak tanya ape alasan abang berbuat macam ni? Abang berkahwin lagi dengan wanita ini? Macam mana dengan Yola, Abang?!" teriak Hafiz.


"Hafizzz!!!!" teriak Sonia.


Mereka memang belum pernah bertemu sebelumnya. Namun dulu Ilham sering menceritakan tentang adiknya Hafiz pada Sonia. Namun meski Hafiz adalah adiknya Ilham, Sonia takkan rela kalau pesta pernikahannya ini dirusak begitu saja oleh bocah ini.


Tapi Hafiz sama sekali tak mau menghiraukan teriakan Sonia. Yang ada sekarang Hafiz malah mencengkram kerah baju Ilham.


"Abang! Jawab aku! Jawaaaab!!! Macam mana dengan Yola abaaang?!!!" jerit Hafiz.


Tapi Ilham tetap tak bergeming.


"Kau memang pria cilaka! Macam mana kau boleh lepas tanggung jawab macam ni! Aku selalu banggakan kau, Abaang!!! Bahkan di hadapan Yola. Aku yang suruhkan dia berkahwin dengan kau! Aku kate kau adalah abang aku yang paling best sedunia! Kau pasti akan jagakan dia! Bahwa dia takkan menyesal berkahwin dengan abang. Tapi kenape? Kau kecewakan aku? Kau sakiti hati dia!! Sekarang macam mana aku boleh berjumpa dengan dia? Dia akan salahkan aku. Huuuu ... Mati sahaja kau, b*debah!!"


Hafiz masih ingin memukul Ilham tetapi orang di sekeliling mereka melerai. Zubaedah yang sedari tadi sibuk mencari Hafiz tak menyangka akan menemui kedua putranya itu sedang dalam kondisi hubungan yang tak menyenangkan.


"Hafiiizzz!!!" pekik Zubaedah.


Hafiiz menoleh.


"Mamah, mamah pun merestui abang untuk berkahwin lagi?" tanya Hafiz.


Zubaedah tak menjawab. Dia merasa terpojok oleh pertanyaan Hafiz.


"Kite bicarakan nanti ini di rumah ye?" bujuk Zubaedah yang langsung direspon oleh Hafiz sebagai pembenaran atas jawaban pertanyaannya.

__ADS_1


"Teganya, Mamah ...." gumam Hafiz tak percaya.


"Hafiz ...." Sang Ibu kembali membujuk Hafiz. Suasana pesta perkawinan ini seketika menjadi berisik karena kelakuan Hafiz yang membuat keributan di sini.


"Mamah, Papah, Atok? Kalian semua merestui abang untuk berkahwin lagi? Sampai hati kalian pada Yola, Mamah? Kalian yang meminta dia dahulu ..." Hafiz tak melanjutkan kata- katanya. "Waktu itu dia masih budak kecil .... Dan sekarang kalian buang dia begitu sahaja?"


"Hafiz, tak macam tu. Mamah boleh jelaskan, ya .... Hafiz jangan marah, sayang. Tak de yang membuang Yola ... "


Zubaedah masih berusaha membujuk Hafiz. Dia tahu kedekatan Hafiz dan Yola sejak mereka masih SD. Mereka sahabat yang bahkan lebih dekat dari saudara.


"Kalian berdusta!!" tuding Hafiz. "Aku baru sahaja tengok dia pergi dari sini. Dia menangis Mamah! Dia tak pernah sedih macam tu. Kalian sakiti dia dengan perkahwinan ni. Aku tak boleh tengok muka dia lagi lepas ni. Keluarga ni dah sakiti dia. Aku pun menyesal menjadi bahgian keluarga ni. Rasanya aku tak nak menjadi bahagian dari keluarga tak berperasaan ni ...."


"Kalau macam tu, baguslah! Kau sadar dirimu sendiri siape akhirnya. Hanya anak pungut je, nak bertingkah macam- macam," kekeh Sonia.


Deg!


Seakan ada yang memukul jantung Hafiz.


"Sonia!!!" bentak Ilham.


Dia yang sedari tadi diam tiba- tiba berubah murka mendengar perkataan Sonia. Begitu pun Zubaedah yang nampak menggeretakkan giginya geram.


Namun sikap Ilham dan Zubaedah yang nampak marah itu malah membuat Hafiz menjadi curiga dan langsung merasa ada sesuatu yang salah di sini.


"Anak pungut?" gumam Hafiz. Perhatiannya teralihkan dari masalah Yola Ilham ke kata- kata itu.


"Ya, anak pungut. Kau tak sadar siape dirimu sendiri ke? Kau bukanlah darah daging keturunan Nirwan. Kau hanye anak yang dipungut untuk menggantikan puteri keluarga Nirwan yang hilang je. Andini!" kata Sonia lagi dengan tawanya yang mengejek.


****


Flashback terus thor? Biar lebih jelas semua konfliknya, kan? Jadi JDM ni gengs nggak cuma cerita tentang cinta aja ya guys. Tapi tentang keluarga juga. Maka jangan heran kalian kalau nanti cerita ini bakal panjaaaaaang ....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya juga ya beib ...


__ADS_2