Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Rapat Pemegang Saham


__ADS_3

Ammar memandang Abimanyu dengan mata tak berkedip. Lalu kemudian ganti menatap sang mommy dan daddy.


"Kalau Ammar ikut Atok main ke Jakarte, Atok tak buat jahat lagi ke dengan Mommy dan Daddy aku?" tanya anak itu polos.


Abimanyu menatap Yola dan menunjuknya.


"Perempuan itu, yang kau panggil Mommy, adalah anakku. Aku papanya, daddy-nya. Aku tak mungkin menyakitinya, kan?" jawab Abimanyu.


"Nggg .... Kalau Daddy macam mana? Atok masih pukulkan Daddy juga ke kalau Ammar ikut Atok main ke rumah Atok?" tanya Ammar masih dengan mimik polos menggemaskan.


Abimanyu memandang Ilham sejenak. Dalam hatinya dia ingin menjawab Ammar betapa dia masih belum puas memukul ayah dari bocah itu. Menantunya yang sangat berani mengancam ayah mertua sendiri, huhh!


"Atok ...." panggil Ammar sambil menggoncang- goncangkan tangan Abimanyu.


"Hmmm .... Itu tergantung Daddy-mu, Nak. Kalau Daddy- mu menyakiti Mommy- mu, Atok tak janji tidak akan memukulnya," jawab Abimanyu.


"Oh, kalau pasal tu, Atok usah risau. Daddy tak mungkin akan sakiti Mommy. Daddy sayaaang sangat dengan Mommy. Cinte. Atok tahu cinte ke?" tanya bocah itu membuat sang kakek terheran- heran.


Bocah ini bahkan mengerti apa itu cinta. Sebenarnya apa yang diajarkan keluarga Nirwan pada cucunya ini?


"Atok, atok tahu cinta ke?" tanya Ammar lagi.


Karena didesak terus oleh bocah itu, akhirnya Abimanyu lebih memilih untuk menggeleng.


"Tidak tau, memangnya apa?" tanya Abimanyu.


Ammar mengumpulkan ingatannya untuk menjelaskan apa itu cinta yang pernah diberitahu oleh Grandma-nya.


"Grandma kate cinta itu, pabila kau sangat sayangkan seseorang. Dia dekatmu kau rase bahgia, dia jauh darimu, kau rase rindu. Dan bile dia menyakitimu, kau merase sakit kerananya tetapi kau tetap maafkan die. Dan bile kau yang sakiti die, kau akan rase menyesal sepanjang mase. Dan jika dia tak ade lagi, hatimu rase kosong, tak ade isinya lagi, Atok. Macam tulah cinte. Atok dah paham?"


Abimanyu terlihat sangat takjub akan kecerdasan cucunya ini dalam berbicara. Atau mungkin dia juga cerdas dalam hal yang lain?


Abimanyu tertawa kecil dan mengacak-acak rambut cucunya yang telah lama tak pernah dia sentuh ini. Sebenarnya jauh dalam hatinya dia juga sangat menyayangi dan merindukan cucunya itu.


"Aku akan ingat itu. Tapi ngomong- ngomong bisa kau panggil aku kakek saja? Orang Indonesia memanggil kakek untuk atoknya. Kakek tak terbiasa dipanggil Atok," pinta Abimanyu.


"Baiklah, Atok eh, Kek ...."


Abimanyu meraih telapak tangan mungil milik Ammar.

__ADS_1


"Jadi kau mau tidak ikut Kakek ke Jakarta?" tanya Abimanyu lagi.


Ammar menunduk.


"Ammar mestilah tanyakan pasal tu pade Mommy dan Daddy juge, pada grandma juge. Tapi .... Ammar boleh kawani Kakek selama di KL. Kakek beduduk di mane kat KL sini?" tanya Ammar.


"Kakek tinggal di hotel. Ammar mau ikut kakek ke hotel?" tanya Abimanyu penuh harap.


Ammar menatap Ilham kemudian Yola.


"Ammar boleh ikut Kakek ke, Dad? Mom?" tanya Ammar.


Yola melihat pada Ilham. Dia berharap suaminya itu memberikan ijin pada Abimanyu untuk membawa Ammar ke hotel tempat sang ayah menginap. Siapa tahu dengan begitu Papanya bisa menjadi dekat dengan anak sulung mereka itu dan luluh hatinya untuk memberikan lagi restu pada keduanya.


"Abang ...."


"Ammar boleh sahaja ikut dengan Kakek Abi. Tapi nanti malam kau harus balik ke rumah Atok, esok pula kau mesti ke Tadika," jawab pria itu sebelum Yola merengek dengan lebih jelas padanya.


"Papa dan Ammar ikut diantar driver aja ke hotel," kata Ilham. "Saida, kau pun ikut juge! Nanti Ammar merepotkan kakeknya kalau tak ade kau!" perintah Ilham pula pada Saida.


Dan drama mini mereka di pagi hari itu akhirnya selesai juga dengan kepergian Ammar bersaman Abimanyu ke hotel tempatnya menginap selama di Malaysia.


"Taklah. Papa Abi pun atoknya juge. Tak mungkin Papa akan menyakiti Ammar kan?" Ilham balik bertanya.


"Nggak takut Ammar dibawa kabur Papa ke Jakarta dan nggak dipulang-pulangin lagi ke sini?" tanya Yola usil.


"Taaak," jawab Ilham sembari menarik pinggang istrinya itu dan memeluknya.


Mereka sekarang berada di ruang kerja Yola kembali.


"Berani Papa Abi tak kembalikan Ammar, anak perempuan dan cucu dalam perutnya pun akan aku tawan selamanya. Tak boleh berjumpe dengan dia lagi," jawab Ilham sembari mengecup perut Yola sayang.


Yola merengkuh wajah Ilham. Dengan penuh rasa syukur dia mengecup kening suaminya itu. Sepertinya konflik dan ketegangan dengan papanya sudah mulai berkurang sejak Ilham mengajak Abimanyi bicara 4 mata di ruangan ini tadi.


"Abang tadi ngomongin apa sama Papa?" Yola masih saja penasaran terhadap pembicaraan mertua dan menantu itu.


"Rahsia ..." jawab Ilham.


"Abaang ... nggak usah sok misterius gitu deh. Jawab aja napa?" kata Yola dongkol.

__ADS_1


"Abang tak boleh, Sayang. Suatu mase pabila kau harus tahu pun biarkan Papa Abi yang bagi tahu, bukan Abang, oke?" bujuk Ilham? seraya merapikan baju Yola yang sedikit kusut karena membantunya lepas dari pukulan Abimanyu tadi.


"Apaan sih? Aku makin penasaran, tau ..." rengek Yola.


Ilham pun memilih mengabaikannya.


"Satu jam lagi kite ade meeting dengan para pemegang saham. Abang mesti prepare dahulu. Kau juga bersiaplah," kata Ilham dan bangkit dari duduknya. Dia malas jika terus didesak soal pembicaraan dengan Abimanyu tadi.


Yola menghela napas panjang. Tak berhasil mengorek info dari Ilham. Akhirnya dia hanya bisa mengangguk.


Dan satu jam kemudian, mereka telah berada di meeting room N- one dengan belasan para pemegang saham yang bisa hadir dan sebagian lagi mengikuti rapat itu via online atau daring.


Rapat itu berjalan lancar awalnya, hingga di pertengahan rapat, tiba- tiba Leon mengangkat tangannya dan menyela Ilham yang sedang memimpin jalannya rapat.


"Ya, kenape Leon?" tanya Ilham.


Leon menunjuk monitor laptopnya.


"Baru sahaja, ade yang membeli saham N- one Grocery sebanyak 5%, di bursa Malaysia" katanya memberi tahu.


Bisik- bisik para peserta rapat langsung terdengar memenuhi ruangan itu. Tentu saja mereka heran siapa orang kaya yang berani membeli saham langsung sebanyak itu. 1% saja dari keseluruhan saham N- one, harganya bisa mencapai ratusan juta RM. Dan siapa orang yang telah membeli 5% dari saham itu.


Ilham mengetuk meja, agar ruang rapat kembali kondusif.


"Harap tenang sikit!" perintahnya.


Lalu dia berpaling ke arah Leon.


"Siapa orang itu, yang telah membeli saham sebanyak itu?" tanya Ilham tak kalah penasaran dengan yang lain.


"Saham dibeli secara online dengan user name Yolanda. Yolanda Gunawan!" jawab Leon.


Semua peserta kembali berbisik- bisik. Sebagian yang tahu nama Yolanda langsung melihat pada wanita itu.


Hah? Aku? batin Yola. Dia menunjuk pada dirinya sendiri seakan bertanya pada Leon apakah lelaki itu tidak salah membaca nama user name pembeli saham itu.


****


Hai, hai, hai ... Siapa ya kira- kira yang memakai nama Yolanda untuk membeli saham N- one? Dan apa tujuannya?

__ADS_1


Mau lanjut? Banyakin like dan koment dulu, tapi mungkin baru besok author bisa up soalnya hari ini sampai malam author mau ngerjain tugas di noveltoon writing academy dulu. Tetap tunggu kelanjutannya ya....


__ADS_2