
"Cie, cie ... yang jadi pengantin akhirnya ...," goda Yola pada Putri yang sedang dirias di kamar pengantin.
Yola sendiri sedang meng-ASI-hi Ruby di atas ranjang pengantin sembari memperhatikan Putri yang tengah dirias oleh MUA kenamaan di kota Palembang itu.
Putri hanya tersenyum sumringah. Telah beberapa bulan berlalu hingga akhirnya hari jadi pernikahan antara ia dan Hafiz akhirnya akan terlaksana juga.
"Mbak, pejam kelopak matanya! Kita aplikasikan eye shadow-nya dulu ya!" kata Mbak MUA itu menginstruksikan Putri untuk mengikuti step by step make up pengantin yang akan membuat dia tampil mempesona hari ini.
"Put, kamu dan Hafiz bulan madunya mau ke mana habis nikah?" tanya Yola usil.
"Ihh, Yola ahh, nanyanya itu. Malas aku kalau bahasannya itu," rengek Putri.
"Loh kenapa?" tanya Yola balik.
"Malas aja bahas itu. Yang lain udah sering godain aku pakai pertanyaan kayak gitu. Masa iya kamu ikut-ikutan begitu juga juga? Ih, basi p," ledeknya.
"Bukan basi, Sepupu. Tapi abang suruh tanyain kalian mau kemana. Dia mau ngasih kado paket honeymoon," jawab Yola.
Kali ini Putri menyunggingkan senyumnya.
"Yang benar?" katanya sambil membuka kelopak matanya, ia melirik pada Yola lewat pantulan cermin.
"Pejam lagi kelopak matanya, Mbak!" Make Up Artist itu mengingatkan Putri untuk memejamkan kembali matanya agar ia bisa dengan leluasa mengerjakan tugasnya merias pengantin itu.
"Ya benarlah. Sekarang kamu bilang kamu mau bulan madu ke mana, entar abang yang akan atur untuk kalian," kata Yola.
"Uhuyyy asyik. Kemana aja boleh nih?" Putri terdengar cengengesan.
"Hmmm ... tapi jangan aji mumpung lu," ejek Yola.
"Eh, biarinlah. Kamu tu yang jangan kikir sama sepupu dan adik ipar sendiri. Cuma ngasih paket bulan madu keliling eropa selama sebulan aja untuk seorang president directur N-one mah keciiiil. Apaan pewaris Guna-1? Pelit! Nggak like itu, mah!" Mengatakannya Putri mencibir.
Tentu saja yang dia maksud pewaris Guna-1 adalah Yola.
"Eh, btw, itu Eva nggak datang ke sini?" tanya Putri.
"Ya mana kutahu. Kamu undang dia nggak?" Yola balik tanya.
__ADS_1
"Aku ada ngundang dia kemarin lewat DM, tapi dia juga nggak bisa mastiin bisa datang apa nggak," jawab Putri.
"Emm, nggak bisa datang mungkin. Soalnya sekarang dia sibuk juga bantuin Papa di Guna-1," kata Yola.
"Tapi Dini pasti datang, kan?" tanya Putri lagi.
Mereka bertiga, Andini, Putri dan Eva sejak berada di Kuala Lumpur tahun lalu memang memiliki hubungan yang cukup akrab, meski pun akhirnya mereka harus berpisah dan tinggal di kota bahkan negara yang berbeda, tetapi ketiganya selalu aktif dan saling terhubung lewat sosial media.
"Datanglah. Dia ada di hotel sama mamah papah dan rombongan," Yola menjelaskan.
"Hihi syukurlah. Seru kalau ada mereka. Minimal salah satunya," kata Putri.
"Belum selesai make up-nya?" Tiba-tiba Ratih datang, masuk ke dalam kamar pengantin.
"Sebentar lagi, Bu," kata perias pengantin ini.
"Cantik banget Putri," puji Ratih.
Putri menyempatkan membuka kelopak matanya, dan tersenyum melihat Ratih yang berada di depannya menyaksikan prosesi merias dirinya itu.
"Makasih, Tante. Tante Ratih tuh yang paling cantik. Heran aku tuh, tante udah punya dua cucu masih aja centess cetar badai kayak gitu. Yola mah sama tante kalah jauh. Lewaaat ...," ejeknya.
"Ihh, kamu kok sewot sih. Aku cuma muji tante aku donk. Memang cakep kok. Jangan-jangan Tante Ratih nih mau nyaingin pengantinnya nih hari ini," seloroh Putri sambil tertawa terkikik.
Ratih tertawa sambil duduk di ranjang pengantin di sebelah Yola.
"Nggak donk, Sayang. Mana mungkin tante mau nyaingin kamu. Pokoknya hari ini harinya Putri. Putri yang jadi ratunya. Iya, kan, By?" Ratih segera meraih cucu bungsunya yang baru selesai menyusu itu.
Yola sendiri menyerahkan putrinya pada sang Mama dan membenahi dirinya serta merapikan bajunya kembali.
"Aduuuh enyang ya chayang udah mimik cucu ama mommy?" Ratih mengajak bicara cucunya dengan bahasa baby yang menggemaskan sambil mengelap bibir dan pipi Ruby yang sedikit basah karena ASI sang mommy Yola.
"Disendawain dulu Ma, Ruby-nya," kata Yola mengingatkan mamanya.
Ratih segera memposisikan bayi berusia hampir 11 bulan itu berdiri di pangkuannya dan menepuk-nepuk pundak bayi itu agar bersendawa.
"Nah, good baby!" puji Ratih manakala bayi itu akhirnya bersendawa.
__ADS_1
"Ihh, pintar apanya. Ruby suka gigitin aku kalau lagi nen biasanya. Tumben-tumbenannya aja pagi ini nggak. Kalau nggak, nggak tahu gimana deh ngilunya. Bisa-bisa aku nggak bisa fokus di acaranya Putri entar," keluh Yola.
"Udah, Mi, jangan ngeluh! Mommy dulu waktu baby juga suka gigitin nenek uti kali kalau lagi nen. Nggak ingat aja sih ..., Ya, kan By? Cucu uti yang paling cantik dan pintar ini," cibir sang nenek, tidak terima kalau cucunya dikatain tidak pintar karena suka menggigit ni*ple sang mommy kalau lagi menyusu.
"Ya, ya, ya. Yang ketemu sama nenek utinya, yang disayang sama utinya, yang selalu dibelain utinya, sampai-sampai mommy-nya nggak dihiraukan lagi. Iya deh, iya. Mommy ngerti kok." Yola balas cibir.
Ratih memang sangat menyayangi cucu-cucunya. Tiap bulan dia selalu menyempatkan diri mondar-mandir Jakarta-Kuala Lumpur, hanya agar bisa bertemu dua cucu kesayangannya. Pengalaman berpisah dari Ammar di waktu lampau membuat Ratih tidak ingin melewatkan waktu untuk menghabiskan kebersamaan dengan kedua cucunya. Pun saat ini, mereka ada kesempatan bertemu di akad nikah sekaligus resepsi pernikahan Putri.
"Put, entar kamu sama Hafiz jangan tunda-tunda deh punya momongan," nasehatnya pada keponakannya itu.
"Ihh, tante apaan?" Putri jadi tersipu mendengar nasehat dari tantenya itu.
"Masa Yola udah punya anak dua, kamu mau tunda-tunda lagi. Disusul donk!" Ratih memprovokasi.
"Disusul apaan sih, Tan? Kayak kereta aja disusul," kekeh Putri.
"Kalau itu mah Mama nggak usah khawatir, Abang udah siapin paket honeymoon buat Hafiz dan Putri habis nikahan nanti. Tinggal Putri aja lagi, bisa ngegas pol apa nggak, hahaha," gelak Yola.
"Iss! Yola! Mulutmu pengen tak cabein deh, ihh! Sebal aku!" umpat Putri sebal.
Yola pun hanya tertawa melihat Putri yang uring-uringan karena digodain terus olehnya itu.
Yola setia menunggu Putri sampai selesai dirias. Sementara Ruby dan Ammar ada dengan Abimanyu dan Ratih. Hingga akhirnya tak lama setelah calon pengantin itu selesai dengan riasannya, seseorang dari kerabat mereka pun melongokkan kepalanya ke dalam kamar.
"Siap-siap ya! Calon mempelai pria dan rombongan keluarganya telah tiba!!"
Yola tersenyum dengan sumringah, sementara Putri sendiri jantungnya semakin tak karuan.
"Putri, tenanglah!" Yola mencoba menenangkan calon pengantin itu.
"Gugup, Yol!" rengek Putri. Dia yang biasanya bicara asal nyablak kini dilanda kegugupan.
Yola tersenyum lagi. Dalam ingatannya saat dia akad nikah dengan Ilham dulu dia tidak ingat pernah merasakan gugup seperti itu. Dia hanya merasa sedikit ketakutan. Tetapi semua baik-baik saja.
"Tenang, Put. Everything will be alright, just relax."
****
__ADS_1
Hai, hai, hai... Maaf lama updatenya. hihi othor lagi fokus di aplikasi lain dulu. Maaf yak... Btw, follow akun author donk.. 😁