Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Kecemburuan Yuri


__ADS_3

[Yol, kamu dimana?]


Chat dari Yuri tiba-tiba datang saat wanita itu sedang berselonjor di kamarnya.


[Aku pulang ke Jakarta, Yur. Maaf ya aku lupa ngasih tau] kata Yola. Entah kenapa dia merasa bersalah pada Yuri.


[Kamu pulang ada apa? Ada yang penting ya?]


Yola bingung antara bingung ingin memberi tahu atau sebaiknya tidak usah saja.


[Iya, aku ngurus berkas-berkas pernikahan aku dengan abang]


Yola sengaja tidak memberi tahu surprise lamaran yang diadakan keluarga Nirwan padanya. Dia tidak mau nanti Yuri menjadi cemburu karenanya.


[Terus Hafiz kemana?]


Yola berpikir keras ingin memberikan jawaban apa. Tapi kemudian dia memilih jujur saja. Toh dia tidak salah apa-apa. Jadi buat apa berbohong.


[Hafiz ada di Jakarta juga Yur, semua keluarga abang ada di rumahku. Ada acara di sini]


Yuri yang membaca pesan Yola menjadi merengut.


[Acara apaan?]


[Abang membuat acara lamaran untukku, Yur]


Yuri semakin tidak mengerti maksud Yola.


[Acara lamaran? Lamaran apa? Bukannya kalian udah nikah?]


[Iya benar. Tapi Abang pengen bikin acara lamaran ulang untuk aku. Soalnya dulu kami nikahnya cuma seadanya aja. Ga ada acara lamaran. Apalagi resepsi. Jadi sekarang Abang pengen mengganti semuanya hal yang dulu aku nggak pernah dapatin. Gitu ...]


Seketika saja Yuri yang mengetahui hal itu dari Yola entah mengapa merasa cemburu. Dalam hatinya dia bertanya-tanya, kenapa hidup Yola selalu beruntung dari dulu? Dari lahir nasib Yola selalu bagus. Sungguh sangat bertolak belakang dengannya.


[Kamu beruntung banget. Aku aja yang lagi bunt*ng begini, boro-boro mau diadakan lamaran, tanggung jawab Hafiz aja diomongin secara serius aja belum ...] keluh Yuri dalam chatnya.


Yola menjadi tidak enak hati membacanya.


[Nanti ya Yur, sepulang kami ke KL aku akan membicarakan ini lagi dengan Mama]


[Jangan lama-lama ya, Yol. Aku takut perutku semakin membesar nanti. Padahal coba kamu ngomong mau ke Jakarta kan kita bisa bisa barengan sekalian keluarganya Hafiz lamaran ke keluargaku juga,]


[Astaga Yur, aku aja nggak tahu loh kalau abanng sekeluarga mau datang untuk acara lamaran ke sini. Ceritanya Mamaku yang nyuruh aku pulang bawa Ammar ke sini. Mana ku tahu tiga hari kemudian abang datang sama semua keluarga bawa seserahan lamaran. Mereka sengaja bikin surprise untuk aku] kata Yola menjelaskan secara panjang lebar di chatnya.


Yola akhirnya merasa tak enak hati sendiri pada Yuri.

__ADS_1


[Ya udah deh, ngomong-ngomong aku mau minta tolong sesuatu sama kamu, Yol] pinta Yuri.


[Apa?]


[Aku bisa minta tolong nginap di apartemenmu nggak sih?] tanya Yuri.


Yola semakin merasa ada yang aneh dengan Yuri.


[Memangnya kakakmu kemana? Kamu nginap di apartemenku, nggak pulang gitu dia nggak nyariin?]


Yola menunggu hingga beberapa menit hingga kemudian balasan chatnya datang lagi.


[Kakakku lagi pulkam ke rumah mertuanya. Aku nggak ikut. Di rumahnya banyak ada adek iparnya yang cowok. Aku nggak enak tinggal berdua aja sama dia.]


Yola berpikir keras lagi.


[Boleh, ya? Aku sekarang ada di depan apartemenmu sama Hafiz. Please, semalam aja.]


Karena kasihan pada Yuri, Yola pun memberikan codepass untuk bisa masuk ke unitnya.


[Jangan di berantakin tapi. Soalnya aku lagi malas bersih-bersih Yur]


[Oke, siipp!!! Malah kubantu bersih-bersih nanti!]


[Nggak usah. Serius. Tapi kamu tidurnya di kamar yang waktu itu kamu ada nginap di unitku ya] Yola memperingatkan


Usai berchat ria dengan Yuri, Yola termenung memandang ponselnya. Kok seperti ada sesuatu yang aneh dengan Yuri ya? Seperti ada yang disembunyikannya.


Segera Yola mencari Hafiz. Kalau memungkinkan mungkin sebaiknya dia juga perlu bicara dengan Mama Zubaedah sekalian. Dan pucuk dicinta ulam pun tiba, Yola menemukan Mama, Hafiz dan Ilham sedang berada di ruang keluarga. Dan untungnya saja di sana tak ada orang lain lagi.


Mama Ratih sedang pergi menemani Kakak dan kakak iparnya berbelanja oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Palembang. Sementara Papa Abimanyu pagi ini ada urusan di kantornya. Sementara keluarga lain yang kebanyakan berdomisili di Jakarta itu telah pulang seusai acara kemarin.


"Mah, Atok dan Papah Mana?" tanya Yola. Papa yang dia maksud tentunya adalah Papa Ismail ayah mertuanya.


"Ade di depan sedang bercakap-cakap. Biaselah, dua orang tu bapak dan anak jarang berjumpe, jadi biarkan sahaja mereka bercakap dan berbual dahulu," kata Mamah Zubaedah sembari memencet-mencet remot televisi.


"Yola mau ada yang diomongin," kata Yola membuat ketiga orang itu melihat heran dan penasaran padanya.


"Ape?" tanya Zubaedah.


"Ini tentang si Ndut nih!" Tuding Yola pada Hafiz yang sedang duduk di sofa.


Lelaki itu menunjuk dirinya sendiri.


"Ape pasal dengan aku?" jawab Hafiz heran dan tak terima.

__ADS_1


"Ndut, sebenarnya kapan kamu mau nikahin dia?" tanya Yola setengah menuntut. "Maksudku Yuri!"


Mamah Zubaedah menatap Hafiz ingin tahu. Dia juga belum memikirkan ini dengan serius dan Mamah Zubaedah juga penasaran dengan jawaban apa yang akan diberikan Hafiz.


Hafiz menghela napas panjang.


"Yola, kau tak dapat ke percaya dengan aku? Aku betul-betul tak sentuh dia," kata Hafiz frustasi..


Yola lebih frustasi mendengar jawaban Hafiz.


"Ndut, kamu kan udah janji mau nikahin Yuri. Kamu kok sekarang ngomongnya mutar-mutar lagi ke awal? Ga konsisten donk itu, Ndut? Kasihan Yuri. Dan lagi coba pas kalian kesini, sekalian gitu bikinkan acara lamaran juga untuk dia. Sebenarnya dia yang lebih membutuhkan acara lamaran kayak kemarin. Kalau aku dan abang kan memang udah lama menikah. Ada lamaran itu atau nggak, aku sama abang tetap adalah pasangan suami istri," kata Yola dengan bijak.


"Macam mana asal mulanya Hafiz boleh berbuat macam tu? Coba ceriterakan pada Mamah macam mana boleh wanita tu mengaku telah mengandung anak Hafiz?Kerane sejujurnya pun, Mama tak percaya Hafiz dapat berbuat macam tu," celutuk Mamah.


Lalu Yola pun menceritakan dengan seksama apa yang dia tahu tentang Hafiz, bagaimana pria itu mabuk dan ditemukan Yuri hingga berbuat khilaf dan menyebabkan Yuri mengandung sekarang.


"Betul ke itu Hafiz?" tanya Mamah Zubaedah pada Hafiz yang sedari tadi hanya diam mendengarkan Yola memojokkannya terus menerus.


"Percuma Hafiz bicara kalau pada akhirnya korang semua tak percaya dengan Hafiz, Mamah," kata Hafiz.


"Ape susahnya berkahwin? Kau pun dah cukup umur pula. Tak payah berlama-lama macam tu. Nanti pun kau akan tetap berkahwin juge," bujuk Mamah Zubaedah.


Hafiz menghela napas dalam-dalam.


"Mamah nak aku berkahwin?" tanyanya.


Zubaedah mengangguk.


"Baiklah. Aku akan berkahwin seperti yang Mamah dan Yola mahu," kata Hafiz.


Mamah Zubaedah dan Yola hampir bertos ria karena misinya bersalih.


"Tetapi ..."


Sampai disitu Yola dan Mamah Zubaedah berhenti heboh dan menatap kembali Hafiz.


"Tetapi?" tanya Mamah Zubaedah.


"Hafiz tak nak berkahwin dengan dia. Hafiz akan berkahwin dengan wanita lain."


"Siapa?" tanya Mamah Zubaedah dan Yola hampir bersamaan.


"Dengan tu!" Hafiz menunjuk pada seseorang.


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentt ya kawan2 reader...


__ADS_2