Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Lil Sist


__ADS_3

"Sir, please sign a caesarean section agreement for your wife!" Seorang perawat menyodorkan surat persetujuan tindakan di bagian administrasi rumah sakit tempat Yola dilarikan


Menurut keterangan dokter yang menangani Yola, wanita berusia sekitar dua puluh empat tahunan itu harus sesegera mungkin mendapatkan penanganan tindakan caesar karena kantung ketubannya didiagnosis mengalami kebocoran parah dan harus ditangani secepatnya kalau tidak mau janin dalam kandungannya kekurangan asupan oksigen untuk bernapas.


Janin Yola yang baru mencapai usia 31 minggu itu pun melalui vonis dokter akhirnya mau tidak mau harus dikeluarkan paksa melalui tindakan caesar. Dengan hati yang kacau Ilham pun menandatangani surat persetujuan berbahasa Inggris itu.


"Abang, Mamah nak bicara dengan Abang," kata Hafiz sembari memberikan ponsel di tangannya pada Ilham.


Ilham menerimanya dengan lesu. Sungguh pikirannya sangat kusut saat ini. Dia sangat khawatir pada Yola.


"Ilham! Macam mana ini boleh terjadi. Ape yang terjadi dengan menantu Mamah?" tanya Zubaedah dengan panik di telepon.


Ilham menjawab setiap pertanyaan sang Mamah Zubaedah dengan kalut. Dari awal Zubaedah memang tidak setuju akan ide Yola memancing Lucas dengan menjadikan dirinya sebagai umpan. Tetapi menantunya itu tetap bersikeras.


Usai telepon dari Zubaedah, tak lama dia pun kembali harus menghadapi kemarahan Abimanyu yang mengetahui kondisi putranya dari sang besan. Sementara Ratih dalam hal ini belum mereka beritahukan sama sekali karena mereka takut berita musibah yang menimpa Yola berdampak pada kesehatan jantung Ratih yang mulai membaik dari hari ke hari.


"Pokoknya aku tidak mau tahu, Ilham! Kamu pastikan Yola dan cucuku tidak kenapa-kenapa. Mereka harus baik-baik saja, atau kalau tidak aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Kau dengar!!!" teriak Abimanyu di telepon.


Di saat-saat seperti ini, Abimanyu hampir lupa kalau dia telah berbaikan dengan Ilham, namun mendengar putrinya sedang bertaruh nyawa di negara orang untuk melahirkan cucunya, tak urung membuat Abimanyu menjadi panas tak karuan mendengarnya.


Ilham sendiri hanya bisa menarik napas berat dan pasrah menerima segala kemarahan mertuanya.


"Iya, Papa," lirihnya.


"Pastikan Yola dan anaknya sehat. Kalau dia sudah baik-baik saja, baru kami akan kesana. Maksudku dengan Mamanya Yola," kata Abimanyu mulai melunak mendengar betapa lirihnya suara Ilham seakan menanggung beban yang sangat berat dalam hatinya.


"Baiklah," jawab Ilham lesu.


Lalu tanpa mengucapkan salam lagi, Abimanyu pun langsung menutup panggilan internasional-nya itu.

__ADS_1


Selain telepon dari Mamahnya dan mertuanya, Ilham juga menerima telepon dari Leon dan Nadira yang sangat khawatir terhadap apa yang menimpa Yola.


"Ilham, kau sabarkan hati kau, hmm? Yola dan baby korang mesti baik-baik sahaja. Kau pula jangan lupa makan dan rehat berganti dengan Hafiz," nasehat Nadira.


"Hmmm, terima kasih. Korang semua dah banyak memberi penghiburan kepada saye," ucap Ilham.


"Itulah gunanya kawan. Kau usah pikirkan pasal N-one. Kami boleh urus semua kat sini. Kau fokus sahaja dengan Yola."


Ilham pun mengangguk mengiyakan.


Tak lama terdengar samar-samar suara tangisan bayi dari OK (Operatie Kamer). Matanya membulat sempurna, dia tak lagi fokus mendengar suara Nadira di telepon.


"Ilham, suara tangis siape tu? Adik Ammar ke?"


"Nadira sekejap!" Ilham langsung mematikan panggilan teleponnya dan kini bangkit dan tak sabar menunggu di depan pintu ruang operasi.


Hafiz pun ikut-ikutan menyusul Ilham berdiri di sana. Sementara Eva tetap menunggu duduk di kursi dengan khawatir. Hampir sepuluh menit Ilham mondar-mandir di ruang operasi saat, pintu OK itu terbuka lebar dan terlihat Yola didorong dengan brankar, sementara seorang perawat menggendong bayinya dalam balutan bedong yang telah disiapkan oleh pihak rumah sakit.


"Mr. Ilham? Congratulations! Your daughter was born even though it was premature. She is very healthy."


Ilham langsung tercengang mendengar ucapan selamat dari sang dokter.


"Daughter? Not son?" tanyanya setengah tak percaya.


"Yes, she is a beautifully baby girl. Congratulation!" ucap sang dokter meyakinkan.


"Alhamdulillah, ya Allah!"


Tanpa bisa ditahannya air matanya jatuh bercucuran begitu saja. Sujud syukur dia panjatkan di tempat itu detik itu juga. Membuat dokter yang beragama non muslim itu langsung terheran-heran melihatnya. Dia tak pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya. Biasanya ungkapan gembira dari seorang suami atau keluarga pasien saat mendengar istrinya melahirkan dengan selamat adalah memeluknya, menangis haru, atau kadang bersorak kegirangan. Tetapi ini bersujud? Sungguh pria Malaysia yang aneh, begitulah kira-kira yang ada di pikiran dokter itu saat ini.

__ADS_1


Ilham sendiri bahkan tidak tahu arah kiblat sebelah mana. Yang penting di pikirannya saat itu adalah bersujud pada Allah atas karunia-Nya.


Tetapi kemudian dia teringat pada Yola dan segera bangkit dari sujudnya.


"How is my wife, Doctor?" tanyanya.


"Your wife is also healthy. Luckily she was brought here immediately. But ... maybe we need to give her more rest." (Istri anda juga sehat. Untungnya dia segera dibawa kemari. Tetapi ... mungkin kita harus memberikan dia lebih banyak istirahat).


Ilham mengangguk lega. Syukurlah, syukurlah anak dan istrinya baik-baik saja.


Selanjutnya Ilham diajak oleh perawat mengikutinya ke ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk dimasukkan ke inkubator karena bayi itu lahir dengan kondisi prematur dan ibunya tidak sempat diberikan suntik pematangan paru-paru karena kondisi yang mendesak sehingga membutuhkan inkubator untuk perawatan lebih lanjut. Namun sebelumnya Ilham meminta pada perawat itu untuk membiarkannya mengadzani bayi perempuannya itu terlebih dahulu.


Di tangannya bayi itu terasa mungil. Ilham bahkan sampai gamang menggendongnya. Bayi sebarat kurang lebih 4 pon, atau sekitar 1,8 kg itu terlihat menggeliat ringan dalam dekapan sang ayah.


"Hai, budak kecil kesayangan Daddy. Terima kasih dah lahir dengan selamat, Sayang. Daddy loving you. Wellcome to the world!" bisiknya setelah mengadzani bayi itu.


Hafiz hanya bisa melihat dari kaca pintu ruang NICU itu. Dia terharu melihatnya. Tak disangkanya gadis yang pernah sangat dicintainya itu akhirnya memiliki bayi kedua dengan sang Abang. Sungguh mereka memang jodoh yang sebenarnya. Seberapa lama pun berpisah jarak dan waktu, keduanya akan saling menemukan kembali. Defenisi dari jodoh yang sebenarnya.


Usai mengurus bayinya dan memastikannya aman di ruang NICU, Ilham pun segera mencari ruang perawatan Yola. Di sana istrinya itu masih tertidur. Tindakan operasinya itu menggunakan bius total sehingga mungkin akan butuh waktu lebih lama bagi Yola untuk sadar.


Segera Ilham mendekat ke ranjang Yola. Eva mempersilahkan Ilham duduk dan dia memutuskan duduk di sofa tempat para keluarga pasien bisa menunggu.


Ilham menatap Yola yang tangan kanannya masih dililiti oleh infus dan selang darah. Bahkan di hidungnya pun masih ada selang oksigen.


Dengan penuh perasaan pria itu mencium kening Yola dalam.


"Terima kasih, Sayang," ucapnya. "Cepatlah bangun, Abang dah tak sabar kenalkan Yola dengan little sist-nya Abang Ammar ..."


****

__ADS_1


Hai, ada yang mau nyumbang ide ngasih nama buat Lil sist nya Ammar nggak? Oh, iya apa ditamatin sekarang aja 🤭 Jangan lupa like dan komentarnya ya ....


__ADS_2