Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Skak Mat


__ADS_3

"Is ... is... is... macam mane ade perempuan tak tahu malu macam tu?"


"Hu uh. Menggoda dan merayu lelaki punye orang lain, macam tak laku je."


Dalam bilik toilet, Yola yang sedang berganti pakaian mendengar bisik- bisik dua orang wanita sedang menggunjikan seseorang. Dan entah bagaimana dia bisa tau kalau kedua orang itu sedang membicarakannya. Lebih tepatnya mungkin membicarakan pertengkaran antara dirinya dan Sonia.


"Ketua pengarah pun macam lelaki buaya darat je, meskipun wanita tu lebih cantik dan muda dibanding Puan Sonia, tak pantaslah die masih boleh dirayu oleh wanita Indon tu. Ape istilah populer di sana tu? Pelakor? Memang dasar lelaki tak berpendirian! Puan Sonia dah pun memberi die anak, masih je nak tengok- tengok wanita gatal macam tu," balas satu di antara keduanya lagi.


Mendengar itu, Yola menjadi tidak tahan dan segera keluar untuk melihat siapa yang dengan lancang telah membicarakannya dan Ilham itu.


"Jadi siape wanita gatal tu?" tanya Yola tiba- tiba ikut nimbrung di depan kaca toilet bersama kedua wanita itu. Dia sengaja menggunakan logat melayu.


Kedua wanita yang tadi membicarakannya itu saling pandang. Tampaknya tak satu pun di antara keduanya yang mengenal siapa Yola. Di tambah lagi Yola memakai pakaian seragam seperti staf biasa lainnya. Di perusahaan N- one sebesar ini bahkan ada yang belum pernah melihat langsung wajah pimpinan mereka, apalagi hanya Yola.


Yola saat ini sedang menggunakan toilet di lantai 5. Karena tempat untuk mengambil seragam staf memang berada di lantai ini. Yola sendiri menyempatkan untuk mengambil sendiri baju seragam yang dimaksud oleh Nadira tadi dengan tujuan untuk menyesuaikan ukuran baju tersebut untuk tubuhnya. Dan kini dia mencobanya di toilet eh, malah tak sengaja mendengar gosip hot tentang dirinya.


"Kau pegawai baru, ke?" tanya seseorang dari mereka mencoba mengingat- ingat dimana dia pernah melihat Yola. Dia seperti pernah melihat Yola tapi entah dimana.


"Tak juge, aku dah lama pun bekerja kat sini," jawab Yola. "Tetapi aku bekerja di bahagian atas."


Telunjuk Yola menunjuk ke atas langit- langit yang langsung disalah pahami oleh kedua wanita itu, kalau gadis di hadapan mereka ini mungkin adalah pegawai yang kebetulan bekerja di divisi yang berada di lantai 6,7,8,9 atau malah lantai 10 gedung N-one itu.


"Divisi?" tanya orang itu lagi.


"Marketing," jawab Yola singkat.

__ADS_1


Oooo Sales Marketing, batin wanita itu. Dalam pikiran gadis itu, Yola mungkin adalah salah seorang sales marketing N- one yang mungkin pernah berpapasan dengannya di dalam gedung ini.


Berbeda dengan Yola. Yola punya keahlian mengingat dengan cepat orang yang bahkan baru pertama kali ditemuinya. Dia mengenal salah satu karyawan yang sedang menggosipkan dirinya ini hanya dengan melihat wajahnya dan dibuktikan dengan membaca betbame di seragamnya. Berliana Riski.


"Jadi siape wanita nakal yang kakak- kakak maksud tadi ni? Itu ... yang menggoda Ketua Pengarah ..." tanya Yola seperti sangat ingin tahu akan bahan gosip kedua wanita itu.


Kedua wanita itu mungkin sebaya dengannya. Mungkin bisa juga lebih tua.


"Wanita tu, perempuan Indon yang jadi Pengarah Marketing di N- one kite ni. Tadi bergaduh dengan Puan Sonia di lantai bawah nak rebutkan Ketua Pengarah. Sungguh tak tahu malu. Sangat disayangkan aku tak sempat lihat tadi. Kalau tak dah aku vidiokan dan share ke seluruh sosial media, agar semua orang tahu betape murahnya perempuan tu," kata seseorang bernama Berliana Riski itu.


"Oooo ...." Mulut Yola langsung membentuk huruf "O" mendengar cerita gadis itu.


"Kau kemane tadi? Kenape kau dapat ketinggalan moment langka tu, kalau tak dah kite sebarkan di grup moment langka tu, hahahaha ...." tawa wanita yang satunya lagi yang Yola dapat baca di betnamenya bernama Azizah R.


"Aku tadi sedang bertalipon dengan Ramli. Kau macam tak tahu die tu posesif sangat, nak talipon terus setiap waktu setiap minit," keluh karyawan Bernama Berliana itu.


"Putuskan sahaja kekasih kau tu. Masih lebih baik kau macam Puan Marketing tu. Kau cuba sahaja rayu dan goda Ketua Pengarah yang kacak nan handsome tu, siape yang tahu nasib seseorang. Misalnye die suke dengan kau bolehlah kau macam Puan Sonia yang dapat pakai barang- barang branded setiap hari. Siape tak nak dapat Ketua Pengarah macam tu? Dahlah handsome, kaya, senyumnya menawan pula. Amboi jatuh hati awak ni. Jadi isteri kedua ke, ketiga ke, ke empat ke aku pasti takkan menolak. Hahahaha ...." kata Azizah sambil tergelak dengan ekspresi seperti orang yang jatuh hati berat pada orang yang dia maksud.


"Helleh tadi kau kate Puan Pengarah tu murahan, gatal. Sekarang dah berkata lain. Nak jadi isteri kedua, ketiga, keempat pula," olok Berliana.


"Taklah. Aku hanya bergurau je. Macam mana ketua Pengarah boleh memandang wanita macam aku ni. Tak payahlah mengada- ada," jawab Azizah. "Tapi by the way, Pengarah Marketing tu cantik sangat ke hingga dapat membuat Ketua Pengarah kite yang handsome tu berpaling dari dia punya isteri?"


"Aku pun tak tahu. Tapi yang aku dengar- dengar dari karyawan divisi atas, die tu cantik, cerdas, dan mampu menaikkan omset Supermarket N- one pinggir utara kota," kata Berliana.


"Kalau memang dia macam tu tak payahlah nak rayu lelaki orang. Die mesti dapat yang lebih baik dari itu, kan?" tanya Azizah tak percaya.

__ADS_1


"Eeh, tak percaye. Aku kate sejujurnya pada kau ni. Merayu dan menggoda suami orang tu mase ni tak berarti dia tak cantik. Tetapi mungkin itu sebuah penyakit yang susah dapat obatnya. Macam ade kepuasan sendiri bile berhasil rayukan suami orang," kata Berliana lagi.


Yola mengangguk- angguk dengan sabar mendengar semua hinaan yang dituduhkan kedua wanita itu padanya. Tunggu sampai dia dapat celahnya.


"Teruskan, Kak!" kata Yola memprovokasi kedua orang itu agar membicarakan dirinya lebih banyak lagi.


"Selain menggoda Ketua Pengarah aku dengar dia juga menggoda, adiknya ketua Pengarah dan telah bertunangan dengannya. Habis tu pula, dia godakan juge pemilik Hotel Victoria, Tuan Victor Alexander. Aku tak datang di majlis anniversay N- one mase tu. Tetapi aku boleh dengar kate mereka si Puan Marketing ni menari dengan Tuan Victor di depan khalayak. Dah pun pakaiannya seksi sangat. Sungguh tak patut," komentar Berliana lagi terhadap penampilannya.


"Oh macam tu," kata Yola mengangguk- angguk seakan sudah paham cerita kedua orang itu.


"Ho oh, macam tulah informasi yang kudengar tentang wanita penggoda tu. Tapi kau jangan cakap pade siapa- siapa, oke? Kita akan mati kalau die sampai tahu. Wanita tu kejam. Dia bahkan mendapat gelar Queen Devil di N- one sini," kata Berliana memperingatkan.


Sekarang Berliana mulaii resah saat menyebut kata Queen Devil. Entah kenapa perasaannya berubah tidak enak. Sepertinya dia terlalu banyak bicara.


Yola lagi- lagi mengangguk.


"Nama asli wanita nakal, gatal itu siape? Kakak- kakak tahu ke?" pancing Yola lagi.


"Kalau tak salah namanya, Yola- Yolanda Dermawan? Hermawan? Atau siapa ye? Aku lupa. Tapi Yang pasti name dia Yolanda, ... Wan? Ape ye? Lupa sangat aku ni ...."


"Yolanda Gunawan?" tanya Yola sambil mengeluarkan betname bertuliskan namanya itu dari kantongnya.


Kedua karyawan wanita itu hampir pingsan melihat nama dan foto yang tertera di betname milik Yola. Itu orang yang sama dengan yang ada di hadapan mereka. Dan kini mereka merasa telah di ....


Skak Mat!!

__ADS_1


****


Jangan lupa like dan komentnya beib....


__ADS_2