Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Andini dan Ammar


__ADS_3

Andini menatap Yola dengan pandangan menuduh. Kini ketiganya berada dalam kamar kost Andini. Andini mau tidak mau terpaksa mengijinkan Yola masuk demi Ammar. Tunggu dulu, tunggu dulu... Demi Ammar? Memang sejak kapan dia menyukai anak kecil? Konyol sekali! Entah kenapa bocah dengan rambut lembut dan senyum mempesona ini menawan hatinya. Padahal mereka baru pertama kali bertemu. Apa ini juga disebut seperti ikatan batin? Masa antara seorang tante dan keponakan bisa punya hubungan emosional seperti itu? Sungguh sangat lucu. Hahaha ....


"Aunty, kenape Aunty diam sahaja?" tanya Ammar.


Memang harus ngomong apa? Sungguh Andini menjadi canggung di hadapan anak kecil ini.


"Emm, nggak kenapa-kenapa. Siapa namamu tadi? Ammar?" tanya Andini untuk memperjelas.


"Hmm, namaku Ammar, Aunty. Tengku Ammar Nirwan. Aunty tahu? Kite semua dalam Nirwan family mesti memakai nama Nirwanlah. Datuk besar, Tengku Yahya Nirwan, datuk kecil, Tengku Ismail Nirwan, Daddy Ammar pula Tengku Ilham Nirwan, Uncle Hafiz pula Tengku Hafiz Nirwan. Nama Aunty siape?" tanya Ammar dengan polosnya.


"Andini," jawab Andini singkat.


"Nirwan?" tanya Ammar lagi-lagi dengan mimik polos.


Andini menggeleng.


"Andini Yusuf," jawabnya.

__ADS_1


"Kenape boleh macam tu? Aunty ni adiknya daddy, mestilah harus memakai nama Nirwan," protes Ammar.


"Tidak, tidak ... aku bukan ..." Andini ingin membantah Ammar.


Dia hendak mengatakan pada bocah itu kalau dia bukan anggota keluarga Nirwan. Tetapi melihat Ammar yang begitu polosnya mengedip-ngedipkan matanya menunggu kata-kata lanjutan dari Andini, membuatnya jadi tak tega menghancurkan harapan bocah itu yang telah menganggapnya sebagai aunty-nya.


Kemudian Andini pun melirik pada Yola, seakan ingin meminta pertolongan dari wanita itu untuk menjawab pertanyaan Ammar. Tetapi Yola memang brengsek, dia pura-pura mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Dia sama sekali tak mau membantu Andini.


Cobalah kalau kamu sanggup menyakiti hati keponakanmu yang imut ini. Nggak sanggup kan? Iya, kan? kekeh Yola dalam hati.


Yola tahu kelebihan putranya. Anak itu selalu pandai mencuri hati orang-orang di sekitarnya. Termasuk dirinya waktu itu, yang belum tahu kalau Ammar adalah putra kandungnya sendiri. Ammar juga cepat beradaptasi pada orang yang bahkan baru di kenalnya. Seperti pada nenek utinya, Mama Ratih, pada Putri, bahkan pada kakeknya, Abimanyu yang jelas-jelas sudah membuangnya dan tidak menginginkannya. Terbukti Ammar bisa menaklukkan hati sang kakek yang galak itu, apalagi hanya seorang Andini? Yola sangat yakin Ammar bisa mengatasi adik dari ayahnya itu.


Pada akhirnya Aunty Andini tak dapat lagi membantah.


"Ahahahaha ... betul, Andini Yusuf Nirwan ...." katanya dengan senyum terpaksa.


Yola yang mendengar itu mengangguk-angguk senang sambil tersenyum.

__ADS_1


"Elok sangat nama Aunty. Lepas tu Aunty ni ade kat mana? Mengape tak pernah balik kat rumah? Biar hari raya pun tak datang. Padahal grandma sering sangat menangis dan berkata kalau grandma rindukan Aunty-nya Ammar. Aunty tak rindukan grandma ke?" tanyanya lagi dengan polosnya.


Andini merasa kerongkongannya terasa tercekat setelah mendengar perkataan bocah itu. Grandma yang dimaksud anak ini, apakah neneknya yang berarti adalah ibu kandung Andini?


"Grandma ..." Rasanya Andini ingin menanyakan sesuatu pada Ammar, tetapi urung saat pandangan matanya bertemu dengan Yola. Ahh, dia tak mau Yola tahu apa yang dirasakannya saat ini.


Tetapi kelihatannya Yola tahu kalau rasa ingin tahu Andini terhadap keluarganya itu ada, termasuk pada Zubaedah sang ibu. Pasti itulah yang dirasakannya saat ini.


"Grandma yang dimaksud oleh Ammar itu Mamah," kata Yola seperti mengerti apa yang dipikirkan gadis itu.


Terlihat Andini seperti mengabaikan, seolah tak peduli apa yang dikatakan Yola, padahal dalam hatinya yang paling dalam ada banyak hal yang sangat ingin dia tanyakan pada Ammar. Andai di sini tak ada Yola.


"Mamah merindukanmu ..."


"Aku nggak tahu mama yang mana yang kamu maksud," sela Andini ketus.


"Kau tahu, Andini. Mama tidak pernah melupakanmu, dia tidak seperti yang kamu pikir, dia adalah ibu terbaik!"

__ADS_1


***


maaf pendek banget othor updatenya. Author kurang fit hari ini. Ini aja dipaksa-paksain agar tetap bisa update walaupun hanya sedikit


__ADS_2