
Huzy Cafe,
Dari jendela kaca kafe terlihat Hafiz sedang bertemu dengan seseorang pria di Cafe. Sementara Yuri setelah mengikuti Hafiz dari apartemen tadi, kini dari dalam mobil, ia mengawasi pria itu juga. Yuri harus tahu apa yang sedang direncanakan lawan dahulu agar dia bisa mempersiapkan rencana yang lebih matang. Tetapi karena dia tidak bisa mendengar pembicaraan yang sedang dibicarakan oleh kedua pria itu, Yuri akhirnya memutuskan untuk keluar dari mobil dan membawa property yang bisa dia gunakan untuk menyamar.
Dengan mengendap-endap sambil berlari-lari kecil, gadis itu pun memasuki cafe dan buru-buru masuk ke dalam toilet. Di sana Yuri memakai wig berwarna cola dan memakai kaca mata aksesoris bergagang putih. Setelah itu gadis itu pun segera keluar bak tante rambut palsu dalam serial "Carita de Angel" yang pernah booming belasan tahun silam.
Memasuki area cafe, gadis itu berpura-pura menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan cafe, seolah mencari tempat duduk yang kosong. Dan tentu saja dia berharap tempat duduk di bagian depan cafe khususnya di dekat dinding kaca, ada yang kosong. Dan demi apa pun, Yuri merasa saat ini Tuhan pasti sedang membantunya. Di dekat meja Hafiz dan pria itu ada meja kosong. Yuri segera menuju kesana.
Yuri menarik kursi dan duduk di sana dengan posisi membelakangi Hafiz. Dia berusaha bersikap senormal mungkin. Tetapi tetap memasang telinganya lebar-lebar. Yuri berharap kali ini dia bisa melakukan pekerjaannya dengan benar. Sebab ternyata mencuri informasi dari Iora Market saja, tak semudah ekspektasinya. Iora Market sangat melindungi data diri karyawan-karyawannya. Kini harapannya hanya ada pada Hafiz. Yuri menebak kalau kubu Hafiz, Yola dan Ilham pasti memiliki orang dalam atau setidaknya kenalan di perusahaan Iora Grup untuk dapat membantu mereka mendapatkan konsep itu. Dan Yuri akan mencuri konsep itu entah itu masih ada pada pegawainya Iora atau pun telah berada di tangan Hafiz.
"Jadi logo design tu tak de pada designer?" tanya Hafiz pada pria itu.
Pria itu menggeleng.
"Tak adelah. Aku pun yang pegang. Kate Ketua Pengarah ni supaye tak ade yang curiga dan bermaksud mencuri logo design tu dari Iora Market. Siapa sangka Tuan malah dapat mengetahui kalau logo design tu ade pade saye," kata pria itu.
Hafiz terdiam sejenak. Dan Yuri yang membelakangi mereka pun siap-siap mendengarkan. Tapi di saat terjadi keheningan antara Hafiz dan pria itu tiba-tiba, pelayan cafe datang ingin menanyakan Yuri hendak memesan apa.
"Kakak, kakak ni nak pesan ape?" tanya pelayan itu pada Yuri.
"Minum apa saja yang enak dan rasanya nggak nyangkut di leher," jawab Yuri.
Hafiz spontan mengernyitkan keningnya mendengar jawaban Yuri yang memakai bahasa Indonesia menjawab pertanyaan pelayan itu.
"Minum ape je?" tanya pelayan itu ingin memastikan jawaban dari Yuri agar dia tidak salah-salah dalam mengantarkan pesanan nantinya.
__ADS_1
Yuri kembali mengangguk dan mengibas-ngibaskan tangannya memberi kode agar pelayan itu segera menjauh darinya yang sedang dalam misi penting ini.
"Kakak, tunggu sekejap kat sini. Saye akan datang bawakan limau ais (ice/es) untuk Kakak. Kakak ni pesan satu sahaje ke?" tanya pelayan itu lagi menguji kesabaran Yuri.
"Iya, satu aja. Emang mau berapa lagi? Eh ...." spontan Yuri sadar kalau dia sedang berpura-pura menunggu temannya di situ. "Maksudku, aku pesan satu aja dulu. Nanti kalau temanku datang, baru pesan lagi," ralat Yuri.
"Oh, baiklah kalau macam tu. Tunggu sekejap kat sini," kata pelayan itu lagi.
Yuri kini sibuk mengotak-atik ponselnya. Dia pura-pura sedang melakukan chat dengan temannya, sebagaimana orang yang biasanya saling bertemu dan berjanji di sebuah tempat. Padahal Yuri hanya ingin Hafiz tidak curiga akan keberadaan dirinya di situ. Dan kemudian terlintas idenya untuk merekam percakapan iti dengan ponselnya.
"Kalau macam tu, aku boleh ke meminta pada Tuan untuk dapat melihat konsep logo design Iora Market tu? Hanya melihat je ..." kata Hafiz mulai merayu pria itu.
"Tak boleh, Tuan. Logo tu belum rilis dan tengah didaftarkan untuk ikut Malaysian The Best Brand Award, macam mana kalau tersebar sebelum hari yang ditentukan, maaf saye tak berani ...." kata pria itu menolak permintaan Hafiz.
"Hanya tengok sekejap. Saye akan bayar berapa pun," kata Hafiz lagi.
"Sungguh saye tak boleh membocorkan logo design itu. Maaf, saye tak dapat mengabulkan permintaan Tuan Hafiz ini. Saye harus amanah dalam menjaga ape yang telah dititip pade saye," kata pria itu. "Saye betul-betul sangat menyesal tidak dapat memenuhi ape yang Tuan minta. Maaf, sekali lagi maaf!"
Hafiz terdiam sejenak. Sementara Yuri sendiri masih setia memantau apa yang terjadi di situ.
"Tolonglah Tuan Hamid, ini penting bagi saye untuk saye agar dapat meraih posisi Ketua Pengarah N-one Grocery. Kalau saye dah dapat jawatan tu, kalau Tuan Hamid berkenan, saye dapat memberikan Tuan Hamid jawatan yang lebih tinggi di N-one Grocery dari pada jawatan Tuan saat ini di Iora Market," bujuk Hafiz pada pria itu.
Dan iming-iming Hafiz yang ini nampaknya mampu menggoyahkan iman Tuan Hamid. Yuri bisa melihat situasi dari diamnya pria itu. Dia mungkin tengah bimbang akan tawaran Hafiz.
"Kalau saye tawarkan Tuan Hamid jawatan kat N-one Grocery sebagai wakil ketua pengarah, wakil saye kalau saye menang, macam mana?" Bujukan Hafiz terasa semakin menggiurkan.
__ADS_1
"Ehmm .... " Lelaki itu berdehem pertanda dia sedang bingung dan gelisah karena diberi tawaran itu oleh Hafiz.
"Berapa persen kemungkinan Tuan Hafiz akan menang?" tanya pria itu tak dapat menyembunyikan rasa penasarannya. Dia juga tertarik berkarir di N-one Grocery. Meski sama-sama perusahaan besar, tetapi bukan rahasia umum lagi kalau N-one Grocery sangat mensejahterakan karyawannya dibandingkan Iora Grup.
"90%!" jawab Hafiz penuh keyakinan. "Tuan tahu abang saye Ilham, kan? Dia sekarang telah menjadi Presiden Direktur. Tentu sahaja dengan jawatan itu, dia akan memberi sokongan lebih pada adiknya daripada lawan saye tu. Tuan usah khawatir! Percaye pade saye. Dengan bantuan Tuan, saye akan memenangkan jawatan itu dan memilih Tuan sebagai wakil ketua pengarah. Saye berjanji," kata Hafiz dengan jurus terakhirnya merayu pria itu.
Dan akhirnya benteng pertahanan pria itu runtuh juga mendengar rayuan Hafiz.
"Baiklah kalau macam tu. Saye akan bagi tengok Tuan Hafiz logo itu nanti. Pasalnya mase ni masih jam rehat. Logo itu saye tinggal kat rumah saye," jawab Tuan Hamid.
Hafiz mengangguk-angguk riang.
"Oh macam tu. Jadi bile dan dimana saye boleh tengok logo baru Iora Market tu?" tanya Hafiz dengan nada girang.
"Kat rumah saye nanti malam, macam mana? Tetapi Tuan Hafiz mesti tepati janji jadikan saye wakil ketua pengarah pabila Tuan Hafiz dapatkan jawatan itu," kata pria itu.
"Hafiz lalu mengangguk-angguk.
"Saye tak akan ingkar janji. Jadi kalau boleh saye minta alamat rumah Tuan Hamid," pinta Hafiz.
"Alamat saye ...."
Tuan Hamid menyebut alamat rumahnya dan Yuri ikut merekam semua di ponselnya. Rekaman ponsel itu bisa dijadikannya senjata untuk menembak dua burung sekaligus. Yang pertama untuk menjatuhkan Hafiz dan yang kedua sekarang dia tau kemana harus mencuri konsep logo itu. Yuri bersorak dalam hati.
****
__ADS_1
Hai, hai, hai... Jangan lupa like dan komentnya ya beib ..