Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Poligami?


__ADS_3

"Sonia, kau jangan macam ni. Aku terima kau ade kat rumah sini kerana kasihan dengan kau. Mamah kau tak nak pula terima kau pulang dengan keadaan macam ni. Aku boleh sahaja kirim kau ke hospital untuk dirawat!"


Ilham hampir tak dapat lagi menahan emosinya. Dia mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Entah kau dapat sihat lagi atau semakin sakit kat sana, tak kan ade yang memperhatikan kau lagi. Tak ade family yang temani kau kat sana. Tapi aku masih ingat hubungan kite dahulu pernah dekat sebagai sahabat. Aku tak sampai hati tinggalkan kau seorang diri macam tu. Kerana itu aku bawa kau kat sini atas usul dari Leon, meski pun Yola sebetulnya tak senang akan keputusan yang aku buat tu," katanya.


Namun pada akhirnya Ilham kembali melunak. Sebenarnya dia tak benar-benar benci wanita ini.Bagaimana pun Sonia adalah gadis yang mencintainya sejak mereka remaja. Ilham merasa harusnya dia lebih prihatin pada kondisi Sonia. Kerana mencintainyalah wanita


"Kau tak dapat mengerti ke? Kite tak dapat lagi melanjutkan hubungan macam ni. Tolong Sonia, biarkan aku ingat kau sebagai seorang sahabat macam dahulu, hmm?"


Sonia masih saja menangis sesenggukan.


"Baiklah, nampaknya kau lebih suke dengan hospital. Kalau memang kau lebih suke dirawat di hospital, kau cakap sahaja. Aku juge akan secepatnya uruskan pasal perceraian kita. Ini lebih baik," kata Ilham kesal.


Tak ada pilihan lain kalau begitu. Dia harus menceraikan Sonia meski taruhannya mungkin publik akan menuding dan menghujatnya semakin suami yang tidak berperasaan karena menceraikan istrinya di saat Sonia masih dalam kondisi setengah lumpuh seperti saat ini.


Kekesalannya membuat Ilham menarik paksa map yang kini berada di pangkuan Sonia. Tapi tak disangka Sonia menahan mal terbuka berisi kertas itu dengan tangannya.


"A- ku tak ... nnnaak ... di- ce ...rai ..."


Dengan susah payah Sonia mengucapkan kalimat itu meski rasanya piga suaranya seakan ingin putus saat mengatakan itu.


Ilham menghembuskan napasnya berusaha mencoba untuk lebih sabar.


"Kau mahu tanda tangan?" tanya Ilham mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang diinginkan Sonia.


Sonia mengangguk pelan. Air matanya masih mengalir deras di pipinya.

__ADS_1


"Kalau macam tu, kau tanda tangan kat sini. Ini surat pernyataan kalau kau sebagai isteri pertama tak keberatan kalau aku nak berkahwin lagi dengan Yola," kata Ilham menjelaskan.


"Tanda tangan kat sini!" perintah Ilham, menunjukkan tempat yang harus ditandatangani Sonia sebagai si pembuat surat pernyataan.


Sonia masih menangis sesenggukan.


"Kau baca sahaja dahulu. Mase ni kau masih isteri aku meski hanye di atas kertas sahaja, setidaknya sampai kau sihat kembali. Oleh kerana itu, nafkah dan biaya hidup dan pengobatan kau mase ni akulah yang menanggung semuanya," kata Ilham.


Aku tak nak dicerai, Ilham! Meski aku hanya isteri di atas kertas saja bagimu, meski aku harus melihat kau mengawini lagi Yolanda tepat di depan mataku, tapi aku hanya mahu menjadi isterimu selamanya. Kalau hanye cara ni yang dapat membuat aku boleh jadi isteri kau, aku rela meski harus sakit macam ni selamanya, batin Sonia.


Sonia mengangkat bolpen di atas surat pernyataan dengan telapak tangan yang bergetar. Entah sakit apa yang di deritanya saat ni. Semua jaringan syaraf di tubuhnya seakan membuat tubuhnya lemah dan matti rasa. Bahkan bolpen di tangannya ini pun terasa berat.


Ilham yang melihat hal itu pun berinisiatif membantu Sonia yang kelihatan kesulitan menggenggam bolpen itu. Dengan mendekat ke sisi Sonia, pria itu pun membantu menggenggam tangan Sonia agar genggamannnya pada bolpoin tidak lepas.


Hal itu sempat membuat jantung Sonia berdebar. Kapan terakhir Ilham menggenggam tangannya seperti ini? Itu sudah sangat lama. Sonia, meski hatinya perih, tersungging sedikit senyum bahagia di bibirnya.


Ilham melepaskan genggamannya pada tangan Sonia, dan mengambil surat itu dari pangkuan Sonia untuk memastikan kalau tak ada lagi sesuatu yang salah pada surat itu. Dan dengan surat itu, dia sekarang sudah mendapatkan lampu hijau untuk menikahi Yola secara resmi.


"Terima kasih, Sonia. Aku tak akan lupakan persahabatan kite. Lekaslah sihat, agar kita dapat selesaikan semua ni secara baik-baik. Aku juga ingin kau mencari kebahgiaanmu sendiri, hmm?"


Ilham menepuk- nepuk kepala Sonia pelan seakan dia ingin menunjukkan kalau perkataannya itu tulus. Dia ingin Sonia membuka lembaran baru tanpa dirinya dan mencari kebahagiaannya sendiri. Agar Ilham juga tak perlu merasa bersalah setiap waktu pada wanita yang mencintai dirinya itu. Ilham sadar, cinta yang tidak bisa dimiliki rasanya pastilah sangat menyakitkan.


Lalu setelah berkata demikian, Ilham pun meninggalkan Sonia yang duduk sendirian di taman belakang. Sonia masih tak percaya pada apa yang dialaminya. Ilham terlihat begitu lembut padanya. Tetapi Sonia tahu, itu bukan karena Ilham mencintainya tetapi karena Ilham mengasihaninya. Menyadari hal itu, Sonia semakin menangis menjadi- jadi.


Usai menyelesaikan urusannya dengan Sonia, Ilham pun segera mendatangi Yola yang sedang asyik bercengkrama dengan Ammar di kamar dengan putranya itu. Karena ingin menyelesaikan urusan dengan Sonia, Ilham tak sempat mendatangi anak istrinya lebih dahulu begitu pulang dari N- one.


"Ammar, can you get out from here? Mommy dan daddy ade yang mesti dirundingkan sekejap," kata Ilham.

__ADS_1


"Oke, Dad! Mom, Ammar keluar dahulu," kata Ammar pada sang Mommy.


Yola mengangguk.


Dia segera bangkit dari ranjang dan menghampiri Ilham. Dengan inisiatof sendiri Yola membantu membuka jas Ilham dan juga dasinya.


"Abang mau ngomong apa?" tanya Yola sembari membuka simpul dasi itu.


Ilham menarik napas dalam bersiap menerima kemarahan Yola lagi.


"Abang, dah dapatkan tanda tangan dari Sonia untuk kite boleh berkahwin lagi, sayang!" kata Ilham.


"Jadi dia sudah mau menandatangani surat cerai? Memang abang sudah jadi menggugat cerai dia? Kapan? Kok aku nggak tau?" Yola memberondong Ilham dengan banyak pertanyaan.


"Bukan surat cerai, tapi adalah borang persetujuan dia untuk abang untuk berkahwin lagi," kata


Yola seketika berhenti melakukan aktivitasnya.


"Maksudnya?" Yola merasa tidak jelas dengan apa yang didengarnya.


"Maksud abang, saat ini abang belum dapat menceraikan Sonia resmi di mahkamah syariah. Tolong kamu mengerti sayang, keadaan dia yang macam ni takkan baik bagi semua kalau abang nak ceraikan dia sekarang. Tindakan abang untuk ceraikan dia di mase ni akan menimbul isu buruk dan dapat mengguncang saham N- one. Kau sangat tahu, macam mana pengaruh issu dapat menurunkan harga saham secara signifikan. Situasi N-one tak cukup baik dalam mase ni," bujuk Ilham.


Hahh!!! Yola benar-benar tak percaya pada apa yang didengarnya.


"Jadi maksud abang, abang mau melakukan poligami dan aku adalah istri kedua disini? Aku benar-benar pelakor? Begitu???!!!"


***

__ADS_1


wah, wah perang dunia ketiga noh guys ... Gimana nih .... like dan koment jangan pelit donk, nanti othlr lanjut sekali lagi.


__ADS_2