Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Ide Licik


__ADS_3

"Macam mana caranya?" tanya Ilham pada Yuri.


Yuri tersenyum sebelum ia kemudian melangkah ke sofa dimana ada kopernya disitu. Koper itu ada disitu karena Hafiz tak memperbolehkan Yuri membawa koper itu ke kamar. Hafiz tak mengijinkan Yuri menginap di apartemennya. Dia berdalih kalau mereka belumlah menjadi muhrim dan sebaiknya tidak tinggal seatap. Tetapi Yuri tetap ngotot ingin mampir sebentar ke apartemen Hafiz, sebelum dia kembali ke rumah yang mereka tempati dengan Lucas selama mereka ada di Kuala Lumpur ini.


Yuri mengambil selembar surat dari dalam koper dan mengambil laptop dari tasnya.


"Jadi begini, Bang, saat kami ada di Pnom Penh, kami menemukan kalau pabrik perusahaan Indopenh Group yang memproduksi produk kosmetik dan produk perawatan khusus khusus bayi, mereka tenyata menggunakan formalin. Abang tahu formalin kan? Bahasa kimianya formaldehid," kata Yuri membuka topik pembicaraan mereka.


Ilham mengangguk. Tetapi dalam hatinya dia tersenyum sinis. Kau tahu ketika di Pnom Penh atau kau memang dah tahu sejak lama? Ckckck, agaknya kau lebih licik dari Sonia, batin Ilham.


"Ya, saye tahu. Lanjutkan!" perintah Ilham.


"Abang tahu kalau penggunaan formaldehid untuk kosmetik maksimal hanya boleh digunakan 0,2% saja? Untuk penggunaan pasta gigi bahkan hanya boleh 0,1% saja, dan untuk aerosol sama sekali tidak diijinkan! Itu berlaku secara Internasional dan ditetapkan oleh ASEAN Cosmetics Directive dan juga oleh European Union Directive. Artinya tak hanya di Indonesia atau Malaysia namun di seluruh negara ASEAN berlaku fakta itu dan Cambodia masih termasuk dalam daftar negara se- ASEAN!" ujar Yuri mengungkapkan dengan bersemangat.


Ilham mengerutkan keningnya. Hafiz memang telah menceritakan penemuan mereka tentang formalin yang penggunaannya dengan dosis tinggi padanya. Hafiz memang tidak menjelaskannya secara rinci karena anak buah Lucas terlihat sangat getol mengawasi mereka.


Namun Yuri tidak dapat menyerah begitu saja, seperti biasa dengan kelicikannya, dia melakukan tekhnik suap pada staf bagian produksi untuk memberikan dia sample dari beberapa produk itu untuk diuji kandungannya di laboratorium. Dan hasilnya seperti yang mereka duga, sejak pertama kali memasuki pabrik bagian produksi kosmetik dan perlengkapan bayi. Bau menyengat dan tajam yang mereka cium adalah berasal dari formalin yang digunakan sebagai pengawet untuk produk-produk itu.


Yuri sebelumnya memang tidak perduli dengan bisnis kotor yang Lucas lakukan. Tugasnya semata-mata hanya perlu menerima perintah dari Lucas dan Lucas biasanya tetap membayarnya mahal. Sesekali untuk meningkatkan kemampuannya, Yuri pun dibekali oleh Lucas ilmu bela diri dan mengajari Yuri hal-hal dasar yang dia perlukan untuk bisa menyusup ke tempat yang mereka targetkan.


Misalkan jika Lucas ingin mencuri sesuatu dari pebisnis pesaingnya seperti dokumen rahasia perusahaaan pesaing, dia akan menugaskan Yuri untuk bermain cantik bermain belakang untuk melancarkan misinya. Termasuk ketika dia ingin mengambil 42% saham milik Yahya Nirwan.


Itulah sebabnya Yuri sering bepergian ke negara-negara tetangga dan membutuhkan kemampuan berbahasa asing dari beberapa negara yang perusahaan-perusahaan di dalamnya sering dijadikan mitra bisnis oleh Lucas.

__ADS_1


Pun dalam misinya kali ini untuk menjatuhkan Lucas, bermain cerdik lebih tepatnya bermain licik pun akan menjadi pilihannya sebab melawan Lucas dengan sportif, Yuri percaya itu tidak akan ada gunanya.


Ilham mengeryitkan kening dengan heran.


"Kenape mereka mesti gunakan formaldehid dose (dosis) tinggi untuk product kosmetik dan produk treatment baby macam tu?" tanya Ilham bingung.


Setahunya formalin pada produk kecantikan atau produk perawatan bayi tujuannya hanya sebagai pengawet. Dan kalau hanya untuk mengawetkan produk saja, untuk apa menggunakan formalin dengan kadar tinggi? Apalagi untuk produk bayi.


Yuri tersenyum.


"Selama ini produk dari Indopenh Group sangat populer dibeberapa negara karena dianggap memiliki mutu dan kualitas yang bagus dan terbuat dari bahan-bahan alami. Tapi abang mungkin nggak kepikiran kan, bahan-bahan alami yang dipakai, seperti buah-buahan, susu, yoghurt, bahkan sampo bayinya saja dengan ekstrak telur adalah bahan-bahan organik yang harusnya cepat mengalami pembusukan karena ternyata setelah kami selidiki, tak semua bahan pembuatan produk itu telah diekstrak menjadi bahan kering yang anti bakterial. Jadi selidik punya selidik saat kami di pabrik Indopenh Grup, kami menyaksikan sendiri kalau bahan-bahan organik itu memang langsung diproduksi dan dimix sedemikian rupa dengan bahan lain tanpa harus diekstrak terlebih dahulu. Dan akhirnya apa? Fungsi formalin pada produk kosmetik dan produk bayi ini menjadi double dan dengan dosis yang double pula. Yaitu pertama sebagai pengawet dan kedua sebagai germisida (Zat kimia yang berfungsi sebagai pembunuh kuman atau mikroorganisme) pada produk. Abang paham maksudku, kan?" tanya Yuri.


Meski Ilham terkendala dengan bahasa Indonesia Yuri yang terlalu cepat dan sulit untuk dicernanya, tetapi kurang lebih Ilham masih paham secara garis besar penjelasan dari Yuri.


Formalin atau formaldehid adalah zat yang bersifar karsinogenik (Suatu zat yang dapat memicu penyakit kanker).


Sungguh sangat keterlaluan, Ilham memaki dalam hati saat melihat laporan hasil laboratorium yang diserahkan oleh Yuri. Sungguh pun Ilham bukan ahli kimia, tetapi berkecimpung di dunia bisnis retail, yang menjual beratus-ratus macak produk, Ilham cukup tahu meski tak banyak saat melihat di beberaoaa lembar kertas itu tertera nama lain dari formalin berikut dengan dosisnya yaitu di antaranya, quaternium-15, DMDM hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, polioksimetilen urea, natrium hydroxymethylglycinate, 2-bromo-2-Nitropropane-1,3-diol (bromopol), dan glyoxal.


Ilham dengan geram membaca kandungan-kandungan yang ada dalam beberapa produk bayi dan kosmetik. Semuanya dalam dosis yang lumayan tinggi di atas batasan yang disebutkan Yuri tadi.


"Jadi macam mana mereka dapat meloloskan produk ni ke pasar. Ape tak ade lembaga pemeriksa dan penanggung jawab macam ni ke kat sana?" katanya sebal.


Dia tidak bisa membayangkan kalau barang produk berbahaya seperti itu dipakai dengan bebas oleh masyarakat khususnya bayi pula yang memakai dan apalagi perusahaannya sendiri yang menjual dan memperkenalkan produk-produk itu ke masyarakat Malaysia.

__ADS_1


"Ada. Tetapi dia pakai ini ..." Yuri menjentikkan tangannya ingin mendeskripsikan maksud lain dari "uang".


Ilham hampir tak dapat berkata apa-apa lagi. Setelah sekian lama berkubang dalam kegeraman sendiri akhirnya dia bisa mencoba kembali tenang.


"Jadi ape yang dapat kite lakukan sekarang?" tanyanya dengan rasa berkecamuk.


Yuri lagi-lagi tersenyum dengan bangga, karena dia telah memiliki ide sendiri untuk ini tanpa mereka terlihat terlibat.


"Kita akan meminta bantuan dari 4C."


"4C? Ape tu?" tanya Ilham tak mengerti.


"Cambodia Care Cancer Community. Kita akan sibukkan dia dengan masalah perusahaannya dulu, syukur-syukur kalau dia dipenjara. Tapi kalau pun dia bisa berdalih, setidaknya kita masih punya waktu untuk mencari kesalahan terbesarnya yang lain."


Wahhh ide yang bagus, pikir Ilham. Mungkin kali ini tidak salah kalau dia menjadikan partnernya. Melawan musuh dengan musuh yang lain.


Ilham pun tersenyum dengan ide cerdiknya.


Sementara Yuri pun punya niat terselubung. Bagaimana pun dia harus mencari cara agar kematian Tengku Nirwan sepenuhnya ada pada Lucas sehingga dia bisa lepas. Ide yang sangat luar biasa bagus. Dalam hati Yuri, ia pun memuji kecerdasan otaknya dalam urusan licik-meliciki. Hehehe ...


****


Beuhh bahaya nih Yuri, btw like dan komentnya ya beib... biar othor rajin upnya ...

__ADS_1


__ADS_2