Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Adek Kakak


__ADS_3

"Ihh, Yola! Kamu kok nampar aku sih?" pekik Eva tak terima.


"Biar kamu sadar! Lagian kamu nyebelin banget! Kamu tau nggak Martin itu siapa? Dia itu anaknya Lucas alias Mr.Y! Kamu tau nggak dia siapa??!" bentak Yola dengan nada sekesal-kesalnya.


Eva mendengarkan Yola dengan mimik bingung. Siapa Lucas? Siapa Mr.Y?


'Masih belum tau dia siapa?" Seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Eva, Yola kembali menjelaskan dengan penuh emosi pada Eva. "Mr.Y itu orang yang udah nyulik Andini, adik iparku waktu masih bayi di rumah. Kamu pasti pernah dengar itu, kan? Terus sekarang kamu mau-maunya aja dimanfaatin dia. Kamu pikir dia itu benaran cinta sama kamu, hmm? Jadi yang kamu bilang waktu itu calon suami yang mau kamu datangi kesini itu dia?"


"Bukan urusanmu!" jawab Eva jutek.


Yola mendengus.


"Gini aja deh. Secara singkat aku jelaskan padamu. Martin dan bapaknya itu adalah sindikat mafia internasional yang banyak melakukan penyelundupan obat-obatan terlarang dan kejahatan mereka tak cuma itu. Selain itu mereka juga terlibat pembunuhan Atok Yahya, datuknya Abang, suamiku. Dan entah apa masih ada orang lain yang pernah dibunuh oleh mereka, siapa yang tahu itu kan? Dan apa sebenarnya yang telah kamu rencanakan dengan Martin? Kehancuranku? Apa dia juga mengajakmu untuk membunuhku diam-diam? Eva ... maksudku, kakak ...tak bisakah kamu berpikir lebih rasional? Bagaimana kalau semisal kamu sampai terlibat urusan kriminal karena dia? Untungnya buat kamu apa? Apa balas dendam padaku adalah tujuan hidupmu? Memangnya apa yang sudah kulakukan? Hanya karena sebuah nama, kamu jadi seperti ini? Terus apa yang seharusnya aku lakukan untuk membuatmu merasa lebih baik dan tidak merasa sakit hati lagi padaku? Apa perlu aku ganti nama? Kamu mau pakai nama Yolanda lagi?"


Eva tertawa kecil


"Kau bercanda? Buat apa aku memakai lagi nama Yolanda? Nama itu sudah lama tidak pernah disematkan padaku. Kamu kira apa yang dipikirkan orang-orang jika aku ganti nama saat ini? Aku nggak mau ditertawakan oleh orang-orang," jawabnya ketus.


"Nah kalau kamu sudah ngomong begitu, terus kenapa masih mengincarku? Tak bisakah kamu mengikhlaskan nama itu untukku? Atau aku yang harus ganti nama?" desak Yola.


"Yola, aku ...."


"Papa sudah mengakui kalau kamu adalah anak kandungnya, terus kamu mau apa lagi? Jangan bilang kamu mau papa sama Mama kamu bersatu kembali. Kamu tahu kalau itu tidak mungkin. Tante Mira sudah ada om Septian kan? Dan papa sudah ada mamaku, Mama Ratih. Dan aku juga sangat yakin kalau antara papa dan Tante Mira sudah tidak ada perasaan antara satu dengan yang lainnya lagi. Dan aku sangat tahu kalau papa sangat cinta dengan mama, jadi jangan coba-coba untuk menginginkan hal seperti itu terjadi. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," kata Yola dengan tegas.

__ADS_1


Eva tertawa kecil.


"Aku tidak berminat ikut campur kisah cinta orang tua kita. Aku tidak tahu kau dapat cerita dari mana. Memang benar apa yang kamu katakan itu. Tadinya aku ingin balas dendam padamu karena merasa semua ini terasa tidak adil padaku, tapi aku pikir-pikir lagi, sebenarnya aku sudah tidak peduli pada apa yang terjadi di hidup kita. Aku tidak peduli apakah kau sepupu atau adik kandungku. Saat ini aku hanya ingin hidup tenang dengan kekasihku, Martin. Aku mencintainya," aku Eva pada Yola.


Yola terhenyak.


"Eva! Ehmm ... maaf aku belum terbiasa memanggilmu kakak, dia itu bukan lelaki yang pantas untukmu, oke? Aku mohon sadarlah! Tinggalkan dia, sebelum dia memanfaatkanmu lebih jauh lagi!"


"Yola, sebaiknya kamu jangan ikut campur urusan pribadiku. Kita nggak sedekat itu, ok? Kakak, kakak .... kakak apa maksudmu? Aku nggak pernah ya menganggap kamu adek. Najis banget punya adek kamu," kata Eva.


"Najis, najis gini kamu mau ngakuin atau nggak kita masih bersaudara, tau? Kalau boleh jujur aku lebih najis saudaraan sama kamu. Tapi mau gimana lagi, memang beginilah kenyataannya, kan?" Yola menghela napas.


"So? Kamu mau apa?" tanya Eva dengan senyumnya yang meremehkan.


"Kita bisa jadi saudara yang normal seperti orang lain. Jadilah kakakku. Kau tau aku tidak punya kakak lain, atau adik lain. Kamu pun sama kan? Kita sama-sama tidak punya saudara seibu dan sebapak, bukankah itu artinya kita telah ditakdirkan menjadi kakak adik?"


"Kesambet Lo?"


"Serius, tak bisakah kita jadi saudara?" tanya Yola sungguh-sungguh.


Eva menatap Yola. Sepertinya Yola sangat bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya.


"Entar kupikir-pikir lagi deh," kata Eva akhirnya.

__ADS_1


"Jangan lama-lama mikirnya," kata Yola. "Selain itu aku peringatkan sebaiknya kamu tinggalkan saja Martin itu."


"Ni anak ngatur-ngatur amat sih? Aku belum setuju anggap kamu adik kali, issa," desis Eva.


"Aku serius, dia nggak baik buat kamu, Va," kata Yola.


"Nggak baik gimana? Memangnya kamu kenal dia sedekat apa? Hanya karena bapaknya jahat seperti yang kamu bilang bukan berarti dia juga seperti itu. Aku yang paling mengenalnya melebihi orang lain," kata Eva tak terima kekasihnya dikata-katai tak baik oleh Yola.


"Oh, ya?" sinis Yola. "Lalu kalau begitu kenapa kamu tak tak tahu apa-apa tentang keluarganya? Bapaknya? Usaha bapaknya? Kamu tahu nggak dia tinggal dimana? Atau kamu mungkin nggak tahu juga kebiasaannya?"


Mendapat serangan pertanyaan bertubi-tubi seperti itu, tak ayal membuat Eva menjadi meradang. Namun sebelum Eva kembali menyangkalnya, dari laci meja Yola mengeluarkan beberapa lembar foto-foto.


Eva melirik sekilas foto-foto itu. Awalnya tak tertarik, tapi saat melihat siapa yang ada di foto itu, matanya pun membelalak, melihat foto-foto Martin yang terlihat sangat menikmati waktunya bersama seorang wanita. Dan itu berada di tempat-tempat berbeda. Di hotel


"Sudah kamu lihat? Dia sedang berada bersama orang lain di foto itu. Dan orang itu pastinya bukan kamu donk ya?" tanya Yola tak kalah sinis.


"Ka-kamu dapat ini dari mana? Kamu mata-matain Martin juga?" tanya Eva dengan gusar.


"Yup! Kakakku ternyata pintar juga. Martin punya kekasih lain. Yang setelah diselidiki oleh mata-mata suruhan abang itu adalah kekasihnya sejak lama. Artinya apa? Mungkin kamu hanya dimanfaatkannya saja, kakak! Kau tahu bapaknya terobsesi menghancurkan keluarga Gunawan dan Nirwan. Kau hanya alat! Sama halnya dengan Sonia, Melisa bahkan Yuri yang diperalatnya untuk menghancurkan keluarga Nirwan dan keluarga Gunawan. Sampai sini kamu belum paham? Kalau belum paham juga aku tarik lagi kata-kataku yang bilang kamu pintar," ejek Yola.


Sonia, Melisa, Yuri? Siapa lagi itu? Eva kini terbebani pikiran karena kata-kata Yola. Benarkah Martin seperti yang Yola katakan?


****

__ADS_1


Ok, deh! Nggak jadi tamat dulu karena permintaan kalian. Mau othor selesaikan lebih jelas dulu konfliknya. Nggak banyak lagi kok. Sebenarnya bisa aja dinarasiin biar lebih cepat. Soalnya kemarin-kemarin banyak yang nggak sabar ditamatin cepat. Oh iya pasti kalian juga pengen dibikinin part manis-manisnya Hafiz sama Putri kalau nikah, kan? Pasti lagi nungguin Yola lahiran adeknya Ammar, kan?


Kalau gitu jangan cerewet ya gengs... Sabar aja kalian tunggu updatenya othor, yak? Like dan komentarnya juga donk Beib ...


__ADS_2