Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Pertemuan Lucas dan Atok Yahya


__ADS_3

"Majlis perkawinan yang megah," kata Lucas dengan menyeringai.


Entah mengapa Ilham menangkap ada nada tidak enak dalam kata-kata Lucas. Kata-kata pujian seperi itu kenapa seperti ada nada sinis di dalamnya? Ilham sampai menaikkan alisnya masih tak habis pikir maksud tersembunyi dalam perkataan Lucas.


Sadar Ilham menangkap maksudnya, Lucas pun segera mengalihkan pembicaraan.


"Pemilihan dekorasi gedung ini sangat luar biasa bagus. Apa ini pilihan sendiri?" tanya Lucas seolah menyamarkan makna ucapannya tadi.


Ilham mengangguk. Dia terlanjur tidak suka pada Tuan Lucas ini.


"Ya, ini pilihan kami berdua tetapi Wedding Organizer yang merancang dan mempersiapkan segalanya. Kenape? Tuan Lucas nak berkahwin juge ke?" balasnya dengan gurauan namun tak lupa menyisipkan intonasi sinis juga.


"Oh hahaha ... tentu bukan saya. Saya punya seorang putra juga. Dia pun sudah memiliki pasangan. Jika mereka nanti ingin melangsungkan acara pernikahan, saya rasa konsep seperti ini lumayan bagus. Boleh saya meminta kontak WO-nya?" tanya Lucas, sadar Ilham mulai membalasnya.


"Orangnya tinggal di Kuala Lumpur?" tanya Ilham. "Bukannya Tuan Lucas berasal dari Indonesia?"


"Hehehe, benar saya dari Indonesia. Tetapi anak saya tinggal di Malaysia sini," jawab Lucas.


"Oh, ya? Dimane?" tanya Ilham ingin tahu.


"Alor Setar," jawab Lucas dengan senyum yang mengundang kecurigaan.


Pikiran Ilham tiba-tiba melayang pada Eva Gunawan. Dia masih ingin bertanua banyak hal tapi Yola menyikutnya.


"Abang, udah!" tegur Yola yang melihat suaminya itu sangat antusias berbicara pada Lucas. Seolah Lucas adalah saingannya.


Ilham mendengus merasa tak puas, tetapi diaa sadar Yola ada benarnya. Bukankah ini resepsi pernikahan mereka berdua? Ilham tentu tak mau suasana yang harusnya membahagiakan ini dirusak oleh kehadiran seseorang yang bahkan bukan bagian dari keluarganya.


Berbeda dengan Lucas, melihat Yola menegur Ilham membuatnya kini fokus pada wanita itu


"Jadi inilah Nyonya Nirwan? Yolanda Gunawan?" sapanya sambil mengulurkan tangan pada Yola.


Yola menyambut uluran tangan itu.


"Ya, saya Yolanda Gunawan. Bapak dari Indonesia juga?" tanya Yola berbasa-basi.

__ADS_1


Tentu saja dari bahasanya saja dia sudah tau kalau Lucas adalah orang Indonesia, ditambah lagi Ilham sudah memperjelasnya tadi.


Lucas mengangguk.


"Iya, saya dari Indonesia tapi lama berada di luar negeri," jawab Lucas.


"Oh, ya? Dimana?" tanya Yola lagi-lagi basa-basi.


Sebenarnya dia tidak ingin tahu tetapi hanya ingin membuat tamu undangan mereka merasa nyaman. Lelaki ini berada di sini tentunya karena ada undangan dari pihak keluarga Nirwan.


"Saya dulu lama di Jerman. Tapi dari sejak tahun 1981 hingga sekarang, saya menetap di Cambodia. Dan akhir-akhir ini berada di Kuala Lumpur demi bisa bekerja sama dengan syarikat N-one Grocery," kata Lucas menjelaskan.


Yola mengangguk-angguk.


"Abang dulu juga kuliah di Jerman," kata Yola memberi tahu. "Seingatku Atok Yahya di masa mudanya juga pernah bekerja di Jerman. Benar kan, Atok?"


Celutukan Yola yang membawa-bawa Atok Yahya membuat Atok Yahya dan Lucas bertemu pandang. Atok Yahya termangu sejenak merasa familiar akan sesosok pria yang menjadi salah satu tamu undangan di pernikahan Yola dan Ilham itu. Diperhatikannya sekali dengan benar-benar. Benar. Dia adalah orang itu!


Seketika bulu kuduk Atok Yahya meremang, apalagi saat pria yang kira-kira seumuran dengan dirinya, namun lebih bugar itu tersenyum sedikit menyeringai.


"Wah, benarkah?" katanya seolah takjub.


Kemudian Lucas pun perlahan menghampiri Atok Yahya hingga mereka akhirnya berhadapan. Atok Yahya duduk sambil memegang tongkatnya, sementara Lucas yang memang memiliki perawakan lebih tinggi menatap ke bawah dengan pandangan tajam seolah ingin menghancurkan.


"Schön dich wieder zu sehen, alter Freund (Senang bertemu kembali denganmu, teman lama)," kata Lucas sembari mengulurkan tangannya pada Atok Yahya.


Atok Yahya terkejut. Dia mendongak pada sosok pria tinggi yang dari segi postur dan kebugaran tubuh jauh lebih fit dari dirinya meski mereka berusia hampir seumuran.


Ilham sendiri terkejut mendengar Lucas yang menyapa sang kakek dengan bahasa Jerman. Dia mengerti apa arti kata-kata pria itu. Yang Ilham tidak mengerti, bukankah saat mereka berbincang di kantor N-one tempo hari, Lucas bersikap seolah dia belum mengenal Atok Yahya? Tetapi hari ini, kenapa dia mengatakan kalau Atok Yahya adalah teman lamanya?


Karena Atok Yahya tak kunjung menyambut uluran tangannya, Lucas menarik kembali tangannya dan memasukkannya ke kantong celananya dengan cara yang sangat cool dan mengesankan bagi orang yang melihatnya. Tak terkecuali Yola.


Dalam hatinya bertanya siapa kira-kira pria itu? Nampaknya dia sangat kenal dekat dengan Atok Yahya begitu pun sebaliknya. Apakah mereka teman lama? Kalau memang demikian mengapa Atok Yahya sepertinya tidak begitu senang bertemu orang itu? Bahkan terkesan gelisah, atau .... takut?


"Okay, es sieht so aus, als wären Sie zu schockiert. Glaubst du nicht, ich werde dich hier finden? (Baiklah, sepertinya kamu terlalu terkejut. Kamu tidak menyangka aku akan menemukanmu disini?), Tengku ... Yahya Nirwan?" tanyanya.

__ADS_1


"Kau mahu ape kat sini?" tanya Atok Yahya dengan bibir yang bergetar.


Lucas tertawa renyah.


"Willst du zurücknehmen, was du gestohlen hast? Weiß Ihre Familie und Ihre Enkelkinder, dass Sie ein Dieb sind? (Aku ingin nengambil kembali apa yang telah kamu curi. Apa keluarga dan cucumu tahu kau seorang pencuri?" tanyanya sambil melirik Ilham dengan senyum mengejek.


"Ape maksud kau?" tanya Ilham dengan emosi yang mulai naik. Dia tidak paham apa maksud perkataan lelaki yang akan bekerja sama dengan perusahaannya ini.


Lucas tersenyum.


"Kamu tanyakan saja pada kakekmu ini, atau Datuk? Atok? Oh, iya ngomong-ngomong saya tidak lama. Saya masih banyak yang harus dikerjakan. Tetapi saya sangat menikmati majlis perkahwinan yang megah ini," katanya mengangguk-angguk sambil melihat kembali ke sekelilingnya dengan tatapan seolah takjun.


"Dan untuk kalian pengantin baru, selamat menempuh hidup baru!" lanjut Lucas lagi sambil menepuk-nepuk pundak Ilham.


Lucas sudah akan beranjak dari sana, namun saat pandangannya bertemu kembali dengan Yola, pria yang harusnya sudah masuk usia lanjut itu berhenti sejenak.


"Senang bertemu dengan Nyonya Nirwan di sini. Kau mengagumkan sama dengan Yolanda yang kukenal. Tidak salah kalau Salim Gunawan memberikanmu nama Yolanda. Membuatku berpikir, mungkinkah Yolanda yang ini juga memiliki sesuatu yang berharga seperti Yolanda yang kukenal? Sungguh, aku penasaran," kata Lucas sembari melirik pada Atok Yahya.


Atok Yahya spontan berdiri dan bertumpu pada tongkatnya. Dengan bantuan tongkat itu Atok Yahya bisa berjalan dengan mudah meski kondisi tubuhnya tidak sebaik Lucas. Atok Yahya mendekati Lucas.


"Wagen sie es nicht, meine familie, enkelkinder und meinen schwiegersohn zu stören (Jangan berani mengusik keluargaku, cucu dan cucu menantuku)," katanya memperingatkan.


"Atok! Ape hal ni? Ape maksud semua ni?" tanya Ilham geram karena tak paham apa yang menjadi masalah antara kedua orang kenalan lama ini.


Atok Yahya dan Lucas saling menatap tajam tak peduli pada pertanyaan Ilham.


"Ist das eine bestellung? Oder anfordern? Hahaha, wir werden sehen, wen ich zuerst necken werde. Klar ist, dass ich nicht aufhören werde, bis Sie für alles bezahlen! (Itu perintah? Atau permintaan? Hahaha, kita lihat nanti siapa yang akan aku usik lebih dulu. Yang jelas aku tidak akan berhenti sebelum kau membayar semuanya!)," jawab Lucas dengan tawa.


"Awak ni!!!" Atok Yahya nampak berang pada jawaban Lucas. Namun Lucas tidak peduli.


"Saya pamit dulu. Nikmati hari indah kalian hari ini. Karena besok kejayaan keluarga Nirwan, mungkin tak akan sama lagi dengan hari ini, Bye!!!"


Lucas meninggalkan resepsi Yola dengan tawa hingga orang-orang menjadi bertanya-tanya apaa yang sebenarnya terjadi. Dan Atok Yahya yang shock karenanya mengalami sesak napas ringan hinggak harus dipulangkan lebih dulu ke rumah.


****

__ADS_1


Wah, waah, wah... Perang di mulai!!!! Like dan koment jangan lupa beib!!! Dan mampir juga di karya othor donk yang baru Assalamualaikum, My CEO!!!



__ADS_2