Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Bonchap 2


__ADS_3

"Ilham, kau seorang yang datang jemput aku?" Sonia menyambut Ilham yang terlambat beberapa menit setelah pesawatnya lepas landas di bandar udara Kuala Lumpur.


Ilham mengangguk, melihat pada wanita yang sedang berdiri dengan menggunakan bantuan tongkat kruk itu.


"Yola mane? Kenape tak suruh Leon sahaja yang menjemput?" tanya Sonia.


"Leon sedang sibuk, Sonia," jawab Ilham mencoba menutupi fakta yang sebenarnya terjadi.


Ilham tak mungkin mengatakan saat ini pada Sonia, kalau dia tak bisa lagi menyuruh Leon menemani Sonia dalam hal apa pun. Terakhir kali saat ia menyuruh Leon menemani Sonia berobat ke Singapore di awal Sonia baru menderita penyakit terkutuk itu, Leon dan Nadhira sampai terlibat pertengkaran rumah tangga yang hampir membuat mereka bercerai.


"Kau tak sibuk, ke?" tanya Sonia dengan senyum menggoda.


"Aku sibuk, tetapi aku masih boleh luangkan waktu untuk jemput kau kat sini. Emm, aku dah berjanji akan hantar kau kat rumah mamah setelah kau sihat kembali," kata Ilham.


Sonia mengangguk. Dia sangat mengerti betapa Ilham selalu berusaha untuk tetap menghormati orang tuanya, meski mamanya selalu bersikap menyebalkan. Selama ia menjadi istrinya Ilham dahulu, mamanya selalu mempeloroti uang menantunya itu. Meski terkadang Ilham hampir habis kesabaran karenanya, tetapi lelaki itu masih selalu bisa menahan diri dan tetap menunaikan tanggungjawabnya menafkahi Sonia secara finansial dan keluarga mertuanya itu, meski pun tentu saja tidak untuk kebutuhan batin.


Sikap Ilham yang seperti itulah yang membuatnya senantiasa mencintai pria itu, semakin dalam meski pun seringkali bersikap kasar padanya jika dia mulai rewel menuntut sesuatu yang lebih terhadap hubungan mereka.


Jadi jika dia ditanya saat ini, apakah ia masih mencintai pria itu, jawabnya tentu saja iya. Ilham akan selalu berada di dalam hatinya. Tetapi ia menyadari satu hal, bahwa hati lelaki itu tidak akan pernah menjadi miliknya. Hati dan cinta Ilham, hanya untuk Yola.


"Hey! Kenape kau termenung macam tu?" Ilham membuyarkan perhatiannya yang terfokus memandang lelaki itu.


"Ah, siapa yang termenung?" elak Sonia. "Yola apa kabar? Budak-budak kecil tu macam mana? Ammar?Ruby?" tanyanya untuk mengalihkan perhatian Ilham akan sikapnya baru saja.


"Yola sihat. Ammar dan Ruby pun macam tu," jawab Ilham singkat.


"Ilham, boleh aku berjumpa dengan mereka? Aku nak tengok budak-budak tu. Ruby nampak comel di insta story yang diunggah Yola," rengeknya.

__ADS_1


Ilham tak menjawab, melainkan ia malah meraih koper Sonia dan menarik tuasnya.


"Jom! Kite bertolak sekarang! Kau boleh berjalan sendiri, kan?" tanyanya.


Sonia mengangguk sambil memanyunkan bibirnya.


"Ilhaaaam ...." rengek Sonia lagi. "Bolehlah aku berjumpa dengan Ruby?"


"Hmm, pasal tu kau bertanya dengan Yola sahaja," kata Ilham.


"Hmmm, Ok!" Sonia akhirnya menyetujuinya.


Beberapa kali Sonia sempat vidio call dengan Yola saat dia masih berada di Penang. Wanita yang kini berstatus resmi menjadi istri Ilham secara agama dan negara itu, selalu memperlakukannya dengan hangat. Wanita berhati baik seperti malaikat, menurut pandangan Sonia pribadi saat ini. Tidak sama dengan dulu saat ia belum mengikhlaskan Ilham untuk kembali pada Yola. Dulu ia selalu menganggap Yola sebagai ancaman. Tetapi tidak lagi untuk saat ini. Semua tentang Yola sangat berbanding terbalik dengan apa yang pernah dia rasakan di masa lalu. Tak ada lagi perasaan bermusuhan yang dia rasakan pada wanita itu.


Sudah cukup dia egois mencoba merampas Ilham di masa silam dari gadis cilik yang menangis di hari pernikahan mereka delapan tahun yang lalu. Gadis itu mengalah, membalikkan badan melihat suaminya di rampas paksa olehnya. Meski pun marah, kecewa tentu saja, tetapi Yola tidak berniat merebut kembali haknya yang telah diambil oleh orang lain. Hingga tujuh tahun lamanya. Jika setelah itu jodoh memang mempertemukan lagi gadis itu dengan suaminya, siapa yang harus disalahkan untuk itu? Tuhan?


Ilham dan Sonia berjalan beriringan. Ilham berjalan di depan sambil menarik koper Sonia, sementara Sonia pula berjalan dengan susah payah dengan menggunakan kruk. Mereka berjalan menuju pintu keluar bandara. Namun langkah Ilham terhenti saat seseorang tiba-tiba menghalangi jalannya sehingga ia bahkan hampir menabraknya.


"Kau?!" Ilham melotot melihat siapa yang berada di hadapannya sekarang.


Musuh lama. Yeah, siapa lagi kalau bukan Victor?


"Ape maksud kau halangi jalan kami?" tanya Ilham tak suka.


Victor menatap dengan sinisnya pada Ilham.


"Kami? Kau tak tahu malu mengatakan itu, heh?" sinis Victor.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Victor?" balas Ilham tajam.


"Kau pikirlah sendiri pakai pikiran kau tu ape maksudku berkata macam tu. Ilham, kau ni merasa sangat handsome ke sampai kau berbuat macam ni?"


"Aku tak paham ape maksud kau sebenarnya. Tepi sikit, kami nak lewat!" Ilham mengibas-ngibaskan tangannya menyuruh Victor minggir dari jalannya.


"Kau jangan berlagak bodoh macam ni! Sampai bila kau nak permainkan Yola dan Sonia, hmm? Kau tinggalkan Yola demi berkahwin dengan Sonia, habis tu pula kau bercerai dengan Sonia demi agar dapat rujuk dengan Yola. Dan tengok sekarang, buat apa Tuan Ilham ade kat sini dengan Sonia? Nak minat rujuk balik ke? Habis tu pula macam mana dengan Yola, hmm?" tuding Victor.


"Victor, ini tak macam tu lah!" Sonia berusaha membela Ilham dari tuduhan Victor.


"Kalau tak macam tu, habis tu macam mana?" sinis Victor. "Kau selalu belakan Ilham semenjak dahulu. Kau tak tengok ke? Dia berjalan sahaja, tak sikit pun tengok kau yang nampak sulit di belakang. Dia tu sebetulnya tak lah cinta pada kau, Sonia! Sedarlah!"


Sonia masih ingin membalas tudingan Victor itu terhadap Ilham, tetapi Ilham mendahuluinya.


"Victor, kau ni tak sedar ke? Kau ni terlalu banyak cakap padahal kau tak tahu apa pun. Kalau kau nak tahu akan aku bagi tahu. Yola adalah isteri aku sedari dahulu. Aku sayangkan dia, cintakan dia tak'kan mungkin aku berkhianat dengan dia. Perkahwinan antara aku dan Sonia, mungkin kau tak akan dapat mengerti penyebabnya. Sekarang pun yang kau tengok tak sama dengan apa yang kau pikirkan. Aku tak bermain sulit dengan Sonia, tak punya niat pula untuk rujuk kembali. Yang perlu kau ketahui, aku tak sama dengan seseorang. Seseorang yang berani menggauli isteri orang hingga mengandung lalu habis tu pula di mase kandungan wanita tu keguguran, nak salahkan wanita tu pula. Orang tu pondan (banci) ke?" balas Ilham.


Dan Victor nampaknya terpancing akan kata-kata Ilham yang sangat jelas tertuju padanya. Tak berusaha menahan amarahnya, lelaki itu langsung menyerang Ilham dengan pukulannya.


BRUGGHH!!!


Ilham jatuh tersungkur.


"Kau ni memang cilake! Kalau kau memperlakukan Sonia selayaknya isteri, tak akan mungkin malam tu dia datang pada saye!"


*****


Nah, nah lo... Maaf ya, update nggak bisa tiap hari. Author lagi fokus di **** sama K B M... Pokoknya kalau yang baca masih antusias like dan komentar, JDM di lanjut. 🤭

__ADS_1


__ADS_2