
"Yola??!! Kamu betul- betul di sini?"
Masih tak percaya Yuri sampai mencubit pipi Yola berulang kali.
"Kamu di sini ngapain, Yur?" tanya Yola sedikit khawatir.
"Kamu itu gimana? Aku kan udah jelasin kalau aku kesini karena lagi nganggur. Jadi mumpung ada di Malaysia, nggak salah dong melancong dulu, ya nggak Mas?" katanya pada Ilham.
Yola menatap Ilham sedikit cemas. Dia khawatir Yuri akan banyak bertanya tentang hubungannya dengan Ilham, mengingat ketika mereka bertemu di bandara dua hari lalu, Yuri diberi tahu kalau Yola akan menikah dengan Hafiz.
"Kamu itu Mas, Mas, Mas .... Mas- mas itu ada di Indonesia tau. Kalau di sini manggilnya abang," kata Yola mencoba menghilangkan kegugupannya.
"Eh hahaha. Iya- ya. Maaf ya, Bang!" katanya pada Ilham.
Ilham hanya mengangguk.
"Tapi ngomong-ngomong kamu ngapain di sini, Yol?" selidik Yuri sambil memandang Ilham dan Yola bergantian.
"Aku ada tugas dari Bosku di sini," jawab Yola.
Dia tidak sepenuhnya salah. Bossnya adalah Ilham. Dan dia berapa di Penang saat jni adalah demi menuruti kemauan Ilham.
"Di sini?" tanya Yuri tak Percaya.
Yola mengangguk.
"Di pantai?"
"Ya nggaklah, dodol! Tapi di Penang. Aku ada tugas meninjau lokasi perencanaan pembangunan cabang minimarket N- one di sini," jawab Yola gemas.
"Terus di pantai ngapain?"
"Ya jalan- jalanlah ...." jawab Yola merasa sedikit tak enak hati karena sebentar lagi Yuri pasti akan menanyainya lebih dalam lagi.
"Bersama abang- abang ganteng?" bisik Yuri di telinga Yola. "Wahhh Yola aku nggak nyangka kamu player juga."
"Player apaan? Dia suamiku, tau ...." jawab Yola akhirnya.
"Suamimu? Bukannya kamu dan si Endut ...."
"Ceritanya panjang, Yur. Aku akan cerita ke kamu nanti," kata Yola. " Dan kini Yola berpaling pada Ilham. "Abang, Yola boleh nggak ngobrol- ngobrol sebentar sama Yuri? Dia temanku waktu SD. Yur, ini suamiku Bang Ilham, Abang ini namanya Yuri, sahabatku sedari kecil."
Yola memperkenalkan keduanya.
"Hallo," sapa Ilham sembari mengulurkan tangannya yang segera disambut oleh Yuri.
"Hallo, Bang! Aku Yuri sahabatnya Yola waktu SD," kata Yuri memperkenalkan dirinya.
"Ilham," balas lelaki itu memperkenalkan diri. "By the way, kamu mahu berbincang dengan kawanmu dahulu tak? Kalau iya Abang akan tunggu di hotel sahaja," kata Ilham.
Dia ingin memberi ruang pada Yola dan Yuri untuk saling berbincang. Karena seingat Ilham saat mereka bertemu di bandara kemarin sepertinya mereka adalah sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Yola mengangguk.
__ADS_1
Sepeninggalan Ilham, Yuri langsung memberondong Yola dengan pertanyaan- pertanyaan yang membuat Yola kewalahan untuk menjawabnya.
"Astaga, Yola! Sumpe lo itu laki lo? Abang ganteng itu suami kamu?" tanya Yuri sesaat setelah mereka mencari tempat untuk duduk.
Yola mengangguk.
"Kenapa? Kamu nggak percaya?" tanya Yola balik.
"Bukan nggak percaya. Tapi sumpah suamimu itu ganteng banget tau nggak, karismatik juga, dapat dimana lo suami kek gitu?"
"Dapat dimana? Idiiih .... Emangnya suami aku barang tercecer bisa dapat dimana- mana? Dia suamiku dari sejak lama, Yur. Aku nggak pernah ngasih tau kamu aja, kalau aku nikah sama dia pas kita masih kelas 6 SD," kenang Yola.
"What???? Kelas 6 SD? Serius???"
Yola mengangguk menunjukkan keseriusannya.
"Ya ampun, Yola. Kamu pasti mengalami masa- masa yang sulit ya waktu itu? Kamu nggak cerita apa- apa sih sama aku. Nggak bisa kubayangkan di usia sekecil itu kamu sudah harus mengalami hal seperti itu. Bagaimana rasanya umur 12 tahun harus melayani laki- laki? Seram aku dengar ceritamu itu, tau nggak?"
"Nggak seperti yang kamu bayangkan, kok. Aku dan Abang nggak pernah melakukan kewajiban pasutri seperti itu saat aku masih kecil," kata Yola.
"Terus gunanya kawin muda apaan?"
"Entah." Yola mengangkat bahunya. "Keluargaku dan keluarganya hanya ingin mengikat kami saja."
"Kalau gitu berarti dia adalah orang yang udah buat kamu hamil pas SMA?"
Yola lagi- lagi mengangguk.
Yola menghela napas berat
"Panjang ceritanya, Yur. Kami sempat berpisah hingga 7 tahun, dan baru- baru ini memutuskan untuk rujuk kembali," kata Yola.
"Terus Hafiz, gimana?" tanya Yuri.
Yola mendesah frustasi.
"Aku belum memberi tahunya. Tapi kalau sampai dia tahu, ini pasti akan membuat dia terluka. Aduuuhhh, aku jadi stress kalau memikirkannya," keluh Yola.
Yuri menatap sahabatnya ini tak percaya.
"Lagian kamu sih, kalau memang masih ada niat rujuk lagi dengan suamimu, kenapa kamu memberi kesempatan pada Hafiz untuk menikah dengan kamu. Kalau begini, hati siapa yang nggak akan terluka coba?"
Yola terlihat sedikit frustasi.
"Dan kamu belum tau aja semuanya. Hafiz dan abang itu kakak beradik," kata Yola.
"A- apa??!!" pekik Yuri. "Kamu ini memang gila , Yol! Aku nggak habis pikir deh sama kamu."
"Aku juga nggak habis pikir sama diriku sendiri," jawab Yola sendu.
Namun tiba-tiba saja, Yola memiliki ide.
"Yur, kamu belum nikah, kan?"
__ADS_1
Yuri menggeleng.
"Belum, kenapa?" tanya Yuri heran.
"Kalau aku coba comblangin kamu sama Hafiz gimana?"
"A- apa???" Yuri sampai membelalakkan matanya mendengar kata- kata Yola. "Kamu mau jodohin aku sama si gendut itu???"
"Ya elah, Yur .... Hafiz loh sekarang udah ganteng maksimal. Gendut cuma nama panggilannya doank yang aku nggak bisa hilangin dari dulu hingga sekarang. Kamu yakin nggak mau kalau ku comblangin sama Hafiz? Dia keren loh, punya usaha juga sekarang," kata Yola.
Sebenarnya dalam hatinya Yola merasa bersalah melakukan hal ini pada Hafiz. Tapi siapa tahu saja, jika ada seseorang yang bisa menggantikan posisi Yola di hati Hafiz bisa membuat pria itu ikhlas melepas Yola, Yola aka. melakukan apa saja agar Hafiz bisa menemukan cinta sejatinya. Dan Yola sungguh berharap kalau itu bukan dirinya. Hafiz berhak mendapatkan wanita yang baik. Dan Yola sangat mengenal baik Yuri dari kecil. Dia adalah wanita yang baik yang bahkan tidak pernah memiliki pacar.
"Gimana?" desak Yola.
Meski awalnya malu- malu, namun akhirnya Yuri setuju. Siapa coba yang tidak mau dicomblangin pada pria tampan, baik nan mapan?
Dengan hati gembira karena merasa telah memiliki satu solusi mengenai Hafiz, Yola kembali ke hotel. Berhasil tidak berhasil pokoknya usaha aja dulu.
Saat kembali ke kamar, Yola menemui Ilham sedang berada di balkon hotel melihat laut lepas.
"Abang, aku pulang!" sapa Yola sembari duduk di samping Ilham.
"Kau ni lama sangat balik. Kau ni honeymoon dengan abang ke temanmu?" sungut pria itu sedikit kesal.
"Ya sama abanglah. Abang marah?" tanya Yola.
Ilham memanyunkan bibirnya.
"Uluh-uluh, abang aku ngambek .... Merajuk nih ye...." goda Yola.
Ilham pura- pura mendengus sebal.
"Abang, Yola kan udah balik. Kita masih bisa lihat sunsetnya dari sini aja," bujuk Yola.
Baiklah, Yola tau harus melakukan apa kalau bayi besar di hadapannya ini sedang merajuk. Dengan sigap Yola naik ke pangkuan Ilham dan menangkup wajah lelaki itu, dan menempelkan bibirnya lekat- lekat pada bibir itu. Kemudian dengan lidahnya, Yola memaksa pria itu untuk membuka mulutnya agar ia bisa lebih leluasa mengeksplor isi dalam mulut lelaki itu. Berhasil!
Yola tahu Ilham pasti menyukainya. Itu terbukti dengan respon Ilham yang membalas ciuman itu dengan napas yang memburu. Lama mereka saling berpag*t dan saling mel**mat satu sama lain hingga tak mempedulikan lagi sunset yang telah mereka tunggu sedari tadi sudah mulai turundan terlihat hampir menyentuh air laut.
Detak jantung Yola, sudah hampir tak karu-karuan saat Ilham mengangkat tubuhnya yang sedari tadi duduk di pangkuan Ilham.
"Kita ke kamar, Honey ...." bisik Ilham lirih.
"Tapi Abang belum beli pengamannya," jawab Yola masih tetap merangkul Ilham yang tengah menggendongnya masuk ke dalam kamar.
"Tak usah risau. Abang akan hati- hati," jawab Ilham seolah tau apa yang dikhawatirkan istrinya.
Yola kemudian hanya bisa pasrah setelahnya.
***
Hai reader, maaf ya ... Adegan panas 21+nya author cuma bisa bikin sampai kayak gitu aja, author nggak bisa bikin lebih deskriptif lagi. Kalau mau visualkan sendiri aja ya, gengs.. Hehehe .... Takut gagal review dan disuruh revisi ulang sama editor nanti, ujung-ujungnya dihapus juga.
Oh iya, jangan lupa like dan komentarnya donk. Readernya Jodoh dari Malaysia ini di statistik loh sampai ribuan tapi yang mau ngelike aja 10% aja nggak mau loh. Sedih aku tuh .... Apa susahnya sih ngeklik tombol like? Kan cuma pencet doank? Dengan like dan koment kalian sudah bantu author naikon performa loh. Dan bikin author tambah semangat update bab berikutnya. Ayo donk like banyak- banyak, jangan pelit guys...
__ADS_1