
*Flashback*
Hari sebelumnya, saat acara pinangan Yola itu baru saja selesai. Semua undangan bubar. Keluarga dekat yang sama-sama tinggal di Jakarta pulang ke rumah masing-masing. Keluarga jauh yang datang memang hanya Putri dan kedua orang tuanya. Mereka menginap di rumah keluarga Gunawan. Sementara itu oleh Abimanyu, Keluarga Nirwan pun disuruh untuk menginap di rumah mereka.
Di sebuah kamar di rumah itu, Imelda sedang mengetuk-ngetuk kamar mandi dalam kamar itu.
"Papa, masih lama nggak sih?" tanya Imelda tak sabar dari luar pintu kamar mandi. "Mama kebelet nih ..."
"Cari kamar mandi lain aja dulu kenapa sih, Ma? Papa juga kebelet nih!" sahut suaminya dari dalam kamar mandi.
Karena memaksa suaminya keluar untuk bergantian menggunakan toilet pun sudah tidak mungkin, akhirnya Imelda pun mencari inisiatif untuk buang hajat di kamar mandi kamar tamu yang ditempati oleh Putri di lantai bawah.
Rumah keluarga Gunawan ini cukup besar. Di kamar ini ada 8 kamar. 4 kamar yang berada di lantai atas merupakan kamar utama sedangkan 4 kamar di lantai bawah, dua di antaranya adalah kamar orang-orang yang bekerja di rumah ini, satu kamar untuk asisten rumah tangga ditempati berdua dalam satu kamar, sedangkan yang satunya lagi adalah kamar security dan sopir. Dua kamar di sebelahnya ditempati untuk kamar tamu juga.
Selama menginap di rumah adiknya, Ratih, Imelda dan suaminya di suruh oleh Ratih untuk menempati kamar utama di atas, sementara Putri sendiri tidur di kamar tamu di bawah. Dan saat keluarga besannya datang, Ratih telah mempersiapkan kamar utama yanng satunya untuk ditempati kedua mertuanya Yola. Sementara Atok dan Hafiz dan seorang lagi keluarga Atok yang dibawa dari Penang, tinggal di kamar tamu di bawah di samping kamar tamu yang ditempati oleh Putri.
Dengan terburu-buru, Imelda pun langsung turun ke lantai bawah menuju kamar tamu, tempat Putri tidur selama mereka berada di Jakarta. Imelda pun segera masuk kamar yang tak terkunci itu. Tak ada orang di sana. Imelda pun segera menuju kamar mandi tanpa menunggu lama. Tetapi rupanya kamar mandi itu terkunci dari dalam.
"Put! Putri? Kamu ada di dalam?" tanya sang Mama sambil mengetok pintu.
Putri yang sudah terlanjur membasahi badan dan rambutnya itu pun menyahut dari dalam kamar mandi.
"Iya, Ma, sebentar. Putri lagi mandi!" sahut Putri.
"Kamu keluar sebentar dulu, Sayang. Mama kebelet nih mau BAB. Mama duluan yang pake kamar mandinya, ya? Soalnya Papamu lagi pakai kamar mandi yang ada di kamar atas," rengek Imelda pada putrinya yang memang bernama Putri itu.
"Hmm ... sebentar!"
__ADS_1
"Cepetan donk! Mama udah nggak tahan, nih!" desak Imelda. "Sayang!!! Putri!!! Cepetan!!!"
"Iya, iya. Sabar!"
Akhirnya dengan tubuh basah dan terlanjur dibasahi oleh busa shampoo, Putri pun mengalah keluar dari kamar mandi demi kepentingan sang Mama yang sangat luar biasa mendesak itu.
"Ya udah, ya udah. Mama buruan gih! Lagian Mamah kok nggak ke kamar mandi belakang aja dulu sih?" omel Putri.
"Maaf, sayang! Nggak sempat! Kamar ini lebih dekat daripada ke belakang," jawab si Mama sambil buru-buru menggeser tubuh Putri agar memberinya jalan masuk ke dalam kamar mandi itu.
Putri menjadi uring-uringan sendiri melihat kondisinya yang tidak lebih baik dari sang Mama yang kebelet buang air besar. Dan sialnya lagi, Imelda sangat lama berada di dalam kamar mandi. Sementara lantai mulai becek dan basah oleh tetesan air yang jatuh dari tubuh dan rambutnya.
"Ma??? Masih lama nggak sih?!" Mata Putri mulai perih terkena air shampo yang mulai mengalir di kening hingga kelopak matanya.
"Perut Mama masih sakit, Nak! Mungkin tadi kebanyakan makan sambal. Kamu aja dulu yang mandi ke kamar mandi belakang, ya!" bujuk si Mama dari dalam kamar mandi.
Putri mengambil satu handuk lagi untuk menutupi pundaknya yang terbuka agar nanti dia tidak begitu sungkan dan malu jika bertemu orang lain di luar kamar hingga ke kamar mandi.
Putri membuka pintu kamar. Setelah celingak-celinguk kanan dan kiri dan memastikan tak ada orang di luar, gadis itu pun setengah berlari segera menuju ke kamar mandi dekat dapur.
Ceklekkk!!!
Kamar mandi itu pun terbuka dan Putri segera masuk dan mengunci pintunya dari dalam. Dengan buru-buru Putri pun segera melepas handuk yang menutup pundak dan tubuh polosnya itu, dan menggantung handuknya di balik pintu kamar mandi. Tetapi saat dia berbalik dan siap mengambil gayung di atas bak mandi, ekor matanya tiba-tiba menangkap sesosok orang yang sedang nangkring di atas toilet duduk dengan tubuh sama polos dengan dirinya.
Sesaat Putri mencoba memberanikan diri menoleh ke arah toilet itu, berharap dia hanya salah lihat. Di sana Putri melihat pria itu! Pria yang dia kenal sebagai adik iparnya Yola, Hafiz.
Ya Tuhaaan, ini tidak seperti adegan di drama-drama korea, yang kalau tokoh utama pria dan tokoh utama wanita tak sengaja bisa saling kebetulan berada di situasi seperti ini, mereka saling berteriak. Nyatanya kerongkongan Putri merasa tercekat tak dapat berkata apa pun. Begitu pun Hafiz.
__ADS_1
Terbiasa tinggal sendiri di apartemen, dan tak biasa mengunci pintu kamar mandi karena tidak akan ada yang menyelinap masuk, membuat pria itu lupa sedang berada di rumah orang. Hafiz yang sedang mandi dan kebetulan sedang merokok di dalam kamar mandi dalam keadaan tak memakai pakaian apa pun juga lupa mengunci pintu. Sial!!! Kenapa ada seorang wanita masuk tiba-tiba dan tanpa melihat sekelilingnya langsung membuka handuknya dan memperlihatkan tubuh polosnya?
Putri segera berbalik badan kembali dan menarik handuk yang tergantung di pintu dan buru-buru melilitkannya kembali ke tubuhnya.
"Ma-maaf, aku ... aku nggak sengaja!" Hanya itu yang bisa terucap dari mulutnya.
Gila!!! Alangkah bodohnya!!! makinya dalam hati. Bagaimana bisa dia bisa begitu saja masuk tanpa memperhatikan sekelilingnya.
Putri segera membuka pintu kamar mandi kembali dan menutupnya. Dia buru-buru kembali ke kamar tamu. Rasanya saat ini dia ingin membenturkan kepalanya ke tembok. Mau ditaruh kemana mukanya nanti? Bagaimana dia akan menghadapi wajah pria itu nanti. Ini pertama kalinya seseorang melihat tubuhnya tanpa sehelai benang pun begitu pub sebaliknya. Ini pertama kalinya dia melihat sesosok lelaki yang sedang telanj*ng langsung di depan matanya.
"Put? Kamu nggak jadi ke kamar mandi belakang?" tanya sang Mama yang ternyata sudah keluar dari kamar mandi sedari tadi.
"Ada orang di kamar mandi belakang, Ma," jawab Putri sambil meringis. Itu membuat Mamanya jadi tak mengerti.
"Kamu kenapa?"
Putri menggelengkan kepalanya dan buru-buru masuk kembali ke kamar mandi dalam kamar tamu itu.
Sementara itu di kamar mandi belakang. Hafiz buru-buru bangkit dari duduknya di toilet itu. Ia segera mengunci pintu sebelum ada orang lagi yang masuk ke dalam situ.
Sial! Kenapa hatinya berdebar-debar? Dan Hafiz baru menyadari kalau sesuatu dari tubuhnya terada ada yang bangun. Shit!!!
****
Cieee Hafizzzzz!!! Menurut kalian gimana gengs Hafiz sama Yuri aja atau Putri? Mamanya Putri dan Papanya kira-kira setuju nggak ya Putri sama Hafiz?
Mau lanjut? Like dan koment dulu reader sayang-sayangnya akoe ....
__ADS_1