Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Flashback Ilham (5)


__ADS_3

Akibat dipukuli dan dikeroyok oleh anak buah suruhan Abimanyu, Ilham pun akhirnya berakhir di rumah sakit. Badannya seakan remuk semua. Ilham sendiri tak habis pikir kenapa mertuanya harus sekejam ini, padahal dia hanya ingin bertemu Yola. Itu saja.


Ilham ingin bertanya pada istrinya itu, apa yang dia inginkan, apa yang dia rasakan, dia sedang menginginkan makanan apa, layaknya seorang suami yang ingin menyenangkan hati istrinya yang sedang hamil. Mungkinkah itu? Ya Tuhan, rasanya dia ingin bisa menemui Yola, dan mengajak wanita itu lari bersamanya.


Namun akhirnya keinginannya itu hanya tinggal keinginan saat Mamah Zubaedah datang untuk menemuinya di rumah sakit.


"Macam mana? Mamah dah berjumpa dengan Yola?" tanya Ilham sambil sesekali meringis dan memegangi dadanya yang sakit.


Zubaedah menatap putranya itu dengan pandangan mata berkaca-kaca.


"Macam mana ini, Ilham? Mertuamu tu tetap tak nak mengijinkan Yola untuk kembali pada kite. Hatinya dah berubah menjadi sekeras batu. Kalau macam ni, ape yang kite mesti lakukan? Mamah dah meminta Abimanyu untuk tetap bersabar hingga kite dapat jumpaken Andini, dan kau boleh menceraikan Sonia. Tetapi Abimanyu tetap tak bergeming. Dia tak nak Yola dimadu. Mamah juge takut kalau Andini celaka dibuat oleh orang tu. Kau tak ingat dia cakap ke, dia nak jual Andini bilamana kau tak kahwinkan Sonia dan cuba ceraikan Sonia. Ilham, Mamah ni takut. Mamah bukan tak kasihan pada Yola, tetapi Yola masih aman beduduk bersama Mamah dan Papah dia. Kau tak tengok macam mana Abimanyu mana memberi perlindungan pada anak dia? Macam ni lah, menantu sendiri pun tak dibagi ampun hingga masuk hospital macam ni," ujar Zubaedah.


Ilham meringis sambil mencoba tertawa pahit. Abimanyu memang sangat tega. Bisa-bisanya dia menyuruh anak buahnya anak buahnya menghajar Ilham tanpa ampun.


"Jangan menangis, Mamah! Ilham tak ape. Hanya sakit sikit," bujuknya sembari mengelus lengan Zubaedah.


Zubaedah menyeka air matanya.


"Tetapi ... macam mana dengan Andini? Kite tak tahu dia ade kat mana. Nak mencoba tolong pun tak tahu macam mana caranya. Mamah dah cuba meminta bantuan polis dan detektif untuk mengikuti Sonia untuk selidik keberadaan Andini, tetapi tetap tak ade perkembangan apa pun. Sonia pula hanya dapat berjanji kalau Andini akan baik-baik sahaja selama kau tak brcerai dengan dia," tutur Zubaedah lagi.


Ilham mendesah panjang sambil sesekali dia memegangi bagian tulang rusuknya yang terasa sakit. Ahh, tidak. Nyatanya meski fisiknya sakit karena ditendang bahkan diinjak-injak oleh anak buah mertuanya sendiri, nyatanya hati Ilham yang paling sakit. Entah bagaimana nasib hubungan mereka setelah ini.


"Dan ... Abimanyu cakap, kalau dia tak nak anak yang dikandung Yola mengganggu masa depan putrinya. Dia cakap kalau kite nak ambil baby tu selepas dia lahir, kite tak boleh ganggu atau mendatangi Yola lagi. Kalau tak dia nak cari orang lain yang mahu adopsi baby tu agar tak ganggu hidup Yola lagi," imbuh Zubaedah dengan raut wajah sedih.


"Ape? Papa Abi cakap macam tu?" Ilham serasa tak percaya. Mertuanya itu tak hanya keras hati ternyata tapi juga bagai tak punya hati.

__ADS_1


Ilham begitu marah. Bagaimana bisa ada seorang ayah berbuat begitu kejam seperti itu? Apa dia tak memikirkan betapa tak berperasaanya memisahkan seorang ibu dan bayinya?


"Abimanyu kate, Yola memang tak inginkan dia punya baby. Yola bahkan meminta agar kandungannya tu digugurkan. Tetapi mertuamu Ratih menolak dan memaksa Yola untuk meneruskan kehamilannya hingga baby tu lahir. Yola sama keras dengan papanya, tetapi dia setuju untuk lahirkan baby tu," lanjut Zubaedah dengan wajah murung.


Ilham merasa patah hati mendengarnya. Benarkah yang dikatakan Mamahnya itu? Yola tak menginginkan calon anak mereka? Bukankah janin yang ada di perut Yola itu adalah buah cinta mereka? Mereka melakukannya dengan cinta. Ilham pun telah menanyakan perasaan Yola beberapa kali sebelum dia berani menyentuh istrinya itu untuk pertama kali. Dan Yola mengakui kalau dia mencintai Ilham. Dan Ilham juga sebaliknya. Lalu kenapa Yola tak menginginkan bayi itu? Sesakit itukah luka yang dia toreh, hingga bahkan Yola kehilangan naluri keibuannya.


Ahh, tapi Yola memang masih remaja. Masih 16 tahun, sangat wajar jika dia memiliki perasaan yang labil. Nanti juga kalau bayi itu lahir dengan sendirinya Yola pasti akan dapat menerimanya. Ilham mencoba berbaik sangka.


"Dan sepanjang dia mengandung, Abimanyu memberi persyaratan, kau bahkan Mamah tak boleh datang nak jenguk Yola. Bahkan kat sekolah pun Mamah tak boleh dekati Yola. Kalau tak, Abimanyu tak hanya akan pindahkan Yola ke luar kota. Cucu Mamah pun dia akan beri pada orang lain," imbuh Zubaedah lagi.


Ilham merasa sangat terhenyak mendengar penuturan sang Mamah. Sungguh mertua yang tak berperasaan. Bagaimana bisa Abimanyu bisa sekejam itu?


Tidak! Anak itu adalah anaknya. Apa pun yang terjadi, tak ada seorang pub yang boleh memisahkan dia dan calon buah hatinya. Bahkan meski Yola tak menginginkannya.


***


Hingga di minggu ketiga, setelah merasa dirinya sudah agak merasa baikan, akhirnya Ilham pun memutuskan untuk kembali ke Berlin. Dia berpikir tak ada gunanya juga berlama-lama di Jakarta. Semua berjalan tak sesuai keinginannya. Bahkan dia tak yakin Yola mengetahui keberadaannya selama beberapa minggu ini di Jakarta. Istri kecilnya itu terproteksi dengan sempurna oleh ayahnya, terlindungi, bahkan Ilham tak bisa menjangkaunya.


Hafiz bahkan tak berniat membantu sang abang. Selama Ilham di rumah sakit, Hafiz juga tak sekali pun berniat menjenguknya, boro-boro ingin membantunya menyelesaikan persoalannya dengan Yola.


Di hari sebelum keberangkatannya ke Berlin, Ilham bertekad mendatangi Abimanyu. Kali ini dia tidak ingin berakhor konyol. Dia mendatangi Abimanyu di kantornya. Tak lagi berusaha menemui Yola. Sungguh dia sangat meremehkan kekuasaan mertuanya ini.


"Oh, kau sudah sembuh?" ledek Abimanyu bertanya dengan niat merendahkan.


"Saye tak akan berjumpa dengan Yola lagi, tak akan berusaha mengganggu dia lagi," kata Ilham tak menghiraukan ledekan mertuanya itu.

__ADS_1


"Baguslah kalau kau paham posisimu," kekeh Abimanyu, masih sibuk menandatangani sejumlah laporan di atas mejanya.


"Soal anak yang dikandung Yola, dia anak saye. Papa tak ade hak memberikan dia pada orang lain. Dia bukan anak kucing atau hewan peliharaan yang tak punya ayah, ade saye ..."


"Begitu pun dengan Yola!" potong Abimanyu cepat. "Kau berbuat sesukamu padanya, kau lupa? Dia bukan anak kucing yang tidak memiliki orang tua ..."


Abimanyu menepuk-nepuk dadanya untuk memperjelas ada dia disana.


"Ada saya, papanya! Jadi kau mencoba menyakiti anak saya, jangan kira aku akan membiarkan semua itu! Semua yang menyakiti anakku, akan mendapatkan balasannya!"


Ilham mengangguk-angguk. Dia tak ingin lagi membantah Abimanyu, sebab itu akan menjadi perbuatan sia-sia.


"Saye nak balik ke Berlin esok. Ketika Yola melahirkan anak kami, saye akan datang menjemput dia," kata Ilham.


"Tak perlu. Suruh Mamah atau Atokmu saja yang menjemput. Kau tidak perlu bertemu dengan Yola lagi, tidak untuk sekarang, esok dan selamanya. Kau enyahlah dari kehidupan putriku!"


Ilham berusaha untuk tidak menghiraukan kata-kata Abimanyu yang kasar.


"Ini ada sikit wang belanja untuk Yola, saye nak minta tolong Papah untuk berikan sebagai nafkah dari saye. Tak banyak tetapi macam mana pun dia masih menjadi isteri saye," ucap Ilham seraya menyodorkan amplop ke hadapan Abimanyu.


Abimanyu lagi-lagi tersenyum meremehkan. Perlahan dia menarik amplop itu dan melihat isinya. lalu menutupnya sebelum akhirnya melempar uang dalam amplop itu ke keranjang sampah yang ada di pojok ruangan kerjanya.


"Kau bercanda? Putriku tak butuh nafkah darimu, Tuan Nirwan. Saya ayahnya masih sanggup memenuhi kebutuhannya berkali-kali lipat lebih besar dari itu! Sekarang bisa tolong kau pergi? Saya masih banyak urusan!"


Arogan dan tak berperasaan. Tetapi Ilham tak boleh lemah demi anaknya.

__ADS_1


***


Like dan komentnya makin malas euy.... 1 bab lagi ya habis ini flashback Ilhamnya. Habis itu kita back ke Putri yang mau ketemu Hafiz, oke reader beib ....


__ADS_2