Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Rencana Membawa Sonia Berobat


__ADS_3

Usai menyelesaikan urusannya dengan Shima dalam konteks hubungan kerja, yaitu memberi pengarahan wanita itu agar sukses menjerat Tuan Imran agar Hafiz dan Ilham nantinya bisa membuka mulut pria itu, Hafiz pun akhirnya kembali ke rumah almarhum Atok Yahya yang kini ditempati oleh Yola, Ilham, Mamah Zubaedah dan Ammar tentunya.


Ada Putri di Kuala Lumpur membuat Hafiz rasanya enggan pulang ke apartemen. Padahal biasanya dia jarang menginapa di rumah itu. Tetapi demi agar bisa melihat Putri lebih dekat, why not? Siapa yang akan berani mengusirnya dari rumah itu? Toh, dia telah kembali menjadi bagian dari keluarga Nirwan. Hehehe, seketika hatinya dipenuhi bunga-bunga setaman yang merekah mengingat hal itu.


Begitu mobilnya memasuki pekarangan rumah Atok yang pagarnya memang terbuka, seorang yang mendadak menjadi tercinta sejak tadi malam tiba-tiba terlihat di teras rumah. Pucuk dicinta ulam pun tiba! Rasa rindu padahal sudah di depan mata tiba-tiba menyeruak menyerang ruang hati terdalamnya. Putri sedang mengobrol dengan Yola dan Mamah Zubaedah di teras. Bukankah situasi ini terlihat sangat menghangatkan hati? Mereka bertiga sudah cocok seperti menantu keluarga Nirwan sungguhan yang lengkap, bukan? Maksudnya tentu saja dengan adanya Putri di sana.


Kedatangan Hafiz nampaknya mengalihkan pembicaraan ketiganya. Mendengar suara mesin mobil Hafiz memasuki area kediaman keluarga Gunawan, ketiganya sontak menoleh ke arah mobil itu. Yola dan Zubaedah menatap lekat hingga Hafiz mematikan mesin mobil dan pria berusia 24 tahun itu turun. Hanya Putri yang tak kuasa menatap pria itu. Sejak ... sejak tadi malam pria itu menyatakan cinta padanya. Ya Tuhan ... sungguhankah itu? Atau Hafiz telah berhasil ngeprank dia? Haiss, bagaimana harusnya bersikap?


"Assalamualaikum!!!" seru Hafiz padahal masih menyisakan jarak beberapa meter lagi hingga dia mencapai teras.


"Waalaikumsalam!" sahut Mama Zubaedah dan Yola agak sedikit nyaring, menyesuaikan intonasi suara Hafiz.


Hanya Putri yang menjawab salam dari Hafiz dengan gumaman. Sumpah demi apa dia harus bersikap bodoh dan kekanak-kanakan seperti ini? Bodoh sekali! gerutunya dalam hati.


"Wah, siang ni berkebetulan wakil presiden direktur ade kat sini? Ape hal ni? Korang bertiga nih dah mirip menantu keluarga Nirwan yang tengah berunding akan sesuatu? Hafiz boleh ikut bergabung ke?" tanya Hafiz blak-blakan.


"Uhuuuk ... uhuuuk!" Lihatlah! Putri bahkan bisa tersedak air liur sendiri karena mendengar kata-kata Hafiz.


"Eh, Putri? Kau ade kat sini? Macam mana tidurmu lelap ke semalam?" pepet Hafiz lagi dengan pertanyaan yang jelas ingin memperjelas pernyataan cintanya semalam.


"Hmm, iya lumayan. Kamu gimana? Eh kok aku malah nanya sih? Enak pastinya donk ya, kan tidur di hotel?" balas Putri.


Dalam hati Putri dia menggerutu. Kamu sih enak, habis ngomong cinta yang nggak jelas beneran atau bohongan langsung pergi gitu aja. Aku yang nggak bisa tidur semalaman, batinnya.


Mamah Zubaedah dan Yola nampaknya menerima sinyal yang sama. Keduanya mengerucutkan bibir, mencibir Hafiz dan Putri yang bertingkah bak ABG jaman baheula yang tengah dilanda cinta dan saling sindir menyindir satu sama lain untuk mengisyaratkan perasaan mereka.


"Tidur kat hotel?" gumam Zubaedah sembari menatap putra bungsunya.

__ADS_1


Hafiz menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Ah, iya Mah. Semalam aku bawa Putri dinner kat Royale. Tak sengaja berjumpa dengan Nizam. Lepas hantar Putri balik kat sini, Hafiz balik kat hotel. Ade yang perlu Hafiz uruskan," jawab pria itu canggung.


"Ooooo, dinner di hotel?" Lagi-lagi Yola dan Mamah Zubaedah dengan mulut menganga serentak merespon jawaban Hafiz dengan ungkapan takjub. Tak menyangka si gendut Hafiz yang kini telah berubah menjadi pria dewasa nan gagah itu akan punya inisiatif mengajak seorang gadis untuk dinner di hotel, selain Yola tentunya.


Respon dari Yola dan mertuanya sontak membuat Putri jadi gelagapan tak tahu harus berbuat apa.


"Memangnya tadi malam pulang jam berapa, Ndut? Aku udah tidur soalnya," tanya Yola pada Hafiz.


"Yola, Makcik. Kayaknya aku ke kamar dulu deh," sela Putri ingin buru-buru kabur dari situasi itu.


Kelihatannya Yola akan mengorek-ngorek informasi tentang apa yang terjadi antara dia dan Hafiz. Lagi pula Ilham tak mungkin tidak menceritakan tentang pernyataan cinta Hafiz padanya semalam, kan? Putri tahu Yola ahli melakukan penyelidikan ala detektif seperti ini.


"Eh, Put? Mau kemana? Ada Hafiz masa langsung pergi?"


"Mau tidur siang. Nggak apa-apa ya, Makcik? Hafiz?" jawab Putri sambil berlalu pergi setelah dijawab dengan anggukan oleh Zubaedah.


Tidur siang katanya? Ini bahkan masih jam 10 pagi. Hahaha ... Dalam hati Hafiz, dia merasa gemas dan lucu melihat Putri yang tidak bisa menutupi rasa groginya itu. Polos sekali!


Hafiz menatap punggung Putri hingga gadis itu tak terlihat lagi dari balik pintu.


"Wahhh! Bahaya nih anak. Kamu beneran serius sama Putri?" serang Yola blak-blakan.


Yola telah mendengar cerita Ilham tadi pagi sebelum pria itu ke kantor, bagaimana lucunya bagi suaminya itu mengganggu Hafiz yang tengah ungkapkan cinta pada Putri hingga dia terus tertawa sepanjang bercerita pada Yola.


"Seriuslah," jawab Hafiz singkat, padat dan jelas.

__ADS_1


"Yuri ..."


"Jangan bawa-bawa dia dahulu. Buat aku pening sahaja. Kau dah tahu kalau aku nak gunakan dia sahaja. Tak bermaksud menjalin hubungan yang sesungguhnya dengan dia," bantah Hafiz tak suka.


Yola mengangguk-angguk perlahan.


"Okelah. Aku percaya, tetapi kau mesti selesaikan dengan baik segala urusan dengan dia. Jangan sampai melukai Putri," kata Yola memberi ultimatum.


Hafiz mengangguk setuju.


"Oke. Jangan risau pasal tu. Jadi kau kenape tak ke N-one hari ini. Sakit ke?" Hafiz seperti biasa tak bisa menahan dirinya untuk tidak perhatian pada Yola, sang kakak ipar yang juga pernah menjadi tunangannya meski tak lama.


Yola menggeleng.


"Aku sedang berembuk dengan Mamah tentang rencana membawa Sonia untuk berobat secara intensif ke Penang. Aku dan abang rencananya akan mengantar Sonia ke sana dalam beberapa hari lagi ketika ada cuti nasional. Tetapi Mamah keberatan aku ikut kesana. Padahal hanya untuk beberapa hari saja," keluh Yola.


"Mestilah Mama rasa berat nak ijinkan Yola ikut. Cucu Mamah lebih penting dari pada Sonia. Sonia bisa dihantar oleh yang lain sahaja," kata Mamah Zubaedah lagi-lagi tak setuju.


"Mamah, tolong! Selain Sonia, Yola juga ada hal lain yang ingin Yola lakukan di sana. Ada yang perlu Yola pastikan," kata wanita itu.


Hafiz dan Mamah Zubaedah mengerutkan keningnya. Heran dan ingin tahu.


"Ape tu?" tanya mereka bersamaan.


Yola tak menjawab. Angannya menerawang jauh mengingat sosok seseorang.


****

__ADS_1


Hai jangan lupa suportnya yak...


__ADS_2