Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Hadiah Kedua Atok Yahya


__ADS_3

"Yola!" panggil Atok Yahya saat semua penghuni rumah kediaman keluarga Nirwan berada di meja makan malam ini usai mereka makan malam.


"Ya Atok," sahut Yola spontan.


Yola meski tahu Atok Yahya menyayanginya, tetapi entah kenapa selama ini dia selalu merasa sungkan dan segan pada kakek kandung suaminya ini.


"Atok ade planning nak buatkan kau dan Ilham majlis perkahwinan di mase- mase dekat ni," kata atok Yahya


Mamah Zubaedah nampak mengangguk- angguk tanda setuju. Sementara Mama Ratih menanggapinya dengan tak berkomentar apa pun.


"Macam mana menurut Yola?" tanya Atok Yahya.


Yola terdiam. Entah mengapa dia merasa grogi. Ini persis seperti dia dilamar kembali oleh keluarga Nirwan.


Yola menatap mamanya yang duk di sisi meja yang agak berjauhan dengannya. Mamanya tengah asyik menyuapi sang cucu, Ammar makan.


"Yola?" tegur Atok Yahya lagi.


"Hmm?" Yola menjadi linglung karenanya. "Enggg .... mama!"


Yola memanggil mamanya lirih.


"Ma ..." panggil Yola lagi.


Ratih menoleh.


"Gimana?" tanya Yola bingung.


"Apanya?"


"Itu ... yang ditanya Atok!"


"Mana mama tahu, yang ditanya kamu kali," jawab Ratih membuat pipi putrinya itu merona merah.


"Ihhh ... mama, ahhh ..."


Ilham yang duduk di sebelah Yola tertawa kecil.

__ADS_1


"Atok, atok! Kenape Atok tanya pasal tu pade Yola. Mestilah Yola mau. Kalau tak, tak mungkin mase ni ade calon adiknya Ammar di perut Yola. Hahaha ..."


Seketika semua mata orang- orang yang berada di meja makan itu langsung nelotot pada Ilham, termasuk Yola.


"Abang!!!" pekik Yola kesal


Sebelah kakinya menendang kaki Ilham di bawah meja.


"Arggghhh!!! Sakiiit! Yola ni! Sakit taw!" gerutu Ilham sambil mengaduh.


"Jangan ngomong sembarangan makanya. Malu sama mamah, sama Atok juga, tau!" balas Yola sengit.


"Kenape mesti malu. Memang betul pun. Pasal perkahwinan kurang jelas ape nak tanya pade Yola, Atok? Sudah jelas sangat cucu menantu Atok ni cinta dengan Ilham, buat ape nak tanya lagi pasal maj ..."


Sebelum Ilham mulai lebih banyak mempermalukannya di depan Atok, Yola segera membungkam mulut lelaki itu dengan tangannya.


"Abang, diam coba!"


Sesaat setelah Ilham tenang dan mengangguk padanya, barulah Yola melepaskan tangannya yang membungkam mulut lelaki itu.


Atok Yahya mengangguk dengan senyum pertanda dia puas atas jawaban cucu dari sahabatnya, Salim Gunawan itu.


"Baiklah, kalau macam tu. Secepatnya kite mesti adakan majlis perkahwinan besar- besaran untuk perkahwinan kau dan Ilham. Semua orang kat Malaysia sini atau dari luar negeri ini pun mesti tahu kalau kau adalah menanti di Keluarga Nirwan. Takde siape- siape yang boleh membantah pasal tu," kata Atok Yahya.


"Mamah setuju," kata Zubaedah. "Secepatnya kite mesti persiapkan ni, takkan elok kalau perut mempelai wanita nampak besar kalau menunggu majlis perkahwinan ini terlaksana."


Yola tersenyum malu. Dia membayangkan betapa lucunya dia saat memakai gaun pengantin dengan perut yang sudah mulai membesar.


"Selain itu, Atok ade pula yang mahu disampaikan pade Yola," kata Atok Yahya.


Yola mengernyitkan keningnya heran.


"Apa itu, Atok?" tanya Yola ingin tahu.


Atok Yahya menghela napas sebelum mengeluarkan apa yang ingin dia katakan.


"Pasal saham, Atok dah mendengar permintaan itu dari Mamah kau. Ini nampak pelik jika dirundingkan. Macam mana kalau Atok cari jalan di tengah sahaja," kata Atok Yahya.

__ADS_1


Air muka Ratih nampak berubah lagi mendengar perkataan dari Atok Yahya. Apakah mereka sungguh tidak ingin Yola yang memegang kuasa atas saham Ilham?


"Jangan lekas marah dahulu!" kata Atok Yahya yang langsung menyadari perubahan ekspresi Ratih.


Ratih menghembuskan napas kasar dan langsung melemparkan tajam pandangannya pada Ilham. Ilham yang mendapat sorotan mata seperti itu hanya bisa sedikit mengangguk dan memberi kode pada Mama Ratih untuk bersabar sampai Atok Yahya selesai berbicara.


"Yola, bukan atok keberatan saham Ilham dialih nama kepemilikannya pada Yola. Tetapi sebagai seorang pria, Ilham adelah pemimpin rumah tangga. Sebagai seorang pria, Ilham pun harus ade pegangan pula. Seperti Yola ketahui, semua saham tu bukan atok beri percuma pada Ilham, melainkan itu adalah hasil jerih payah dia sendiri. Saat ini pun Atok nak bagi tahu, macam mana kalau saham yang diminta oleh Yola dan Mama, itu Atok sahaja yang memberikan. Tetapi tak banyak. Atok mungkin hanya boleh memberi 10 atau 11% sahaja dari saham kepunyaan Atok. Anggap sahaja ini adelah hadiah perkahwinan yang Atok bagi sebagai ungkapan syukur Atok, kerana Yola dah mau balik ke keluarga ini. Atok dah tak dapat berbuat banyak mase ni. Hanye ni je yang dapat Atok bagi untuk kau sebagai cucu menantu Atok. Atok tak nak kau dan Ilham kembali bercerai- berai macam dahulu. Kasihan mendiang Salim kalau tahu kalian berpisah- pisah macam dulu. Atok tak nak itu terjadi lagi. Setidaknya selama nyawa Atok masih ade kat badan ni, jangan pernah terpikir oleh korang berdua untuk berpisah lagi. Yola paham ke?" tanya Atok.


"Atoook ...."


Kerongkongan Yola seakan tercekat atas kebaikan Atok Yahya padanya. Dulu saat dia menikah dengan Ilham, Atok Yahya memberikan Green House sebagai hadiah perkawinan untuk mereka. Dan kini saat pernikahan mereka akan diresmikan dan dirayakan besar- besaran, Atok Yahya akan memberikannya lagi saham sebagai hadiah?


Bukankah kebaikan Atok Yahya ini telah mencapai level paling tinggi untuknya yang hanya seorang cucu menantu? Apakah memang sedekat itu ikatan Atok Yahya dengan kakek Salim di masa lampau? Ah, Yola pun tak mengerti.


Yola menatap Mamanya sejenak, mencoba mencari tahu apa pendapat sang Mama. Dan perempuan berusia jelang 50 tahun itu, hanya mengangguk sekilas, seolah menyuruh Yola menerima kebaikan hati Atok Yahya itu.


"Macam mana, Yola?" tanya Atok Yahya membuyarkan lamunan Yola.


Yola hanya bisa mengangguk. Dia sempat juga melihat pada Mama Zubaedah yang terlihat cukup puas dengan keputusan ayah mertuanya itu, sang pemimpin Keluarga Nirwan juga Persyarikatan N- one Grocery.


"Baiklah, Atok. Yola sangat berterima kasih atas kemurahan hati Atok," ucap Yola.


***


Jam telah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, saat Ilham keluar dari kamarnya. Sesaat dia sempat menatap wajah lelah istrinya yang terlelap dalam mimpinya yang entah apa.


Ilham masih saja tak kenal ampun jika berbicara tentang urusan ranjang meskipun istrinya itu sedang mengandung. Karena itulah Yola sangat lelah dan bahkan tidak tahu Ilham bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar mereka.


Ilham pun langsung menuju ke taman belakang keluarga Nirwan. Semua penghuni rumah keluarga Nirwan ini pun nampaknya terbuai dalam mimpi yang lelap.


Hingga tiba di taman belakang, Ilham pun menghampiri seseorang yang telah menunggunya sedari tadi.


"Mamah?"


***


Hey, hey, Mamah yang mana yang ditemui Ilham di halaman belakang? Dan ada keperluan apa ya mereka bertemu sembunyi- sembunyi? Penasaran kan? Like dan komentar dulu makanya. Nanti kalau likenya banyak author pertimbangkan deh, update malam ini lagi, atau besok aja ya?m

__ADS_1


__ADS_2