Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Pasca Kejadian Itu


__ADS_3

"Dad, sudah waktunya Ruby nen, siniin!" pinta Yola sembari mengikat cepol rambutnya.


Ilham yang sedang bertelanjang dada sambil menggendong bayinya ala kanguru tertawa geli melihat mulut mungil Ruby sedang mencari-cari p*tingny karena mengira itu sang Mommy. Mereka memang sudah sepakat akan menggendong Ruby bergantian dengan metode KMC (Kangooro Mother Care) untuk menjaga suhu tubuh bayi kecil itu tetap terjaga kehangatannya.


Baby Ruby sudah berusia lebih dari 1 bulan saat ini. Pasca Yola melahirkan putrinya di Pnom Penh, mereka memang tak bisa langsung pulang ke Malaysia. Kondisi bayinya yang lahir dengan usia yang kurang umur membuat dokter belum bisa mengijinkan mereka untuk bepergian jauh.


"Atoh, atoh, atoh ... budak comelnya Mommy, lapar ya nak? lapar ya, Sayang? Punya Daddy nggak ada isinya itu mah. Cuma aksesoris doank! Mending sama mommy yuk," kata Yola sembari membantu Ilham untuk membuka gendongan kanguru itu dan menarik Ruby ke pelukannya.


Dan tak lama, Yola sudah sibuk dengan kegiatan mengasihi Ruby, memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayinya itu. Kali ini Yola benar-benar sangat menikmati perannya jadi ibu.


Dulu saat melahirkan Ammar, dia tidak benar-benar melaksanakan kewajibannya sebagai seorang ibu. Bahkan dia menyusui Ammar, hanya beberapa minggu saja sebelum mertuanya datang menjemput anak sulungnya itu. Oleh karena itu Yola bertekad kali ini terhadap Ruby dia akan bersikap layaknya seorang ibu, menyayangi dan memberikan hak bayi itu terhadap dirinya. Begitu pun Ilham, dia pun telah berniat untuk menjaga keluarganya kali ini. Dan ikut mengurus anaknya kali adalah wujud dari tekadnya itu.


"Aiis, sedapnya. Daddy tak dibagi pun," goda Ilham sambil menusuk-nusuk pipi bayi yang asik menyu*u itu dengan telunjuknya.


Yola balas mencubit pipi Ilham gemas.


"Daddy minum susu di kulkas aja, ya! Yang sedap-sedap cuma punya Ruby lah, ya kan, Sayang?"


"Ais, Mommy ...." gerutu Ilham pura-pura cemberut. "Mommy pilih kasih."


Yola tertawa kecil. Masih sambil memperhatikan bayi Ruby yang telihat asik menikmati kasih dari mommy-nya.


"Bang, memang kita nggak bisa pulang ke KL, ya? Terus gimana donk dengan acara lamarannya Putri dan Hafiz? Kita nggak bisa ikut hadir donk?" tanya Yola.


Ilham meraih kaos oblong yang sedari tadi harus dilepasnya karena harus menggendong Ruby agar tetap hangat, lalu memakainya.


"Tak boleh, Sayang. Tuan Doktor kate Ruby masih tak boleh melakukan perjalanan jauh dengan plane. Kasihan badan dia nanti, dan pihak plane pun tak akan boleh bagi ijin kite terbang kalau tak dapat ijin dari doctor," jawab Ilham.


Kondisi organ tubuh Ruby yang kurang matang khususnya di paru-paru, mengharuskan Yola dan Ruby harus tinggal di Pnomh Penh selama beberapa bulan. Hal ini dikarenakan sesuai prosedur medis bayi prematur seperti Ruby baru bisa melakukan perjalanan jauh dengan pesawat jika usianya telah mencapai dua bulan sejak hari perkiraan lahir. Bukan sejak lahir ya.


Jadi Ruby lahir prematur dua bulan sebelum hari perkiraan lahirnya, itu artinya dia baru boleh bepergian dengan pesawat setidaknya empat atau lima bulan setelah ia dilahirkan.


"Berarti kita bakal lama donk di sini? Aku juga rindu sama Ammar, abang!" rengek Yola.


"Mommy dapat vidio call dengan Ammar," jawab Ilham.


"Beda. Nggak bisa dipeluk!"


"Peluk daddy sahaja, kenape buat susah?"


"Ih, abang! Mau-maunya abang aja itu! Suka ngemodusin! Huuuu,"gerutu Yola.


Ilham lagi-lagi hanya tertawa mendengar gerutuan Yola.

__ADS_1


"Ape salah? Dah lama pun kite tak menikmati mase-mase memadu kasih berdua, betul kan?"


"Belum boleh, Abang! Belum 40 hari!" kata Yola mengingatkan.


"Emmm ..." Ilham pura-pura berpikir sejenak. "Empat puluh hari. Ruby dah tiga puluh lima hari kalau abang tak salah kira. Berarti lima hari lagi boleh lah?"


"Is, abang! Pikirannya ituuuu!" Yola gemas sendiri pada sikap Ilham. "Dari pada mikir ke sana terus mending abang buatkan janji sama dokter untuk screening ROP Ruby."


Atas saran dokter, Ruby harus menjalani serangkaian tes screening ROP (Retinopathy of prematury). Yaitu serangkaian tes yang yang dilakukan pada bayi prematur untuk mencegah terjadinya kebutaan. Prosedur ini wajib dilakukan untuk semua bayi yang lahir di usia kurang dari 35 minggu.


"Tenang sahaja, nanti abang talipon. Tapi Yola kite makan ape malam ni? Yola nak ape? Biar abang beli sayuran di mini market sebelah."


"Apa aja, Bang! Aku nurut ...." jawabnya.


"Oke, tunggu sekejab kat sini, oke?"


Ilham pun lalu beranjak dari duduknya dan segera berdiri untuk pergi ke mini market sebelah apartemen yang disewanya selama berada di Pnomh Penh. Apartemen itu juga berlokasi tak jauh dari rumah sakit tempat Yola melahirkan kemarin dan yang juga menjadi tempat bayinya melakukan rawat jalan.


Kini keduanya benar-benar merasakan bagaimana rasanya menjadi orang tua muda yang merawat anak hanya berdua. Hal yang tak sempat mereka lakukan ketika kelahiran Ammar dulu. Bahkan untuk dapat melakukan perannya sebagai seorang suami dan ayah yang siaga, Ilham memutuskan untuk menemani Yola dan anaknya selama di Pnom Penh. Urusan N-one Grocery dia serahkan sepenuhnya pada Leon dan Nadhira yang lebih paham masalah seluk beluk perusahaan dibandingkan oleh yang lainnya.


Untuk hal yang menimpa hidup mereka selama ini Yola dan Ilham banyak mengambil hikmahnya. Hal menyakitkan yang terjadi di antara mereka, telah terbayar dengan kebahagian yang tak terkira.


Lucas yang menjadi musuh bebuyutan dari Salim Gunawan akhirnya berhasil dilumpuhkan dan sedang menjalani proses sidang di Phnom Penh atas kasus penggunaan bahan illegal untuk produksi produk kosmetik dan baby care milik perusahaannya. Sementara itu hal yang sama juga menimpa Martin. Dia juga ditahan oleh pihak kepolisian setempat sebelum dideportasi ke Indonesia dan ditahan sesuai hukum di sana karena Ilham melaporkannya telah menculik istrinya dan telah melakukan kekerasan sehingga mengakibatkan istrinya berada di situasi yang membahayakan jiwa. Ditambah lagi pengaduan Eva yang telah menjadi korban kekerasan Martin. Hal itu dibuktikan oleh Eva saat visum dan ditemukan sejumlah bekas memar saat Martin memukulnya.


"Yuri, saye ni tak dapat memaafkan awak atas ape yang terjadi. Sebelumnya saye berpikir kau betul-betul anak saye yang hilang, saye kasihan melihat awak macam ni. Tetapi tetap sahaja hukum adalah hukum, apa yang kite tanam itu yang akan kita tuai. Mengakulah, Nak. Setidaknya jangan biarkan dia yang gunakan kau untuk melakukan semua ini, terbebas oleh hukuman."


Mendengar itu Yuri menangis sesenggukan. Tadinya dia sempat berpikir kalau Zubaedah benar-benar ibunya mengingat terakhir kali perempuan datang menjenguknya dengan bercucuran air mata. Jadi semua hanya kesalahpahaman? Ah, bukan salah paham, ralat! Yang benar Lucas menggunakan dia lagi sebagai serangan terakhir untuk keluarga Nirwan. Mungkin Lucas berpikir keluarga Nirwan pasti terpukul kalau mengetahui anak mereka yang hilang ternyata adalah yang membunuh kakeknya sendiri. Ternyata, Tuhan menunjukkan semuanya. Dia bukan anak yang dikira Lucas anak yang dia culik beberapa puluh tahun silam. Ternyata anak itu aman bersama orang lain yang merawat dan membesarkannya.


Lalu dia anak siapa ya Tuhan? Kalau mendengar cerita Zubaedah tentang hilangnya Andini putrinya, berarti dia bahkan bukan anak dari orang yang selama ini dia anggap sebagai ibu kandungnya. Pantas saja wanita yang mengaku sebagai ibunya itu selalu kejam padanya. Selalu memperlakukan dia seperti bukan manusia. Ternyata Lucas pun salah dalam mengenali anak yang dia suruh untuk diculik.


Yuri menangis waktu itu. Membuat Zubaedah iba.


"Lalu aku anak siapa?" tanyanya sedih.


Zubaedah menggeleng bingung. Dia meraih tangan Yuri.


"Saye berat berkata macam ni, andai bukan kau yang membunuh mertua saye, mungkin saye akan berkate anggap saye ibu. Anggap saye Mamah. Tetapi, perbuatanmu terlalu menyakiti family kami. Yuri, tolong bantu saye, bantu kami.Akuilah ape yang telah kau lakukan tu, Nak . Mungkin kite tak dapat punya hubungan lebih macam seorang ibu dan anak. Tetapi sesekali saye akan cuba untuk datang tengok kau ke sini, hmm? Saye akan kirimkan makanan untuk kau kat sini sesekali. Di sini kau tak punya family, kan?" tanya Zubaedah.


Yuri mengangguk.


"Tolong lakukan permintaan saye," pinta Zubaedah lagi.


Dan setelah beberapa hari Yuri mempertimbangkan keinginan Zubaedah lalu ia pun akhirnya mengakui apa yang telah dia lakukan pada Tengku Yahya Nirwan sekaligus memberitahu siapa yang menjadi dalang dan otak perencanaan pembunuhan itu.

__ADS_1


Di lain sisi pula, sindikat yang dipimpin oleh Lucas, mengetahui Lucas terkena masalah serius, memilih untuk menutup mata dan mencari pemimpin lain untuk sindikat mereka. Namun rupanya Martin yang tidak terima ayahnya harus menanggung semua sendiri memutuskan untuk ber'nyanyi' dan membocorkan tentang adanya sindikat internasional yang melakukan penyelundupan obat-obatan terlarang ke tiap-tiap negara di ASEAN.


Hingga sebulan sejak peristiwa itu permasalahan dan kasus hukum mereka semua masih berjalan. Yola dan Ilham hanya sesekali mendapat berita terbaru dari kepolisian tentang sejauh mana proses hukum telah berjalan.


Ceklek!!


Lamunan Yola buyar saat mendengar pintu dibuka.


"Abang, mahu masak rendang padang untuk Yola," kata pria itu.


Yola tercengang dan menatap Yola tak percaya.


"Memang bisa? Ada bahannya?"


Ilham mengangguk dan membongkar belanjaannya, dan menunjukkan satu pack daging impor berlabel halal dari Indonesia, ada juga santan instan dan tentu saja bumbu rendang instan.


"Hafiz kate, kau suke rendang padang. Sama dengan Ammar."


Yola mengangguk.


"Iya sih, tapi kalau pakai bumbu instan kurang tahu juga, ya Bang. Padahal terserah aja sih gimana masaknya. Abang ngurusin aku aja aku udah senang, nggak perlu melakukan hal- hal yang membuat abang susah," ujar Yola.


Ilham mendekat pada Yola dan memeluk istrinya yang masih menggendong Ruby dalam pelukannya. Bayi itu sudah berhenti menyu*u.


"Abang tak merasa susah, Honey. Abang suka melakukan ini," kata Ilham sambil mengecup tipis bibir istrinya itu. Tapi tak disangkanya Yola malah menyambutnya.


"Hmm ... Yola ...." protes Ilham manakala gadis itu malah semakin menarik kerah bajunya untuk mendekat dan membuat ciuman mereka semakin dalam dan semakin dalam lagi.


Beberapa kali Ilham menjadi melenguh karenanya. Yola agak agresif kali ini. Astaga Ruby bahkan masih ada di antara mereka. Hingga pria itu akhirnya mencoba melepaskan diri dari Yola.


"Stop it, Yola. Kau akan menyiksa abang kalau macam ni," keluh Ilham.


Yola terkekeh.


"Nanti kalau udah empat puluh hari, abang carikan perawat yang bisa bantuin kita gantian gendong Ruby," usul Yola sambil mengedipkan matanya pada Ilham.


Dia sadar selain menjadi seorang ibu dia juga seorang istri yang harus memperhatikan kebutuhan suaminya. Termasuk kebutuhan batin.


Dan itu membuat Ilham menjadi tersenyum senang.


"Suruh Putri atau Dini aja kemari, hmm?"


****

__ADS_1


maaf kemarin ga update reader. Jangan lupa like dan komentarnya ya...


__ADS_2