
"Saya keberatan!" kata Lucas menjawab pertanyaan Ilham tentang diangkatnya Hafiz menjadi Ketua Pengarah menggantikannya yang kini telah menjadi presiden direktur.
Ilham mengernyitkan keningnya, dan kini semua mata pun tertuju pada Lucas.
"Kenape tak setuju? Ape alasannya?" tanya Ilham dengan nada tak suka.
Lucas memandang Hafiz meremehkan.
"Jabatan Ketua Pengarah, atau Chief Executif Officer adalah salah satu jabatan penting dalam sebuah perusahaan. Dia adalah wajah perusahaan. Harus memiliki latar belakang pendidikan yang cukup di bidangnya seperti Ketua Pengarah sebelumnya Tengku Yahya Nirwan, bukankah begitu? Dalam hal ini setahu saya Tengku Hafiz Nirwan selain bukan darah daging keturunan keluarga Nirwan, dia juga tak memiliki saham biar sedikit pun dalam syarikat N-one. Dan bagaimana dengan pendidikannya? Apakah latar belakangnya bisnis? Setahu saya Tengku Hafiz Nirwan hanya lulusan SMA di Indonesia setara dengan sekolah menengah di Malaysia. Dan setelah lulus bukannya kuliah dia juga lebih fokus di bidang olahraga, fitness dan gym. Dan yang saya dengar juga katanya dia sudah memiliki 4 sanggar gym dan fitness di 4 kota di Malaysia ini. Lalu, apakah Tuan Tengku Hafiz ini masih bisa mengurus N-one? Maaf, jangan salah paham pada saya, saya memikirkan kemajuan N-one hingga saya merasa perlu untuk tidak menyetujui hal ini," kata Lucas dengan senyum liciknya.
__ADS_1
Ilham mencoba menahan geram menghadapi kelicikan Lucas. Sementara Hafiz sendiri yang tidak tahu menahu soal rencana Ilham di awal yang ingin menjadikan dirinya sebagai ketua pengarah N-one, ingin angkat bicara tentang hal ini. Tetapi Yola menahannya.
"Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih pada presiden direktur, Tengku Ilham Nirwan yang telah menjadikan saya wakilnya. Menjadi wakil presiden direktur dengan kualifikasi yang disebutkan oleh presiden direktur Tengku Ilham tadi adalah suatu hal yang berlebihan untuk saya. Dalam hidup ini utamanya dalam lingkup dunia kerja, pendidikan memang sangat penting. Tetapi tidak berarti menjadi satu-satunya syarat untuk bisa dijadikan patokan dalam sebuah kesuksesan. Saya rasa ada banyak orang yang tidak memilih jalur akademik untuk mencapai kesuksesan mereka. Seperti Mark Zuckerberg, Bill Gates, Walt Disney, Ford Henry, Steve Jobs, Simon Cowell dan masih banyak yang sukses tanpa melalui jalur akademik. Dan dalam hal ini pun Tengku Hafiz Nirwan juga dalam penilaian saya juga memiliki kesamaan dengan orang-orang sukses tersebut. Dimana dia memutuskan untuk menggeluti hobbynya di bidang olahraga, hingga bisa mendirikan 4 cabang sanggar gym dan fitness di 4 kota di Malaysia. Lalu atas dasar apa Tuan Lucas masih meragukannya? Hafiz juga bisa berbisnis meski tanpa menempuh pendidikan management bisnis. Maaf, kalau saya lancang. Kalau saya boleh bertanya, Tuan Lucas sendiri, lulusan universitas mana? Tuan Lucas adalah owner dan founder salah satu perusahaan besar di Kamboja. Mendirikan dan mengurus perusahaan besar seperti itu sayaa juga jadi penasaran, tingkat pendidikan seperti apa yang Tuan Lucas tempuh hingga menjadi orang sesukses ini. Karena almarhum Tengku Yahya Nirwan pun setahu saya tidak punya pendidikan akademik di bidang bisnis namun terbukti mampu mendirikan syarikat sebesar ini, N-one Grocery yang tersebar di seluruh Malaysia," kata Yola dengan nada seperti biasa. Lagi-lagi mengintimidasi.
Rahang Lucas sedikit mengeras menanggapi pembelaan Yolanda Gunawan atas Hafiz, calon Ketua Pengarah yang baru. Tetapi kemudian dia pun bisa menguasai dirinya.
"Hahaha, bagaimana bisa disamakan orang jaman dahulu dengan orang di jaman sekarang? Jaman dahulu di masa saya masih muda, sama dengan Tengku Yahya Nirwan, Universitas belum sebanyak saat ini. Saya akui benar, saya juga tidak menempuh jalur pendidikan formal sama halnya dengan Tuan Yahya. Pendidikan yang kami dapat adalah pendidikan langsung di lapangan disertai pengalaman yang tidak singkat. Namun untuk hal ini, kita kembali ke jaman ini, itu berbeda!Tidak sama! Jika memang ada yang lebih berkompeten di bidang bisnis sebagai kandidat, kenapa kita tidak memilih orang seperti itu saja?" kata Lucas lagi dan lagi dengan senyum liciknya.
Lucas tersenyum sebelum akhirnya kemudian berkata.
__ADS_1
"Yuri Pramestika, adalah anak yang kuangkat dan kuanggap seperti anak kandungku sendiri. Seperti yang Nyonya Nirwan ketahui sendiri dia bersekolah di sekolah dasar yang sama dengan Nyonya Nirwan, SMP yang sama dengan Nyonya Nirwan, satu dari sekolah dengan kualitas terbaik yang ada di Indonesia. Pendidikan apa yang Nyonya Nirwan dapatkan selama masa sekolah dia mendapatkan itu juga di sana. Lalu, saat SMA dia saya sekolahkan di Nanyang Junior College, Singapore. Hingga lulus dari sana dia pun melanjutkan pendidikan di Nanyang Technologycal University Singapore jurusan management bisnis. Salah satu lembaga pendidikan yang terbaik yang ada di Singapore. Dengan kualifikasi pendidikan yang dia punya bukankah dia layak menjadi kandidat untuk menjadi Ketua Pengarah N-one Grocery? Maaf beribu maaf, untuk Presiden Direktur Tengku Ilham Nirwan dan Wakil Presiden Direktur Yolanda Gunawan. Jika kalian sebagai pemilik saham terbesar di N-one Grocery boleh memilih calon kandidat Chief Executif Officer, kenapa saya sebagai pemilik saham kedua terbesar tidak bisa mengusulkan calon kandidat lain untuk menjadi CEO yang lebih layak? Saya rasa Yuri Pramestika lebih cocok memegang posisi itu," kata Lucas dengan nada yang penuh percaya diri.
Yola, Hafiz dan Ilham sesaat saling pandang. Mereka tak percaya dengan fakta baru yang dipaparkan oleh Lucas. Anak angkat? Dan ... dia juga lulusan universitas ternama? Kenapa Yola tidak percaya padanya? Bukankah Yuri kemarin bilang kalau dia tidak sama dengan Yola yang terlahir dengan sendok emas dimulutnya. Nah, kalau bapak angkatnya sekaya Lucas, untuk apa selama di Malaysia ini dia selalu bersikap seperti orang susah? Apa itu hanya pura-pura? Yola semakin tak mengerti.
Ilham apalagi Hafiz pun sampai memandang jijik pada Yuri. Sungguh mereka tidak paham tentang apa dan bagaimana hubungan Yuri dan Lucas. Bahkan gadis itu bahkan mengkhianati Yola. Jadi apakah selama ini dia sengaja mendekati Yola demi agar bisa mendapatkan posisi penting di N-one dan demi bisa membantu Lucas, bapak angkatnya yang licik itu? Ckckck...
Tapi Hafiz tak akan membiarkan gadis ular itu menang kali ini. Dia bahkan hampir menjebak Hafiz dan berpura-pura hamil demi bisa masuk ke dalam keluarga Nirwan. Keterlaluan!
"Tak payah saling berdebat macam tu! Jika abang saya dan kakak ipar saya mengusulkan saya untuk jadi ketua pengarah, dan tuan Lucas pun punya calon sendiri sebagai kandidat, saye pun tak akan keberatan untuk bersaing secara sportif dengan Yuri merebutkan jawatan Ketua Pengarah N-one. Kami ni juge adalah kawan lama, betul kan Yuri? Kau tak keberatan kan kalau kite berkompetisi untuk dapatkan jawatan ketua pengarah N-one? Siape yang kalah mesti get out dari N-one. Macam mana?" tantang Hafiz pada Yuri.
__ADS_1
****
Yah, othor kecewa nih... makin othor rajin crazy up, like dan komentnya makin dikit. Performa karya author makin turun beib... Like dan koment ya...