
"Bagaimana recorder CCTV boleh hilang?" tanya Ilham gusar. "Kalian tahu peranan kalian bekerja di sini buat ape?"
Ilham begitu marah saat mengetahui rekaman CCTV yang dia ingin lihat untuk bisa melihat Mr. Y ternyata tidak ada di ruang monitor CCTV. Padahal kalau dilihat dari keterangan Sonia, lelaki yang disebut Mr. Y itu baru ada di area N- one belum ada satu jam yang lalu. Tapi kini rekaman CCTV itu seperti ada yang telah memotongnya. Dan yang paling membuat Ilham murka, saat dia ke ruang monitor CCTV tidak ada satu petugas pun yang berada di sanaa.
"Ma- maaf, Ketua Pengarah. Kami lalai. Tadi saye sakit perut dan ke tandas sekejap ketika kawan saya ni sedang menjemput bekal makanan siang oleh isterinya ke bawah," kata security itu memelas.
"Kalau hanya sekejap, kenape tak kau tunggu kawan kau ni balik baru ke tandas, huh? Lalu sekarang macam mana kite tau siape yang menyusup kat sini?!" bentak Ilham geram.
"Ma- maaf, Tuan Ketua Pengarah! Ampuni kami, kami berjanji perkara macam ni takkan pernah terjadi lagi," janji pria itu.
Ilham memijat- mijat kepalanya yang sakit. Siapa? Bagaimana bisa Mr. Y melakukan ini di N- one? Sebenarnya sebesar apa kekuasaannya sehingga dia bahkan bisa keluar masuk N- one dan melakukan hal sesukanya di sini? Dan lagi pula apa yang dilakukan pria itu di N- one?
Ilham menjadi khawatir sekarang setelah tahu kalau di N- one ada orang yang sengaja ditempatkan Mr. Y untuk mengawasinya. Atau sebenarnya target dia adalah Yola?
Saat ini Ilham tidak memiliki ide lain selain menghubungi Nadira. Dia harus mendesak Pengarah bagian personalia itu menyelidiki orang- orang yang bekerja di N- one. Khususnya yang bekerja di bagian monitoring CCTV.
"Baiklahh kalau macam tu. Aku akan pegang janji korang semua yang dipekerjakan kat sini," kata Ilham memberi ultimatum.
Setelah Ilham beranjak pergi, kedua petugas itu saling lempar pandang memberi kode. Lalu seseorang dari mereka pun mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Tuan Y, kami telah potong rekaman CCTV yang ada Tuan Y, jangan khawatir. Semua ade dalam kendali meski Tuan Ilham datang dengan kemarahan," kata petugas itu.
Terdengar kekeh di telepon.
"Bagus, aku salut pada kalian. Tetap pantau disitu dan laporkan apa saja yang kejadian yang janggal di sana," kata orang itu.
"Bersedia, Tuan Y."
*****
__ADS_1
Dengan kesal Ilham kembali ke ruangannya dan ternyata Sonia masih ada di sana. Ilham rasanya ingin cepat- cepat mengusir wanita itu namun dia mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk bertanya ciri- ciri Mr. Y itu pada Sonia.
"Sonia, kau bagi tahu aku ape ciri dari Mr. Y tu?" tanya Ilham tanpa basa- basi.
"Emmm .... " Sonia berusaha memvisualisasikan bayangan Mr. Y itu di kepalanya. "Dia, kira- kira seumuran kite, Ilham. Dari badannya dia tampak tinggi sikit dari kau. Dia punya rahang kokoh dan tegas. Dan memiliki sebelah giwang di telingannye," jawab Sonia.
"Oh, macam tu," Ilham menggumam sambil manggut- manggut mencoba untuk mengingat apa dia pernah kenal orang dengan ciri seperti itu.
"Dan ... Nampaknya dia sekarang punya tatto di tangannya, kalau dulu tak punye. Aku tak tahu jelas, sebab tadi aku tengok dia memakai baju lengan panjang. Jadi aku boleh tengok sedikit je di bagian punggung tangannya," kata Sonia menjelaskan.
"Ape ada lagi?" desak Ilham tak sabar.
Sonia mencoba untuk mengingat lebih keras, hingga akhirnya dia menggeleng.
"Sepertinya aku tak ingat hal lain lagi. Tapi die nampak handsome sangatlah, terlihat manly," kata Sonia.
Sonia mengatakan itu dengan niat untuk membuat Ilham cemburu. Tapi lelaki itu sepertinya tidak peduli tentang usaha Sonia untuk membuatnya cemburu. Sangat berbeda ketika melihat Yola menggoda Leon tadi. Ilham terlihat sangat jelas menunjukkan rasa cemburunya meskipun Leon adalah sahabatnya. Hal itu membuat rasa hati Sonia rasanya menciut. Malah sekarang rasanya Sonialah yang merasakan cemburu itu.
Sonia berusaha merayunya. Dengan menebalkan wajah dia memeluk leher Ilham dan menempelkan bibirnya di pipi Ilham. Dia memberikan ciuman- ciuman kecil di sekitar wajah dan leher pria itu. Toh, bukankah mereka telah pernah melakukannya di Royale Hotel pada hari itu? Berarti bukan tidak mungkin kalau Ilham akan jatuh lagi di pelukannya seperti malam itu.
Ya, meskipun Sonia tidak ingat secara mendetail tentang hubungan panas yang mereka lalui malam itu, tetapi melihat banyaknya bekas kissmark di tubuhnya dan betapa berantakannya ranjangnya waktu itu, itu membuktikan kalaau telah terjadi sesuatu di antara mereka kan?
Dan kini Sonia akan kembali merayu Ilham. Jika malam seperti itu akan terulang lagi, Sonia tidak akan membiarkan dirinya mabuk lagi. Dia tidak akan melewatkan sedetik pun kebersamaan mereka tanpa menikmatinya.
"Sonia, stop it!!" tegur Ilham gusar.
Dia berusaha sebisa mungkin untuk tidak kasar pada wanita yang masih menganggapnya sebagai isteri Tengku Ilham Nirwan itu. Dia masih membutuhkan Sonia untuk memperoleh informasi tentang Mr. Y.
"Kenape?" protes Sonia.
__ADS_1
"Ini office. Tak patutlah kau berbuat macam tu. Kalau ade yang tengok macam mana?"
Sonia menghentikan usahanya membuat Ilham merasa ON.
"Kalau macam tu, kite bolehlah lanjut di tempat lain sahaja? Kat sini ade juge hotel. Lagi pula sebentar lagi sudah waktunya jam untuk rehat. Sekejap saja, ya?" bujuk Sonia sambil jarinya masih bermain di sekitar telinga Ilham.
Ilham benar- benar risih dengan sentuhan Sonia. Segera dia menepis tangan Sonia.
"Sonia, aku sibuk! Jangan macam ni, Oke? Aku boleh marah kalau kau menggangguku macam ni," kecam Ilham jengkel.
"Ilham ...."
"Sekarang kau balik!"
"Tapi aku ...."
"Tak de tapi. Aku masih ade banyak sangat job. Kau datang kat sini, hanya tahu mengganggu aku sahaja,"jawab Ilham.
Sonia tertegun. Begitukah Ilham memandangnya selama ini? Jadi Ilham hanya melihatnya sebagai pengganggu?
Sonia merasa sakit hati dengan perkataan Ilham. Lalu tanpa menunggu lama dia mengambil tasnya dan meninggalkan Ilham dengan mata berkaca- kaca.
Ilham mendengus. Kalau bukan karena dia masih membutuhkan Sonia, mungkin sudah sedari tadi dia menyeret wanita itu keluar dari ruangannya.
Dan sekarang Ilham dipenuhi pikiran- pikiran tentang Mr. Y. Kalau dilihat dari emailnya untuk Atok Yahya, Mr. Y sepertinya sangat menginginkan saham N- one. Lalu sebenarnya siapa dia? Apa tujuan utamanya sebenarnya?N-one atau Yola? Ilham benar- benar tak mengerti.
Dan tunggu .... Yola! Ya ampun, Ilham hampir melupakan bumilnya yang sedang merajuk itu.
****
__ADS_1
Beri like, koment dan hati yang banyak ya gengs...
Btw, aku mau promoin karyaku yang satunya "I love You Dr. Gagu". Sambil menunggu author ngetik update Jodoh dari Malaysia selanjutnya kalian bisa baca itu kalau berkenan. Kisahnya tak kalah seru. Dan buat yang udah pernah baca, author minta tolong donk, scroll ulang I love You Dr. Gagu dari bab awal hingga selesai. Author mau kontrakin itu soalnya. Soalnya novel itu sekarang ada di level 9, mau author naikin levelnya ke 10 biar nggak nanggung kalau kontrak. Mohon bantuannya teman- teman reader ....