
Ilham masuk ke ruang rapat itu dengan kening mengenyit. Semua pemegang saham ada di sini saat ini. Semua menatap pada dirinya. Termasuk orang yang sedang duduk di kursi kebesaran petinggi N-one itu. Lucas, entah bagaimana dia bisa berada di sini, Ilham masih tak mengerti. Ditambah lagi ada Yuri di sisinya.
"Tuan Lucas, kenape anda ade kat sini?" tanya Ilham.
Lucas tersenyum menyeringai.
"Apa ada yang salah kalau calon pemimpin perusahaan ada di sini? Rapat ini diadakan untuk memilih presiden direktur yang selanjutnya. Saya termasuk kandidat selanjutnya syarikat N-one Grocery," kata Lucas.
"Kisah dari mana Tuan Lucas boleh jadi president direktur kat sini?" tanya Ilham tak suka.
"Hahaha ... Yuri, jelaskan pada Ketua Pengarah ini, bagaimana posisi saya di N-one Grocery saat ini!" suruh Lucas pada Yuri.
Ilham menatap Yuri dengan tatapan memicing.
"Kau? Kenape kau ade kat sini? Bukankah kau kawannya Yola? Dan kau mengosongkan apartemen kami. Apa maksud semua ini? Siape kau sesungguhnya? Dan ade hubungan ape kau dengan Tuan Lucas ini?" tanya Ilham bertubi-tubi.
Sungguh dia sedang berusaha menahan amarah saat ini. Bagaimana tidak, wanita ini adalah teman yang sangat dipercayai Yola, dan yang ternyata pada akhirnya juga berani merampok apartemen mereka. Dan kini kejutan apa lagi? Dia adalah anak buahnya Lucas, orang yang ditemui Atok Yahya beberapa jam sebelum meninggal dan orang yang dicurigai Ilham ada kaitannya dengan meninggalnya sang Atok.
Yuri tidak menjawab pertanyaan Ilham saat ini. Dia malah membuka beberapa map dan menyalakan laptop yang sedari tadi berada di atas meja di hadapan mereka. Dengan bantuan salah seorang staf N-one, Yuri menyalakan infokus dan menyambungkannya dengan laptop itu.
"Jadi begini, Tuan Lucas adalah salah seorang teman lama dari Tuan Yahya Nirwan. Sebelum Tuan Yahya berpulang, antara Tuan Yahya dan Tuan Lucas telah melakukan transaksi pemindahan saham Syarikat N-one Grocery sebanyak 42% atas nama Tuan Tengku Yahya Nirwan terhadap Tuan Lucas Roberto. Oleh karena itu sebagai pemilik saham yang boleh dibilang terbesar di antara semua pemegang saham, alangkah baiknya kalau hari ini kita mengadakan musyawarah dalam rangka memilih siapa yang akan menjadi presiden direktur yang kira-kira mampu memimpin syarikat atau perusahaan tak bertuan ini," kata Yuri mengawali rapat pemilihan presiden direktur perusahaan N-one dengan penjelasan yang tidak dapat Ilham terima.
"Tunggu sekejap! Ape maksud awak ni berkata kalau Atok saye Tengku Yahya Nirwan melakukan transaksi penjualan saham kepada Tuan Lucas? Saye tak pernah tahu ada hal macam ni. Dan untuk ape Atok saye menjual sahamnya sedang dia tak sedang kekurangan sesuatu apa pun? Korang ni jangan mengada-ada, membuat cerita dusta. Dan asal korang semua yang ade kat sini tahu. Atok saye tak pernah punya kawan macam ni. Kalau memang Atok punya kawan lama dan sampai menjual saham padanya, Atok tak mungkin bercerita pasal ni pade saye. Korang berdua tak payah menipu saya dan semua yang ada di sini macam tu!" kata Ilham marah.
__ADS_1
Lucas tersenyum. Kali ini dengan senyum mengejek.
"Yuri, tunjukkan pada dia bukti transaksi penjualan saham Tengku Yahya Nirwan pada saya," perintah Lucas pada Yuri dengan nada yang sangat santai.
Yuri bangkit dari duduknya dan menyerahkan sebuah map pada Ilham.
"Ini Tuan Ilham. Semua transaksi dan perjanjian jual beli saham milik Tengku Yahya Nirwan tertera di situ dan ditanda tangani oleh lawyer (pengacara) Tuan Yahya sendiri. Silahkan dilihat dulu," kata Yuri.
Ilham dengan tak percaya merebut paksa map itu dan membaca poin per poin kata-kata yang tertera di situ. Semua sangat jelas tertera dalam surat perjanjian jual beli itu yang di dalamnya sama-sama disaksikan oleh pengacara dan notaris kedua belah pihak.
"Korang semua ni berdusta. Tak ade signatur di perjanjian ini. Dan ini ape? Hanya stamp ibu jari sahaja? Atok saye taklah buta aksara. Beliau pun tak sakit hingga mesti memerlukan stamp ibu jari untuk tanda tangani surat penting macam ni. Korang berdua tak takut ke saye bawa perkara ni ke polis?" tantang Ilham dengan gemas.
"Silahkan saja, jika Tuan Ilham menghendaki demikian. Tetapi saya tak berbohong. Surat itu legal secara hukum dan telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang," kata Lucas percaya diri.
"Silahkan! Tetapi sebelumnya bisakah kita memulai rapatnya? Saya tidak banyak waktu di Kuala Lumpur ini. Saya sudah lama meninggalkan perusahaan saya di Cambodia! Jika saya terpilih menjadi presiden N-one Grocery, saya akan menyediakan diri dan berdedikasi untuk kemajuan perusahaan. Saya berjanji!" kata Lucas pada seluruh pemegang saham.
"Tuan Lucas, kau mimpi sahaja. Jangan berharap perusahaan yang Atok saya bangun dengan susah payah dapat kau ambil begitu sahaja!" geram Ilhamm
Lucas tertawa terkekeh-kekeh.
"Perusahaan yang Atokmu bangun? Kamu tahu darimana asal dana dia membangun N-one ini?" tanya Lucas kali ini tanpa senyum. Tetapi juga menahan geram pada sikap Ilham.
"Tentu sahaja dari hasil kerja keras dan keringatnya sendiri. Jangan cakap itu dari kau, hmmm?" tantang Ilham lagi.
__ADS_1
Suasanna di ruang rapat itu sungguh sangat membuat gerah saat ini. Semua berbisik-bisik ingin tahu ada masalah ala sebenarnya yang terjadi di sini.
"Kalau saya bilang, saya hanya mengambil apa yang sudah Atokmu curi dari saya, bagaimana?" tanyanya.
Kali ini suasana semakin gaduh dan sulit ditertibkan.
"Apa yang atok saya curi darimu? Katakan! Saye cucunya akan mengganti apa yang dia curi darimu!" jawab Ilham tak memperdulikan suasana riuh di sekelilingnya.
Lucas tertawa dan tiba-tiba berhenti begiti saja. Dia tidak mungkin membeberkan tentang rahasia harta kapal Yolanda yang pernah dia dan kawanannya rampok dan dibawa lari oleh Yahya dan Salim.
"Hmmm? Kenape tak cakap? Ape yang dicuri oleh Atok saye?"
"Kamu tak perlu tahu itu. Aku rasa N-one sudah sebanding dengan apa yang dicurinya," kata Lucas.
Kali ini Ilham yang tertawa.
"Kau tak payah membodohi saye macam ni! Kau kate tadi kau membeli saham Atok saye! Sekarang pula kau cakap kalau N-one ni adalah pengganti dari sesuatu yang sudah Atok saye curi darimu. Yang mana betul? Jangan cakap kau nak ambil N-one ni secara percuma, hmm?! Saye tak boleh biarkan hal tu terjadi!!! Dari semula saye dah curiga kalau kau mestilah orang jahat yang datang nak hancurkan keluarga saye. Tuan Lucas ...." Ilham memanggil Lucas dan terdiam sejenak. Matanya kini menatap tajam pada Lucas.
Begitu pun sebaliknya Lucas menatap tajam pada Ilham.
"Tuan Lucas, jangan sampai kematian Atok saye ade hubungannya dengan Tuan Lucas ..."
****
__ADS_1
Sengittt guys perang mereka kali ni. Di like dan koment jangan lupa beib ....