Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Abimanyu


__ADS_3

Hari sudah menjelang siang saat Ilham, Yola dan Ammar sampai di rumah Atok Yahya. Sebenarnya Yola masih ragu ingin mempublikasikan hubungan mereka pada semua orang, tetapi rupanya Ilham sudah tidak sabar ingin memperbaikin keadaan yang semakin hari semakin runyam ini. Dia tidak ingin menyembunyikan hubungannya dengan istrinya sendiri, setidaknya tidak di hadapan keluarga mereka.


"Amboi, amboi, menantu kesayangan Mamah dah datang. Ilham, kenape tak cakap lebih dahulu kalau Yola akan ikut balik kat sini?" sambut Mamah Zubaedah begitu melihat sosok yang keluar dari dalam mobil salah satunya adalah Yola.


"Tadinya kami tak de planning pun kat sini. Kami dari rumah Green house, Mah. Lewat pula dari pasar. Ilham tengok makanan kesukaan Atok, jadi Ilham terpikirlah untuk mampir kat sini," jawab Ilham sambil melirik Yola.


"Yola, ape kabar? Yola sihat ke?" tanya Mamah Zubaedah.


Yola tersenyum canggung kemudian mengangguk.


"Kandunganmu macam mana? Adiknya Ammar sihat, tak?" tanya Mamah Zubaedah sembari mengelus perut rata Yola.


"Owh... em .... baik, Mah," jawab Yola tak bisa berkata apa- apa. Dia canggung sekali saat perutnya disentuh oleh Zubaedah.


Lalu dengan malas dia menatap pada Ilham berharap diberi penjelasan kapan mertuanya tau kalau dia sedang hamil dan sejak kapan Mamah Zubaedah tau.


"Kau mesti pandai- pandai menjaga kau punya kandungan. Tapi usah cemas. Tak lama Mamah akan balik sebentar ke Johor dan akan kembali ke sini segera. Lepas tu Mamah yang akan jaga Yola kat sini. Sampai kau melahirkan, biarkan Mamah yang urus, Oke?"


Yola tersenyum simpul. Dia speechless. Entah bagaimana nasibnya beberapa bulan yang akan datang. Perutnya akan semakin membesar dan semua orang akan tahu tentang kehamilannya ini.


"Jom kite masuk. Mamah ade masak ayam percik tadi pagi. Yola suke ayam percik, kan?" tanya Zubaedah pada menantu kesayangannya itu.


Yola mengangguk. Beberapa kali dia sempat memakan salah satu makanan khas malaysia itu.


Zubaedah dengan riang membawa menantunya itu ke dalam rumah. Bagaimana pun dia harus menebus kesalahannya di masa lalu. Saat menantunya itu berjuang di masa kehamilan hingga akhirnya melahirkan cucu pertamanya ,dia tak ada di sampingnya.


Bukan, bukan dia tak mau. Tapi besannya, Abimanyu bersikeras untuk tidak mengijinkan mereka bertemu dengan Yola. Bahkan untuk menemuinya di sekolahnya saja pun wanita itu tak bisa karena Abimanyu sangat over protektif pada putrinya itu. Abimanyu menempatkan bodyguard di sekolah untuk menjaga Yola dari keluarga Ilham dan siswa siswi sekolah itu yang mungkin akan membully Yola. Dia hanya bisa mendengar kabar Yola sesekali dari Hafiz kalau dia mendesaknya. Itu pun dia hanya bisa mendapat sedikit informasi karena Hafiz enggan memberikan informasi tentang Yola pada mereka.


Sepanjang Yola dibawa Zubaedah ke dapur, Ilham pun menemui Atok Yahya di ruangan kerjanya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Atok!" sapa Ilham memberi salam.


"Waalaikumsalam, kau datang?" Atok membalas salam dan balik menyapa Ilham.


"Iya Atok. Ilham datang bersama Yola," jawab Ilham sengaja memberitahukan Atoknya akan kedatangan Yola untuk memberi tahu secara tidak langsung kalau pria itu telah berhasil merebut kembali hati cucu menantu kesayangan Atoknya itu.


Atok Yahya mengangguk- angguk. Meski pria tua itu tidak menunjukkan kebahagiaannya secara ekspresif tapi Ilham tahu dari raut wajahnya kalau Atok Yahya cukup puas dengan rujuknya Yola dengan Ilham.


"Ilham dan Yola dah kembali rujuk Atok. Dan .... mungkin Atok dah mendengar ini dari Mamah, Yola saat ni tengah mengandung anak Ilham, adiknya Ammar," kata Ilham memberi tahu.


Atok Yahya menghela napas mendengar kabar itu langsung dari cucunya. Dia bahagia? Pasti. Bagaimana mungkin dia merasa tak bahagia dengan bertambahnya cucu sebagai penerua keturunannya. Keluarga Nirwan entah dapat kutukan atau apa, mereka selalu memiliki keturunan sedikit dibandingkan keluarga lain. Termasuk dirinya.


Atok Yahya hanya memiliki dua anak. Anak pertamanya adalah Ismail, ayah dari Ilham, sementara anak keduanya perempuan dan kini telah menikah dan ikut suaminya ke Klantan. Atok Yahya tak memiliki cucu dari anak perempuannya itu karena suaminya memiliki masalah infertilisasi pada alat reproduksinya.


Jadi mana mungkin Atok Yahya tidak merasa bahagia dengan berita kehamilan Yola yang mengandung cucu keduanya. Malah jika memungkinkan Atok Yahya masih berharap bisa melihat Ilham berkesempatan memiliki anak ketiga atau keempat selama dia masih hidup.


"Atok ... "


Ilham membuyarkan pikiran- pikiran Atok Yahya.


"Atok tak suke ke dengan berita ini??" tanya Ilham hati- hati.


Atok Yahya kembali menghela napas.


"Mana mungkin Atok tak suke. Atok hanya berpikir pasal mertuamu sahaja. Abimanyu tak akan senang memberikan Yolanda untuk kembali rujuk dengan kau, Ilham," keluh Atok Yahya.


Berkali-kali dia menarik napas berat.


"Tapi Papa Abi mungkin tak akan boleh berbuat ape- ape. Tak mungkinlah dia Atok nak pisahkan kami kedua kali. Yola sedang mengandung cucu die juge," kata Ilham mencoba membantah pendapat atoknya.

__ADS_1


"Kau berdoa sahaja, semoga memang macam tu. Atok hanye merasa kalau Abimanyu tu terkadang amatlah keras hati dan kadang nampak tak punye perasaan. Sedangkan dia boleh merasa tega tinggalkan kekasihnya yang tengah mengandung die punya anak, macam mana dia tak akan tega kalau hanya nak pisahkan kau dan anaknya? Kau tak ingat ke, dia bahkan tak sedih berpisah dengan cucunya sendiri, darah daging dia sendiri, macam mana kau boleh berharap dia akan merestui kau hanya kerana Yolanda mengandung anakmu untuk kedua kalinya? Kau tahu Ilham? Itulah yang Atok likir sedari tadi!" kata Atok menjawab bantahan Ilham.


Ilham mengernyitkan keningnya.


"Ape maksud Atok tadi? Papa Abi tega meninggalkan kekasihnya yang tengah mengandung anak die? Pregnant? Wanita lain? Bukan Mama Ratih?" tanya Ilham kaget.


Atok Yahya mengangguk.


"Macam tulah. Atok juga mendengar hanya sekilas sahaja. Itu terjadi sebelum dia berkahwin dengan Mamanya Yolanda," kata Atok Yahya.


Ilham berpikir sejenak.


"Jadi maksud Atok, Yola punye saudara seayah lain ibu ke?" tanya Ilham dengan mata membelalak.


Atok Yahya mengangguk.


"Macam tulah. Tapi Atok tak banyak bertanya pasal tu. Takut mendiang Atok Salim tersinggung," kata Atok Yahya lagi.


"Ape anak Papa Abi dari kekasihnya itu perempuan juge?" tanya Ilham makin penasaran.


"Nampaknya macam tu," jawab Atok lagi.


Dan kini Ilham pun mulai merasa titik secercah titik terang mulai terlihat untuk masalah Yola dan sepupunya Eva. Kalau dugaannya benar, Eva pastilah kakak kandung Yola beda ibu.


"Atok, apa mungkin anak dari Papa Abi itu bernama Yolanda juga?"


***


Duuuh macam mana ini beib... Makin sikit likenya author tengok. Dan coba lihat ratingnya author dari 4,8 turun jadi 4,6. Sedih aku tuh... beri rate ulang donk di bintang 5 untuk novel ini, like dan komentar juga jangan lupa. Makasih reader kesayangan akoe....

__ADS_1


__ADS_2