Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Senorita


__ADS_3

Beberapa hari berlalu sejak Zubaedah datang dan tak memperbolehkan Yola bertemu dengan Ammar. Dan setiap hari juga Yola mendatangi Ilham untuk menanyakan kabar putranya itu sekaligus memohon untuk mempertemukannya dengan Ammar. Dan 5 hari telah berlalu, Yola bahkan tak masuk kerja hari ini. Menurut keterangan dari Nadira sebagai direktur personalia, Yola tidak hadir karena sakit. Hal itu membuat Ilham luluh dan memutuskan untuk membawa Ammar bertemu dengan Yola sepulang dari bekerja.


"Dad, macam mana Mommy boleh sakit?" tanya Ammar.


"Mommy mesti rindukan Ammar kerana itu Mommy sakit," jawab Ilham sembari menghentikan mobil mereka itu di depan sebuah toko bunga.


Setelah melihat-lihat berapa saat, akhirnya Ilham menjatuhkan pilihannya pada bunga aster putih untuk diberikan pada Yola. Dan jadilah sebuket bunga aster putih telah berada di genggaman Ammar kini.


"Ini, kau berikanlah untuk Mommy nanti," kata Ilham pada putranya itu.


Dan usai membeli bunga, keduanya kini melaju menuju apartemen Gold Century. Setelah menekan bel beberapa kali, akhirnya pintu apartemen Yola terbuka juga. Namun sangat mengagetkan Ilham dan membuatnya tak suka karena yang membuka pintu ternyata bukanlah Yola melainkan Hafiz.


"Kau buat apa di sini?" Ilham tak bisa menutupi ketidaksukaannya.


"Kau yang buat apa di sini?" balas Hafiz.


"Ammar nak berjumpe Mommy-nya," jawab Ilham.


"Oh .... Kalau macam tu, Ammar, mari masuk." Hafiz menarik tangan Ammar dan membawanya masuk. "Kau balik saja!"


Hafiz ingin menutup pintu tapi Ilham menghalangi dan mendorong pintu itu.


"Kau siape tak ijinkan aku masuk?" tantangnya.


"Aku boyfriend-nya Yola, kau siape?" Hafiz balik menantang.


"Boyfriend? Jangan berkhayal setinggi langit. Nanti kau jatuh, sakit pula! Yola isteriku. Bukan girlfriend siape- siape," jawab Ilham sembari mendorong bahu Hafiz agar menyingkir dari jalannya.


"Hafiz, siapa yang datang?!!"


Dari dapur Yola keluar untuk melihat siapa tamunya yang datang. Masih memakai celemek dan rambut asal diikat ia pun meninggalkan kegiatannya yang sedang memasak di dapur.


Ilham menatapnya dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan tak berkedip sama sekali.


"Ammar!!!!" panggil Yola dengan riang.


"Mommyyyy!!!!!" Bocah itu pun segera berlari ke pelukannya.


"Ammar, Mommy sangat kangen dengan Ammar. I miss you so much, sayang ...." kata Yola sembari memeluk Ammar erat- erat. Tak lupa kecupan bertubi- tubi pun mendarat di pipi dan kening anak itu. Air matanya bahkan hampir jatuh karena terharu akan pertemuannya dengan putra kesayangannya ini .


"I miss you too, Mom. Mommy sakit?" tanya Ammar khawatir.


Yola melirik pada Ilham yang sepertinya kesal padanya.


"Ehmmm, Mommy cuma sakit kepala sedikit aja." kata Yola pada akhirnya.


"Sakit, tapi masih saje boleh memasak dan berdua-duaan dengan lelaki bukan muhrim di sini," sindir Ilham jengkel.


Yola hanya bisa membalas jengkel sindiran Ilham dengan wajah manyun.


"Aku akan resign dari N-one secepatnya. Tak ada gunanya juga aku berlama- lama di sana kalau pada akhirnya aku tetap tak boleh bertemu anakku," jawab Yola. "Ammar, kau dah makan malam belum?"Yola berpaling pada Ammar.


"Not yet. Btw, Mommy, ini bunga untuk Mommy. Get well soon, Mom!" ucap Ammar.


"Thank you, dear. Bunganya indah sekali. Very- very beautifull. Ini bunga pilihanmu?" tanya Yola.


"No. Daddy yang pilihkan." jawab Ammar.


"Oh, pantas jelek." gumam Yola kecut.


Hal itu didengar Ilham.


"Kalau kau tak nak buang sahaja," sahut Ilham jengkel.


Yola tak menyahut lagi melainkan mengajak Ammar untuk ke dapur.

__ADS_1


"Sayang, Mommy mau masak dulu. Mau temani mommy di dapur?" tanya Yola.


"Tentu, Mom." kata Ammar dan detik berikutnya mereka telah meninggalkan Hafiz dan Ilham di ruang tamu.


Sepeninggalan Yola dan Ammar ke dapur, Ilham dan Hafiz duduk di ruang tamu dengan aura ketidaksukaan satu sama lain.


"White daisies .... Kau sama sekali tak tahu, ape- ape yang jadi kesukaan Yola tapi nak jadi dia punya husband? Bunga favoritenya, warna favoritnya, lagu kesukaannya, ape yang jadi cita- citanya ...." cibir Hafiz.


Ilham memicingkan matanya tak suka.


"White daisies, aster putih adalah bunga kesukaannya. Kau yang tak tahu apa pun, berlagak lebih tahu pula...."


"Tak. Yola suka mawar merah. Kau yang tak tahu apa pun yang dia suka. Dia suka rendang padang, warna kesukaannya merah, penyanyi favoritnya mariah carey, tapi dia suka sangat dengar lagu dido bertajuk white flag. Kau tak pantas pun dampingi dia," cerca Hafiz.


Perkataan Hafiz seolah membuka adu mulut di antara mereka. Dan kata-kata Hafiz telak menusuk hati. Dia memang tak tahu banyak tentang kesukaan wanita itu. Meski telah menikah selama bertahun-tahun tapi kebersamaannya dengan Yola sungguh sangat sebentar.


"Oh, ya? Jadi menurut kau begitu? Aku cukup tahu satu sahaja. Yola masih cinta dengan aku. Aku satu-satunya pria dalam hidupnya. Dan kau selamanya hanya kawan masa sekolahnya, Ehsan!" balas Ilham tajam.


Adu mulut itu pun akhirnya berskor 1-1. Kata- kata Ilham juga sangat menusuk relung hati Hafiz. Dari dulu dia sudah menyukai Yola, sejak Yola bersikap baik padanya dan mengajaknya menikah. Meski waktu itu omongan Yola iti hanya karena kebimbangannya sebelum menikah dengan Ilham, tapi jauh di lubuk hati Hafiz, dia mulai menyukai gadis itu. Terlebih-lebih saat Yola mengakui dia sebagai pacar di depan teman-teman satu sekolahnya. Hafiz sungguh berharap itu jadi kenyataan.


Sayangnya, Yola adalah kakak iparnya. Sedikit kecewa kenapa bukan dia saja yang dinikahkan dengan Yola pada waktu itu? Akhirnya dia tahu jawabannya. Keluarga Nirwan memang memilih menantu pilihan yang baik untuk meneruskan keturunan mereka. Dan sayangnya di lain waktu Hafiz mengetahui kalau dia bukanlah anak kandung keluarga Nirwan. Dia hanyalah anak pungut pengganti anak mereka yang hilang. Tentu saja Yola bukan dipilihkan untuknya, melainkan untuk Ilham yang memang memiliki darah keturunan Nirwan yang asli.


"Jadi begitu menurut kau? Pria satu-satunya. Tapi kau tak dapat diandalkan. Kau hanya tahu mempermainkan hati Yola, kau hisap madunya, lalu kau buanglah dia macam tak ada artinya demi isteri kau Sonia itu. Dan saat Yola mengandung Ammar, seluruh dunia menghujatnya, mencelanya dengan hina. Kau dimana? Memadu kasih dengan isteri barumu? Saat dia melahirkan pula, kenape tak ade kau di sana. Akulah yang menemani dia, bukan kau. Jadi berhenti cakap besar seakan kau paling berharga di hidupnya!"kecam Hafiz.


Kata- kata menohok itu benar-benar memojokkan Ilham kali ini.


"Kau ....!"


"Makan dah siap! Hafiz, ayo kita makan!" ajak Yola pada Hafiz dan mengabaikan Ilham.


Meski Yola tak mengajaknya Ilham tetap bergabung di ruang makan kecil itu dengan muka temboknya.


"Ammar, kamu sudah pernah makan rendang?"tanya Yola sambil menyendok nasi ke piring Ammar.


"Ya. Grandma sering masak rendang, Mom. Dan Ammar suka," jawab bocah itu dengan ekspresi yang membuat Yola gemas.


"Apa pun yang Mommy masak, mestilah Ammar suka. Mommy jangan khawatir, oke?" kata Ammar mencoba menenangkan.


"Oke. Kalau gitu makanannya di habisin ya," kata Yola lagi.


Ammar mengangguk dan mulai menyuap sesendok demi sesendok nasi dan rendang itu ke mulutnya. Sementara itu Yola juga menyendok nasi ke piring Hafiz tapi sebaliknya tidak melakukan hal yang sama pada Ilham.


"Hmm , yummiii! Ini sedap sangat, Mom. Ammar suka daging, Ammar suka beef." Kata Ammar senang.


"Ammar, beef juga masih termasuk daging," sela Hafiz sembari tetap fokus mengunyah makanannya.


Hal itu membuat Ilham berhenti makan sejenak.


"No Ammar, beef is beef. Yes it's a meat. Tetapi mereka beda macam," bantah Ilham.


"But that's still a meat, Ammar!" Hafiz masih mencoba mempertahankan pendapatnya.


"No. It's different!" balas Ilham tajam.


Pemandangan itu membuat Yola dan Ammar menganga. Sungguh kedua lelaki dewasa yang sangat konyol.


"Hey! Stop it!" Ammar mencoba melerai. "Uncle Hafiz is right and Daddy more specifik. So, both of you are right. Benar kan, Mom?" tanya Ammar pada Hafiz mencoba meminta bantuan Yola.


Yola mengangguk sambil tersenyum.


"Ya, sayang. Kamu sangat benar."


 


\\

__ADS_1


 


Setelah makan malam di apartemen Yola dua malam yang lalu, Ilham dan Yola pun tak pernah saling bertemu. Keduanya sibuk mengurus ulang tahun N-one dan selalu berselisih jalan sehingga tak pernah benar- benar bertemu. Yola sendiri mempersiapkan ulang tahun N-one di cabang pinggir utara kota, sementara Ilham mempersiapkannya menyeluruh untuk seluruh cabang N-one di seluruh Malaysia.


Hingga hari ulang tahun N-one, Yola pun menjalankan semua tugasnya dengan baik dan dia telah berniat untuk resign saja setelah menyelesaikan ulang tahun N-one. Semua ini dilakukannya semata-mata hanya karena dia ingin profesional dalam bekerja. Dia tak ingin meninggalkan pekerjaannya yang terbengkalai dan membuat orang- orang repot karenanya. Masalah Ammar, meski dia tak rela berpisah tapi Yola akhirnya setuju pendapat Mama Zubaedah. Tak akan mungkin dia memisahkan Ilham dan Ammar. Anak itu sangat dekat dan sayang dengan daddy-nya. Tentunya akan lebih berat memisahkan mereka yang selalu bersama selama 6 tahun ini dibandingkan dengan dirinya yang selama ini mengabaikan Ammar dan baru dua minggu belakangan ini dekat dengan putranya itu. Meski sedih Yola rasa itulah yang terbaik. Yola juga tidak mau rujuk kembali dengan Ilham. Dan Yola rasa inilah yang terbaik.


Hari ini adalah hari yang melelahkan untuknya. Setelah seharian berada di cabang N-one pinggir utara kota untuk menyaksikan dan mengawasi dance cover yang diadakan untuk menarik pengunjung, malam ini pun Yola harus menghadiri perayaan ulang tahun N-one di sebuah hotel ternama di Kuala Lumpur. Sebelumnya Yola telah meminta Hafiz untuk datang sebagai pasangannya ke pesta itu.


Dan pemandangan di sana sungguh membuatnya gerah. Ilham dan Sonia datang sebagai pasangan keluarga dilengkapi Ammar sebagai anak mereka. Membuat hati Yola menjadi panas karenanya.


"Kau tak ape?" bisik Hafiz.


Yola terdiam. Matanya masih tak lepas pada Ilham dan Sonia. Lelaki itu terlihat tampan dengan tuksedo berwarna hitamnya, sementara Sonia sendiri memakai dress panjang berwarna hitam dengan belahan dada sangat terbuka yang menampilkan tubuh indah nan seksinya. Mereka terlihat serasi membuat Yola seketika menjadi panas karenanya. Tidak, dia tidak cemburu. Dia hanya merasa muak pada mulut manis Ilham yang berkata akan menceraikan Sonia dan bla bla bla tapi nyatanya sekarang ini keduanya terlihat baik- baik saja. Bahkan terlihat mesra dengan tangan Sonia menggandeng lengan Ilham. Mereka bahkan terlihat tertawa berdua dengan para relasi yang mereka temui berdua.


Kata sambutan dari MC acara tak lagi Yola hiraukan. Tak cuma Sonia dan Ilham yang membuatnya panas. Bahkan sikap Ammar pada Sonia yang terlihat manja bak seorang anak pada ibunya pun tak urung membuat Yola merasa patah hati. Segera Yola keluar dan bertanya pada waiters apa hotel itu memiliki bar seperti hotelnya Victor. Dan pelayan itu pun dengan senang hati menunjukkannya.


Pengalamannya pertama saat minum kemarin di hotel Victor dan menghilangkan kesadarannya, membuat Yola ingin kembali menenggak minuman itu. Rasanya dia ingin kesadarannya hilang detik itu juga. Dan jadilah dia berada di sini, memesan segelas wine. Seteguk, dua teguk, cairan itu terasa membakar tenggorokannya. Meski awalnya dia ingin muntah seperti kemarin tapi akhirnya tubuhnya beradaptasi juga. Dan benar juga, minuman itu terasa ajaib. Entah kenapa sedikit beban pikirannya seakan mengambang begitu saja. Berganti dengan rasa sedikit acuh dan tak peduli.


Lalu tanpa menunggu diri sendiri terlalu mabuk, Yola pun kembali ke hotel ingin mencari Hafiz dan mengajaknya pulang.


"Hallo, tenyata ade Yolanda Gunawan di sini," sapa Victor yang entah tiba dari mana.


"Eh, Victor?!" sapa Yola.


"Abang ...." ralat Victor.


"Ah, iya abang ...." kata Yola meralat ucapannya.


"Are you free?" tanya Victor.


"Sebenarnya tadi aku ada teman. Tapi nggak tau juga dia dimana sekarang," jawab Yola sambil celingak-celinguk mencari Hafiz. Sementara Hafiz sendiri bingung mencari di mana Yola sedari tadi.


"Kalau macam tu, berarti kau pun free macam abang. Kalau begitu bolehlah, kita menari sekali di lantai dansa?" ajak Victor.


"Hmmm, bolehlah, bolehlah .... Ayo kalau begitu," sambut Yola pada ajakan Victor.


"Kau nak menari ape? Senorita kamu boleh tak? Abang dengar Yola pernah pula dapat penghargaan penari Salsa terbaik di university?"


"Oh hahaha. Itu cuma kebetulan. Kebetulan tak ada yang mau mengambil bagian itu pas pensi. Jadi mereka memaksa aku yang ikut, selama 2 minggu aku berlatih tak disangka menang juga, hihihi," kata Yola cekikikan.


"Jadi senorita? Kite menari ini saja, macam mana? Suasana di sini terlalu membosankan," kata Victor.


"Baiklah, mari kita coba."


Lalu Victor pun berlalu sejenak meninggalkan Yola untuk meminta waktu dan kesempatan bagi dia dan Yola menari bersama.


"Selamat malam Tuan dan Puan sekalian, perkenankan saye Victor Alexander dan Puan Yolanda Gunawan selaku Direktur Marketing N-one Grocery memberi satu buah persembahan pertunjukan untuk menghibur para Tuan dan Puan sekalian. Musik!!!"


Tak lama suara musik dari Chamilla Cabello feat Shawn Mendes pun terdengar. Yola segera ambil bagian yang pertama menarikan satu tarian salsa yang sangat cocok mengikuti alunan lagu Senorita itu. Diikuti oleh Victor berikutnya saat bagian pria pada lagu itu. Mereka berdua terlihat terampil menarikan lagu itu. Sampai- sampai yang menonton terkagum dan terpesona melihatnya, apalagi sampai di part Victor mengangkat tubuh Yola dan menopang punggung wanita itu agar tidak jatuh. Sungguh gerakan yang indah namun terlihat agak sedikit seronok dan erotis. Dan pandangan itu pun tak luput dari perhatian Ilham dan Sonia.


Sonia terlihat terkekeh melihat reaksi suaminya yang agak menegang melihat istri yang dicintainya disentuh sembarangan oleh orang lain. Belum lagi gerakan- gerakan yang membuat dress istrinya itu jatuh sehingga menunjukkan betapa mulusnya kaki jenjang itu hingga ke paha.


"Kau gunakan aku untuk membuat Yola rasa cemburu padamu. Kau kire aku tak tahu kenape kau ajak aku dan bersikap baik denganku malam ni? Hahaha .... lihatlah isteri kesayanganmu itu di sana. Dia tak anggap kau sama sekali!" Kata Sonia memprovokasi.


"Diamlah!" geram Ilham pada Sonia.


"Kalau tak?" tantang Sonia.


Sonia sudah mendapatkan balasan dari Tuan Y. Orang itu bilang secepatnya dia akan membereskan masalah Sonia. Yola dan Ilham tak akan bisa rujuk. Makanya hari ini Sonia merasa sangat percaya diri menantang Ilham.


Ilham menatap Sonia dan menghela napas dalam- dalam.


"Sonia, dengar aku baik- baik. Aku detik ini juga menceraikanmu dan menjatuhkan talak terhadapmu!"


Lalu dengan gusar Ilham membanting gelas yang sedari tadi ada digenggamannya. Semua orang terkejut dan memandang ke arahnya dan Sonia. Bahkan Yola dan Victor pun sampai berhenti menari.

__ADS_1


Ilham tak peduli pada pandangan semua orang padanya. Matanya hanya tertuju pada satu arah. Lalu dia menuju ke sana. Yola!


__ADS_2