
"Why? Kenapa kalian semua menatap saya seperti itu?" tanya Yola saat para peserta rapat menatapnya dengan pandangan menyelidik.
"Maaf Puan Yola, yang membeli saham 5% N-one, bukan Puan ke?" tanya seseorang dari mereka.
"Kalian bisa mendengar apa yang Leon katakan tadi, bahwasanya saham itu baru saja dibeli. Dan saya sedang berada di sini bersama kalian menghadiri meeting. Jadi bagaimana mungkin pembelinya adalah saya?" tanya Yola balik.
"Itu boleh sahaja kalau memang Puan yang membelinya menyuruh orang lain untuk membelinya di saat kite sedang adakan meeting macam ni," sahut peserta rapat tadi.
"Dan kami rase, tak rasa peliklah kalau Puan Yolanda yang membeli saham tu. Sebab kami di sini tahu kalau Puan Yolanda berkemampuan membeli saham sebanyak itu dengan background Puan sebagai pewaris PT. Guna-1 Indonesia, ditambah lagi Puan Yolanda salah seorang mantan trader di Wall Street dan Bursa Indonesia," sahut yang lain pula.
Yola mendengus kesal.
"Jadi, kalian juga menyelidikiku sampai segitunya, ya?" tanyanya kesal.
Para peserta rapat yang tadi berbicara dengan nada memojokkan itu, akhirnya tutup mulut. Mereka memang sengaja mencari tahu tentang wanita yang memiliki skandal dengan petinggi N- one Grocery itu. Mereka khawatir kalau sewaktu- waktu saham N-one akan jatuh karena skandal ketua pengarah yang telah beristri itu, membuat anjlok harga saham karena berita hubungannya dengan pengarah marketing ini.
"Yang pertama- tama, saya katakan dengan jelas saya tidak pernah membeli saham N-one. Seperti yang kalian tahu sendiri, saya adalah pewaris PT. Gunawan Indonesia. Cukup bagi saya memiliki lebih dari separuh saham yang akan diwariskan Papa saya untuk saya di perusahaan sebesar itu," kata Yolanda.
"Lalu untuk ape Puan Yolanda menjadi Pengarah Marketing kat sini?" tanya seseorang yang lain pula.
"Saye boleh skip pertanyaan itu?" tanya Yola balik. "Itu masalah privacy saya. Dan soal saham N- one, kalau pun saya ingin membelinya, saya tidak akan diam- diam melakukannya. Apa yang menjadi milik saya, untuk apa saya menyembunyikannya?"
Para peserta itu terdiam meskipun beberapa orang dari mereka tetap tak mempercayainya.
"Bicara pasal kepemilikan, saya nak bagi tahu juge pade semua peserta meeting ni berkebetulan kite semua ade kat sini. Yolanda Gunawan tak de alasan untuk membeli saham N- one secara diam- diam macam tu. Kerana jike di mahu pun, dia boleh sahaja mendapatkan itu secara langsung pade saye sebagai pemilik saham 20% dari N- one. Kerana die isteri saye," kata Ilham.
Suasana ruang rapat tu menjadi berisik oleh bisik- bisik peserta rapat yang tak menyangka akan mendapat kabar mengejutkan itu di tengah- tengah rapat seperti ini.
"Jadi betul ke kabar itu? Kabar affair antara Tuan dan Puan Yolanda ...?" tanya mereka setengah shock. Yola dan Leon juga terkejut tak menyangka Ilham akan cepat membuka kabar pernikahannya pada khalayak.
Karena jika kabar ini sampai terdengar oleh media, maka indeks saham N- one bisa jadi akan menurun drastis.
Ilham menggeleng cepat sebelum mereka semua yang ada di ruang rapat ini semakin berburuk sangka dan salah paham padanya.
__ADS_1
"Tak. Tak de affair. Yolanda adelah isteri pertama saye, yang telah saya kahwini sebelum isteri saye Sonia. Tapi usah khawatir, sedapatnya saye akan bereskan masalah ni tanpa mengganggu harga saham N-one Grocery," kata Ilham mencoba menenangkan Yola.
Kembali berisik di ruangan itu mendengar pengakuan Ilham. Beberapa dari mereka malah tak sabar dan berbisik saling berspekulasi dengan sesama peserta rapat lain.
Yola menatap Ilham ptotes, namun pria itu hanya mengangguk dan mencoba menenangkannya.
Hingga rapat itu selesai, Yola memarahi Ilham habis- habisan.
"Abang! Kenapa Abang harus membeberkan masalah perkawinan kita di ruang meeting tadi?" omel Yola dengan nada frustasi.
Habislah sudah riwayatnya. Tak lama berita ini pasti akan menyebar ke seantero penjuru Malaysia bahkan Indonesia.
"Kenape? Mrs. Nirwan tak suke ke? Kan abang dah kate akan menyelesaikan semua problem kite satu persatu dan abang juge akan mengembalikan posisi Mrs. Nirwan yang sesungguhnya padamu," jawab Ilhan lugas, tak peduli dengan kekhawatiran istrinya itu.
"Tapi ini bukan saat yang tepat, Abang!"keluh Yola lagi.
Dia benar- benar stress sekarang. Mengungkapkan berita tentang hubungannya dengan Ilham saat ini sama sekali tidak membantunya. Ini akan membuatnya dalam kesulitan untuk beberala waktu ke depan.
Yolla mengusap rambutnya dan meremasnya.
"Ya nggak gitu juga ...."
"Habis tu pula?"
"Argghhh!!! Nggak tau ah! Pusing!!!" keluhnya.
Ilham membiarkan saja Yola dengan keluhannya. Toh cepat atau lambat, mereka pasti akan menghadapinya.
Saat pulang dari kantor pun, Ilham tak segan menarik tangan Yola di antara kerumunan para pegawai yang beramai- ramai ingin pulang. Berita tentang ketua pengarah mereka yang ternyata telah menikah dengan puan pengarah itu rupanya telah sampai di telinga mereka layaknya sporangium. Meski mereka hanya diam saja, tapi dari landangan mata mereka, Yola tahu kalau mereka sedang memandang rendah pada dirinya. Yola tahu, di mata mereka sekarang mungkin mereka menganggap dirinya adalah seorang pelakor.
"Abang, lepasin tangannya," bisiknya lirih hampir tidak kedengaran.
Ilham melepaskan tangannya, namun kini tangannya disampir ke bahu Yola, menggandengnya dan membawanya pergi secepatnya dari situ.
__ADS_1
"Kite balik kat rumah, now!!" seru Ilham terlihat sangat gembira.
Yola menghentikan langkahnya setelah mereka keluar dari gedung berlantai 10 itu.
"Abang, tadi abang ke N-one berangkat jam berapa?" tanya Yola.
"Kenape?" tanya Ilham.
Yola menggeleng ragu. Dia tahu Ilham agak posesif padanya. Dan sebisa mungkn dia tidak akan membuat lelaki itu merasa cemburu.
"Hafiz datang ke apartemenku tadi pagi," aku Yola.
Rahang Ilham langsung mengeras mendengar nama itu.
"Yola!! Abang dah cakap ...."
"Iya, iya! Yola tahu apa yang mau abang bilang. Abang ingin aku memutuskan hubunganku dengan Hafiz, kan?" tebak Yola. "Aku akan bicarakan ini dengannya. Biarkan aku yang menyelesaikannya sendiri."
Ilham mendengus. Rasa tidak rela. Dia tahu Hafiz pasti sedang menunggu Yola di apartemen istrinya itu saat ini. Membayangkan Yola berada di apartemen itu berduaan dengan Hafiz saja, membuatnya terasa panas.
"Abang! Tolong percaya padaku. Aku sungguh harus membicarakan ini baik- baik dengannya. Aku .... tidak mau Hafiz sampai terluka, ku mohon. Beri kami waktu untuk menyelesaikannya," kata Yola mencoba meredam amarah Ilham.
Sungguh dia berada di posisi sulit saat ini.
Semua terasa semakin sulit, saat Yola pulang dan membukakan pintu untuknya.
"Surprise!!!!"
***
Hai reader! Habis bikin PR noveltoon writing academy, author bela-belain nulis 1 bab lagi di larut malah eh dini hari begini.
Jangan pelit like, dan komentarnya ya....
__ADS_1