Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Permintaan Ilham


__ADS_3

"Ya, kalau boleh. Saye mahu berkahwin dengan Putri, Tante."


"Hafiz!!! Kamu serius??" tanya Mama Ratih yang lebih cepat sadar dari kebengongannya daripada yang lain yang ada di sana.


Hafiz menatap Putri yang masih terpukau dengan perkataan Hafiz baru saja. Apa ini termasuk dalam kategori dilamar?


"Nggak, nggak, nggak boleh, ya!!! Aku nggak setuju!" tolak Yola menyuarakan keberatannya.


Semua orang termasuk Putri menatap aneh padanya. Dan entah kenapa Yola merasa ada raut kecewa di wajah Putri saat mendengar keberatan dari Yola.


"Maksudku aku, aku nggak setuju karena Hafiz masih ada masalah yang ...." Kata-kata Yola terhenti saat Mamah Zubaedah yang sedang duduk tiba-tiba menarik Yola yang sedang berdiri untuk duduk di antara Mama Zubaedah dan Ilham.


"Yola duduk dahulu. Kau tak penat ke berdiri sedari tadi?" tukas Mamah Zubaedah.


"Masalah apa?" tanya Mama Ratih.


"Hmmm anu ...." Yola kebingungan menjawabnya.


Tidak mungkin kan dia mengatakan segala aibnya Hafiz yang sudah menghamili Yuri di sini? Setidaknya dia tidak akan menjatuhkan harkat dan martabat Hafiz. Dan lagi pula Yola yakin andai Hafiz tidak mabuk, tidak mungkin dia bisa sampai hati berbuat tidak senonoh begitu dengan Yuri.


"Hafiz kalau suke dengan Putri bolehlah bicarakan dengan Mamah dahulu. Nanti kite rundingkan dahulu macam mana baiknya nak lakukan pendekatan pade keluarga Putri. Bukan tiba-tiba nak lamar Putri macam ni. Terkejut Mamahnya Putri dengar Hafiz macam ni," kata Mamah Zubaedah seolah memberi nasihat yang bijak pada anak bungsu yang diadopsinya itu. "Harap maklum Mamah Putri, anak muda zaman sekarang macam ni lah, semua mahunya serba praktis dan instan. Tak sabar."


Imelda mengangguk-angguk tanda paham akan kata-kata besan dari adiknya itu. Lalu dari ujung kaki hingga ujung rambut, Imelda memperhatikan Hafiz. Dia kenal pria ini beberapa waktu lalu saat bertunangan dengan Yolanda, keponakannya. Dan sebenarnya Imelda heran, jika Yola sampai bertunangan dengan Hafiz waktu itu, bukankah itu artinya di antara keduanya ada perasaan sehingga memutuskan pertunangan? Minimal salah satu di antara mereka.


Dalam hal ini Imelda yakin Hafizlah yang memiliki perasaan pada Yola. Namun karena Yola lebih memilih kembali rujuk pada suaminya, pria itu akhirnya terpaksa menerimanya. Lalu bagaimana dia bisa bilang ingin menikah dengan Putri? Apakah dia ingin menjadikan Putri sebagai pelarian?

__ADS_1


"Saya sebenarnya lebih suka Putri menikah tanpa melalui proses pacaran. Tetapi Hafiz, pernikahan itu bukan main-main. Saya menginginkan Putri menikah dengan seseorang yang serius dengannya," kata Imelda.


Dia ingin menolak Hafiz secara halus. Bagaimana pun dia juga menghormati keluarga besan dari adiknya ini, walaupun dia pernah jengkel karena keponakannya Yola sempat menderita lahir dan batin selama bertahun-tahun karena keluarga itu. Dan dia tidak ingin hal yang sama menimpa putrinya.


"Saye serius, Tante. Dan tentu saja kalau ... Putri juga mau ...." kata dengan sedikit gugup sambil memandang Putri yang wajahnya terlihat seperti kepiting rebus.


Bagaimana ini? Bagaimana? batin Putri. Dalam hatinya tak ada sedikit pun keinginan untuk menolak walaupun menerima juga tidak terlintas dalam pikirannya. Tapi lelaki itu bahkan telah melihat seluruh tubuhnya, dan sebaliknya matanya juga telah ternoda melihat tubuh atletis pria itu. Setelah itu semua bagaimana mungkin dia masih bisa menikah dengan lelaki lain??? Dia telah berjanji dalam hatinya kalau tubuhnya hanya suaminya yang boleh melihatnya nanti. Dan itu artinya ...


"A- aku, mau!" jawab Putri spontan membuat semua yang ada di situ menjadi kaget setengah mati.


"Putri!!!" jerit protes Imelda.


Hatta, sang Ayah pun terbelalak mendengar Putri yang spontanitas menjawab tanpa diminta.


"Putri nggak tau, ah!!" jawabnya seraya ngacir melarikan diri dari sana. Putri kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu dari dalam.


Gila! Kenapa lagi-lagi dia bertindak bodoh dan tidak tahu malu? Dan mulut ini ... astaga! Putri langsung memukul mulutnya berulang-ulang kali. Kenapa nggak bisa mengontrol diri?


Di ruang tamu, Imelda ingin mengejar Putri kembali tetapi dia mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk menginterogasi Hafiz, mumpung di sini ada keluarga dari Hafiz juga.


"Jadi, jujurlah Hafiz! Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan pada Putri? Kenapa kamu tiba-tiba ingin menikahinya dan ... dan ... dia juga mau?Kalian sudah saling kenal lama? Terus yang Yola katakan tadi, katanya kamu mau menikahi Putri untuk bertanggung jawab itu bagaimana maksudnya? Tanggung jawab seperti apa? Jelaskan!!!" tanya Imelda tak sabar.


Hafiz membuang napasnya perlahan. Entah apakah dia harus menceritakannya atau tidak.


"Udah jelasin aja kalau memang kamu merasa nggak salah!" suruh Yola. "Tanggung jawab kayak apa?" desak Yola.

__ADS_1


Hafiz melihat satu persatu wajah yang menanti jawaban darinya itu.


Hingga akhirnya karena didesak secara terus menerus, dengan berat hati terpaksa Hafiz menceritakan kejadian yang menimpanya dengan Putri tadi malam. Semua orang yang di sana mendengarkan dengan penuh perhatian. Malah kemudian mereka menjadi senyum-senyum sendiri mendengar keluguan dua orang yang sepertinya terlambat dewasa itu.


Imelda sendiri mendesah panjang mendengar pengakuan Hafiz. Jadi karena itu keduanya nekad mau menikah? Haisss ... Imelda cukup mengerti kalau anak gadisnya itu meski suka bicara blak-blakan dan pecicilan tetapi soal lelaki Putri itu sangat polos. dan dia tidak pernah pacaran sebelumnya. Tapi soal Hafiz, masa lelaki itu juga sepolos itu?


"Hafiz, Tante akan bicara dulu dengan Putri dan ayahnya nanti, juga dengan kedua abangnya di Palembang. Nanti bagaimana-bagaimanaa, kita bisa bicarakan lagi," kata Imelda akhirnya.


Hafiz mengangguk mengiyakan.


****


"Usah pakai baju macam tu, Yola!" kata Ilham saat keduanya hendak bersiap-siap berangkat ke kedutaan Malaysia untuk mengurus kepentingan dokumen-dokumen pernikahan mereka.


Masalah Hafiz dan Putri sementara tidak ada yang membahasnya, meskipun kedua orang itu terlihat saling menghindar satu sama lain untuk menepis perasaan malu yang terlanjur hadir di antara keduanya. Mama Zubaedah juga melarang Yola menceritakan tentang dugaan Hafiz yang menghamili Yuri. Kata Zubaedah, dia sebenarnya tidak yakin Hafiz akan melakukan hal tersebut sekali pun pria itu sedang mabuk. Dan Mama Zubaedah andai bisa memilih dia lebih suka kalau Hafiz bersama Putri saja. Dan soal Yuri dia akan menyuruh Yuri untuk tes DNA untuk membuktikan kalau bayi yang dikandungnya memang adalah darah daging dan hasil perbuatan dari Hafiz.


"Baju yang ini bagus," kata Yola sambil memutar-mutar badannya di depan cermin.


Sebuah baju sabrina selutut dengan pundak terbuka yang nampak memamerkan pundak indahnya.


"Abang mahu mulai mase ni, Yola kalau keluar rumah mesti pakai kerudung, hmm? Yola mahu, yaa?"


***


Guys kira-kira Yolanya mau nggak tuh? Ditunggu like dan komentarnya ya...

__ADS_1


__ADS_2