
" ... lepas tu, Nek, Ammar pun berlakon depan apartemen Mommy seakan Ammar ni sedang mencari apartemen Daddy. Padahal Mommy tak tahu ada Daddy yang awasi Ammar dari dalam kereta. Hahaha ...." Bocah itu tertawa lucu kalau mengingat aktingnya sangat sukses waktu itu.
Sementara sang nenek malah jadi gemas sendiri mendengar liciknya Ilham memanfaatkan Ammar untuk mendapatkan putrinya kembali.
"Hmmm ... daddy kau tu memang nakal. Dia ajak Ammar untuk berbohong pada Mommy?" tanya sang Nenek tak percaya.
"Taklah Nek. Daddy kate, Ammar mesti berlakon dahulu agar Mommy boleh kembali bersama- sama dengan Daddy dan Ammar. Ammar dah pun lama sangat rindukan Mommy. Daddy pun. Daddy selalu cakap pada Ammar kalau suatu mase nanti Mommy Yola mesti datang kembali pade kite. Daddy dan Ammar selalu rindukan Mommy," kata Ammar mencoba meyakinkan sang nenek.
Ratih terdiam tapi dia tak bisa membantah kata- kata anak itu lebih lanjut. Ammar tak akan mengerti apa yang terjadi di masa lalu. Secerdas apa pun dia, dia tetaplah masih seorang bocah.
Nun jauh di sana, di negeri Jiran Malaysia, Ilham sedang sibuk menelepon dengan Leon. Masalah vidio yang tersebar itu sungguh sangat sulit diatasi. Setelah postingan yang asli di hapus dari akun yang satu, muncul lagi postingan- postingan baru dengan vidio serupa dari berbagai jenis sosial media, khususnya vidio yang memuat vidio panasnya dengan Yola. Meski yang tersebar kini adalah vidio yang telah diblur, namun tetap saja itu memalukan.
"Leon, kau mesti upayakan macam mana caranya agar vidio tu menghilang dari peredaran dunia maya. Lepas tu besok kau siapkanlah aku dan Yola konferensi pers untuk meluruskan hubungan yang sebenarnya antara aku dan Yola," kata Ilham.
Leon di seberang sana mengangguk- angguk.
"Baik aku setuju pasal konferensi pers. Lebih baik kalau hubungan kau dan Yola dipublikasikan. Tapi Ketua Pengarah tak payahlah hapus soal vidio ketua tu dengan Puan pengarah. Nampak sangat romantis, macam dunia milik berdua je. Hahaha... Kenape vidio tu hanye 19 detik je. Hahaahaha," goda Leon sambil tertawa terbahak- bahak.
"Leon, kau cari mati ke?" tanya Ilham dengan wajah tak bisa ditutupinya kalau dia tersipu.
Vidio itu sebenarnya tak sampai memperlihatkan bagian tubuh sensitif mereka. Namun terlihat jelas kalau di vidio itu Yola dan Ilham saling berciuman dan berpag*tan satu sama lain. Belum lagi tangan Ilham yang nampak bergerilya menjelajah ke dalam baju Yola. Semua itu bisa tertangkap kamera CCTV. Sungguh sangat sial!
"Hahaha .... Sungguh aku tak menyangka kalau Ketua Pengarah ni berbakat pula jadi pelakon hmmm film ape namanya tu? red? yellow? atau blue? Huaaahaaaa ..."
Leon masih saja tak henti menggodanya membuat Ilham jadi geregetan dibuatnya.
"Leon, kalau kau masih nak datang begawai di N- one esok, tutup sahaja mulut kau tu dan kau pergilah tidur kawani isteri kau sana!" kata Ilham mulai sebal.
__ADS_1
"Aduhai, Ketua Pengarah ni. Usahlah memakai ancaman. Tak eloklah macam tu dengan kawan sendiri," bujuk Leon sambil berusaha menahan tawanya.
"Kau mesti ingat cakap aku tadi. Jangan sampai terlupa, hmmm?"
"Oke, Ketua Bro! Kau tahu sedia sahaja," kata Leon menenangkan.
Usai mengakhir teleponnya dengan Leon, Ilham pun mengintip apa yang sedang di lakukan Yola di dalam kamar. Wanita itu sedang berbaring dengan posisi tertelungkup di atas ranjang sambil asyik memainkan laptopnya.
Ya mereka memutuskan untuk tinggal bersama sekarang sebagaimana layaknya sepasang suami istri. Dan harusnya sudah sedari dulu mereka hidup seperti ini.
Dan tak ada hal yang lebih disyukurinya saat ini selain melihat keluarga kecilnya berkumpul lagi. Dan itu tidak akan lama lagi. Saat masalah status mereka sudah diperjelas, Ilham sudah memikirkan akan membawa anak istrinya itu ke rumah Green House. Dan mereka akan hidup dengan bahagia di sana.
Melihat Yola sangat sibuk, Ilham jadi memiliki inisiatif sendiri untuk membuatkan Yola susu. Segera dia beranjak ke dapur namun sadar, kalau ternyata susu hamil Yola belum dibawa dari apartemen sebelah. Ilham pun memutuskan untuk mengambilnya sendiri. Toh di sebelah masih ada Hafiz. Hafiz tak mungkin bertengkar dengannya hanya karena susu kan?
Ilham membunyikan bell di apartemen sebelah dengan tak sabaran. Sementara Hafiz yang sedang bermalas- malasan sambil menonton televisi, dengan kesal membuka pintu. Meski tidak melihat di layar monitor intercom, tapi pemuda itu tahu pasti Ilhamlah satu- satunya orang yang berpotensi memencel bel seperti itu.
"Sebenarnya kau mahu ape?" tanya Hafiz dingin.
"Aku nak ambil susu punya Yola," kata Ilham acuh.
"Tunggu kat sini!" kata Hafiz tanpa mempersilahkan Ilham masuk.
Tapi bukan Ilham namanya kalau dia tidak mempunyai sifat menjengkelkan. Semakin dilarang, semakin dia ingin menunjukkan kalau dia bukan orang semudah itu untuk diatur- atur, maka saat Hafiz masuk ke dapur ingin mengambilkan susu Yola Ilham malah masuk dan duduk menunggu di sofa sambil menonton.
"Siape yang suruh kau masuk?" cecar Hafiz sambil meletakkan beberapa kotak susu yang sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik.
Ilham tidak peduli. Dia malah mengambil remot sekarang dan mengganti channel televisi. Kebetulan bertemu dengan acara komedy yang membuat dia malah tertawa terbahak- bahak.
__ADS_1
"Wahahahaha ...."
Hafiz yang kesal langsung mengambil remot di tangan Ilham dan mematikannya.
"To the point sahaja, kau ni kat sini mau ape? Aku dah pun ambilkan susu punya Yola," kata Hafiz jengkel.
Ilham menarik napas dalam. Sepertinya akan sulit mengajak Hafiz berbaikan.
"Jangan macam tulah dik, abang mahu kite lupakan semua masalah yang telah berlalu. Mari berdamai. Kau masih adikku yang dulu. Kau ingat?" kata Ilham.
Hafiz tersenyum sinis.
"Jadi macam ni caramu merayu Yola agar balik padamu? Ckckck .... Yola mungkin gampang kau rayu, tapi tak dengan aku. Dan ape kau kate tadi? Adik? Siape adik kau? Aku tak ingatuu pun!" kata Hafiz sambil terkekeh.
Ilham lagi- lagi menghela napas.
"Kau mungkin boleh lupakan tu semua. Tapi tidak dengan abang. Kau tetap adik kesayangan aku dari dulu hingga mase ni. Intanpayong-nya abang," bujuk Ilham.
Hafiz lagi- lagi tertawa.
"Kau sangke aku ni budak kecil ke Tuan Muda Nirwan? Jadi kau boleh bujuk aku macam tu? Adik kesayangan kau cakap? Tetapi demi adik kandung kau yang hilang tu, kalian semua keluarga Nirwan menghancurkan hatiku. Kau tahu ke rasanye, macam mana ketike semua orang yang kau sangka adalah orang yang paling menyayangimu ternyata adelah orang yang paling menyakiti hatimu? Dan kerana adik kandungmu pulalah kau sampai hati menyakiti hati Yola, istrimu. Dimana perasaanmu? Aku tak nak jadi adikmu!!"
****
Wah gimana nih? Kira- kira bisa luluh nggak sih Hafiz pada Ilham?
Hai reader maaf telah update. Sistim manngatooj lagi error guys... Jangan lupa tinggalkan jejak like dan koment ya ..
__ADS_1