Jodoh Dari Malaysia

Jodoh Dari Malaysia
Liciknya Yuri


__ADS_3

Yuri kini berada di depan sebuah rumah sederhana berpagar kayu. Dia menatap rumah rumah di depannya itu sambil sesekali mengecek ponselnya untuk mengetahui apa alamat yang tertera di situ cocok dengan alamat rumah ini. Alamat rumah di fitur "catatan" ponselnya itu, sepertinya sesuai dengan rumah ini. Ini adalah rumah yang dia cari.


Kondisi rumah itu sepertinya sepi. Dan jauh dari rumah tetangga pula, karena rumah ini berada di ujung gang besar di dekat sebuah kebun kopi kecil. Ini akan memudahkan Yuri untuk melancarkan misinya. Dia sudah bertekad untuk mencuri konsep logo brand Iora Market siang ini sebelum pemilik rumah ini, Tuan Hamid, pulang dari bekerja.


Yuri mengamati sekeliling, nampaknya aman. Yuri pun segera masuk melalui pagar depan. Lalu dengan hati-hati, Yuri pun menuju pintu depan dan mengetuk pintu.


Tok!Tok!Tok!


Tak ada sahutan. Sekali lagi Yuri mencoba mengetuk pintu untuk memastikan kalau memang tak ada orang di rumah itu.


Tok!Tok!Tok!


Fix! Di sini memang tak ada orang. Yuri akhirnya berjalan menuju samping rumah dan menemukan sebuah jendela samping di sana. Yuri mengambil pisau kecil dari dalam tas ransel yang selalu dia bawa kemana-mana. Dengan keahliannya, dia pun mencongkel jendela. Tak perlu usaha yang keras untuk merusak engsel jendela itu. Ini adalah pekerjaan yang kecil untuknya. Yuri bahkan pernah membobol brankas milik seorang lintah darat di Jakarta, apa sulitnya jika hanya membuka sebuah jendela?


Kreeek!


Perlahan tapi pasti Yuri masuk ke dalam dengan melompati jendela. Jendela ini ternyata jendela sebuah kamar. Dengan waspada Yuri menyapukan pandangannya me seluruh penjuru kamar. Kamar ini terlihat seperti kamar seorang bujangan. Di atas meja yang nampaknya seperti meja belajar atau meja untuk bekerja, Yuri bisa melihat foto si empunya pemilik kamar. Ya, ini benar adalah foto Tuan Hamid yang tadi menemui Hafiz di dalam sebuah cafe. Lagi-lagi Yuri merasa beruntung. Setan sepertinya sedang mendukung aksi jahatnya saat ini. Dia berada dalam kamar yang tepat.


Tak mau membuang waktu, gadis itu pun segera mencari logo brand Iora Market di tumpukan kertas-kertas dan berkas yang berada di atas meja. Tak menemukan itu di sana, Yuri tak kehabisan akal, dia pun mencari di dalam lemari. Hingga kemudian, dia mendapatkan sebuah flashdisc disana. Tak menunggu lama, Yuri pun mengambil laptop dari ranselnya dan mencolokkan flashdisc pada laptop. Dan benar saja, dalam sebuah file yang sudah di-save, Yuri bisa menemukan document yang dinamai "Iora Concept". Yuri hampir bersorak riang saat membuka file itu.


"Wow! Jadi ini logo baru mereka? Wuihhh keren," gumamnya kagum.


Dan hanya perlu beberapa detik untuk Yuri menyalin concept itu ke dalam laptop-nya. Dan misinya pun selesai.


Yuri sedang memasukkan barang-barangnya kembali ke dalam tas dan terkejut saat seseorang tiba-tiba membuka pintu kamar. Sial! Ternyata ada orang lain di rumah itu.

__ADS_1


"Kau siape?" pekik orang itu.


Karena panik secara spontan Yuri pun segera menarik senjata api yang selalu terselip di pinggangnya.


"Jangan bergerak! Angkat tanganmu. Kalau nggak jangan salahkan aku kalau peluru pistol ini bisa menembus kulit sampai jantungmu itu!" ancam Yuri.


Wanita tua itu kelihatannya adalah ibu dari Tuan Hamid. Dengan mimik takut-takut dia pun mengangkat sendiri tangannya.


"Nah, bagus! Begitu .... " Yuri pun perlahan mundur pelan-pelan masig mengacungkan pistolnya hingga dia sampai di jendela yang dicongkelnya tadi.


Si Ibu tua itu perlahan menurunkan tangannya ketika Yuri mulai mengeluarkan kakinya keluar jendela.


"Eitsss!! Jangan coba-coba bergerak. Aku tidak akan segan-segan menarik pelatuk pistol ini kalau anda macam-macam!" teriak Yuri.


Tetapi si ibu yang kelihatannya mulai berani karena Yuri sudah mengeluarkan setengah badannya keluar jendela kini berteriak.


Yuri yang panik langsung melepaskan tembakan untuk membungkam sang ibu.


Dooor!!! Dooor!!


Dia lupa kalau suara tembakannya malah akan lebih nyaring dari suara teriakan itu. Tak punya pilihan lain, kini Yuri hanya bisa berlari sejauh mungkin. Sial! Ternyata misinya tak berjalan semulus yang dia kira. Tapi tak apalah. Yang penting dia sudah mendapatkan salinan logo brand itu. Kali ini Hafiz pasti akan kalah!


***


Dua hari kemudian,

__ADS_1


Ilham mengadakan rapat lagi dengan para eksekutif perusahaan dan pemegang saham yang sekarang terpecah menjadi dua bagian kubu A dan kubu B. Rapat kali ini bertujuan untuk mengevaluasi tugas yang diberikan pada Yuri dan Hafiz dalam rangka memperebutkan posisi Ketua Pengarah syarikat N-one Grocery.


"Yuri dan Hafiz, macam mana kemajuan dengan tugas yang saye bagi? Korang berdua dah selesaikan ke?" tanya Ilham setelah tadi dia membuka rapat dengan sedikit basa-basi.


Hafiz terlihat menghela napas berat. Dari raut wajahnya sepertinya dia ada kendala mengerjakan tugas itu.


"Kenapa? Apa usahamu menyuap orang dalam dari Iora Market tidak berhasil?" tanya Yuri sinis.


Semua yang ada di ruang rapat menjadi berisik oleh bisik-bisik para peserta rapat dari dua kubu. Kubu Lucas menuding kalau Hafiz tidak layak menjadi Ketua Pengarah dengan sikapnya yang ternyata suka memberi sogokan atau suap terhadap perusahaan lawan. Mereka lupa atau pura-pura lupa kalau mereka pun sebenarnya adalah penerima suap dari Lucas si pemberi suap.


"Macam mana boleh Ketua Pengarah punya perilaku macam tu. Kalau orang yang disuap tu tak terima dan report kite ke Malaysian Brand Award macam mana? Kite akan didiskualifikasi.Tuan Ilham, meski Tuan Hafiz adalah adik angkat Tuan, tetapi dalam perkara ni Tuan Ilham mestilah harus menjunjung tegak keadilan dan menjaga nama baik syarikat. Tindakan suap yang Tuan Hafiz lakukan tak dapat dibenarkan!" kecam salah seorang dari kubu Lucas.


Salah seorang peserta rapat dari kubu Ilham pun membalas tak mau kalah.


"Hoiii, Tuan Fizi! Tak payah menuduh sembarang Tuan Hafiz kalau tak ade bukti. Dan buat puan Yuri, ape ade bukti atau saksi yang dapat menunjukkan kalau Tuan Hafiz melakukan hal seperti yang Puan tuduhkan?" tantangnya.


Yuri kini tersenyum penuh kemenangan dan mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman percakapan Hafiz beberapa hari yang lalu dengan Tuan Hamid.


"Maaf, kalau saya diam-diam mengikuti Tuan Hafiz saat menemui orang dari syarikat Iora Market. Itu semata-mata karena saya kurang percaya pada kawan lama saya ini. Dia memiliki attitude yang kurang baik sejauh saya mengenalnya ketika masih sekolah. Jadi saya pikir pun mungkin saja untuk kompetisi ini dia akan melakukan kecurangan. Tadinya ini hanya sebuah kecurigaan saya saja, tetapi siapa yang sangka kalau kecurigaan saya itu benar adanya. Hafiz melakukan suap!" tudingnya.


Suasana yang tadi memanas menjadi semakin tidak kondusif. Dan Hafiz di kursinya hanya menatap Yuri sinis.


Hanya macam tu?


****

__ADS_1


Hai, hai, hai... Reader kenapa kalian makin pelit like dan koment... Ahhh makin malas othor update nih... hihihi


__ADS_2